Bacaterus / Bahasa Inggris / Kenali Perbedaan TOEFL dan IELTS Sebelum Mengambil Tesnya

Kenali Perbedaan TOEFL dan IELTS Sebelum Mengambil Tesnya

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sudah menjadi hal yang umum bagi yang bukan penutur bahasa Inggris asli untuk menyertakan hasil tes tes kemampuan bahasa Inggris untuk pendaftaran kuliah atau beasiswa kuliah di luar negeri. Ada dua jenis tes bahasa Inggris yang paling diterima di seluruh dunia yaitu IELTS dan TOEFL.

Meskipun keduanya secara akurat menguji level kemampuan bahasa Inggris kita dan diterima secara luas di lebih dari ribuan institusi di seluruh dunia, kedua tes ini memiliki beberapa perbedaan dalam hal  pendekatan, struktur, dan kriteria pengajaran, jadi kita harus memilih dengan hati-hati tes kemampuan bahasa Inggris yang mana yang akan kita pilih untuk mendaftar beasiswa kuliah ke luar negeri.

IELTS VS TOEFL

IELTS VS TOEFL

* sumber: testmyscore.com

Sebelum membahas perbedaan antara kedua tes tersebut, ada baiknya kita ketahui dulu penjelasan mengenai kedua jenis tes kemampuan bahasa Inggris tersebut.

Apa itu IELTS?

Apa itu IELTS

IELTS merupakan jenis tes kemampuan bahasa Inggris yang digunakan untuk tujuan pendidikan, imigrasi juga pekerjaan. Tes ini diterima oleh lebih dari 10.000 lembaga formal di 140 negara di seluruh dunia. Tes ini dikelola bersama oleh British Council dan IDP, yaitu IELTS Australia, dan Cambridge Assessment English.

IELTS merupakan tes bahasa internasional, jadi kita bisa menggunakan ejaan Inggris atau AS. Bergantung pada persyaratan masuk program studi yang kita pilih, ada kemungkinan kita perlu mengikuti ujian Akademik atau Pelatihan Umum IELTS.

Apa itu TOEFL?

Apa itu TOEFL

* sumber: ayokuliahs2.com

TOEFL merupakan tes yang menguji kemampuan kita untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris di lingkungan akademik, universitas, dan tempat yang berbasis ruang kelas. Tes ini diterima oleh lebih dari 8.500 institusi di 130 negara, termasuk tentunya Amerika Serikat, lalu Inggris juga Australia, serta semua 100 universitas top dunia.

TOEFL dikelola oleh organisasi yang berbasis di Amerika Serikat, yaitu Education Testing Service. Oleh karena itu tes ini dilakukan dalam Bahasa Inggris Amerika. TOEFL lebih disukai oleh institusi pendidikan Amerika Serikat.

Keterampilan dan Kemampuan Apa yang Dinilai oleh TOEFL dan IELTS?

Keterampilan dan Kemampuan Apa yang Dinilai oleh TOEFL dan IELTS

Walaupun terdapat beberapa perbedaan utama yang dimiliki oleh tes TOEFL dan IELTS, kesamaan utama di antara keduanya adalah kriteria penilaian dasar kedua tes ini. Artinya, pada dasarnya baik ujian TOEFL dan IELTS menilai keterampilan dan kemampuan bahasa yang sama.

Melalui tes mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, setiap tes dirancang untuk menilai kemampuan bahasa Inggris kita sebagai penutur asing. Kedua tes ini mengevaluasi seberapa baik kita bisa menggunakan bahasa Inggris yang dinilai melalui tes melalui berbicara dan menulis. Untuk pemahaman bahasa Inggris dinilai melalui tes membaca dan mendengarkan.

Tujuan kedua tes ini umumnya untuk keperluan studi akademik. Selain itu, tes ini juga digunakan untuk bekerja, contohnya ujian IELTS.

Perbedaan umum TOEFL dan IELTS

Perbedaan umum TOEFL dan IELTS

* sumber: www.radixtree.com

Gaya bahasa Inggris keduanya sudah pasti berbeda, tapi ada juga perbedaan lainnya. Soal ujian TOEFL hampir seluruhnya berupa pilihan ganda, sementara IELTS mengharuskan kita untuk menanggapi berbagai jenis pertanyaan yang berbeda seperti jawaban pendek, filling the gap dan esai pendek. Waktu tes IELTS lebih pendek dibandingkan ujian TOEFL, yaitu hanya sekitar 2 jam dan 40 menit.

TOEFL hanya memiliki satu jenis tes yang dilakukan sepenuhnya di komputer, Sementara IELTS yang memiliki dua jenis tes, keduanya diselesaikan secara tertulis di atas kertas. IELTS dan TOEFL mendukung cara berpikir dan menyelesaikan masalah yang berbeda. Karena TOEFL umumnya berupa pilihan ganda, maka pelajar harus dapat berpikir analitis agar bisa membedakan pilihan jawaban.

Sementara itu ELTS, membutuhkan lebih banyak penggunaan memori dan mengacu pada keterampilan pemahaman yang lebih luas karena pelajar dihadapkan dengan gaya pertanyaan yang berbeda.

Mendengarkan/Listening

Mendengarkan Listening

* sumber: www.educall.com.tr

Dalam tes IELTS, saat sesi mendengarkan, kita harus menjawab 10 pertanyaan saat audio diputar. Pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul mencakup topik sehari-hari seperti berhubungan dengan situasi dalam konteks pendidikan dan pelatihan. Format pertanyaan termasuk fill in the blanks, menyelesaikan kalimat juga menjawab benar atau salah.

Untuk TOEFL pada bagian tes mendengarkan, kita akan mendengarkan empat hingga enam rekaman dan lalu mereka harus menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang kita dengar. Pertanyaan-pertanyaan ini akan menunjukkan kemampuan kita dalam memahami konten yang dibagikan, dan kemampuan kita untuk memahami emosi dan motivasi pembicara. Ada dua jenis rekaman, yaitu percakapan dan kuliah.

Menulis/Writing

Menulis Writing

* sumber: exam-practice.com

Bagian menulis untuk kedua tes terdiri dari dua bagian yang mengharuskan kita untuk menulis esai singkat. Di IELTS, pada bagian pertama kita akan diberi grafik atau bagan, dan kemudian kita memiliki 20 menit untuk menulis esai pendek sebanyak 150 kata berdasarkan informasi tersebut.

Pada bagian kedua IELTS, kita akan diberikan argumen atau sudut pandang dan akan akan diminta untuk menulis respons sebanyak 200 hingga 250 kata dalam waktu 40 menit. Sementara pada TOEFL, bagian pertama mengharuskan kita membaca teks pendek tentang topik tertentu dan diteruskan dengan mendengarkan seseorang berbicara tentang topik ini selama dua menit.

Selanjutnya, kita harus menulis sebanyak 300 hingga 350 kata untuk menjawab pertanyaan tentang topik ini. Bagian kedua mengharuskan kita untuk menulis esai pendek lagi.

Membaca/Reading

Membaca Reading

* sumber: www.rand.org

Pada sesi membaca di TOEFL, kita diminta untuk membaca 4-6 teks akademik Bahasa Inggris dengan tingkat kesulitan yang sama dan menjawab pertanyaan pilihan ganda tentang teks tersebut. Pertanyaan menguji pemahaman teks, gagasan utama, rincian penting, kosakata, kesimpulan, perangkat retoris, dan gaya. Waktu yang diberikan untuk bagian ini 60-100 menit. Terkadang lebih pendek atau lebih panjang.

Pertanyaan dalam IELTS diambil semua bahasa Inggris akademik dari mulai buku teks akademik, surat kabar hingga majalah. Ada sekitar pilihan 15 jenis pertanyaan yang dapat digunakan IELTS. Pertanyaan ini termasuk jawaban singkat, pilihan ganda, mencocokkan, benar-salah-tidak diberikan, melengkapi ringkasan, cari informasi dan lainnya. Teks dibagi menjadi 3 bagian dan waktu tes 60 menit.

Berbicara/Speaking

Berbicara Speaking

* sumber: www.touchstoneedu.com

Durasi tes ini sekitar 20 menit. Untuk sesi berbicara/speaking pada TOEFL, kita akan duduk di depan komputer, mengenakan headphone dan mikrofon. Kita akan diberikan 6 pertanyaan tipe universitas yang berbeda dan jawaban kita akan direkam. Tes kita dinilai oleh penguji di hari yang lain, setelah ujian.

Dua pertanyaan akan mengenai topik yang sudah umum. Kita akan diminta untuk memberikan pendapat dan/atau menggambarkan sesuatu yang familiar bagi kita, contohnya tentang kota kita atau guru favorit kita.

Dua pertanyaan lainnya akan meminta kita untuk merangkum informasi dari sebuah teks dan percakapan. Mungkin kita juga akan ditanyai pendapat. Sisa dua pertanyaan lainnya akan meminta kita untuk meringkas informasi dari percakapan singkat.

Di IELTS durasi sesi ini antara 12 sampai 15 menit dan tesnya akan direkam. Modul berbicara bisa diadakan pada hari yang sama atau berbeda dari sisa tes. Tes ini dilakukan oleh penguji yang sudah terlatih secara langsung. Tes terdiri dari dari 3 Bagian. Bagian pertama merupakan percakapan pengantar singkat kemudian diikuti oleh beberapa pertanyaan pendek tentang topik-topik familiar.

Di bagian 2, kita akan diberikan kartu dengan topik dan pertanyaan spesifik yang harus kita jawab. kita akan diminta untuk berbicara selama 1-2 menit mengenai topik tersebut. Pada bagian ketiga, pewawancara akan menanyakan pertanyaan terkait pertanyaan yang diajukan pada bagian kedua.

Penilaian

Penilaian

* sumber: www.ieltsessentials.com

Pada TOEFL, sesi berbicara dan menulis dinilai berdasarkan hasil jawaban tes kita, termasuk rentang kosakata, gaya penulisan, dan tata bahasa kita. Penilaian IELTS diberikan terpisah berdasarkan kriteria individu seperti penggunaan logika, kohesi, tata bahasa, dan kefasihan kita berbicara.

Sebagai contoh, sebuah esai dengan ide logis tapi tata bahasa yang buruk akan mendapat skor lebih tinggi dalam ujian TOEFL. Sementara dalam IELTS esai dengan tata bahasa dan kosa kata yang kuat tapi lebih lemah dalam mengekspresikan ide akan lebih baik hasilnya.

Rentang nilai IELTS antara 1-9, dengan skor keseluruhan menjadi rata-rata skor terpisah di keempat tes. Skor keseluruhan kita akan dibulatkan ke rentang setengah yang paling mendekati, yaitu jika rata-rata keseluruhan kita adalah 6,25, skor akhir akan dibulatkan menjadi 6,5. TOEFL adalah tes tunggal yang dinilai dari 120 poin.

Tes Mana yang Terbaik untuk Kita Pilih?

Tes Mana yang Terbaik untuk Kita Pilih

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=35_ok4_G2cA

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, jika kita berencana belajar di UK, kita tak punya pilihan selain mengambil IELTS. Namun, jika kita berencana untuk belajar di Kanada, Australia, atau Amerika Serikat, kita bisa memilih jenis mana yang akan kita ambil karena universitas di negara-negara tersebut menerima keduanya.

Jadi mana tes yang paling cocok untuk kita pilih, IELTS atau TOEFL? Sederhananya, jika kita lebih menyukai pertanyaan pilihan ganda dan lebih menyukai berbicara ke mikrofon, dan jika kita akan melamar ke lembaga Amerika, maka pilihan yang cocok adalah TOEFL.

Jika kita merasa lebih nyaman berbicara dengan seseorang daripada harus menggunakan mikrofon, dan lebih menyukai pertanyaan yang lebih beragam jenisnya, maka pilihan yang baik adalah IELTS. Sekarang sudah jelas tes kemampuan bahasa Inggris mana yang cocok untuk dipilih.

Ternyata meskipun keduanya merupakan tes kemampuan Bahasa Inggris bagi mereka yang bukan penutur asli Bahasa Inggris, IELTS dan TOEFL memiliki banyak perbedaan dalam hal jenis tipe soal dan penilaian. Sudah kamu pikirkan tes yang mana yang akan kamu ambil? Kunjungi juga artikel perbedaan soft skill dan hard skill ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *