Bacaterus / Lebah / Inilah 5 Perbedaan Tawon dan Lebah yang Perlu Diketahui

Inilah 5 Perbedaan Tawon dan Lebah yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Tawon dan lebah adalah sepasang serangga yang sering dianggap sama. Ini tak lepas dari bentuk keduanya yang nyaris sulit dibedakan. Namun, tahukah kamu, kalau tawon dan lebah ternyata tidaklah sama? Ada beberapa hal yang menyebabkan kedua serangga ini berbeda. Sejumlah perbedaan tersebut bisa kamu simak sebagaimana berikut ini.

1. Bentuk Tubuh Keduanya

Bentuk Tubuh Keduanya

Bila dilihat dari jauh, tawon dan lebah sekilas punya bentuk tubuh yang sama. Namun, bila dilihat secara detail, kedua pengisap madu itu rupanya punya sejumlah perbedaan. Tawon memiliki kulit yang halus dan berkilau. Bagian pinggangnya begitu ramping. Tubuh dan bagian kakinya memiliki sedikit sekali bulu. Bagian kaki tawon tidak memiliki keranjang serbuk sari.

Berbanding terbalik dengan tawon, lebah memiliki keranjang serbuk sari di bagian kaki bagian belakang. Tubuh dan kakinya memiliki bulu lumayan lebat. Postur tubuh lebah jauh lebih gemuk tinimbang tawon. Saat sedang terbang, bagian kaki belakang lebah akan sejajar dengan bagian abdomen tubuhnya.

2. Daya Sengat yang Mereka Miliki

Daya Sengat yang Mereka Miliki

Tawon dan lebah sama-sama mempunyai kemampuan menyengat. Kemampuan ini dilakukan untuk melindungi mereka dari serangan para pengganggu. Hanya lebah betina saja yang mempunyai kemampuan spesial tersebut.

Meski sama-sama bisa menyengat, daya sengat keduanya punya sejumlah perbedaan. Tawon bisa melakukan sengatan kepada pengganggu berkali-kali. Sengatan yang dimilikinya tetap terpasang walau sudah dipakai untuk menyengat banyak pengganggu. Sifat alami tawon yang agresif membuat tawon bisa memiliki daya sengat tersebut.

Bila kamu berada di dekat sarang tawon, ada baiknya kamu berhati-hati dan jangan banyak tingkah. Tawon mudah sekali terprovokasi atau merasa terganggu. Jadi, sedikit saja kamu bertingkah di dekat sarang mereka, maka kamu bakal terkena sengatan mereka.

Sementara itu, lebah punya kemampuan menyengat yang lebih terbatas. Serangga satu ini hanya bisa menyengat pengganggu dengan satu sengatan saja. Ironisnya, alat penyengat lebah akan langsung terlepas seusai menyengat pengganggu atau lawannya. Setelah itu, sang lebah pun akan mati.

Kemampuan sengatan lebah tersebut terbentuk dari sifat alami mereka. Lebah memiliki sifat yang lebih kalem dibandingkan tawon. Mereka hanya menyengat lawan atau pengganggu bila mereka benar-benar merasa terancam.

3. Sarang yang Mereka Buat

Sarang yang Mereka Buat

Tawon dan lebah sama-sama membuat sarang untuk suaka mereka. Walau begitu, sarang yang dibuat keduanya mempunya sejumlah perbedaan, baik itu bahan ataupun bentuknya. Sarang tawon memiliki bentuk agak melingkar dan sedikit menyisir. Sarang tersebut mereka buat dari sekeresi serbuk kayu yang mereka campur dengan saliva yang ada di tubuh mereka.

Bila dilihat dari luar, sarang tawon akan terlihat seperti gumpalan kertas yang berbentuk agak melingkar. Sarang serangga ini lazimnya bakal kamu temukan di batang pohon yang tinggi, serta di genting atau langit-langit rumah. Bahkan, untuk spesies tawon tertentu, sarang yang dibuat bisa kamu temukan di dalam tanah atau di sekitar area semak belukar. Sarang tawon biasanya dibuat oleh ratu mereka. Selain membuat, ratu tawon pun juga mengemban tugas untuk menjaga sarang yang telah dia buat.

Adapun untuk lebah, sarang yang mereka buat cenderung vertikal. Bahan yang dipakai untuk membangun sarang mereka adalah zat lilin yang berasal dari tubuh mereka. Sarang lebah biasanya bisa ditemukan di batang pohon atau di dalam lubang-lubang yang panjang. Terkadang, sarang lebah juga bisa ditemukan di dalam boks bikinan manusia. Berbeda dengan tawon, sarang lebah dibuat dan dijaga oleh lebah pekerja.

4. Makanan yang Mereka Santap

Makanan yang Mereka Santap

Dari segi makanan, keduanya sama-sama menjadikan nektar bunga sebagai makanan. Bedanya, tawon tidak menjadikan nektar sebagai santapan utama, sedangkan lebah justru melakukan sebaliknya. Adapun makanan utama tawon sendiri adalah serangga-serangga kecil. Bahkan, sejumlah makanan manusia pun juga tak sungkan mereka embat. Maka tak heran bila tawon tak pernah sungkan untuk mendekati manusia. Beberapa makanan manusia yang disukai tawon adalah sirup, kopi, teh, dan minuman beralkohol.

Meskipun menjadikan nektar sebagai makanan utama, lebah juga punya makanan favorit lainnya. Lebah tak jarang suka menyantap beragam jenis bunga. Kesukaan mereka terhadap bunga dan nektar membuat lebah lebih produktif dalam menghasilkan madu.

Lebah sama sekali tidak menyukai makanan manusia. Itulah mengapa mereka jarang sekali mendekati manusia. Kalaupun iya, mereka hanya akan mendekati manusia bila di sekelilingnya ada bunga, atau mereka merasa sangat terancam akan gangguan manusia terhadap mereka (lebah).

5. Jumlah Koloni dan Pembagian Tugas

Jumlah Koloni dan Pembagian Tugas

Meskipun beberapa spesies tawon dan lebah adalah hewan soliter, tawon dan lebah tetap dikenal sebagai hewan yang berkoloni. Ini tak lepas dari kelihaian mereka dalam membuat sarang. Untuk urusan koloni, sepertinya lebah jauh lebih unggul dibanding tawon. Ini tak lepas dari jumlah koloni yang dimiliki lebah, serta bagaimana pembagian yang mereka (koloni lebah) lakukan.

Lebah memiliki koloni dengan jumlah populasi mencapai 75 ribu. Dalam satu koloni lebah, terdapat tiga “kasta” yang kelak memengaruhi pembagian tugas di dalam koloni mereka. Ratu Lebah; dan Lebah jantan adalah ketiga “kasta” tersebut.

Ratu Lebah adalah “kasta” tertinggi dalam koloni lebah. Ratu Lebah merupakan lebah betina yang menjadi induk bagi semua koloni lebah. Hanya ada satu Ratu Lebah dalam koloni lebah. Ciri khas Ratu Lebah adalah bentuknya yang lebih besar tinimbang “kasta” lebah lainnya. Tugas utama Ratu Lebah sendiri adalah mengawal semua kegiatan lebah betina dan jantan.

Adapun untuk Lebah Betina dan Jantan, mereka mempunyai tugas yang berbeda-beda. Lebah Betina bertugas untuk mencari serbuk sari dan nektar dari bebungaan. Kedua bahan tersebut nantinya bakal dimuntahkan Lebah Betina dan akan disimpan di dalam sarang sebagai cadangan makanan. Lebah betina juga bertugas sebagai pembuat sarang yang bakal menjadi hunian para koloni lebah.

Untuk Lebah Jantan, tugas mereka adalah mengawini Ratu Lebah muda, bila hendak membuat koloni baru. Selain tugas itu, tugas lainnya dari Lebah Jantan adalah membersihkan dan menjaga sarang koloni lebah.

Lalu, bagaimana dengan tawon? Serangga satu ini memiliki koloni yang jumlahnya hanya 10 ribu ekor saja. Tawon sebetulnya juga mempunyai “kasta” dan pembagian tugas laiknya lebah. Hanya saja, ada sedikit perbedaan di antara keduanya. Untuk tawon, Sang Ratu tidak berperan sebagai pengawas kegiatan “kasta” lebah lainnya.  Sang Ratu pada tawon justru aktif bergerak dengan menjadi pembuat sekaligus pengawas sarang bagi koloni yang dipimpinnya.

Banyak awam menyangka, kalau tawon dan lebah sama saja. Hal ini wajar lantaran bentuk keduanya yang nyaris serupa. Namun, tawon dan lebah mempunyai sejumlah perbedaan. Setidaknya ada lima perbedaan yang dimiliki keduanya. Dan kelima perbedaan tersebut sudah kami jelaskan di atas. Jadi, jangan lagi menyamakan tawon dan lebah, ya!

Oh iya, kalau kamu terkena sengatan lebah di bagian kepala, silakan cari tahu cara mengobatinya di artikel 8 Cara Mengobati Sengatan Lebah di Kepala ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar