Bacaterus / Edukasi / 3 Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Diketahui

3 Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Januari 2020

Apa sih yang ingin dilihat perusahaan atau calon pemberi kerja saat melihat resume calon pekerja? Umumnya yang paling mereka cari adalah keterampilan. Di dunia profesional, keterampilan terbagi menjadi dua, yaitu hard skill dan soft skill. Pernah dengar istilah ini sebelumnya? Dua istilah ini sangat penting kamu ketahui kalau akan melamar pekerjaan.

Perbedaan antara kedua kemampuan ini terkadang bisa membuat orang sedikit garuk-garuk kepala tapi mengetahui apa itu hard skill dan soft skill bisa menolong kamu untuk lebih mudah dalam mengoptimalkan resume-mu. Membuat keseimbangan antara keduanya dengan benar juga bisa membuat penilaian perekrut kerja terhadapmu menjadi berbeda.

Apa Itu Hard Skill?

Apa Itu Hard Skill

* sumber: turui.mx.tl

Hard skill merupakan kemampuan spesifik yang dapat dipelajari. Sesuatu yang bisa diukur dan didefinisikan. Keterampilan ini bisa berupa apa saja, mulai dari membaca sampai menjalankan program perangkat lunak yang rumit. Kamu bisa mengukur hard skill-mu. Artinya, keterampilan ini bisa disertifikasi atau mungkin kamu mendapatkan gelar dalam disiplin ilmu ini.

Coba ingat-ingat lagi resume-mu. Poin-poin penting yang menyebutkan kualifikasi yang kamu miliki untuk pekerjaan itu merupakan contoh dari hard skill yang kamu kuasai. Oleh karena itu, hard skill diperoleh melalui pendidikan formal atau program pelatihan. Keterampilan ini bisa dipelajari di lingkungan akademik atau belajar di tempat kerja sebagai peserta magang.

Apa saja contoh hard skill? Keterampilan ini bisa seperti, data analisis, keahlian bahasa asing, gelar atau sertifikat, copywriting atau pengelolaan sumber daya. Hard skill menunjukkan kamu dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang disebutkan tadi, tapi soft skill dapat menunjukkan kalau kamu cocok dengan profil yang dicari perusahaan.

Apa Itu Soft Skill?

Apa Itu Soft Skill

* sumber: www.karirpad.com

Berbeda sedikit dari hard skill, soft skill lebih fokus pada kemampuanmu untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengelola tugas sehari-hari yang menjadi tanggung jawabmu. Pada dasarnya, soft skill merupakan keterampilan berdasarkan kepribadian atau implisit. Keterampilan ini lebih terkait secara mendasar dengan karakter yang kamu miliki.

Kalau hard skill bisa dipelajari, soft skill lebih sulit baik untuk diajarkan atau belajar. Namun jangan biarkan istilah itu membodohimu. Soft skill mungkin sama pentingnya dengan hard skill untuk resume-mu. Hard skill menunjukkan kamu memiliki kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan sedangkan soft skill bisa menunjukkan kamu cocok dengan profil yang dicari perusahaan.

Apa saja soft skill yang harus dimiliki calon pekerja? Ini adalah beberapa contoh soft skill yang akan membuat perekrut mempertimbangkanmu untuk sebuah posisi pekerjaan, di antaranya kepemimpinan, komunikasi, teliti dan detail, manajemen waktu, kemampuan mengatasi tekanan kerja, dan kemampuan menyelesaikan masalah atau problem-solving.

Perbedaan Antara Hard Skill dan Soft Skill

Berikut ini adalah beberapa poin yang menjelaskan mengenai perbedaan hard skill dan soft skill secara lebih jelas lagi:

1. IQ VS EQ

IQ VS EQ

* sumber: news.southernct.edu

Hard skill membutuhkan tingkat IQ yang lebih tinggi. Contoh hard skill meliputi kualifikasi atau master di bidang tertentu termasuk matematika, akuntansi, keuangan, ekonomi, biologi, kimia, statistik, komputer, aplikasi komputer, dan lain-lain.

Soft skill merupakan EQ atau Emotional Quotient seseorang. Keterampilan ini mencakup keterampilan seperti keterampilan manajemen waktu, manajemen diri, kepercayaan diri, keterampilan komunikasi (komunikasi verbal), kontrol diri, sikap, kemampuan untuk menerima kritik dengan cara yang tepat, kemampuan beradaptasi, dan lain-lain.

2. Portabel dan Fleksibel

Portabel dan Fleksibel

* sumber: evolllution.com

Hard skill merupakan keterampilan yang konstan dan bisa digunakan di lingkungan apa pun dengan tipe orang atau tempat kerja yang berbeda. Keterampilan ini selanjutnya bisa dilihat berdasarkan kualifikasi dan kinerja yang diperlihatkan oleh institusi atau tempat kerja sebelumnya. Hard skill bisa dijelaskan dengan cara yang disederhanakan dengan menggunakan contoh.

Jika seorang pekerja mempunyai kualifikasi untuk tugas pemrograman komputer maka dia tidak perlu memodifikasi atau mempelajari hal lain untuk bekerja di bidang yang sama di tempat kerja yang berbeda.

Soft skill perlu dimodifikasi berdasarkan lingkungan kerja, tempat kerja dan orang yang berbeda. Keterampilan ini harus bervariasi sesuai dengan kebiasaan dan kebijakan perusahaan. Misalnya, keterampilan komunikasi merupakan bagian dari soft skill. Tiap orang memiliki keterampilan dengan berbeda-beda. Cara berkomunikasi berbeda berdasarkan audiens yang bekerja sama dengannya.

Kepada siapa pekerjaan akan dipresentasikan maka cara komunikasinya pun berbeda.  Sebagai contoh, kamu mungkin bisa berkomunikasi dengan baik dengan rekan kerja dan karyawan tapi kamu mungkin akan menghadapi masalah ketika memproyeksikan ide-ide yang kamu miliki atau pekerjaan kepada para senior, seperti manajer atau CEO.

3. Dipelajari atau Tidak

Dipelajari atau Tidak

* sumber: www.chicagoreporter.com

Untuk memperoleh hard skill ada pedoman langkah demi langkahnya. Aturan yang ditetapkan memungkinkan seseorang unggul dalam memperoleh hard skill. Umumnya, orang mempelajari hard skill di sekolah. Misalnya, seseorang dapat bercita-cita untuk menjadi seorang penerjemah atau  penerjemah bahasa bersertifikat dan tersumpah.

Untuk mencapai kualifikasi ini seseorang bisa mulai dengan menerjemahkan teks sederhana kemudian mungkin mengambil pelatihan untuk menjadi penerjemah tersumpah. Dan juga bekerja dan mendapatkan pengalaman yang cukup untuk memenuhi syarat untuk posisi tersebut.

Sebaliknya, soft skill tidak mempunyai pedoman yang ditetapkan untuk mengikuti dan mendapatkan keterampilan tersebut. Soft skill dipelajari melalui pengalaman juga kematangan dan pemahaman. Pada awalnya seseorang mungkin mengalami kegagalan tapi seperti yang dikatakan ‘Kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan‘. Umumnya setelah kegagalan seseorang akan belajar untuk jadi lebih baik.

Seseorang harus mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dalam semua jenis lingkungan juga harus terbuka untuk belajar hal yang baru. Dibutuhkan konsentrasi serta kerja keras untuk memperoleh soft skill lebih lanjut karena tidak ada panduan langkah demi langkah bagi pemula untuk kemampuan itu.

Menyeimbangkan Hard Skill dan Soft Skill

Menyeimbangkan Hard Skill dan Soft Skill

* sumber: www.edarabia.com

Sudah jelas bahwa kombinasi antara hard skill dan soft skill merupakan hal yang dicari oleh perusahaan atau perekrut. Mereka menginginkan kandidat yang memiliki keahlian dalam hard skill dalam bidang tertentu tertentu yang dibutuhkan oleh posisi tersebut. Namun, jika kandidat itu tidak dapat bekerja dengan orang lain, maka meskipun kandidat itu sangat berbakat, pasti akan ada masalah nantinya.

Pekerjaan tidak hanya bersifat mekanis atau melulu sekedar berinteraksi dengan sistem atau program. Tentu saja hal itu merupakan bagian terbesar dari pekerjaan, tapi pekerjaan itu tidak dikerjakan dalam ruang hampa. Seseorang harus bekerja dengan orang lain, baik itu dengan rekan kerja yang malas atau manajer yang ekstra ketat. Jika mampu melakukan semuanya, maka perusahaan akan berjalan lancar.

Kelebihan lain dari soft skill adalah kemampuan ini sangat berharga di manapun posisi seseorang di dalam perusahaan. Kamu bisa menjadi karyawan hebat yang naik dari posisi bawah sampai ke posisi tinggi. Pada dasarnya soft skill merupakan keterampilan yang tumbuh seiring waktu. Keterampilan ini merupakan faktor-x bagi perusahaan mana pun karena diperlukan agar perusahaan berjalan lancar.

Cara Menggunakan Soft Skills dalam Resume

Cara Menggunakan Soft Skills dalam Resume

Meskipun soft skill bersifat non-teknis, tidak berarti keterampilan ini tidak dapat dibuat menjadi pencapaian yang terukur. Sebenarnya, soft skill memang harus dapat diukur. Keterampilan ini menjadi dapat dipercaya dan terbukti saat dikombinasikan dengan prestasi dan hasil yang terukur.

Contohnya, jika dalam resume harus mencantumkan ringkasan pernyataan, buat pernyataan seperti ini: Manajer produk, problem-solver dan ahli dalam komunikasi dengan 15 tahun pengalaman dalam strategi produk. Saya telah sukses membawa lebih dari 20 produk dari tahap awal hingga akhir.

Pernyataan ringkasan ini memasukkan soft skillproblem solver” dan “ahli komunikasi” tapi juga memasukkan metrik yang terukur sebagai bukti pengalaman. Ketika menggunakan soft skill, pencari kerja harus selalu berusaha memasangkan soft skill dengan hasil yang terukur, yaitu hard skill.

Sekarang kamu bisa dengan jelas mengetahui perbedaan antara hard skill dan soft skill. Tidak ada yang lebih penting karena keduanya sama pentingnya. Hard skill tanpa soft skill membuat karyawan tidak akan bisa bekerja dengan orang lain. Kedua kemampuan itu menjadi kunci penting bagi para pekerja agar bisa bekerja dengan baik. Apakah kamu sudah mengenali kemampuan hard skill dan soft skill-mu?

Baca juga artikel cara meningkatkan kecerdasan otak ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *