Bacaterus / Review Film Korea / Review & Sinopsis Princess Hours, Drama Kerajaan Modern

Review & Sinopsis Princess Hours, Drama Kerajaan Modern

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jika kita membicarakan drama Korea klasik, tentunya Princess Hours merupakan drama yang tidak boleh dilewatkan. Princess Hours merupakan drama yang di adaptasi dari manhwa berjudul Goong atau Palace karya Park So Hee.

Drama yang tayang pada tahun 2006 ini merupakan salah satu drama yang berperan dalam memperkenalkan Hallyu Wave di Asia. Dengan menggabungkan tema historikal dan modern Princess Hours mampu memperkenalkan budaya-budaya Korea di dunia internasional.

Lalu ada hal menarik apa saja yang dapat di lihat dari drama Princess Hours? Yuk, kita simak review-nya!

Sinopsis

Sinopsis princess hour (Copy)

  • Tahun rilis: 2006
  • Genre: Romance, Comedy, Drama
  • Produksi: MBC
  • Sutradara: Hwang In Roe, Kim Do Hyung
  • Pemeran: Ju Ji Hoon, Yoon Eun Hye, Kim Jeong Hoon, Song Ji Hyo
  • Jumlah episode: 24

Kisah dari Princess Hours bermula dari Kaisar Korea Lee Hyeon yang jatuh sakit memutuskan untuk mundur menjadi Kaisar dan meminta anaknya, Putra Mahkota Lee Shin untuk mengambil alih kekuasaan. Namun sebelum mengemban tugasnya di Kerajaan, Lee Shin diharuskan untuk menikah terlebih dahulu.

Ditengah-tengah perencanaan peralihan kekuasaan ini, Keluarga Kerajaan menemukan bahwa kakek dari Lee Shin dan teman dekatnya yang dulu pernah membuat perjanjian bahwa suatu hari mereka akan menikahkan cucu mereka berdua. Meskipun begitu, Keluarga Kerajaan memutuskan akan menikahkan keduanya, jika keluarga dari pihak perempuan menyetujuinya.

Dan Lee Shin yang tidak menyukai langkah mereka dalam mencampuri kehidupan pribadinya mencoba untuk melamar gadis yang ia sukai Min Hyo Rin (Song Ji Hyo). Namun diluar ekspetasi Lee Shin, Hyo Rin justru menolak lamarannya karena ia ingin fokus mengejar mimpinya di dunia balet. Karenanya, Lee Shin tak punya pilihan lain untuk menuruti perjodohan tersebut.

Sedangkan gadis yang dijodohkan dengan Sang Putra Mahkota adalah Shin Chae Kyung (Yoon Eun Hye) yang kebetulan satu sekolah dengan Lee Shin. Ia merupakan gadis sekolah normal yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja.

Meskipun Chae Kyung mencintai kebebasan, ia sadar bahwa dengan menerima lamaran tersebut akan membantu kondisi finansial keluarganya dan juga untuk masa depan adiknya. Sehingga, Chae Young memutuskan untuk menerima lamaran tersebut.

Sinopsis princess hour2 (Copy)

Konsekuensi dari keputusannya adalah ia harus meninggalkan orang tuanya dan pindah ke Istana. Yang artinya ia harus mengorbankan kebebasannya serta mengikuti serangkaian pelatihan untuk mempersiapkan dirinya sebagai calon Ratu.

Dan benar saja, Istana bagaikan sangkar emas untuknya. Segala peraturan dan latihan tersebut tidaklah cocok dengan kepribadannya. Di tambah lagi ia merasa jika Lee Shin sangat tidak menyukai keberadaannya.

Namun, kehidupannya di Istana mulai membaik baginya ketika sepupu Lee Shin yaitu Lee Yul kembali ke Istana setelah bertahun-tahun tinggal di Inggris. Kepribadian Lee Yul yang hangat membuat keduanya cepat akrab dan mereka juga cukup sering menghabiskan waktu bersama di istana.

Karena mereka sering menghabiskan waktu bersama, Lee Yul mulai menyukai Chae Kyung dan ia tidak segan-segan menunjukan ketertarikan padanya. Lee Yul yang awalnya tidak tertarik dengan rencana ibunya untuk merebut kembali kekuasaan, mulai mengikuti rencana ibunya agar ia dan Chae Kyung bisa bersama.

Disisi lain, Hyo Rin menyadari bahwa ia menyesal sudah menolak lamaran Lee Shin dan ia memutuskan untuk kembali ke Korea setelah memenangkan sebuah kompetisi dan meninggalkan beasiswa yang ia dapatkan untuk bersekolah balet di luar negeri. Dan Hyo Rin bertekad untuk melakukan apapun agar Lee Shin kembali padanya.

Kerajaan di Dunia Modern

Kerajaan di Dunia Modern

Princess Hours merupakan alternate stories dimana Korea memiliki Royal Family sejak 1945. Dengan kata lain, drama ini mengilustrasikan bagaimana kehidupan Kerajaan di abad 21. Ide ini cukup fresh, dimana mereka membawa beberapa intrik khas Kerajaan yang biasanya kita sering temukan di drama sageuk era Josoen namun ditambah dengan sentuhan kisah modern.

Demi membuat setting Istana Kerajaan di era modern yang realistik, drama ini bahkan memproduksi sebuah studio khusus. Dan demi membangun studio tersebut, mereka menelan biaya sekitar 1,5 juta dolar Amerika. Lalu, 2,5 juta dolar Amerika dikeluarkan untuk keperluan furniture dan properti.

Selain itu, mereka juga berkonsultasi dengan desainer Korea ternama dalam pembuatan kostum tradisional, properti serta desain interior untuk setting tempat syuting.

Semua usaha tersebut mereka lakukan untuk dapat menggambarkan suasana Istana yang klasik sekaligus modern. Dan ketotalitasan mereka terbayar dengan kepopularitasan drama ini. Saking populernya drama ini ditayangkan di beberapa stasiun TV Asia tak terkecuali Indonesia. Tak heran Princess Hours terkenal di kalangan fans internasional.

Slow Pace Relationship

Slow Pace Relationship

Jika kita menonton produksi drama sekarang, perkembangan hubungan dari kedua tokoh utama biasanya cukup cepat, namun hal tersebut tidak berlaku untuk drama ini. Alur dari Princess Hours memberi ruang untuk Lee Shin dan Chae Kyung untuk membangun perasaan mereka masing-masing.

Di awal episode kisah Shin yang memliki personal yang dingin, arogan dan ia bersikap tidak ramah pada Chae Kyung. Lalu semakin berkembangnya cerita, sikap Lee Shin mulai melunak dan menghanggat pada Chae Kyung.  Dan perkembangan sikap Lee Shin pada Chae Kyung tidaklah drastis, prosesnya benar-benar pelan.

Sehingga penonton dapat memproses seluruh perubahan sikap Lee Shin. Serta mengerti point of view dari kedua karakter tersebut terutama untuk Lee Shin yang tidak seekpresif Chae Kyung dalam menggambarkan perasaannya. Dengan alur yang seperti ini juga penonton merasa perkembangan hubungan Lee Shin dan Chae Kyung terasa lebih natural.

Sweet Moments

Sweet Moments

Karena hubungan mereka dibangun dengan perlahan, setiap momen-momen mereka sekecil apapun terasa berharga bagi para penonton. Dan setelah keduanya menyadari jika mereka mempunyai perasaan untuk sama lain, penonton di banjiri dengan banyak adegan-adegan romantis yang manis dari Lee Shin dan Chae Kyung.

Mulai dari saat mereka yang mengunjungi rumah keluarga Chae Kyung, Shin yang mencoba menenangkan Chae Kyung saat ia sedih, hingga mereka yang berlibur bersama mengunjungi Summer Palace.

Unforgettable OST

Unforgettable OST

Princess Hours merupakan salah satu drama dengan track list soundtrack yang solid. Dalam pembuatan soundtrack drama ini, mereka berkolaborasi dengan beberapa penyanyi ballad terkenal pada saat itu seperti Howl, Shim Tae Yoon, dan masih banyak lagi.

Dan hingga sekarang, menurut saya lagu-lagu yang mereka produksi tidak terdengar outdated untuk didengarkan kembali. Bahkan salah satu soundtrack-nya yang berjudul “Perhaps Love” sempat di-remake oleh Eric Nam dan Cheeze pada tahun 2017.

Final Verdict

Final Verdict

Drama ini merupakan drama Korea kedua yang pernah saya tonton. Saya pertama kali saya menonton drama ini melalui satu stasiun TV di Indonesia. Dan saya ingat waktu itu saya sangat menikmati drama ini. Mulai dari visual istana maupun kostum kerajaan yang mereka tunjukan. Selain itu saya juga sangat menikmati jalan cerita drama ini dan juga adegan-adegan romantis dari Lee Shin dan Chae Kyung.

Namun, setelah saya menonton banyak jenis drama, lalu menonton kembali drama ini, saya merasa terdapat beberapa bagian yang repetitif dan bertele-tele terutama pada pertengahan menuju akhir cerita. Plot-plot tersebut tidak menambah value pada cerita dan membuat alur menjadi semakin panjang.

Biarpun setelah menonton ulang saya menemukan beberapa plot yang menurut saya klise, namun drama ini bagi saya masih seru untuk di tonton ulang. Dan menurut saya Princess Hours merupakan well production drama dan salah satu drama paling memorable yang pernah saya tonton.

Saya juga sangat mengapresiasi ketotalitasan tim produksi dalam menciptakan drama Kerajaan dengan sentuhan modern, mulai dari set, interior, pakaian hingga detail-detail kecil seperti aksesoris. Dan mengingat fakta bahwa drama ini diproduksi pada tahun 2006 membuat saya terkagum-kagum.

Sedangkan untuk penilaian, skor yang saya berikan untuk drama Princess Hours adalah 7.7/10. Dan saya juga saya sangat merekomendasikan drama ini terutama bagi yang ingin mulai mengenal budaya Korea.

Lalu, bagaimana dengan kalian? Berapa skor yang kalian berikan untuk drama ini? Dan bagaimana pendapat kalian tentang Pricess Hours? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *