Bacaterus / Rokok / Yuk Kenali Bahaya Rokok Konvensional, Shisha, dan Vape

Yuk Kenali Bahaya Rokok Konvensional, Shisha, dan Vape

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Desember 2018

Istilah ‘rokok’ dan ‘merokok’ sudah tidak asing lagi telinga. Sekarang, merokok nampaknya tergeser oleh tren terkini yang semakin menjamur baik di kalangan anak muda hingga orang dewasa, vaping. Namun, sebelum vaping mulai familier di Indonesia, shisha sudah lebih dahulu dikenal.

Namun sayangnya, baik itu rokok konvensional, shisha, ataupun vaping sama-sama memiliki bahaya bagi tubuh kita sehingga kita harus menghindarinya. Apa sajakah bahaya tersebut? Berikut ulasan lengkapnya.

Bahaya Shisha

Mencegah Penyakit Jantung

* sumber: www.healthxchange.sg

Berabad yang lalu, shisha mulai digunakan di Persia dan India kuno. Orang-orang Timur Tengah serta sekitaran Asia menggunakan shisha sebagai rokok tradisional, sebelum penggunaannya mulai mendunia.

Shisha dikenal sebagai salah satu cara menghirup tembakau yang dibakar, dan beraroma buah-buahan. Asapnya dihirup melalui wadah air dengan menggunakan selang khusus. Shisha punya banyak istilah, di antaranya adalah hookah, hubble-bubble, goza, dll.

Berbeda dengan asap rokok, asap yang dihasilkan shisha lebih beraroma, karena pipa shisha menggunakan tembakau yang dibubuhi oleh bebuahan atau melase. Asap ini dihasilkan dari pembakaran kayu, batu bara, dan arang. Pembakaran tersebut berguna untuk memanaskan tembakau, sebab sirup bebuahan dan gula di dalamnya membuat tembakau agak basah.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Shisha ini ternyata juga punya berbagai macam bahaya untuk kesehatan Anda lho. Berikut beberapa ancaman bahaya Shisha untuk kesehatan:

  • Infeksi paru-paru

Perokok Shisha kemungkinan terjangkit penyakit paru-paru di mana asap yang mengandung nikotin akan masuk lebih cepat ke dalam paru-paru. Sehingga, hal tersebut akan berisiko merusak jaringan paru-paru dan menyebabkan infeksi.

  • Kuantitas dan kualitas sperma menurun 

Bagi pria yang rutin merokok Shisha ada kemungkinan menurunnya kualitas dan kuantitas sperma karena timah yang ada di Shisha dapat mengendap dalam saluran reproduksi. Bahkan, untuk dalam jangka panjang maka akan menyebabkan kemandulan.

  • Radang lambung 

Pengonsumsi rokok Shisha juga berpotensi mengidap radang lambung. Pasalnya, nikotin dan zat logam pada Shisha akan mudah masuk dalam lambung dan membentuk plak. Bahkan, nikotin dan logamnya pun bisa menginfeksi lambung yang memicu peradangan lambung. Akhirnya, bakteri pun berkembang biak dalam lambung.

  • Gangguan otak pada janin 

Sangat tidak di sarankan untuk wanita merokok Shisha karena terdapat zat arsenik, timbal, juga loga yang bisa merusak jaringan otak pada janin. Hal ini juga berpotensi menyebabkan kelainan otak pada janin karena adanya pengendapan cairan berlebih. Lebih parahnya lagi, bayi berpotensi cacat mental.

  • Gangguan gusi 

Tak luput gusi pun menjadi sasaran bahaya untuk Anda yang suka merokok Shisha. Penumpukan nikotin dalam darah dan air liur pun dapat memicu gangguan dusi. Terkadang, efeknya bisa berupa gusi berdarah ataupun terserang sariawan.

  • Gangguan jantung 

Sama seperti rokok, asap Shisha juga berisiko untuk menyumbat pembuluh darah pada jantung. Sehingga, jantung tidak dapat memompa darah secara optimal dan hal tersebut akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan denyut pun tidak beraturan. Yang paling mengerikan, bisa juga terserang jantung lemah, gagal jantung, atau mati mendadak.

  • Gangguan mata 

Bukan hanya jantung dan paru-paru karena mata pun akan terkena imbas buruknya dari Shisha. Asap yang ada pada Shisha dapat dengan mudah mengiritasi jaringan mata. Sehingga, hal tersebut akan menyebabkan mata merah, gatal, berair, dan perih. Iritasi pada mata pun akan terjadi ketika Anda mengonsumsi Shisha lebih dari 2 jam.

Shisha dan Rokok Sama-sama Berbahaya

shisha dan rokok sama-sama bahaya

Perokok yang ingin berhenti merokok sebaiknya tidak berpaling pada shisha sebagai alternatif, karena keduanya sama-sama berbahaya dan adiktif. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, kandungan tembakau dalam shisha dapat mengakibatkan gangguan kesehatan fatal, baik terhadap para pengguna aktifnya maupun pengguna pasifnya.

Tembakau di dalam shisha dan asap yang dihasilkannya memiliki beberapa kandungan beracun. Sari tembakaunya dapat membuat mulut iritasi, sehingga menambah risiko kanker mulut. Selain itu, penggunaan shisha, seperti halnya rokok konvensional, dapat mengakibatkan kanker paru-paru dan kanker kandung kemih.

Jika dibandingkan, rokok konvensional dan shisha memiliki kandungan nikotin yang sama-sama adiktif. Asap yang dihasilkan shisha juga sama berbahayanya dengan asap rokok konvensional. Wah, menyeramkan, ya!

Bahaya Vape

menjaga kesehatan jantung

Meski nampaknya baru dikenal akhir-akhir ini, vape atau vaping sudah ada sejak pertengahan tahun 2000-an dengan sebutan e-cigarette. E-cigarette sebelumnya sering dicari oleh para perokok, baik yang ingin mengurangi pemakaian rokok hingga bahkan yang ingin berhenti merokok.

E-cigarette ditemukan pada tahun 2003 oleh apoteker Tiongkok, Hon Lik, yang ayahnya meninggal karena merokok. Hon Lik percaya bahwa teknologi akan berkembang, hingga kegemaran merokok, meski tetap berisiko, tidak akan jadi mematikan.

Berbeda dengan rokok konvensional ataupun shisha, tidak ada tembakau yang terkandung dalam e-cigarette. Alih-alih membakar tembakau, alat-alat e-cigarette menggunakan panas untuk menguapkan cairan tambahan nikotin.

Meskipun terdengar tidak berbahaya, ternyata pernyataan tersebut tidak tepat. Justru Vape juga punya berbagai macam bahaya terutam untuk kesehatan Anda lho. Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba Vape atau yang sudah kecanduan Vape, berhentilah sekarang juga dan inilah bahaya-bahaya Vape:

  • Menyebabkan kecanduan

Seperti yang diketahui bahwa vape mengandung nikotin. Nah, nikotin yang ada pada vape juga menimbulkan efek kecanduan. Maka dari itu, bisa dibilang Vape tidak ada bedanya dengan rokok. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa remaja yang mencoba Vape pasti memiliki kecenderungan untuk mencicipi rokok tembakau.

  • Menyebabkan penyakit jantung 

Jangan dikira hanya Shisha dan rokok saja yang akan menyerang jantung karena Vape pun berisiko untuk menyebabkan penyakit jantung. Hal ini didasari karena adanya zat nikotin yang dapat menganggu pembuluh darah arteri, sehingga dapat memengaruhi kinerja jantung dan berisiko terkena penyakit jantung.

  • Meningkatkan risiko penyakit paru-paru

Dengan menghisap Vape hal ini juga memengaruhi kesehatan paru-paru. Dilansir dari liputan6.com bahwa zat kimia yang ada di Vape berpotensi menimbulkan peradangan dan kerusakan paru-paru. Bahkan, Vape dapat mengganggu fungsi regenerasi sel paru-paru menjadi lebih rentan terhadap bakteri. Mengerikan, bukan?

  • Menimbulkan sel kanker

Ini juga yang harus Anda antisipasi sebelum memutuskan untuk menghisap Vape karena dapat menimbulkan sel kanker. Pasalnya, proses memanaskan pada nikotin cair serta zat pelarut propilen glikol, gliserin, dan dieter glikol akan menghasilkan zat nitrosamine. Nah, zat inilah yang dapat menyebabkan kanker.

  • Membahayakan orang lain

Bukan hanya diri sendiri yang terkena dampak negatif vape karena orang sekitar Anda pun akan terkena imbasnya juga, terutama anak-anak. Asap dari Vape juga memicu gangguan perkembangan otak anak. Bahkan, asap vape juga memengaruhi kesehatan janin jika Anda merokok dekat dengan wanita hamil.

Nah, sekarang Anda tahu bahaya-bahaya Vape baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadi, sebenarnya tidak ada rokok yang baik untuk kesehatan dan justru merusak tubuh Anda. Lebih parahnya lagi, Vape ini cenderung lebih mahal jika dibandingkan rokok. Maish mau merokok elektrik? Pikirkan baik-baik masa depan Anda, ya.

E-cigarette dan Rokok Sama-sama Berbahaya

shisha dan rokok sama-sama bahaya

Beberapa penelitan menemukan bahwa e-cigarette tidak begitu aman dan sehat untuk digunakan. Variasi rasa e-cigarette mengandung berbagai bahan kimia, termasuk diacetyl yang dapat merusak paru-paru.

Diacetyl dan bahan-bahan kimia sejenis dapat merusak sel imun dalam sistem pernapasan. Diacetyl sendiri sekarang telah dikategorikan Occupational Safety and Health Administration (OSHA) sebagai salah satu bahan kimia yang berbahaya bagi pernapasan.

Selain mengganggu pernapasan, ­e-cigarette juga dapat membuat ketagihan. Alih-alih sebagai pengganti alternatif rokok konvensional, maraknya perdagangan dan tren vaping justru menarik minat banyak non-perokok. Meski sedikit, kandungan nikotin dalam e-cigarette tetap menimbulkan efek ketagihan.

Menurut Dr. Stanton Glantz, seorang dosen kedokteran di Universitas California, San Fransisco, penggunaan e-cigarette justru menurunkan kemungkinan seseorang untuk berhenti merokok hingga 28%. Glantz juga menilai bahwa kebanyakan pengguna e-cigarette adalah perokok konvensional yang juga menggunakan e-cigarette.

Jika kadar nikotin dalam rokok konvensional meningkatkan risiko aterosklerosis sebanyak tiga kali lipat, meski tidak sebanyak rokok konvensional, aerosol dalam e-cigarette meningkatkan risiko aterosklerosis sebanyak dua kali lipat.

Selain itu, hasil dari persenyawaan nikotin dan rasa dalam e-cigarette juga masih diperdebatkan, apakah baik atau buruk bagi kesehatan. Satu isapan e-cigarette tidak lebih beracun dari rokok konvensional, tapi berapa banyak seorang pengguna e-cigarette mengisapnya tidak diketahui. Jadi, tidak ada bedanya dengan rokok, bukan?

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengikuti tren kekinian yang sedang hits banget, ada baiknya kita mencari tahu dulu tentang tren tersebut sebelum langsung terjun begitu saja. Setelah tahu, tidak hanya kita jadi tercerahkan, kita juga bisa membuat keputusan dengan lebih bijak.

Nah, bagaimana pendapat kalian tentang rokok konvensional, shisha, dan vape atau e-cigarette sekarang? Jangan sungkan untuk berbagi dan menuangkan gagasan di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *