bacaterus web banner retina
Cari kata/istilah

Rekoso

Secara sederhana, "rekoso" berarti susah. Namun, jika kita menggali lebih dalam, istilah ini memiliki makna yang lebih kompleks dan sarat dengan nuansa budaya.

Ketika seseorang menggunakan istilah "rekoso," ini sering kali mencerminkan realitas sosial yang dihadapi oleh banyak orang, terutama mereka yang berada dalam strata ekonomi menengah ke bawah.

Penggunaan kata ini tidak hanya menyoroti kondisi fisik yang melelahkan tetapi juga tekanan psikologis dan emosional yang menyertai kehidupan yang penuh perjuangan.

Misalnya, seorang pedagang yang mengucapkan "rekoso" mungkin menggambarkan betapa kerasnya mereka bekerja setiap hari, dari pagi hingga malam, namun hasil yang mereka dapatkan tidak cukup untuk membuat mereka merasa puas atau cukup.

Asal Muasal Istilah Rekoso

Kata "rekoso" berasal dari bahasa Jawa, yang sering digunakan dalam frasa "urip rekoso." Jika diterjemahkan, frasa ini berarti "hidup susah."

Namun, makna dari "rekoso" dalam konteks ini tidak hanya sekadar susah secara fisik atau material. Ada kesan kerja keras yang tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh, sebuah usaha ekstra yang menghasilkan sedikit, atau bahkan minim hasil.

Istilah ini menggambarkan situasi di mana seseorang bekerja dengan sangat keras namun tetap merasa kelelahan karena hasil yang didapat tidak memadai.

Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan pedagang atau pekerja kasar, "rekoso" sering digunakan untuk menggambarkan perjuangan mereka yang harus bekerja tanpa henti tetapi tetap merasa capek dan tidak mencapai hasil yang memuaskan.

Contoh Penggunaan Istilah Rekoso

Untuk lebih memahami penggunaan istilah "rekoso" dalam percakapan sehari-hari, berikut beberapa contoh yang dapat menggambarkan situasi dan konteks di mana kata ini sering digunakan:

Contoh 1:

  • Astrid: "Kamu kok kelihatan capek banget, Mas?"
  • Bimo: "Iya, ini habis dari pasar, rekoso tenan. Sudah kerja keras dari pagi, tapi hasilnya nggak seberapa."

Artinya: Bimo merasa sangat lelah setelah bekerja keras seharian di pasar, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan usaha yang dikeluarkan.

Contoh 2:

  • Bu Ani: "Gimana kerja di proyek baru, Pak?"
  • Pak Burhan: "Aduh, rekoso banget. Kerjanya berat, gajinya nggak seberapa."

Artinya: Pak Burhan mengeluhkan bahwa pekerjaan di proyek baru sangat berat dan melelahkan, sementara upah yang diterima tidak sebanding dengan kerja kerasnya.

cross