bacaterus web banner retina

Tertarik dengan Ilmu Hukum? Ini 10 Prospek Kerjanya!

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 29 Mei 2020

Salah satu masalah anak SMA yang mau lanjut kuliah itu waktu memilih jurusan. Ini karena memilih jurusan berkaitan sama masa depan. Nggak bisa memilih jurusan cuma karena sebatas suka atau seru belaka. Perlu ada pertimbangan lebih matang untuk prospek kerja ke depannya.

Mungkin kamu tertarik sama ilmu hukum, tetapi masih ragu soal prospek kerjanya. Seluas apa sih prospek kerja untuk lulusan ilmu hukum? Cukup luas kok, lulusan ilmu hukum nggak selalu jadi pengacara. Masih banyak profesi lain yang bisa jadi pilihan. Berdasarkan pengalaman para alumni, Bacaterus telah merangkum 10 prospek kerja ilmu hukum.

1. Hakim

Hakim

* sumber: data.ikahi.or.id

Pengadilan sebagai salah satu tempat paling penting dalam bidang hukum membutuhkan kehadiran seorang hakim. Hakim akan menerima, memeriksa, mengadili serta menyelesaikan perkara yang diajukan.

Ada prosedur yang harus diikuti kalau ingin jadi hakim. Prosedur paling utama adalah lolos CPNS untuk posisi hakim itu sendiri. Setelah lolos, untuk menjadi hakim di pengadilan negeri dan tinggi diatur pada Pasal 14 ayat (1) UU No. 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum, yaitu:

  • Warga negara Indonesia;
  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  • Sarjana hukum;
  • Lulus pendidikan hakim;
  • Mampu secara rohani dan jasmani untuk menjalankan tugas dan kewajiban;
  • Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
  • Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 40 (empat puluh) tahun;
  • Tidak pernah dijatuhi pidana penjara karena melakukan kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Untuk pendidikan hakim akan diselenggarakan oleh Mahkamah Agung sesuai dengan PERMA No. 2 Tahun 2017.

2. Jaksa

Jaksa

* sumber: i0.wp.com

Salah satu pihak yang ada di pengadilan adalah Jaksa. Jaksa berada dalam lingkungan Kejaksaan Agung RI yang terbagi ke dalam Kejaksaan Agung (daerah hukumnya meliputi wilayah kekuasaan negara), Kejaksaan Tinggi (daerah hukumnya meliputi wilayah provinsi) dan Kejaksaan Negeri (daerah hukumnya meliputi wilayah kota/kabupaten).

Pengaturan mengenai jaksa dapat ditemui dalam Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia atau disingkat UU Kejaksaan. Menurut pasal 9 ayat (1) jo ayat (2) UU Kejaksaan, syarat-syarat untuk menjadi seorang jaksa adalah:

  • Warga negara Indonesia;
  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  • Berijazah paling rendah sarjana hukum;
  • Berumur paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun;
  • Sehat jasmani dan rohani;
  • Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela;
  • Pegawai negeri sipil
  • Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan jaksa.

Setelah memenuhi persyaratan di atas, calon jaksa diharuskan mengikuti diklat yang diadakan Kejaksaan Agung

3. Pengacara

Pengacara

* sumber: pengacarapekanbaru.com

Profesi yang paling diincar oleh sarjana hukum adalah pengacara. Kemampuan berpendapat, berdebat sampai ketelitian dalam menangani kasus merupakan hal-hal yang sangat penting untuk menjadi pengacara. Dengan iming-iming penghasilan yang tinggi, nggak heran kalau profesi tersebut sangat dielu-elukan bahkan membuat nama fakultas hukum sering dihubung-hubungkan dengan pengacara.

Seorang pengacara merupakan sarjana hukum yang telah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan organisasi profesi advokat. Pendidikan tersebut membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan untuk diselesaikan. Calon pengacara juga harus magang di kantor advokat minimal selama dua tahun dan menangani minimal 3 kasus pidana dan 6 kasus perdata dengan pendampingan seorang Advokat Pendamping dari tempat magang.

Kasus-kasus yang ditangani itu kemudian dibuatkan laporannya untuk diberikan pada organisasi profesi advokat, lalu jika laporannya valid barulah akan diangkat sebagai advokat. Panjang bukan? Walaupun seperti menjalankan profesi yang glamor, pengacara juga bisa mengambil tugas mulia yaitu dengan menjadi pengacara pro bono. Artinya pengacara nggak pasang harga untuk kliennya yang kurang mampu.

4. Mediator Hukum

Mediator Hukum

* sumber: www.jambione.com

Istilah mediator hukum tentu nggak asing di telinga. Berperan sebagai pihak ketiga di luar pihak-pihak yang bersengketa, mediator ditunjuk oleh pengadilan yang bersangkutan. Ia akan menengahi pihak-pihak tersebut untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada.

Dikenal sebagai pihak yang bertugas dalam menangani kasus perdata, mediator juga bisa menangani sengketa hubungan industrial, yaitu sengketa antara pengusaha dengan pekerja atau serikat buruh. Untuk mediator tersebut ditugaskan di Dinas Tenaga Kerja.

5. Notaris

Notaris

* sumber: idalamat.com

Selain pengacara salah satu profesi idaman bagi sarjana hukum adalah notaris. Profesi ini nggak perlu kemampuan berargumentasi di pengadilan, cukup dengan mengeluarkan akta. Terdengar sederhana memang namun pada kenyataannya untuk mengeluarkan akta dari seorang notaris memerlukan prosedur yang cukup panjang.

Untuk menjadi notaris, lulusan S1 Hukum harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 Kenotariatan.  Persyaratan untuk menjadi notaris diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Jabatan Notaris Pasal 2 ayat (1) PERMEN Hukum dan HAM No. 25 Tahun 2014. Berdasarkan ketentuan pasal-pasal tersebut, untuk dapat diangkat menjadi Notaris maka calon Notaris harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • Warga negara Indonesia.
  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Berumur paling sedikit 27 (dua puluh tujuh) tahun.
  • Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan sehat dari dokter dan psikiater.
  • Berijazah sarjana hukum dan lulusan jenjang strata dua kenotariatan.
  • Telah menjalani magang atau nyata-nyata telah bekerja sebagai karyawan Notaris dalam waktu paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan berturut-turut pada kantor Notaris atas prakarsa sendiri atau atas rekomendasi Organisasi Notaris setelah lulus strata dua kenotariatan.
  • Tidak berstatus sebagai pegawai negeri, pejabat negara, advokat, atau tidak sedang memangku jabatan lain yang oleh undang-undang dilarang untuk dirangkap dengan jabatan Notaris.
  • Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

6. Legal Officer

Legal Officer

* sumber: www.training-sdm.com

Untuk para lulusan S1 Hukum yang nggak mau lanjut S2 atau pendidikan profesi, maka Legal Officer bisa dijadikan pilihan alternatif. Ilmu hukum yang didapat di perguruan tinggi dapat diaplikasikan di profesi ini. Perusahaan menengah ke atas biasanya mempunyai Legal Officer untuk mengerjakan berbagai tugas yang berhubungan dengan hukum. Misal, dokumen perizinan, kontrak dan surat.

Tugas legal officer bukan hanya mengurusi permasalahan tentang hukum yang sifatnya internal, namun juga mencakup urusan eksternal. Kalau perusahaan mau kerja sama dengan perusahaan lain atau pemerintah, Legal Officer bertugas untuk mengurusi mengenai perizinan, kontrak kerja sampai legal opinion.

7. HR Legal

HR Legal

* sumber: ofiskita.com

Posisi dalam HR atau personalia umumnya membutuhkan lulusan manajemen atau psikologi. Namun ada pula HR Legal yang membutuhkan lulusan hukum. Bagi yang mengambil jurusan hukum perdata atau bisnis bisa menjadi staff HRD di bidang hukum. Kemampuan dalam bidang ketenagakerjaan adalah kewajiban untuk menjadi HR legal. Tugas HR legal meliputi persoalan legalitas karyawan.

8. Staff Perancangan UU

Staff Perancangan UU

* sumber: berkas.dpr.go.id

Berbicara hukum tentu nggak lepas dari instrumennya yang paling penting yaitu produk hukum. Dalam membuat produk hukum yang dilakukan pemerintah, perlu dibuat rancangannya terlebih dahulu untuk dibahas dalam rapat sebelum secara resmi diberlakukan. Pembuatan rancangan undang-undang ini membutuhkan analisis mendalam dari berbagai pihak yang kemudian dituangkan menjadi sebuah peraturan hukum.

Saat ini anggota dewan membutuhkan lulusan hukum untuk membuat rancangan peraturan hukum. Dengan tugas yang lebih spesifik, hasil rancangannya pun akan lebih faktual dan relevan dengan keadaan yang ada. Hal tersebut dilakukan untuk membuat peraturan hukum yang sesuai dengan kemajuan jaman.

9. Konsultan Hukum

Konsultan Hukum

* sumber: www.healthcareworkersalary.com

Istilah konsultan hukum dengan advokat masih menjadi perdebatan. Ada yang menyamakan, ada pula yang membedakan. Namun yang perlu diingat adalah tugas utama konsultan hukum adalah memberi pendapat hukum setelah mengidentifikasi permasalahan kliennya. Sebelum mengambil langkah penyelesaian untuk pengadilan.

Peran konsultan hukum sangat krusial. Penentuan langkah tersebut dianalisa oleh konsultan hukum apakah akan berlanjut ke meja hijau atau menggunakan penyelesaian di luar pengadilan. Kehadirannya bisa berfungsi untuk mengurangi kerugian yang mungkin dialami jika sebuah perkara diajukan ke pengadilan. Konsultan bisa berasal dari kalangan akademisi atau advokat.

10. Dosen

Dosen

* sumber: www.bostonglobe.com

Kalau kamu suka berbagi maka dosen menjadi adalah pilihan yang tepat. Untuk menjadi dosen S1 diharuskan lulusan S2, untuk dosen S2 maka diharuskan sudah menyelesaikan S3. Dengan waktu yang fleksibel, serta bisa menggunakan metode pengajaran sesuai dengan kemauan adalah keunggulan menjadi dosen.

Untuk menjadi dosen di perguruan tinggi negeri maka proses yang harus ditempuh adalah CPNS, sementara untuk swasta dilakukan tes yang dilakukan oleh pihak swasta tersebut. Kalau kamu berminat jadi dosen, kamu bisa mengasah keterampilan dengan menjadi asisten dosen dulu.

Setelah membaca 10 prospek kerja ilmu hukum, apa kamu sudah punya gambaran tentang rencana masa depan kamu? Pekerjaan apa yang menarik minat kamu? Boleh banget berbagi cerita di kolom komentar yang sudah disediakan.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram