Bacaterus / Sastra / 6 Tips Penting Sebelum Mengikuti Perlombaan Story Telling

6 Tips Penting Sebelum Mengikuti Perlombaan Story Telling

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Untuk beberapa kalangan, story telling adalah sesuatu yang agak asing terdengar di telinga. Story telling biasanya terdengar di perlombaan bahasa inggris atau sejenisnya. Bisa dikatakan bahwa Story telling itu adalah bagaimana suatu cerita (kisah, adegan, peristiwa) disampaikan dengan menarik, dan biasanya story telling dibawakan menggunakan bahasa inggris.

Hal menarik dari story telling adalah bagaimana seseorang menggunakan gerakan badan, mimik muka bahkan sampai menggunakan alat peraga agar terkesan lebih menarik. Story telling juga dapat disampaikan melalui gambar. Nah, disini ada beberapa tips-tips persiapan dalam menghadapi sebuah perlombaan story telling.

1. Cerita

Cinderella

Bagian yang paling utama adalah cerita. Cerita disini bisa apapun, bisa dongeng atau peristiwa nyata yang pernah terjadi, entah itu konyol, menyeramkan atau humor. Namun, kalau untuk perlombaan, biasanya menggunakan cerita dongeng yang ditentukan pihak yang menyelenggarakan lomba tersebut.

Beberapa cerita dongeng yang sering dipilih di antaranya seperti cinderella, pinnochio, three pigs, red ridding hood, dan lain-lain. Cerita yang dipilih biasanya adalah cerita pendek. Nah, berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan:

  • Carilah cerita yang menurut Anda menarik dan mudah disampaikan.
  • Usahakan cerita tersebut sudah dikuasai oleh pencerita.
  • Pelajarilah cerita sebaik mungkin, tidak perlu menghafal semua cerita, jika kita sudah mengerti konsep dan intinya, kita dapat story telling dengan kata-kata sendiri.
  • Jangan pernah memotong cerita di tengah-tengah. Misalnya jika Anda lupa dengan kata berikutnya, maka lebih baik Anda menggunakan kata-kata sendiri.

2. Alat Peraga

alat peraga perlombaan story telling

Ketika mengikuti perlombaan story telling, banyak orang yang menggunakan alat peraga, entah itu boneka atau kostum yang sesuai dengan tema cerita. Alat peraga mendukung nilai plus totalitas sebuah story telling.

Namun, alat peraga juga harus dibatasi, sehingga tidak mengganggu jalan nya cerita. Jika alat peraga sangat banyak, atau mungkin kostum yang digunakan sangat rumit, dapat mengganggu fokus pencerita, dan pendengar pun akan merasa terganggu. Nah, berikut adalah tips-tips yang harus diperhatikan:

  • Pilihlah alat peraga yang mudah dibawa kemana-mana.
  • Ingat, alat peraga dan kostum jangan terlalu banyak.
  • Pada saat mengganti alat peraga harus pas dengan alur cerita, sehingga pendengar atau penonton nyaman melihatnya.

3. Kesiapan

pernafasan perut

Ada kalanya, ketika menyampaikan cerita, sang pencerita merasa grogi atau gugup. Apalagi dalam sebuah perlombaan, kesiapan mental pun dinilai, bagaimana si pencerita mengontrol dirinya agar tenang dan nyaman.

Perlombaan story telling biasanya diberitahukan beberapa bulan atau minggu sebelum perlombaan. Pada saat itu, kita harus mempersiapkan diri secara matang. Berikut ini adalah tips dan trik agar Anda sudah siap ketika hari perlombaan tiba:

  • Sering-seringlah berlatih di depan cermin sehingga kita dapat melihat mimik muka, gerakan badan atau volume suara kita dalam menyampaikan cerita tersebut.
  • Banyak-banyak minum air putih untuk menjaga kesehatan tenggorokan. Karena dalam story telling, volume, intonasi serta irama sangat dinilai penting.
  • Sering berlatih dihadapan orang lain (teman atau saudara)  untuk mendapatkan masukan dan kritikan.
  • Saat perlombaan, jika masih gugup, tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan, buat diri senyaman mungkin.
  • Dalam melatih suara pun ada kaidah-kaidah nya yaitu melakukan humming atau pernafasan perut.

Cara pernafasan perut: dalam posisi duduk atau berdiri, badan harus tegak, dan sedikit mencondongkan dagu ke atas. Letakkan telapak tangan kanan di dada dan satunya lagi di bagian perut, perhatikan telapak tangan kanan yang mundur ke belakang dan telapak tangan kiri maju ke depan saat menarik nafas. Mulailah menarik nafas dan biarkan udara masuk sedalam mungkin ke dalam perut, sehingga perut menjadi menggembung.

Perhatikan perut Anda. Saat menarik nafas, perut akan menggembung dan saat menghembuskan nafas, perut mengempis dan lakukan beberapa kali. Jika posisi benar, maka Anda akan sedikit berkeringat. Untuk awal latihan pasti akan terasa nyeri di perut.

4. Variasi

cara presentasi yang menarik

Variasi sangat dibutuhkan dalam story telling. Variasi tersebut dapat berupa gerakan tubuh, nada, tekanan, volume suara, kecepatan suara, ritme, dan artikulasi (halus atau tajam). Selain itu, diam atau hening juga diperlukan.

Gerakan tubuh digunakan jika dalam cerita terdapat sebuah tindakan seperti terkejut, berlari di tempat, tergesa-gesa, marah, sedih dan tertawa. Semua hal tersebut sangat penting, karena dapat meningkatkan rasa penasaran pada penonton, juga menjaga perhatian penonton agar tidak berpindah ke yang lain.

5. Tata Ucap (Pronounciation)

storytelling2

Berhubung story telling diucapkan dalam bahasa inggris. Maka tata ucap menjadi salah satu hal penting dalam penilaian lomba. Tata ucap itu bagaimana kita mengucapkan sebuah kata dalam bahasa inggris. Entah pengucapannya benar atau salah. Nah, berikut adalah tips-tips dalam hal tata ucap tersebut:

  • Latihlah lidah dalam pengucapan bahasa inggris yang ada pada kamus. Disarankan kamus yang memiliki tanda pengucapan atau cara pengucapan.
  • Latihlah menggunakan lilin di depan mulut Anda (jangan terlalu dekat) dan lihat pada cermin, jika lilin tidak goyang, maka pengucapan Anda sudah benar.
  • Tata ucap yang benar juga dapat dilihat ketika kita mengucapkan kata bahasa inggris, letakan tangan kanan atau kiri di depan mulut kita, jika dalam mengucapkan kata tersebut ada beberapa cipratan air dari mulut, maka tata ucap kita salah.
  • Berlatih melalui google translate. Biasanya pada google translate terdapat pengucapan kata dalam bahasa inggris.
  • Sering-seringlah menonton film barat menggunakan subtitle bahasa inggris dan tirulah orang tersebut pada saat berkomunikasi.

6. Teks Cerita

Teks cerita juga ternyata dinilai dalam perlombaan story telling. Disarankan untuk membuat teks secara lebih menarik. Alur cerita boleh di modifikasi namun tidak merubah inti cerita. Biasanya awal cerita sangat diperhatikan dalam penilaian juga dari penonton. Awal cerita dapat menggambarkan sebuah cerita tersebut akan disampaikan secara menarik atau tidak.

Nah, itulah berbagai macam tips dan trik yang bisa Anda terapkan sebelum mengikuti sebuah perlombaan story telling. Jika masih bingung, Anda bisa melihat contoh video story telling yang kami berikan. Selamat berlomba!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

2 Responses

  1. Sangat membantu sekali kak.. thankyou

  2. Dida Mafatakhuriza (MRD) berkata:

    thanks somuch its very help me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *