bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Edukasi / Ini Dia Beberapa Perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi

Ini Dia Beberapa Perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 11 Maret 2021

Istilah skripsi, tesis dan disertasi pasti sudah sangat sering kamu dengar. Istilah yang merujuk pada tugas akhir ini merupakan sesuatu yang menakutkan sekaligus sebagai tantangan akhir yang harus diselesaikan untuk bisa lulus jenjang pendidikan di universitas.

Ketiga tugas mahasiswa itu memiliki persamaan, yakni sama-sama berbentuk dokumen tertulis yang ditulis oleh mahasiswa tingkat akhir dengan mengikuti aturan dan metode tertentu. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa orang masih sering kali tertukar pengertian ketiga tugas akhir ini. Agar lebih jelasnya simak yuk perbedaan skripsi, tesis dan disertai berikut ini.

Skripsi

Berdasarkan asal katanya, skripsi berasal dari bahasa Inggris, script yang berarti tulisan ilmiah, agar tidak tertukar pengertian dengan tulisan fiksi atau pun bentuk penulisan essai dan tulisan opini.

Skripsi, ada pula yang menyebutkan sebagai tugas akhir, merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk sebagai salah satu persyaratan meraih gelar sarjana dari perguruan tinggi di Indonesia. Skripsi dibuat untuk menghasilkan satu ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Dalam pengerjaan skripsi ada cara dan aturan tersendiri yang digunakan dalam proses menyusunnya. Penulisan skripsi sangat terikat dengan aturan dan norma-norma penulisan ilmiah. Skripsi punya acuan teori dan kaidah penulisan yang sudah diakui keberadaannya dalam bidang ilmu pengetahuan.

Kaidah-kaidah yang digunakan dalam penyusunan skripsi mencakup teknik-teknik baku penulisan ilmiah seperti teknik mengutip tulisan, cara menulis kepustakaan, penulisan catatan kaki, table, bentuk outline, pilihan diksi yang tepat, dan masih banyak lagi.

Skripsi dibuat dengan tujuan agar mahasiswa mampu merumuskan penalaran ilmiah terhadap satu gejala atau masalah, dan mengetahui bagaimana gejala tersebut dicoba untuk dijelaskan dengan satu rujuakn teori, lalu setelahnya diambil kesimpulan dari usaha-usaha untuk menjelaskan gejala tersebut.

Mahasiswa yang ingin meraih gelar dan menuntaskan menuntut ilmu di jenjang sarjana harus menyusun skripsi untuk memberi pengetahuan dan menguji keterampilan dalam menganalisis, mengaplikasikan dan menjelaskan ilmu yang didapatnya.

Skripsi tidak harus dituntut untuk mengembangkan suatu tesis, meskipun dituntut pembuktian hipotesis dengan penelitian empiris yang bisa menghabiskan waktu 6 bulan-1 tahun. Dari sini kita dapat melihat bahwa skripsi mungkin saja membuat kita harus menyusus skripsi berbentuk laporan tulisan ilmiah.

Namun, skripsi tidak selalu harus berbentuk laporan ilmiah berdasarkan berbasis penelitian yang dibuktikan dengan teori-teori, bisa saja pembuktian skripsi dilakukan lewat analisa yang bersifat kualitatif. Pasalnya yang terpenting dari skripsi adalah kemampuan membedah masalah merujuk pada teori.

Hal ini memungkinkan mahasiswa berlatih untuk tertib berpikir ilmiah. Dengan adanya skripsi mahasiswa mempunyai wadah yang bisa digunakan untuk menunjukan bahwa ia dapat menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah untuk mendapatkan laporan pengetahuan secara tertulis.

Tesis

Berbeda dengan skripsi, Tesis adalah tugas akhir untuk jenjang pendidikan magister (S2). Tesis merupakan salah satu jenis karya ilmiah tertulis yang disusun secara individual dengan berdasarkan hasil penelitian empiris yang nantinya dijadikan sebagai kajian akademis.

Sama seperti skripsis, tesis pun harus dibuktikan lewat penelitian ilmiah tapi dalam tingkat yang lebih lanjut tidak lagi sekedar deskripsi semata tapi sudah harus dalam tahap theory testing. Dilihat dari permasalahnnya, tesis diangkat dari pengalaman empiris dan teoritik yang bersifat lebih mendalam.

Penulisan tesis didukung oleh pendapat-pendapat yang nantiknya dikemukakan dari hasil kajian sistematis atas satu topik yang diangkat. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data yang disajikan dengan kesimpulan serta ajuan rekomendasi.

Pemaparan dalam tesis berbeda dari skripsi. Dalam skripsi pemaparan masalah disajikan dalam bentuk deskriptif yang dominan, sementara tesis disajikan dengan bentuk deskriptif yang didukung dengan analisis lebih dalam.

Ini lah yang menjadi Perbedaan yang paling mendasar dari skripsi dan tesis, yakni adanya pengajuan tesa (academic standpoint) yang berperan sebagai roh dari sebuah penelitian tesis.

Karena maksud dan tujuan pembuktian tesis ini, maka metodologi penelitian yang digunakan untuk membuktikan tesa haruskan sudah lebih advance dibanding penulisan karya ilmiah lainnya dan lembaga-lembaga polling atau riset lainnya.

Baca juga: Mari Kenali Macam-Macam Metode Penelitian Skripsi

Disertasi

Disertasi merupakan sebuah karya ilmiah resmi yang ditulis oleh mahasiswa tingkat akhir di jenjang pendidikan S3. Tugas akhir ini adalah sebuah bukti kemampuan seorang mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan inovasi baru dalam program ilmu yang dipilih olehnya.

Tugas akhir bagi mahasiswa yang ingin meraih gelar S3, gelar paling tinggi dalam jenjang pendidikan diIndonesia ini hakekatnya merupakan pengembangan lebih lanjut dari tesis yang disusun di jenjang pendidikan S2.

Singkatnya disertasi merupakan pengajuan suatu proposes teoritis yang disusun dengan teknik penulisan baku yang telah mutlak. Namun perbedaannya yang paling mencolok dari skripsi, tesis adalah kedalaman dari pembuktian tesa yang harus lebih advance.

Inovasi baru dalam pengetahuan yang ia buat diharapkan dapat memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu dan pendidikan melalui penemuan baru yang orisinal yang dilaporkan secara tertulis itu.

Idealnya sebuah disertasi harus lebih dari sekedar menguji teori. Lebih lanjut lagi, ia harus dapat membuka kemungkinan-kemungkinan terobosan teoritis yang baru. Disertasi diharapkan dapat menjadi semacam theory building.

Akan tetapi, jika theory building belum dapat diwujudkan, minimal ada sesuatu yang baru yang bisa dihasilkan dari satu karya penulisan disertasi.

Jika diteliti lebih lanjut, bentuk permasalah dalam disertasi diangkat dari studi teoritik yang didukung dengan fakta-fakta dan data empiris yang bersifat sangat dalam. Metode analitis yang dilakukan untuk mengkaji satu masalah dalam disertasi lebih kompleks dan menyeluruh.

Bobot permasalahan yang diangkat pun lebih rumit dan mendalam dibanding bobot penelitian dalam tesis. Disertasi diwajibkan mencari terobosan dan teori yang baru di dalam ilmu pengetahuan. Dan, pemaparan disertasi ditulis dengan muatan analitik yang sangat tinggi.

Selain itu, peran kemandirian penulis dalam disertasi adalah yang paling tinggi, yakni 90% disertasi dilakukan oleh mahasiswa S3 dan 10 % peran pembimbing. Artinya dalam disertasi penulis dituntut untuk menciptakan kajian atau pendalam materi yang berasal dari intelektual dirinya sendiri.

Maka dari itu disertasi sangat menekankan pada orisinalitas penelitian yang diangkat. Sebab mahasiswa S3 bukan lagi berperan sebagai pembelajar dari teori-teori yang telah ditemukan melainkan ia harus menciptakan teori-teori baru yang lebih berkembang.

Kesimpulan

Pada dasarnya disertasi merupakan ajang pembuktian bahwa seorang mahasiswa S3 ahli dalam meneliti secara mandiri, sedangkan pada penyusun skripsi, ibaratnya merupakan sebuah latihan melakukan penelitian secara objektif yang nantinya akan ditingkatkan dalam penulisan tesis.

Dalam tesis terdapat pendalaman penelitian dengan bobot lebih tinggi. Tesis juga merupakan sebuah pengembangan terhadap teori dan penelitian yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, tesis disebut sebagai ajang peningkatann kemampuan mahasiswa dalam meneliti.

Penjelasan sederhananya adalah skripsi merupakan sebuah jawaban dari sebuah permasalahan, sedangkan tesis menjawab dengan apa dan mengapa satu permasalahan terjadi, sementara disertasi menjawab apa, mengapa dan bagaimana satu masalah atau penelitian terjadi.

Itu dia pembahasan mengenai perbedaan skripsi, tesis dan disertasi singkat yang bisa kamu pelajari. Semoga bermanfaat.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram