Bacaterus / Resep Kue / Resep Wajik Ketan Pandan dan Gula Merah yang Enak

Resep Wajik Ketan Pandan dan Gula Merah yang Enak

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Oktober 2019

Indonesia memang sudah cukup terkenal dengan kekayaan kuliner khasnya. Salah satu kuliner khas Nusantara yang cukup populer di kalangan masyarakat Jawa adalah wajik. Kue wajik memiliki beberapa sebutan berbeda disetiap masing-masing daerah. Seperti misalnya wajik di daerah Sumatera sering disebut dengan pulut manis.

Selain berbeda penyebutannya, wajik juga ada banyak sekali jenisnya. Ada wajik yang dibuat dari beras ketan dan gula merah, ada yang menggunakan gula kelapa, dan lainnya. Nah, berikut adalah beberapa macam wajik yang populer di Indonesia:

  • Wajik ketan

Sama seperti namanya, wajik jenis satu ini berasal dari beras ketan. Biasanya masyarakat Jawa membuat wajik satu ini dengan cara mengukus beras ketan, santan, dan gula hingga berminyak atau lembut. Gula yang digunakan sendiri biasanya berasal dari jenis gula merah yang berwarna coklat muda hingga coklat tua.

Setelah wajik dikukus, lalu dipotong-potong sesuai dengan selera pembuatnya. Bentuk yang sering dibuat untuk wajik ini adalah persegi panjang dan jajar genjang. Bentuk inilah yang melatar belakangi mengapa masyarakat Jawa memberikan nama “Wajik”. Biasanya wajik ketan memiliki aroma harum karena diolah dengan menggunakan daun pandan.

  • Wajik Kletik

Wajik kletik adalah jenis wajik yang diakui berasal dari Blitar. Sebenarnya wajik satu ini juga dibuat dari bahan beras ketan, namun wajik kletik memiliki perbedaan dalam bentuk dan proses pembuatan dibandingkan dengan wajik ketan pada umumnya.

wajik kletik

Wajik kletik dibuat secara kecil-kecil menggunakan pembungkus dari kulit jagung atau klobot. Agar tahan lama, sebelum menggunakan kulit jagung tersebut disetrika terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya kuman dan bakteri pada kulit jagung tidak membuat wajik cepat basi.

  • Wajik Bandung

Jenis wajik terakhir ada wajik Bandung. Sesuai dengan namanya, wajik satu ini berasal dari daerah Bandung. Wajik Bandung juga terbuat dari beras ketan, tetapi dicampur juga dengan kelapa parut dan gula. Tampilan wajik Bandung tergolong lebih meriah dari wajik ketan ataupun kletik, sebab wajik satu ini dibungkus dengan menggunakan kertas minyak.

Perbedaan lain antara wajik Bandung dengan lainnya adalah pada teksturnya. Wajik Bandung memiliki tekstur parutan kelapa yang lebih dominan, sedangkan wajik ketan lebih cenderung dominan berasnya. Dengan demikian bisa disimpulkan wajik Bandung memiliki rasa yang lebih gurih.

Cita Rasa dan Tekstur Wajik

resep wajik ketan pandan gula merah

Berbicara mengenai cita rasa dan tekstur, semua jenis wajik pada dasarnya hampir mirip. Sebagian besar kue wajik memiliki rasa manis dengan tekstur kenyal, lembut, dan nikmat saat digigit. Terkadang ada penambahan varian rasa lain agar semakin nikmat, misalnya seperti rasa pandan, panilli, rasa gula merah, dan bahkan rasa durian.

Kegunaan Wajik di Indonesia

Kue wajik banyak sekali dimanfaatkan sebagai hidangan para tamu. Beberapa daerah seperti Magelang dan Blitar juga menggunakan wajik sebagai salah satu bentuk oleh-oleh. Magelang memperkenalkan wajik ketan coklat gula merah sebagai oleh-olehnya. Sedangkan Blitar memperkenalkan wajik kletik sebagai oleh-oleh khas dari Blitar.

Selain digunakan sebagai oleh-oleh, wajik juga banyak dimanfaatkan dalam setiap hajatan, terutama di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Menariknya, di Jawa Tengah kue wajik dimanfaatkan sebagai hantaran pernikahan. Pemberian kue wajik ketan dari mempelai lelaki kepada wanitanya dipercaya dapat membuat hubungan mereka berdua menjadi lebih langgeng dan lengket layaknya “Wajik”.

Bahan-Bahan Wajik Ketan

Meskipun sekarang sangat jarang sekali dijumpai kue wajik ketan yang dijual oleh pedagang, namun jika ingin mencicipinya Anda bisa membuat sendiri di rumah. Nah, kali ini Bacaterus akan mengulas resep wajik ketan yang nikmat dan juga legit untuk Anda.

Sebenarnya cara membuat wajik ketan sangatlah mudah, namun agar hasilnya maksimal pilihlah beras ketan yang tidak banyak patahannya. Adapun bahan-bahan yang perlu dipersiapkan sebelum membuat antara lain:

  • Ketan putih cukup dengan 400 gram, cuci bersih dan tiriskan
  • Air panas kurang lebih 25 ml
  • Santan kental dari 1 butir kelapa sebanyak 250 ml
  • Gula merah sebanyak 250 gr, sisir halus
  • Daun pandan cukup dengan 3 lembar
  • Garam sekiranya ½ sdt

Cara Membuat Wajik Ketan

Tahap pertama cuci terlebih dahulu beras ketan yang telah Anda persiapkan sampai bersih. Kemudian kukuslah beras ketan tersebut kurang lebih 30 menitan. Setelah 15 menit, perciki kukusan beras ketan tadi dengan menggunakan air panas. Hal ini bertujuan agar tekstur ketan menjadi lebih kenyal dan empuk.

Sambil menunggu kukusan matang, rebuslah gula merah dan santan. Pastikan gula merah tersebut bisa larut secara sempurna. Jangan lupa aduk-aduk rebusan tersebut agar tekstur santan tidak pecah. Aduklah hingga santan meletup-letup, kemudian matikan api.

Sekarang masukan ketan kukus tadi kedalam rebusan santan dan gula merah. Masak sambil tetap terus diaduk dengan menggunakan api kecil agar matang secara merata. Jangan lupa, pastikan pula masukan daun pandan dan tunggu santan mengering.

Tuangkan adonan ketan tersebut ke dalam loyang berukuran 20x20x4 cm yang telah dialasi dengan menggunakan daun pisang. Tunggu ketan sampai dingin, kemudian potong-potong sesuai selera masing-masing.

Wajik ketan ini sangat cocok sekali manakala Anda jadikan sebagai camilan bersantai teman minum kopi atau teh manis, apalagi akan semakin lebih apabila Anda mengonsumsinya saat berkumpul bersama keluarga tercinta.

Itulah resep wajik ketan khas Jawa Tengah yang dapat kami sajikan. Dengan membuatnya, maka Anda juga sudah melestarikan budaya asli Indonesia. Semoga bermanfaat dan menjadi sumber referensi resep masakan terbaik bagi Anda. Selamat mencoba!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *