Bacaterus / Steak / Nggak Sama, Inilah Beberapa Perbedaan Sirloin dan Tenderloin

Nggak Sama, Inilah Beberapa Perbedaan Sirloin dan Tenderloin

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Steak, siapa yang tidak kenal dengan menu olahan daging ini? Di restoran mewah hingga kedai pinggir jalan pun menyediakannya. Steak memang merupakan sajian yang disukai orang dari berbagai kalangan. Anda mungkin tahu jenis daging yang paling favorit dijadikan steak, yaitu sirloin dan tenderloin. Tapi, apakah Anda tahu perbedaannya?

Kedua daging ini diambil dari pinggang (loin) sapi. Loin menghasilkan potongan daging yang paling empuk, makanya harganya jadi lebih mahal. Bagian loin yang paling favorit dipilih adalah tenderloin yang lembut dan lean (rendah lemak, tinggi protein).

Bagian atas tenderloin bernama sirloin yang tidak seempuk tenderloin, tapi rasanya lebih beraroma. Ingin tahu lebih jelas mengenai perbedaan sirloin dan tenderloin? Bacaterus membahasnya di bawah ini.

Tenderloin

Pertama-tama, Bacaterus akan mengajak Anda menggali lebih dalam tentang tenderloin. Suka bingung diantara tenderloin dan sirloin, lebih empuk yang mana? Sebenarnya kodenya ada di kata “tender” yang berarti lembut atau empuk.

  • Posisi

* sumber: www.101cookingfortwo.com

Apakah Anda ingin tahu kenapa tenderloin lebih empuk daripada sirloin? Karena, tenderloin terletak di dalam. Tenderloin berada terapit di dalam tiga bagian sirloin. Makanya tenderloin dikenal dengan nama daging khas dalam.

  • Filet Mignon

Ada yang bilang kalau Anda mau terdengar lebih “canggih”, alih-alih menyebutnya tenderloin, ganti dengan istilah filet mignon (bahasa Perancis). Tapi, itu tidak sepenuhnya tepat juga, soalnya filet mignon merupakan bagian dari otot tenderloin yang lebih besar.

Bagian ini mengandung sangat sedikit lemak dan digemari karena teksturnya yang lembut dan rasa yang dalam. Jika di restoran biasa Anda akan disuguhkan pilihan tenderloin atau sirloin, di restoran high-end Anda akan ditawarkan menu filet mignon.

Karena hanya mengandung sedikit sekali lemak, bagian filet mignon cepat sekali mengering jika dimasak dengan tidak benar. Makanya, restoran yang menyediakan menu ini akan merekomendasikan filet mignon dimakan secara rare atau medium rare. Jika Anda belum tahu perbedaan tingkatan kematangan steak, baca artikel ini, ya.

  • Si Lembut

* sumber: thestayathomechef.com

Mungkin Anda sendiri tahu apa makna tender, yaitu lembut. Daging tenderloin mengambil kata dari bahasa Inggris tersebut karena teksturnya yang lembut. Kenapa daging ini bisa lembut? Karena tenderloin berada di dalam (diapit oleh sirloin), dagingnya tidak memiliki otot yang banyak, makanya dagingnya jadi empuk.

  • Rendah Lemak

* sumber: www.theaccidentalbutcher.com

Yang ingin makan daging tapi takut gendut, tidak ada masalah dengan tenderloin! Kenapa? Karena dia rendah lemak. Maka itu, tenderloin tidak memerlukan waktu yang lama untuk dimasak, kecuali Anda ingin menjadikannya keras dan alot.

  • Mahal

* sumber: natashaskitchen.com

Sayangnya, bagian tenderloin lebih mahal daripada sirloin, apalagi kalau Anda memesan filet mignon bukannya tenderloin biasa. Meskipun mungkin di beberapa restoran yang pernah Anda kunjungi menjual sirloin dan tenderloin dengan harga yang hampir mirip, ketahuilah kalau di pasarannya harga tenderloin itu lebih mahal dari sirloin.

Kenapa bisa begitu? Selain karena merupakan bagian daging sapi yang paling empuk, tenderloin juga merupakan bagian dari daging sapi yang paling sedikit! Jadi, jangan murang-maring karena tidak terima harga tenderloin yang mahal, ya, hehe.

Sirloin

Jika tenderloin adalah has dalam, sirloin adalah has luar. Karena sirloin benar-benar “membungkus” tenderloin. Sirloin adalah bagian lain dari steak porterhouse (T-bone, hanya saja lebih besar).

Posisinya berhadapan dengan tulang T tersebut. Potongan ini disukai karena rasa dagingnya yang meaty, beraroma dan ada marbling-nya. Meskipun tidak selembut tenderloin, apalagi filet mignon, banyak orang lebih menyukai sirloin karena lebih “punya rasa”.

Sirloin sedikit lebih keras daripada tenderloin. Anda juga mungkin menemukan tulang muda dan lemak dari sirloin, tetapi lemak marmer (marbling) itu juga lah yang memberikan rasa yang berbeda pada daging dan membuatnya tidak menjadi kering.

Karena tidak mudah mengering seperti tenderloin, sirloin tetap terasa enak walaupun Anda memesannya well done, karena lemak di dalam sirloin menjaga kelembaban daging.

Untuk orang-orang yang suka steak yang lebih matang, tetapi tidak ingin makan daging kering, sirloin adalah pilihan yang baik. Sirloin juga bagian daging yang tepat untuk hidangan lezat yang perlu dimasak lama seperti beef bourguignon atau yang di-deep fried seperti beef katsu.

  • Posisi

* sumber: id.pinterest.com

Sebenarnya di beberapa negara ada perbedaan pendapat mengenai bagian sirloin, tapi jika disamaratakan, sirloin adalah potongan dari T-bone, porterhouse dan club steak (steak strip yang mirip T-bone tapi tulangnya berbentuk L, diambil dari bagian depan pinggang pendek—short loin yang paling dekat dengan tulang iga, bukan bagian dari tenderloin.)

  • Si Otot

* sumber: www.grasmere-farm.co.uk

Jika tenderloin nyaris tidak ada ototnya, sirloin adalah klub otot, semua otot berkumpul di sini! Posisi sirloin ada di dekat pinggang, panggul dan pantat sapi. Bagian tersebut banyak digerakkan, sehingga lebih berotot. Nah, karena banyak otot, daging sirloin lebih keras daripada tenderloin. Bayangkan saja bakso urat terasa lebih keras daripada bakso polos, kan? Hehe.

Kodenya sebenarnya terletak dari kata “sir” yang menjadi kata depan sirloin. Sir sendiri diambil dari bahasa Inggris yang bermakna panggilan untuk laki-laki dewasa, yang menjadi perlambang “keras”.

  • Rendah Lemak??

* sumber: www.eatwell101.com

Lemak dianggap dapat meningkatkan cita rasa gurih dan wangi yang harum pada hidangan, terutama dalam perdagingan. Makanya orang-orang yang menyukai hal ini lebih memilih sirloin dibandingkan tenderloin. Tapi, apakah benar, sirloin mengandung lemak yang lebih rendah?

Walaupun sirloin dikenal memiliki lemak yang lebih banyak dari tenderloin, ternyata dalam 100 gram daging sirloin mengandung lemak sebesar 14,28 gram saja. Sementara dalam 100 gram daging tenderloin mengandung lemak sebesar 18,16 gram. Hmm.. Tapi karena memang sirloin ada marbling-nya jadi tetap terhitung sebagai lemak yang membuat daging lebih juicy.

  • Murah

* sumber: www.quora.com

Kandungan lemak dalam sirloin membuat daging ini jadi lebih segar dan lezat, makanya daging ini digilai banyak orang. Tapi, bukan cuma karena rasanya saja, sirloin juga ternyata berharga murah.

Fakta bahwa tenderloin lebih empuk dan sirloin lebih keras menjadi salah satu faktornya. Jumlah daging sirloin juga lebih banyak dari tenderloin. Dari bagian loin, potongan sirloin itu cukup panjang, sedangkan bagian tenderloin-nya hanya seonggok saja.

  • Tipe Sirloin

* sumber: www.vabeef.org

Eits, sirloin juga ada tipenya, loh, bukan cuma satu kesatuan saja! Setiap potongan daging sirloin dinamai sesuai dengan bentuk tulang pinggul yang tersisa di dalamnya.

Dari depan ke belakang, ada sirloin tulang pin (pin bone sirloin) yang lembut namun bertulang, yang tepat bersebelahan dengan porterhouse, sirloin tulang datar (flat bone sirloin), sirloin tulang bundar (round bone sirloin) dan akhirnya sirloin tulang baji (wedge bone sirloin) yang paling dekat dengan pantat sehingga menjadi bagian sirloin yang paling keras.

Tapi, jika dikategorikan, sirloin dibagi menjadi dua yaitu top dan bottom. Citarasa kedua bagian ini berbeda. Top sirloin merupakan bagian daging sirloin yang lebih lembut dan enak, sedangkan bottom sirloin walaupun lebih besar, tapi lebih keras dan kurang disukai dibandingkan bagian top.

Biasanya top sirloin dijual dengan label nama masing-masing, atau kadang diberi istilah lain seperti top butt steak, center cut sirloin, atau hip sirloin steak. Dagingnya sendiri sangat beraroma, dengan rasa beefy yang dalam.

Ototnya lunak, tetapi tidak selembut potongan filet mignon atau prime rib (iga super). Anda dapat memotong top sirloin menjadi steak tebal yang enak atau memasaknya menjadi daging kebab. Daging ini juga cocok untuk sup, sandwich dan beberapa hidangan etnis.

Sedangkan bottom sirloin-lah yang biasa dijual dengan nama “sirloin”. Daging bottom sirloin memiliki lebih sedikit lemak dibandingkan top sirloin makanya dia lebih keras. Bottom sirloin lebih cocok dijadikan daging giling atau dimasak menjadi potongan-potongan kecil dengan cara direbus atau ditumis.

Baik tenderloin maupun sirloin adalah potongan daging yang luar biasa. Bacaterus sarankan Anda untuk mengeksplor semuanya agar Anda dapat merasakan cita rasa yang berbeda dari setiap potongan daging.

Memang ada beberapa perbedaan diantara keduanya yang harus Anda perhitungkan. Walau pun begitu, pada akhirnya, jika persiapannya baik, kreatif, dan dagingnya berkualitas tinggi, kedua potongan daging ini akan menghasilkan makanan yang luar biasa. Kalau Anda, lebih suka tenderloin atau sirloin?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *