Bacaterus / Ikan / Yuk, Kenali 6 Perbedaan Ikan Sarden dan Ikan Makarel

Yuk, Kenali 6 Perbedaan Ikan Sarden dan Ikan Makarel

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 April 2019

Di antara berbagai jenis makanan kalengan yang dijual di Indonesia, ikan kalengan nampaknya merupakan yang paling populer. Selain halal, ikan kalengan juga bisa diolah dengan sangat mudah dan cepat. Nah, jenis ikan kalengan yang biasa dijual di pasaran adalah ikan sarden dan ikan makarel. Banyak yang menganggap bahwa kedua jenis ikan ini sama. Padahal, keduanya adalah jenis ikan yang berbeda.

Apakah Anda juga salah satu orang yang mengira bahwa sarden dan makarel adalah jenis ikan yang sama? Hmm.. Bacaterus akan memberi penjelasan seputar 5 perbedaan ikan sarden dan makarel. Yuk, disimak agar Anda bisa membedakan keduanya.

Spesies dan Daerah Asal

Sarden Makarel

* sumber: guysandgoodhealth.com

Baik sarden maupun makarel merupakan jenis ikan yang hidup di perairan laut. Makarel masih satu keluarga ikan tuna, di mana keduanya masuk dalam familia ikan Skombride. Makarel lebih banyak ditemukan di perairan Atlantik.

Secara umum, makarel hidup di perairan tropis dan subtropis. Ikan ini biasa hidup di dekat pantai sehingga para nelayan bisa menangkap ikan ini dengan mudah.

Berbeda dengan makarel, sarden termasuk dalam keluarga ikan haring dan sad. Ketiganya sama-sama masuk dalam familia ikan Clupeidae. Ikan sarden lebih banyak dijumpai di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik bagian barat Indonesia. Sementara di Indonesia sendiri, sarden banyak ditemukan di Selat Bali.

Ikan sarden adalah jenis perenang yang lincah. Ikan yang hidup berkelompok ini bisa berenang dengan cepat. Namun, sarden juga bukan termasuk jenis ikan laut dalam, mereka cenderung berenang di permukaan laut. Sama dengan makarel, sarden juga bisa ditangkap dengan sangat mudah.

Tampilan dan Ukuran

Sarden dan Makarel

* sumber: tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

Apabila dicermati, ikan sarden dan ikan makarel memiliki tampilan dan ukuran yang berbeda satu sama lain. Ikan sarden termasuk dalam golongan ikan berminyak. Sarden juga hanya memiliki satu sirip yang sangat pendek dan letaknya di bagian tengah punggung. Sementara untuk warnanya, sarden memiliki kulit berwarna perak dan daging dengan warna yang lebih gelap.

Makarel justru memiliki ukuran yang lebih besar dibanding sarden. Ukuran makarel rata-rata adalah 35-45cm. Sementara beratnya rata-rata adalah 500gram. Jenis ikan ini juga memiliki tujuh sampai sembilan sirip yang letaknya berada di punggung hingga ekor.

Jika dilihat lebih seksama, selain ukurannya lebih besar makarel juga punya tubuh yang lebih ramping dan memanjang. Selain itu, perbedaan juga terlihat jelas dari tubuh makarel yang dipenuhi dengan garis-garis hitam memanjang.

Tekstur

Sarden Kalengan

* sumber: www.vannameiwhiteshrimp.com

Perbedaan tidak hanya terdapat pada tampilan dan ukuran saja. Makarel dan sarden juga memiliki perbedaan pada teksturnya. Meskipun jika tidak dirasakan dengan seksama Anda pasti akan kesulitan menemukan perbedaan tekstur dari kedua jenis ikan tersebut.

Baik makarel maupun sarden sama-sama merupakan jenis ikan berminyak. Akan tetapi, menurut para ahli sarden dan makarel punya tekstur yang berbeda. Dikatakan bahwa makarel punya tekstur daging yang lebih kenyal dibanding sarden. Daging makarel lebih keras tapi tetap tergolong lunak.

Berbeda dengan makarel, sarden memiliki tekstur daging yang lebih lunak. Daging sarden lebih mudah hancur saat dimasak. Meskipun demikian, daging sarden rasanya tak kalah gurih jika dibandingkan dengan makarel.

Kandungan Merkuri

Ikan Mengandung Merkuri

* sumber: www.thespruceeats.com

Sebagai konsumen kita harus tetap waspada terhadap ikan kalengan yang kita konsumsi. Pasalnya, ikan sarden dan ikan makarel sama-sama terpapar oleh merkuri. Perlu Anda ketahui bahwa makarel memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi. Sebaliknya, sarden justru tergolong mempunyai kandungan merkuri yang rendah.

Apakah aman mengkonsumsi ikan yang mengandung merkuri? Jawabannya tentu saja tidak. Namun, jika sekali waktu Anda terpaksa mengkonsumsi makanan kalengan, tak masalah Anda mengkonsumsi makarel atau sarden kemasan.

Konsumen di Berbagai Negara

Sarden

* sumber: www.alexfergus.com

Tahukah Anda bahwa sarden dan makarel adalah ikan yang mudah ditangkap tapi cepat membusuk? Ya, dalam sebuah jala, nelayan bisa menangkap puluhan hingga ratusan sarden dan makarel. Sayangnya, jenis ikan ini terbilang mudah busuk. Alhasil, ikan ini diolah menjadi makanan kaleng sehingga lebih awet dan mudah dikonsumsi kapan saja.

Di Indonesia sendiri, sarden dan makarel kemasan memang dijual bebas di pasaran. Hanya saja, masyarakat Indonesia nampaknya lebih mengenal dan menyukai ikan sarden dibanding makarel.

Negara lain yang mengkonsumsi makarel antara lain adalah Jepang, Eropa, dan negara-negara berkembang lainnya. Sementara konsumen sarden selain di Indonesia juga ada yang berada di negara Inggris, Denmark, Norwegia, Swedia, Portugal, Finlandia, Perancis, Islandia, Spanyol, sampai Afrika Selatan.

Harga

Makarel

* sumber: www.bluefincharters.co.uk

Pernah coba membandingkan harga sarden dan makarel yang dijual di pasaran? Coba deh ambil produk sarden dan makarel kalengan dari brand dan kemasan ukuran yang sama, kemudian bandingkan harga keduanya.

Pada umumnya, harga makarel cenderung lebih mahal dibanding sarden. Selain karena ukurannya yang lebih besar, makarel hidup di perairan yang lebih dalam daripada sarden sehingga proses penangkapannya pun lebih susah.

Perbedaan harga seharusnya tidak membuat konsumen kesulitan dalam memilih sarden atau makarel. Jika Anda memang menyukai makarel, maka beli saja makarel meskipun harganya lebih mahal. Toh harga tidak ada artinya dibanding selera kita masing-masing.

Tips Memilih Sarden dan Makarel yang Aman Dikonsumsi

Tips Memilih Sarden dan Makarel yang Aman Dikonsumsi

* sumber: www.kompasiana.com

Beberapa waktu lalu ada kehebohan mengenai adanya cacing di dalam ikan kalengan. Hal tersebut tentu membuat masyarakat takut mengkonsumsi ikan kalengan. Apalagi BPOM RI menemukan ada banyak merk ikan kalengan yang mengandung cacing parasit.

Nah, agar sarden atau makarel yang Anda beli benar-benar aman untuk dikonsumsi, simak tips sederhana dalam memilih ikan kalengan ini:

  • Cek Bagian Luar Kaleng

Sebelum membeli sebaiknya Anda harus jeli dalam memeriksa kemasan ikan kalengan. Jangan beli ikan kalengan yang kemasannya penyok, rusak, atau sobek di bagian label.

  • KLIK

“KLIK” adalah sebuah teknik dalam memeriksa makanan kalengan. BPOM RI menganjurkan konsumen melakukan “KLIK”, yaitu Kemasan, Label, Izin, dan Kedaluarsa. Jadi, cek dulu “KLIK”-nya sebelum Anda membeli ikan kalengan.

  • Pilih yang Tidak Direndam di Minyak

Satu lagi tips yang wajib Anda perhatikan ketika membeli sarden atau makarel kalengan. Pilih ikan yang tidak direndam dalam minyak, kecuali minyak yang berasal dari ikannya. Ikan kalengan yang terbaik adalah yang direndam di dalam air atau olive oil. Sayangnya, di Indonesia masih sulit menemukan ikan kalengan jenis ini.

Sudah tahu perbedaan sarden dan makarel, bukan? Kini, Anda lah yang memutuskan sendiri ingin mengkonsumsi sarden atau makarel. Jika ingin tahu ikan-ikan lain yang bagus untuk dikonsumsi, silakan singgah di artikel ikan dengan kandungan omega-3 yang tinggi ini, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar