Bacaterus / Kunyit / Sulit Membedakan Temulawak dan Kunyit? Yuk, Cermati Bersama!

Sulit Membedakan Temulawak dan Kunyit? Yuk, Cermati Bersama!

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Januari 2020

Tidak salah lagi, jika Indonesia memang memiliki beragam tanaman yang seringkali dijadikan berbagai rempah, herbal, dan lainnya. Inilah diantaranya, temulawak dan kunyit. Hal yang paling utama dibicarakan dari kedua rimpang atau akar-akaran ini ialah zat farmakologis yakni kurkuminoid yang mereka kandung.

Kamu pernah mendengar tentang kurkumin? Senyawa fenolik, zat berwarna kuning  yang sering kali ditemukan pada rimpang, terutama famili Zingiberaceae dimana temulawak dan kunyit termasuk didalamnya. Pemanfaatan keduanya dalam kehidupan sehari-hari luar biasa besar, lho.

Baik temulawak ataupun kunyit keduanya bisa terdapat dalam produk buah dan sayuran, hingga bahan baku obat tradisional bahkan kosmetik. Dengan kandungan zat yang serupa, famili yang sama, juga sama-sama berkhasiat baik, ternyata bagi beberapa orang kedua rimpang ini sulit dibedakan.

Jika kamu termasuk didalamnya, tak ada salahnya simak pembahasan keduanya di bawah ini, agar tahu seperti apa perbedaannya.

1. Spesies

Spesies

* sumber: steemit.com

Temulawak termasuk dalam genus curcuma dan spesies Curcuma xanthorrhiza Roxb., curcuma sendiri berasal dari bahasa Arab kurkum, berarti kuning, lain lagi dengan xanthorrhiza dimana xantos dengan arti kuning dan rhiza berarti akar keduanya diambil dari bahasa Yunani.

Sedangkan kunyit termasuk dalam genus curcuma dan spesies Curcuma domestica Val. atau dengan nama lain Curcuma longa Linn. Kunyit ini memiliki banyak nama daerah yang berbeda, Kunyir, Kunir di Jawa, Kunyet di Sumatera, Kulin di Maluku, hingga Kuni di Sulawesi dan sebagainya.

2. Bentuk Rimpang

Bentuk Rimpang

* sumber: materikimia.com

Rimpang temulawak memiliki bentuk bulat dengan 3 – 4 rimpang yang dihasilkan dari satu rimpang induk. Berasal dari akar, bentuk rimpang cabang di bagian samping adalah memanjang, tidak seperti rimpang induknya yang bulat menyerupai telur.

Dalam satu rumpun tanaman temulawak, terdapat enam rimpang tua dan lima rimpang muda yang terbentuk dalam tanah, melekat dan keluar dari rimpang induk dengan kedalaman mencapai sekitar 16 cm. Jadi bisa diidentifikasikan bahwa bentuk temulawak cenderung panjang.

Kunyit merupakan jenis rumput-rumputan, sama seperti temulawak rimpangnya berada dalam tanah. Bentuk rimpangnya tumbuh menjalar dengan banyak cabang. Sedangkan rimpang induknya berbentuk elips, cabang rimpangnya membentuk bulat panjang. Namun, tampak lebih pendek dan lebar dibanding temulawak.

Cabang yang tumbuh pada rimpang induk biasanya tumbuh kearah samping, ada yang mendatar ataupun melengkung. Jumlahnya pun banyak dan membentuk rimpun. Kulit rimpang memiliki alur hitam yang lebih jelas dibandingkan dengan alur hitam pada kunyit yang tampak samar.

3. Warna Kulit dan Daging Rimpang

. Warna Kulit dan Daging Rimpang

* sumber: www.etsy.com

Selain dari bentuk, kamu juga bisa lihat perbedaan keduanya dari warna hingga aroma. Terdapat warna kulit dan daging yang dapat di identifikasi.

Warna kulit rimpang temulawak adalah kuning kotor, kuning tua, atau cokelat kemerahan baik itu saat muda maupun tua. Untuk warna dagingnya, daging rimpang berwarna kuning hingga orange muda. Sehingga warna orange temulawak akan terlihat lebih lembut.

Kunyit memiliki kulit rimpang berwarna jingga kecoklatan, terang agak kuning kehitaman. Sedangkan warna daging rimpangnya kekuningan hingga orange tua dengan tebal rimpang tua sekitar 4 cm dan yang muda 1,60 cm.

Karena memiliki warna dasar rimpang yang sama yaitu orange, memang agak sulit dibedakan ya, namun kamu akan menemukan jika warna orange pada kunyit terlihat lebih mencolok. Warna orange mencolok itulah yang populer dipakai untuk memberikan warna kuning pada masakan.

4. Aroma dan Rasa

Aroma dan Rasa

* sumber: www.greengardener.com.au

Pada umumnya rempah-rempah berbau yang khas dan tajam, begitu pun dengan kedua rimpang ini. Rimpang temulawak memiliki bau khas tajam dengan keharuman sedang. Disertai cita rasa yang pahit pahang ketika digigit.

Kunyit memiliki aroma atau bau khas dengan rasa agak pahit disertai pedas. Berbeda dengan temulawak, sebenarnya kunyit memiliki rasa cenderung manis, namun karena rasa manisnya lemah, seringkali orang tidak merasakannya.

Aroma keduanya memang sedikit sulit dibedakan, namun bau khas aroma kunyit lebih khas dan kuat, kamu bisa coba membelah bagian dalam dan mencium aromanya untuk mengetahui aroma khas keduanya.

5. Kandungan Kimia

Kandungan Kimia

* sumber: doktersehat.com

Pada tanaman rimpang temulawak diketahui terdapat tiga fraksi kandungan, yakni fraksi pati, fraksi kurkuminoid, dan fraksi minyak atsiri. Kemudian ada juga kandungan protein, lemak, dan mineral.

Dalam sebuah penelitian dijelaskan bahwa pati rimpang temulawak  memiliki kadar sekitar 48 hingga 54%. Dipengaruhi oleh tempat tumbuh, semakin tinggi tempat tumbuhnya, makin rendah kadar patinya. Bentuk pati yang khas dan murni berupa serbuk dengan warna putih kekuningan.

Kurkuminoid berwarna kuning atau kuning jingga, campuran dari komponen zat kurkumin dan desmetoksikurkumin. Bentuknya juga serbuk dan diikuti rasa sedikit pahit dengan aroma yang khas, namun tidak beracun.

Sedangkan minyak atsiri dari temulawak berbentuk cairan dan berwarna kuning atau kuning jingga dengan bau khas aromatik yang tajam dan rasa khas yang tajam pula. Kadar minyak atsiri yang terkandung di dalamnya dipengaruhi oleh umur rimpang dan tempat tumbuh. Selain itu factor teknik isolasi dan analisis juga ikut berpengaruh.

Senyawa kimia utama dalam kunyit ialah zat warna atau kurkuminoid dimana warna kuning orange yang didapat pada rimpang berasal dari pigmen kurkumin. Selain itu, terdapat juga kandungan minyak atsiri, resin, selulosa atau pati, zat pahit, hingga beberapa mineral.

Dalam kunyit juga terdapat monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin, yakni zat warna lain yang dikandung tiap rimpang dengan kadar sekitar 0.8%.

6. Khasiat dan Manfaat

Khasiat dan Manfaat

* sumber: editorial.femaledaily.com

Sama-sama berkhasiat dan memiliki manfaat yang lebih bagi kesehatan tubuh, pemanfaatan kedua rimpang ini semakin luas. Diantaranya dengan mengekstrak rimpang dengan pelarut organik yang nantinya akan menghasilkan oleoresin, yakni bentuk produk dari campuran minyak dan resin.

Penyusun minyak atsiri dalam temulawak diantaranya adalah senyawa fenol kurkuminoid, kamfor, turmeron, juga xanthorrhizol dengan sifat antioksidan yang dapat membasmi radikal bebas. Selain efek antioksidan, temulawak juga diketahui memiliki efek anti inflamasi, anti bakteri, hepatoprotektif, hingga anti tumor.

Rimpang kunyit juga memiliki khasiat farmakologis, diketahui kunyit dapat memperlancar peredaran darah dan menambah energi, efek anti-radang yang baik hingga mengurangi nyeri haid dengan menghilangkan sumbatan peluruh haid. Kunyit juga diketahui baik sebagai karminatif atau peluruh kentut.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan percobaaan menunjukkan hasil bahwa efek kunyit sangat baik untuk penyembuhan luka lho, bahkan penyembuhan luka meningkat dengan persentase sebesar 23,3% pada kelinci dan 24,4% pada tikus. Karena itulah, kunyit seringkali digunakan untuk antiseptik di berbagai jenis infeksi pada kulit.

Jika ditilik kembali, kamu pasti akan menemukan perbedaan keduanya. Umumnya rimpang temulawak memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan kunyit yang lebih rimpun. Kamu juga bisa melihat guratan pada kulit rimpang, warna, hingga aroma dan rasa keduanya yang berbeda.

Kurkumin bukan hanya ampuh mencegah penyakit jantung, tetapi juga diketahui dapat menambah nafsu atau selera makan dan memperbaiki metabolism tubuh, lho, makanya tak jarang dimasukkan dalam komposisi produk suplemen. Baca juga artikel manfaat kunyit putih berikut.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *