bacaterus web banner retina
Bacaterus / Dapur / Bahan Dapur / 5 Perbedaan Tepung Sagu dan Tapioka Agar Tak Salah Membeli

5 Perbedaan Tepung Sagu dan Tapioka Agar Tak Salah Membeli

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 24 November 2020

Kamu pasti sudah tak asing lagi dengan tepung sagu dan tepung tapioka. Kedua tepung tersebut sering digunakan di dapur sehingga biasanya ibu-ibu selalu memiliki persediaan keduanya. Saat ingin memasak atau membuat camilan, apakah kamu pernah salah membeli tepung tersebut karena keduanya terlihat sama?

Dua jenis tepung ini memang sering menimbulkan kebingungan karena penampilannya hampir sama. Meskipun demikian, kedua tepung ini sebenarnya memiliki perbedaan. Sebagai contoh, kedua tepung ini terbuat dari bahan yang berbeda. Lalu apa lagi yang menjadi perbedaan kedua tepung ini? Simak artikel berikut ini untuk tahu jawabannya.

1. Asal

Asal Tepung Terigu Tapioka

* sumber: www.makanabis.com

Tak hanya tumbuh di Papua dan Maluku, tumbuhan sagu juga menyebar dari timur di Pasifik Selatan hingga ke barat sampai India. Sagu merupakan tumbuhan endemik Asia Tenggara karenanya banyak ditemukan di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Papua Nugini.

Habitat tanaman sagu yakni di sekitar danau, sepanjang tepi sungai, atau rawa, serta di daratan rendah yang memiliki ketinggian sampai sekitar 1.000 mdpl. Selain di Papua dan Maluku, di beberapa daerah lainnya di Indonesia yang ditanami sagu, antara lain Sulawesi (Selatan, Tengah, Tenggara).

Selain itu, sagu juga banyak ditanam di Sumatera (Riau, Kepulauan Mentawai), Kalimantan (Barat dan Utara), dan Jawa (Banten dan Jepara, Jawa Tengah). Namun pohon sagu sulit ditemukan di daerah yang curah hujannya sedikit, seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara singkong atau ketela pohon dan ubi kayu (Manihot esculanta) dalam bahasa Inggris disebut Cassava. Tanaman ini merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika yang termasuk ke dalam keluarga Euphorbiaceae.

Daerah yang menjadi tempat awalnya pembudidayaan singkong adalah Amerika Selatan, khususnya di Paraguay dan Brasil, yaitu semenjak kurang lebih 10 ribu tahun yang lalu. Namun, bukti-bukti arkeologis tentang pembudidayaan singkong ternyata banyak ditemukan di kebudayaan Indian Maya.

Lebih tepatnya, Indian Maya yang berada di Meksiko dan El Salvador. Portugis membawa singkong masuk ke Indonesia sekira abad ke-16, ke daerah Maluku. Tanaman ini bisa dipanen sesuai kebutuhan. Tanaman singkong seringkali disebut dengan gudang persediaan di bawah tanah karena sifatnya itu.

Umbi tanaman ini diketahui sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat, sementara daunnya dijadikan sayuran. Singkong adalah umbi atau akar pohon yang panjang dengan garis tengah sekitar 2-3 cm dan panjangnya 50-80 cm, ukuran ini bergantung dari jenis singkong yang ditanam.

Daging dari umbi ini warnanya putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak bisa disimpan lama walaupun disimpan di lemari pendingin. Tanda gejala kerusakan pada umbi ini adalah munculnya warna biru gelap disebabkan oleh terbentuknya asam sianida yang bisa beracun bagi manusia.

Meskipun sumber energi yang kaya karbohidrat, umbi singkong merupakan tanaman yang sangat miskin protein. Justru daunnya lah yang menjadi sumber protein yang bagus karena memiliki kandungan asam amino metionin.

2. Bahan

Bahan Tepung Terigu Tapioka

* sumber: wonepapua.com

Dalam bahasa latin tepung sagu dikenal dengan nama metroxylon sago. Sebenarnya sagu asalnya dari bahasa Jawa yang artinya pati yang ada dalam empulur atau batang tumbuhan. Disebut pohon rumbia atau pohon sagu dalam bahasa Indonesia, tapi di beberapa daerah lain sagu memiliki nama sendiri.

Sagu dalam bahasa Sunda, Jawa Barat disebut kirai. Sementara dalam bahasa Jawa disebut ambulung atau kersulu dan dalam bahasa Ambon dan Seram, Maluku disebut lapia.

Sagu terbuat serta diolah dari saripati batang pohon sagu Rumbia. Batang pohon tersebut kemudian diparut dan diambil saripatinya. Sesudahnya kemudian disaring, diolah lalu dikeringkan hingga  menjadi tepung sagu yang siap dikonsumsi masyarakat.

Sementara tepung tapioka merupakan salah satu jenis tepung yang terbuat dari olahan ubi kayu atau dikenal juga sebagai singkong/cassava. Tepung ini di beberapa daerah memiliki nama yang berbeda, seperti tepung singkong, tepung kanji, dan tepung tapioka yang dalam bahasa Sunda disebut aci.

Menurut sejarahnya, tepung tapioka berasal dari Amerika Selatan. Bukti  ini bisa ditemukan dalam bahasa Brazil yang memiliki kata tipi’oka. Kata ini memiliki arti  makanan dari singkong. Tapioka punya nama yang berbeda di beberapa negara, di antaranya manioca, macaxeira, yuca, boba, dan mandioca.

Tepung tapioka merupakan salah satu jenis tepung yang paling sering dipakai oleh masyarakat indonesia. Di Indonesia sendiri penggunaan tepung tapioka mulai banyak dijumpai sejak tahun 1980-an. Ketika itu memang pemerintah sedang menggalakkan program diversifikasi makanan pokok.

3. Jumlah Kandungan Nutrisi

Jumlah Kandungan Nutrisi Tepung Terigu Tapioka

* sumber: wirasetododdy.wordpress.com

Di Indonesia, tepung sagu merupakan bahan makanan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat.  Tepung Sagu kandungan energinya sekitar 209 kilokalori, sementara  karbohidrat 51,6 gram, protein 0,3 gram, kalsium 27 miligram, lemak 0,2 gram, zat besi 0,6 miligram dan fosfor 13 miligram.

Selain itu, tepung sagu juga mengandung vitamin A sekitar 0 IU, vitamin C 0 miligram, dan vitamin B1 0,01 miligram. Jumlah tersebut didapatkan dari penelitian pada 100 gram tepung sagu, dengan jumlah yang bisa dimakan sebanyak 100 %.

Seperti halnya tepung sagu, tepung tapioka pun merupakan bahan makanan yang sudah biasa digunakan sebagai bahan makanan di Indonesia. Kandungan energinya sekitar 362 kilokalori, lemak 0,3 gram, protein 0,5 gram, fosfor 0 miligram, karbohidrat 86,9 gram, kalsium dan zat besinya 0 miligram.

Kandungan lain dalam tepung tapioka adalah vitamin A sebesar 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram. Besaran vitamin ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada  100 gram tepung tapioka, dengan jumlah yang bisa dimakan sebesar 100 %.

Baca juga: Inilah 10 Tepung Alternatif Pengganti Tepung Terigu

4. Tekstur

Tekstur Tepung Terigu Tapioka

* sumber: www.spiceography.com

Saat kering tekstur tepung sagu terasa lebih kesat hampir sama seperti menyentuh tepung terigu. Warna yang dimiliki tepung sagu adalah putih susu dan agak pucat. Saat dimasak atau dicairkan dengan air panas, tepung ini akan mengental dengan warna transparan.

Tekstur tepung sagu saat matang akan menjadi sangat kenyal, liat, dan lentur. Sedangkan tepung tapioka dalam keadaan kering terasa licin di tangan dan warnanya putih bersih. Saat dimasak menggunakan air panas, tepung ini akan mengental, berusaha jadi kenyal, menggumpal serta lebih liat.

5. Fungsi

Fungsi Tepung Terigu Tapioka

* sumber: mariack.25u.com

Tepung sagu biasanya digunakan saat membuat makanan supaya teksturnya menjadi lengket, lembut, dan empuk, dan. Sagu digunakan dalam jajanan pasar talam ubi, kue lapis, sampai pempek. Untuk dibuat adonan, tepung sagu harus dicampur dengan bahan lain misalnya tepung terigu.

Hal ini karena adonan yang hanya menggunakan tepung sagu saja akan memiliki tekstur yang terlalu lembek dan terlalu lembut. Untuk itu dibutuhkan bahan lain yang bisa memperkuat teksturnya.

Sedangkan tepung tapioka fungsinya adalah untuk mengembangkan adonan makanan dan merenyahkan. Digunakan pada masakan seperti cireng, batagor, tepung tapioka akan menjadikan adonannya mengembang dan lebih krispi.

Tepung tapioka juga bisa jadi bahan pengental makanan. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai bahan untuk minuman kekinian yaitu boba. Untuk campuran makanan, tepung tapioka banyak digunakan untuk membuat kerupuk, pempek, siomay, bakso, dan kue basah.

Seperti halnya tepung sagu, pemberian tepung tapioka pada adonan bisa memberikan tekstur kenyal. Karena itu, tepung tapioka pada beberapa resep bisa dipakai untuk menggantikan tepung sagu dan harganya lebih murah.

Itulah perbedaan tepung sagu dan tapioka yang penting untuk kamu ketahui. Meski keduanya bersumber dari tumbuhan yang berbeda, tapi keduanya biasa digunakan untuk mengentalkan atau merenyahkan makanan sehingga bisa saling menggantikan. Jadi jika kamu kehabisan salah satu tepung itu, bisa digantikan dengan tepung satunya lagi. Apakah kedua tepung itu selalu ada di dapurmu?

Tag: , , ,
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram