bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / 10 Raja Mesir yang Paling Terkenal Sepanjang Sejarah

10 Raja Mesir yang Paling Terkenal Sepanjang Sejarah

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 24 Maret 2021

Sejarah tentang Kerajaan Mesir Kuno memang tidak pernah bosan untuk digali. Kemajuan mereka dalam hal perancangan bangunan dengan alat yang sederhana dan juga keindahan seni yang mereka tampilkan dalam bangunannya membuat banyak pecinta sejarah Mesir kuno jatuh cinta.

Semua kemajuan dalam teknologi dan seni  tentunya tidak terlepas dari siapa yang berkuasa pada saat itu. Setiap raja berkontribusi pada keindahan dan kemajuan budaya Mesir Kuno. Berikut ini adalah raja dan juga ratu yang berperan besar pada kemajuan dan juga keindahan dari budaya Mesir kuno yang membuat para ahli jatuh cinta.

1. Narmer/Menes

Menes

Menes bagi sebagian besar orang Mesir dianggap sebagai Raja pertama Mesir. Kisahnya seperti legenda antara fakta dan mitos.  Beberapa tradisi sejarah menyebutkan kalau Menes merupakan yang membangun kota Memphis, yang menciptakan tulisan, dan memperkenalkan pemujaan para dewa.

Sekalipun kisah di sekitarnya penuh dengan mitos, ahli sejarah percaya bahwa Menes adalah sosok yang nyata adanya. Menes bisa  jadi merupakan gelar kehormatan Raja Nermer yang menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Nemer merupakan pendiri dinasti pertama di Mesir sekitar tahun 3000 SM.

Bukti sejarah yang paling terkenal adalah tablet Narmer yang menggambarkan penaklukkan Narmer dalam menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir melalui peperangan. Tetapi penyatuan sesungguhnya terjadi dengan cara diplomasi dan pernikahan dengan Putri dari Mesir Hilir yaitu Putri Neithhotep.

2. Djoser (2630 - 2611 SM)

Djoser (2630 - 2611 SM)

Djoser merupakan raja dari dinasti kesembilan dan termasuk dalam pendiri kerajaan lama. Djoser memiliki peran besar  dalam pembangunan piramid di Mesir, walaupun detail tentang raja ini cukup terbatas. Legenda mengatakan bahwa dia menyelamatkan mesir dari kelaparan  selama 7 tahun.

Dia menyelamatkan Mesir dari kelaparan dengan membangun kuil Khun, di Pulau Elephantine untuk dewa Sungai Nil. Djoser berkuasa dari sekitar tahun 2630 hingga 2611 Asbelum Masehi. Selama masa pemerintahannya dia berkontribus dalam pembangunan Piramid tangga di Saqqara yang terkenal.

Piramida tangga merupakan warisan terbesar yang ditinggalkan Raja Djoser. Konsep kuburan dengan bentuk bertingkat ini menjadi cikal bakal dari piramida-piramida besar yang dibangun pada masa yang akan datang. Piramida yang suatu saat akan menjadi identitas dari kerajaan Mesir kuno.

3. Khufu (2589-2566 SM)

Khufu (2589-2566 SM)

Khufu merupakan raja dari Kerajaan Mesir lama yang berkuasa dari tahun 2589 hingga 2566 sebelum masehi. Khufu merupakan raja kedua dari dinasti keempat kerajaan mesir lama. Karya terbesar dari Raja Khufu adalah Piramida Besar Giza. Piramida yang menjadi tujuh keajaiban dunia kuno.

Tak banyak manuskrip yang menceritakan tentang masa kepemerintahan dari Raja Khufu. Sejarawan Yunani menggambarkan Khufu sebagai raja yang kejam, tetapi hal itu berbanding terbalik dengan Papirus Westcar yang menggambarkan Khufu sebagai raja yang ramah dan baik hati.

4. Hatshepsut (1479 – 1458 SM)

Hatshepsut (1479 – 1458 SM)

Hatshepsut merupakan Ratu Perempuan yang dikenal sebagai Ratu perempuan terhebat sepanjang sejarah. Dia mampu memimpin lebih lama dari wanita lain dari dinasti Mesir kuno. Hatshepsut merupakan ratu  ke lima dari dinasti ke-18, dengan masa pemerintahan yang makmur.

Hatshepsut memerintah  mesir bersama dengan keponakannya yang bernama Thutmose III. Pemerintahan dari ratu Hatshepsut cukup damai, kebijakan politik luar negerinya lebih banyak menggunakan perdagangan dibandingkan menggunakan cara-cara peperangan.

Dia mampu membangun kembali jaringan perdagangan yang sempat terganggu di masa kependudukan Hyksos. Dia juga banyak mendirikan bangunan yang megah dari pendahulunya. Bangunan terkenal yang dibuatnya adalah makan kuil yang dia buat untuk dirinya sendiri.

5. Thutmose III (1484 – 1425 SM)

Thutmose III (1484 – 1425 SM)

Thutmose III merupakan raja ke-6 dari dari dinasti ke-18, dan merupakan anak tiri dari ratu Hatshepsut. Di awal pemerintahannya , ia menjalankannya bersama ibu tirinya Hatshepsut, selama 22 tahun. Dia baru saja berusia dua tahun saat dia harus mengambil tahta ayahnya Raja Thutmose II.

Kontribusi yang diberikan oleh Thutmose III pada kerajaan Mesir dianggap paling besar. dia mampu memperluas kerajaannya selama dia memerintah, dan dianggap sebagai pejuang yang hebat dalam melindungi rakyat Mesir. Dia juga dikenal melakukan banyak pembangunan, sejak dia berkuasa.

Bangunan yang terkenal yang merupakan hasil dari karyanya adalah Kuil Karnak. Pembangunan pada zamannya mulai menggunakan pilar dalam desain bangunannya. Tak hanya disitu tren artistik yang di lakukannya adalah pengecatan seluruh ruang makam tak hanya ukiran dari reliefnya saja.

Baca juga: 10 Mahkota Kerajaan yang Terkenal dan Paling Indah di Dunia

6. Amenhotep III (1391 – 1353 SM)

Amenhotep III (1391 – 1353 Sm)

Pada masa pemerintahan Amenhotep III Kerajaan Mesir mengalami masa kejayaannya dan kemakmuran.  Kemamkuran dan kejayaan yang diperolehnya merupakan hasil dari diplomasi dan juga perdagangan dibandingkan dengan invasi militer. Dia adalah Firaun ke sembilan pada dinasti ke-18.

Dia mampu menjaga kestabilan jalur dagangnya agar tetap sehat, sehingga dapat memberikan kemamkuran pada kerajaannya. Selain dalam bidang perekonomian, dalam bidang seni arsitektur juga. Dia berkontribusi pada pembangunan monumen dan beragam patung pada masa pemerintahannya.

7. Akhenaten (1352 -1336 SM)

Akhenaten ( 1352 -1336 SM)

Akhenaten merupakan putra dari Amenhotep III, yang dahulunya bernama Amenhotep IV. Dia mengganti namanya menjadi Akhenaten menyesuaikan dengan kepercayaan yang dianutnya berupa kepercayaan monoteisme. Dia meyakini Aten sebagi dewa yang paling tinggi dari dewa Amun.

Setelah merubah namanya dia juga memindahkan ibu kota dari Thebes ke Amarna dan mengganti namanya menajdi Akhetaten. Istrinya juga Nefertiti berperan besar dalam perubahan keyakinan  tersebut. Banyak masyarakat yang tidak menyetujui perubahan yang dilakukan oleh Akhenaten ini.

Setelah kematian dari Akhenaten sendiri, masyarakat banyak menghancurkan patungnya dan kembali pada metode pemujaan yang dahulu. Penerusnya menghilangkan jejaknya dan menghancurkan kuil Aten, lantas menjadikan bahan bekas kuilnya untuk membangun kuil dewa Amun.

8. Tutankhamun (1332 – 1324 SM)

Tutankhamun (1332 – 1324 SM)

Tutankhamun merupakan raja yang paling terkenal, hal itu karena banyaknya harta kekayaan yang dikubur bersamanya, serta cerita mistis seputar makamnya. Tutankhamun sendiri diperkirakan merupakan anak dari Raja Akhenaten dengan istrinya yang lain bukan dengan Nefertiti.

Raja Tut naik tahta pada saat usianya sekitar 9-10 tahun, membuatnya menjadi raja yang paling muda. Tutankhamun menikahi saudara tirinya sendiri Ankhesenamun. Semasa pemerintahannya dia dibantu oleh jendralnya yang bernama Horemheb yang akan menjadi penerusnya setelah kematiannya.

Kematian Raja Tut mengakhiri dinasti ke-18, walaupun hingga kini kematian dari Tutankhamun masih menjadi perdebatan. Dia meninggal di usia 19 tahun. Sebagian ahli menyatakan kematiannya diakibatkan oleh penyakit. Sebagian lagi menyatakan karena kecelakaan, terjatuh dari kereta kuda.

9. Ramses II (1279 – 1213 SM)

Ramses II (1279 – 1213 SM)

Ramses II merupakan raja ke-3 pada dinasti ke-19, dan dikatakan sebagai raja yang paling hebat dari era Kerajaan Mesir Baru. Atas kehebatannya Ramses II mendapatkan julukan “Leluhur Yang Agung”. Kehebatannya dalam bidang militer membuatnya mampu menaklukkan musuh-musuhnya.

Penaklukkan dan ekspedisi militernya mampu mengalahkan musuhnya seperti bangsa Nubia, Syiria, dan Hitties. Selain kehebatan dalam bidang militer Ramses II juga banyak membangun patung dirinya sendiri. Kehebatannya itu membuat dia mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai dewa.

10. Cleopatra VII (51 – 30 SM)

Cleopatra VII (51 – 30 SM)

Cleopatra VII atau yang banyak dikenal dengan nama Cleopatra saja merupakan Ratu terakir dari kerajaan Ptolemeus. Cleopatra sendiri bukan  asli dari Mesir melainkan  anak dari Raja Makedonia Ptolemy I Soter. Dia berkuasa dari tahun 51 – 30SM, dan menjadi pemimpin yang terkenal.

Mesir dibawah kekuasaan Ratu Cleopatra menjadi negara yang makmur dengan banyaknya reformasi yang berdampak pada peningkatan ekonomi. Selain itu dia mampu menjalin hubungan baik dalam politik luar negerinya. Dia terlibat pererangan dengan Oktavius yang mengakhiri pemerintahannya.

Kekalahan perang melawan Oktavius, Cleopatra memutuskan untuk mengahiri hidupnya. Dia berkata kepada Oktavius sebelum kematiannya, “aku tidak sudi diarak dalam pawai kemenangan” . Kalimat ini menjadi satu ungkapan lisan Cleopatra yang diabadikan dalam catatan sejarah.

Daftar  Raja dan ratu yang berkuasa di Mesir ini merupakan raja dan ratu yang paling di kenal dalam sejarah Mesir Kuno. Mereka di kenal karena kontribusinya kepada kemajuan kerajaan yang mereka pimpin. Walau ada juga yang terkenal  karena penemuannya yang fenomenal.

Kehebatan dari sebagian raja dan ratu ini  melebihi raja-raja yang pernah berkuasa di Mesir kuno. Setiap dinasti dari raja-raja ini menghadapi tantangan yang beragam. Setiap Dinasti memperlihatkan kemajuan dalam hal rancang bangun ataupun seni yang  memperkaya warisan budaya Mesir.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram