bacaterus web banner retina

Inilah 10 Perpustakaan pada Zaman Kuno yang Melegenda

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 26 Mei 2021

Dari masa ke masa, perpustakaan merupakan satu tempat yang memperlihatkan peradaban dari sebuah bangsa. Tempat para ilmuwan mengembangkan pengetahuan yang akan memperlihatkan kemajuan dari bangsa tersebut tak hanya dari segi pengetahuan tetapi secara ekonomi juga.

Tempat-tempat dimana perpustakaan itu berada biasanya berkembang menjadi sebuah bangsa yang berpengaruh dan maju. Berikut ini telah Bacaterus rangkum beberapa perpustakaan di zaman kuno yang menjadi urat nadi dari perkembangan pengetahuan serta perkembangan sebuah peradaban.

1. Perpustakaan Ashurbanipal, Irak

perpustakaan di zaman kuno_IrakSumber: flickr.com

Perpustakaan yang satu ini menggunakan nama rajanya Ashurbanipal dari Kerajaan Assyiria sebagai nama perpustakaannya. Perpustakaan ini berada di kota Nineveh, yang di masa sekarang ini letaknya dekat dengan kota Mosul. Nineveh sendiri merupakan ibukota kerajaan Assyria.

Koleksi dari perpustakaan ini yang selamat—diperkirakan terdiri dari 30.000 tablet tanah liat yang menggunakan huruf paku. Koleksinya kebanyakan berisikan dokumen arsip, teks ilmiah, dan juga mantra-mantra keagamaan, serta karya sastra yang berusia 4.000 tahun dengan kisah “Epik Gilgamesh”.

Buku-buku di perpustakaan ini diperoleh raja Ashurbanipal dengan mengambil dari daerah jajahannya seperti Babilonia. Sayangnya perpustakaan ini hancur karena serangan koalisi dari Babilonia, Scythians dan Medes, ke Nineveh. Saat ini semua koleksi dari Ashurbanipal berada di British Museum.

2. Perpustakaan Alexandria, Mesir 

Perpustakaan Alexandria terkenal sebagai perpustakaan terbesar di dunia pada zaman kuno. Perpustakaan ini diperkirakan dibangun oleh jenderal dari Ptolemy I Soter, setelah kematian dari Alexander yang Agung. Perpustakaan ini menjadi tempat yang paling terkenal di zaman kuno.

Sayangnya lokasi tempat perpustakaan ini tak begitu diketahui secara pasti, karena tidak terdapat sisa-sisa dari bangunan perpustakaan itu sendiri. Ide pembuatan perpustakaan sendiri datang dari Demetrius dari Phalerum, kepada Raja Ptolemy I yang kemungkinan dibangun pada masa Ptolemy II.

Koleksi dari perpustakaan Alexandria diperkirakan mencapai 40 ribu hingga 400 ribuan gulungan papyrus. Perpustakaan ini menjadi magnet bagi para ilmuwan ternama untuk bekerja di sana. Kota ini dianggap sebagai pusat dari dari ilmu pengetahuan sampai akhirnya menemui akhir yang tragis.

Perpustakaan yang menjadi perpustakaan terbesar dan terkenal ini mengalami akhir yang menyedihkan saat mengalami kebakaran. Perpustakaan ini diyakini terbakar di saat Julius Caesar menduduki kota Alexandria, tetapi hal ini masih menjadi bahan perdebatan.

3. Perpustakaan Villa of the Papyri, Italia

Perpustakaan ini mungkin satu-satunya perpustakaan yang masih selamat hingga kini. Perpustakaan ini berada di Herculaneum, Italia. Perpustakaan ini selamat dari letusan Gunung Vesuvius di tahun 79 Masehi. Diperkirakan dibangun oleh ayah mertua dari Julius Caesar.

Perpustakaan pribadi ini mungkin bukan yang terbesar, tetapi masih selamat hingga kini bersama isinya. Villa of the Papyri terkubur di dalam abu vulkanik yang membuatnya diawetkan dengan sempurna. Bagunan ini menyimpan sekitar 1.800 gulungan papyrus yang terawetkan.

Pemilik dari rumah yang mendirikan perpustakaan tersebut diperkirakan bernama Lucius Calpurnius Piso Caesoninus. Perpustakaan Papyri memiliki banyak karya dari Philodemus of Gadara, seorang  Ahli Filsafat dan juga penyair. Ada sekitar seribu karyanya yang ditemukan di Perpustakaan Papyri.

4. Perpustakaan Pergamun, Turki

perpustakaan di zaman kuno_TurkiSumber: flickr.com

Perpustakaan Pergamun merupakan perpustakaan yang dianggap sebagai rival dari perpustakaan Alexandria yang ternama. Pergamun dapat dikatakan sebagai perpustakaan kedua yang terbilang penting  di zaman kuno. Perpustakaan ini dibangun oleh Raja Eumenes II sekitar tahun 220-159 SM.

Koleksi dari perpustakaan Pergamun diperkirakan sekitar 200 ribu gulungan perkamen. Orang yang bertanggung jawab memasok gulungan perkamen ke perpustakaan adalah istri dari penasehat kota yaitu Flavia Melitene. Dia juga memberikan Perpustakaan Pergamun hadiah berupa patung Kaisar Hadrian.

Perpustakaan Pergamun mulai terabaikan saat Kerajaan Pergamun jatuh ke tangan Kekaisaran Romawi. Reruntuhan dari bangunannya berada di atas bukit dekat dengan kuil pemujaan Dewi Athena. Ruangannya terdiri dari 4: 3 ruangan untuk perpustakaan dan 1 ruang pertemuan.

5. Perpustakaan Ulpia (Trajan Forum), Italia

perpustakaan di zaman kuno_Ulpia– ItaliaSumber: wikiwand.com

Trajan forum merupakan sebuah komplek bangunan yang dibangun oleh Kaisar Trajan di sekitar tahun 112 Masehi di kota Roma. Satu bangunan terkenalnya adalah bangunan perpustakaan dari Kekaisaran Romawi. Di Trajan Forum, perpustakaan yang terkenal adalah Perpustakaan Ulpia.

Perpustakaan Ulpia membagi tempatnya menjadi dua: satu untuk menyimpan koleksinya yang berbahasa latin dan satu lagi untuk koleksi berbahasa Yunani. Koleksinya yang terdiri dari lebih 20 ribu gulungan disimpan pada bangunan berlantai dua yang terbuat dari marmer dan granit yang indah.

Desain dari Perpustakaan Ulpia membuat orang nyaman saat berada di dalamnya karena memiliki langit-langit yang tinggi dan pencahayaan dari sinar matahari pagi yang baik. Perpustakaan ini terlihat sangat estetis, sayangnya pengelola tidak memperhitungkan jika koleksi dari perpustakaan bertambah banyak.

6. Perpustakaan Celcus, Turki

perpustakaan di zaman kuno_Celcus_TurkiSumber: flickr.com

Selama kekaisaran Romawi, terdapat banyak perpustakaan yang dibangun, termasuk bangunan yang didirikan di luar kota Roma. Satu di antara perpustakaan itu berada di kota Ephesus yang di masa kini adalah Turki. Perpustakaan ini dibangun untuk memperingati jasa dari Tiberius Julius Celsus, seorang konsul Romawi.

Bangunan tersebut didirikan oleh anaknya Polemaeanus yang tak hanya menyimpan gulungan tetapi juga terdapat kuburan dari Celsus sendiri. Sebagian dari reruntuhan perpustakaan masih tetap terjaga dan berdiri dengan megahnya.

Kapasitas dari  perpustakaan Celcus mampu menyimpan hingga lebih dari 12 ribu gulungan. Koleksinya ini dikatakan bisa menyamai perpustakaan ternama seperti Alexandria. Koleksi gulungannya disimpan di sebuah lemari yang terdapat pada dua lapisan tembok yang bertujuan untuk mencegah kelembaban.

7. Perpustakaan Imperial dari Konstantinopel, Turki

Kemunduran dari perpustakaan di Kekaisaran Romawi yang telah lama terjadi, tetapi lain halnya dengan perpustakaan yang terdapat di Kekaisaran Bizantium. Perpustakaan di era kekaisaran Bizantium berkembang pesat, kota Konstantinopel juga berfungsi sebagai ibu kota dari kerajaan.

Perpustakaan dari Zaman Bizantium ini juga bisa dikatakan sebagai yang legendaris di zaman kuno. Perpustakaannya di bangun pada masa Constantius II sekitar masa pemerintahannya di tahun 337-361 Masehi. Koleksi dari perpustakaan diperkirakan sekitar 100 ribu lebih teks kuno. 

Kejayaan dari Perpustakaan Konstantinopel juga mengalami masa kemunduran di saat beberapa kali terjadi kebakaran yang menghancurkan koleksinya. 120 ribu volume koleksi hilang saat kebakaran yang terjadi tahun 473 masehi, selain karena penjarahan semasa perang salib di tahun 1204 masehi.

8. Perpustakaan House of Wisdom, Irak

House of Wisdom atau dalam bahasa Arab disebut dengan Bayt al-Himah merupakan sebuah pusat studi yang berada pada masa Kekhalifahan Abbasiyah. Tempat ini merupakan pusat studi para ilmuwan, akademi, dan juga sebuah perpustakaan yang bersatu dalam satu tempat.

Bayt Al-Hikmah memiliki koleksi yang berasal dari Yunani, Persia, dan India dengan beragam disiplin ilmu, seperti matematika,  astronomi, dan filsafat, dll. Mereka menerjemahkan semua koleksi itu ke dalam bahasa Arab. Tempat ini menjadi pusat ilmu dalam ratusan tahun ke depan sebelum kehancurannya.

Walaupun saat ini masih menjadi perdebatan dari fungsi yang sesungguhnya dari Bayt al-Hikmah ini, penjarahan oleh Bangsa Mongol merupakan satu alasan banyaknya bukti yang hilang. Terdapat legenda yang mengatakan jika sungai Tigris menjadi hitam oleh tinta karena banyak buku yang dilempar ke sungai.

9. Perpustakaan Ugarit, Suriah

Perpustakaan ini berada di sebuah kota kuno Ugarit yang pada masa kini letaknya berada di Suriah. Bagunannya tidak hanya satu melainkan terdiri dari 5 perpustakaan. Dua dari perpustakaan tersebut merupakan sebuah perpustakaan pribadi dari seorang diplomat bernama Rapanu.

Pada perpustakaan Ugarit ditemukan setidaknya tujuh bentuk tulisan dari Hieroglif, Sumeria, Akkadia, Luwian, Cyrpo-Minoa, Hurian, dan huruf paku Ugaritik. Huruf paku Ugaritik terdiri dari 30 buah huruf yang dikembangkan sekitar tahun 1400 sebelum masehi oleh para juru tulis saat itu.

Teks-teks yang ditemukan di Ugarit terkenal berisikan teks-teks keagamaan serta puisi yang terdiri dari 50 puisi epik. Selain itu terdapat pula surat-surat korespondensi dan juga teks-teks yang berisikan masalah adminstrasi serta teks yang berkenaan dengan ekonomi.

10. Perpustakaan Universitas Nalanda, India

Nalanda merupakan sebuah komplek biara Buddha yang juga menjadi pusat studi di masa kerajaan kuno Maghada. Lokasinya saat ini disebut dengan kota Bihar. Tempatnya memiliki daya tarik bagi para pelajar yang datang dari Tiongkok, Tiber, Korea, serta daerah Asia Tengah.

Dinasti Shailendra pun memiliki hubungan dengan tempat ini, dibuktikan dengan sebuah bukti arkeologi dengan adanya satu buah biara yang di bangun di komplek ini oleh salah seorang raja. Keberadaan perpustakaan di Nalanda dapat dibuktikan oleh catatan dari para peziarah.

Para peziarah seperti Yijing, dalam teksnya juga menceritakan tentang perpustakaan Nalanda yang terbilang lengkap. Koleksi dari perpustakaan Nalanda diperkirakan hingga ratusan ribu. Teks-teksnya mencakup tentang hal religius, astrologi, astronomi, pengobatan, literatur, logika dan tata bahasa.

Itulah beberapa perpustakaan yang terdapat di zaman kuno yang menarik untuk digali. Perpustakaan pada masa itu menjadi pusat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan juga menarik perhatian para pelajar untuk berkunjung. Sebagian dari perpustakaan juga ada yang merupakan milik umum atau milik pribadi.

Tetapi kehebatan dan kemegahan dari perpustakaan ini terkadang mengalami akhir yang tragis, seperti terbakar atau mengalami penjarahan di saat ada bangsa lain yang menyerang. Sebagian lagi mengalami kemunduran karena terabaikan serta kekurangan dana.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram