Bacaterus / Microwave / 5 Perbedaan Microwave dan Oven yang Perlu Kamu Ketahui

5 Perbedaan Microwave dan Oven yang Perlu Kamu Ketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Oven dan microwave adalah dua peralatan dapur yang secara khusus sering digunakan untuk tujuan pemanasan makanan. Oven sejatinya merupakan istilah luas untuk sebuah alat dapur yang memanfaatkan panas untuk memasak makanan di mana microwave adalah salah satu jenis oven khusus di dalamnya.

Meskipun sering disebut hal yang sama oleh sebagian orang, oven konvensional (biasa disebut “oven” saja) dan oven microwave (umumnya disebut “microwave” saja) tetap memiliki perbedaan. Di satu sisi oven lebih unggul dibanding microwave, tetapi di sisi lainnya microwave yang lebih unggul dibanding oven.

Di bawah ini adalah beberapa perbedaan utama antara oven dan microwave yang perlu kamu ketahui. Di bagian akhir kami menjelaskan sedikit kelebihan dan kekurangan dari kedua alat dapur ini. Ayo langsung saja lahap informasi menariknya berikut ini.

1. Waktu Penemuan

*Oven jadul, sumber: https://www.flickr.com/photos/archeon/

Oven adalah alat dapur untuk memasak makanan yang dipercaya sudah ada sejak zaman prasejarah ketika berbagai peradaban manusia mencoba memasak makanan menggunakan api. Salah satu jenis oven yang diklasifikasikan sebagai struktur memasak paling sederhana dan kuno adalah oven bumi atau oven tanah.

Pada dasarnya oven tanah adalah sebuah lubang di dalam tanah yang digunakan untuk menjebak panas untuk membakar, mengasap, atau mengukus makanan. Dewasa ini di beberapa tempat di dunia kita mungkin masih dapat menemui masyarakat yang masih mengandalkan oven tanah untuk memasak makanan.

Di sisi lain microwave yang kependekan dari microwave oven, atau konsep apapun yang terkait dengan alat memasak tersebut, adalah jenis oven khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi radar yang ditemukan selama Perang Dunia Kedua. Microwave sendiri secara resmi diluncurkan sebagai alat dapur pada tahun 1967.

2. Metode Memasak

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/grongar/

Oven utamanya menggunakan metode isolasi termal untuk memasak makanan. Alat ini juga menyediakan berbagai metode memasak untuk sejumlah besar makanan. Hampir semua jenis makanan, baik itu daging, sayuran, atau hidangan buah-buahan dapat dibuat dengan oven.

Oven dapat melakukan beberapa metode memasak, seperti membakar, memanggang, atau mematangkan. Selain itu, oven juga dapat memanaskan kembali sejumlah besar makanan. Jadi, dengan satu alat dapur yang bernama oven ini kita dapat melakukan banyak cara memasak.

Microwave adalah jenis oven khusus yang memanfaatkan radiasi yang aman untuk memasak dan memanaskan makanan. Jenis oven ini dapat memanaskan makanan dengan cepat dan efisien. Microwave juga memiliki intensitas dan rentang radiasi yang berbeda-beda, yaitu rendah, sedang, tinggi. Alat ini umumnya hanya digunakan untuk memasak makanan yang mengandung air saja.

3. Teknologi yang Digunakan

* sumber: pixabay.com

Oven konvensional yang banyak beredar saat ini umumnya memanfaatkan gas, listrik, atau kayu sebagai sumber panasnya. Oven listrik misalnya menggunakan energi listrik untuk memasak makanan. Di dalam oven listrik terdapat elemen pemanas yang mampu memanaskan udara di dalam oven yang nantinya udara panas tersebut akan memanaskan makanan.

Lain halnya dengan microwave, meskipun sama-sama memanfaatkan energi listrik, alat ini dapat menghasilkan gelombang listrik dengan frekuensi yang tinggi, yang kemudian gelombang listrik tersebut secara otomatis memanaskan atau memasak makanan yang mengandung air.

Sekali lagi, microwave bekerja dengan memanfaatkan gelombang mikro sehingga proses memasak makanan jadi lebih cepat dan tentu saja mampu menghemat banyak energi.

4. Keperluan

* sumber: pixabay.com

Jenis-jenis oven dapat diklasifikasikan ke dalam banyak kategori. Oven khusus memasak dapat meliputi oven konvensional, oven konveksi, oven bumi, oven gas, dan oven microwave. Sebagai alat memanaskan, oven juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan khusus lainnya seperti penempaan, pembuatan gelas, keramik, pengeringan kayu, dan lain sebagainya.

Makanan yang ditempatkan di dalam oven biasanya adalah makanan mentah atau sudah dimasak. Oven dapat melakukan tugas memasak yang sebenarnya atau menyelesaikan memasak hidangan tertentu. Sebagian besar oven yang ada saat ini juga dijalankan oleh gas atau listrik tergantung pada merk dan modelnya.

Di sisi lain, meskipun oven microwave dapat melakukan sebagian besar metode memasak yang dilakukan oleh oven konvensional, microwave biasanya digunakan untuk pra-pemanasan dan pengeringan bahan makanan.

Tidak hanya sebatas alat memasak saja, microwave juga dapat digunakan untuk melakukan hal-hal lainnya dengan cepat dan inovatif seperti merenyahkan kembali sereal atau keripik, mengiris bawang bombay dengan mudah tanpa keluar air mata (dengan memanaskan bawang bombay selama 30 detik dalam microwave dengan membuang bagian atas dan bagian bawah bawang bombay terlebih dahulu) dan masih banyak lagi yang lainnya.

5. Sumber Tenaga dan Pemanasan

* sumber: pixabay.com

Beberapa jenis oven tertentu dapat berjalan baik pada gas atau listrik. Ketika listrik dirumah padam, oven jenis tersebut dapat beroperasi menggunakan energi lainnya, yaitu gas. Beberapa oven lainnya juga digabung menjadi peralatan lain seperti kompor dan menggunakan bahan bakar yang sama untuk memasak makanan. Sebaliknya, oven microwave hanya dapat beroperasi dengan energi listrik.

Untuk kemampuan pemanasan, microwave tentunya lebih unggul dibanding jenis-jenis oven lainnya. Distribusi panas alat ini juga lebih merata karena teknologi gelombang mikro yang digunakannya. Dengan demikian, proses memanaskan makanan dengan microwave menjadi lebih efisien dan tidak membutuhkan banyak waktu.

Pemanasan pada oven konvensional tergantung pada jenis oven itu sendiri. Oven gas biasanya dapat lebih cepat panas sedangkan oven listrik membutuhkan lebih banyak waktu pemanasan. Akan tetapi, distribusi panas pada oven gas dinilai kurang merata dibandingkan dengan distribusi panas pada oven listrik. Hal-hal ini menyebabkan proses memasak atau menghangatkan makanan dengan oven konvensional bisa lebih lama.

Itulah beberapa perbedaan utama antara oven dan microwave. Kedua alat dapur tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Microwave misalnya bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau karena alat itu tidak memerlukan biaya tambahan untuk proses penyetelan. Sedangkan harga oven bisa berbeda-beda dan lebih tinggi karena dipengaruhi oleh penyetelan awal.

Kelebihan lain dari microwave adalah tingkat portabilitas yang lebih tinggi. Selain mudah digunakan tanpa pengaturan tambahan, microwave dapat diletakan di banyak tempat yang dekat dengan sumber energi listrik. Dan tentu saja alat tersebut tidak menguras banyak energi.

Sementara itu, kekurangan dari microwave adalah tidak semua metode memasak dengan oven dapat dilakukan secara efektif. Beberapa jenis oven konvensional mungkin lebih mahal dan lebih ribet dibanding microwave, tetapi alat ini bisa lebih diandalkan karena mampu memasak makanan dalam banyak metode dan tidak terpaku pada satu sumber energi saja.

Kini baik oven maupun microwave sudah bisa dibeli dengan mudah secara online, terutama melalui Bukalapak. Di Bukalapak kamu dapat memilih beragam produk oven dan microwave dari berbagai brand terkemuka dengan harga yang kompetitif. Jika sudah siap memutuskan untuk membeli salah satunya, langsung saja klik link ini (oven) dan link ini (microwave) untuk langsung berbelanja di Bukalapak dengan mudah. Yuk langsung belanja di Bukalapak.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar