Bacaterus / Bahan Dapur / Penting! Yuk Ketahui Perbedaan Merica dan Ketumbar

Penting! Yuk Ketahui Perbedaan Merica dan Ketumbar

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 April 2019

Jika kamu sering menghabiskan waktumu di dapur untuk mengolah berbagai macam makanan, maka pastinya kamu tidak asing lagi dengan bumbu-bumbu dapur. Sebagai negara yang terkenal dengan rempah-rempahnya, Indonesia memiliki banyak sekali jenis bumbu dapur. Beberapa di antaranya adalah merica dan ketumbar.

Merica (berbentuk utuh) atau lada (berbentuk bubuk) adalah salah satu bumbu dapur yang paling umum di dunia. Jenis rempah ini memiliki aroma yang kuat dan rasa yang pedas. Beberapa makanan membutuhkan bubuk merica agar rasanya semakin mantap dan lezat. Aromanya yang harum juga membuat makanan menjadi lebih menggoda untuk disantap.

Lalu ada ketumbar. Rempah ini biasanya sering kita lihat dalam olahan daging ayam, ikan, atau tempe goreng. Sama halnya seperti merica, ketumbar juga dibutuhkan agar aroma makanan menjadi lebih sedap dan menggugah selera. Lalu apa sih perbedaan di antara dua bumbu dapur ini? Langsung saja yuk simak bahasan dari Bacaterus di bawah ini!

Apa Itu Merica dan Ketumbar?

Merica

* sumber: pixabay.com

Merica adalah sejenis rempah-rempah yang sudah menjadi komoditas perdagangan dunia dan dikenal berabad-abad yang lampau. Merica memiliki sebutan lain, yaitu lada atau sahang. Karena kebutuhan masyarakat dunia akan merica sangat tinggi, maka tidak heran jika salah satu bumbu dapur ini disebut sebagai The King of Spice atau Raja Rempah-Rempah.

Indonesia adalah salah satu negara penghasil merica atau lada di dunia. Karena hasilnya melimpah, lada telah menjadi komoditas ekspor negara kita sejak lama.

Nama Latin dari merica adalah Piper Albi Linn. Tanaman ini memiliki rasa pedas, pahit, bersifat menghangatkan, serta memiliki manfaat sebagai antipiretik atau obat penurun panas. Jadi, selain membuat masakan jadi bertambah lezat, merica juga memiliki khasiat yang bagus bagi tubuh.

Ketumbar adalah jenis rempah-rempah lainnya yang juga populer di banyak negara sebagai pelengkap masakan. Saat masih berbentuk biji, ketumbar mirip dengan dengan merica. Nama latin tanaman ini adalah Coriandrum Sativum dan berasal dari daratan Eropa Selatan serta daerah sekitar Laut Kaspia.

Selain menjadi bumbu dapur yang dibutuhkan, ketumbar juga terkenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan obat berbagai penyakit. Beberapa diantaranya adalah sebagai pelancar pencernaan dan penambah nafsu makan.

Perbedaan Merica dan Ketumbar

Nah, setelah mengetahui konsep dasar tentang merica dan ketumbar, kini saatnya mengetahui beberapa perbedaan dari keduanya yang diulas berikut ini:

1. Dari Segi Bentuk dan Warna

Merica Hitam

* sumber: pixabay.com

Jika dilihat secara sekilas, merica dan ketumbar memiliki bentuk yang hampir mirip. Keduanya sama-sama bulat dengan diameter sekitar 1-2 mm (milimeter). Merica atau lada memiliki dua jenis, yaitu lada hitam dan lada putih.

Lada hitam dihasilkan dari merica muda (berwarna hijau) yang dikeringkan melalui proses penjemuran. Bentuknya terlihat berkeriput dan berwarna hitam. Sedangkan lada putih dihasilkan dari biji merica matang yang sudah melalui proses perendaman dan pengeringan. Bentuk dari biji lada putih ini terlihat lebih mulus dan bulat sempurna.

Jika dibandingkan dengan biji lada hitam dan putih, maka ketumbar akan terlihat seperti biji lada putih. Akan tetapi, ketumbar berbentuk sedikit lonjong dengan permukaan yang bergaris-garis dan lebih kasar. Ukuran biji ketumbar juga kira-kira setengah ukuran biji merica. Dari segi warna, ketumbar lebih dominan kecoklatan dibanding biji lada putih.

2. Dari Segi Tekstur

Ketumbar

* sumber: pixabay.com

Di zaman modern ini kamu tidak perlu bersusah payah menghasilkan bubuk merica dan ketumbar sendiri. Merica atau ketumbar yang sudah bubuk kini dapat dengan mudah ditemukan di warung-warung dan kios rempah-rempah di pasar. Harganya juga masih terjangkau, yaitu berkisar antara Rp500 hingga Rp1000.

Jika biji merica dan ketumbar dibelah, maka tekstur keduanya berbeda. Isian merica terlihat lebih padat dibandingkan dengan isian ketumbar. Oleh karena itu, hal ini berpengaruh pada tekstur keduanya saat sudah berbentuk bubuk.

Merica atau lada bubuk memiliki butiran yang halus seperti terigu. Sedangkan bubuk ketumbar butirannya lebih besar dan kasar. Saat lada bubuk bercampur dengan makanan, maka mereka bisa larut. Berbeda dengan ketumbar bubuk, kamu masih bisa melihat kulit-kulit biji ketumbar pada makanan yang kamu hidangkan.

3. Dari Segi Aroma dan Rasa

Merica pedas

* sumber: pixabay.com

Saat merica dan ketumbar masih berbentuk biji, maka aroma keduanya masih belum terlalu kuat. Namun saat mereka sudah berbentuk bubuk, aroma khas pedas dan tajam akan menusuk hidung. Bedanya adalah aroma merica atau lada terasa lebih kuat dan lebih menyengat dibandingkan dengan ketumbar.

Lalu bagaimana dari segi rasanya? Saat makanan diberi campuran bubuk merica atau ketumbar, maka kamu akan merasakan sensasi pedas, pahit, dan menghangatkan. Dalam hal ini, merica (terutama lada hitam) memiliki rasa yang lebih pedas. Di sisi lainnya, rasa ketumbar lebih pahit dibandingkan dengan merica.

Jadi, agar masakan kamu tidak rusak karena kepedasan dan kepahitan, maka gunakanlah merica atau ketumbar secukupnya. Dan agar hidung kamu aman-aman saja saat memasak, maka hindari keduanya dari kontak langsung dengan penciumanmu.

4. Dari Segi Penggunaan dan Pengolahan

Sup ayam

* sumber: pixabay.com

Tidak semua masakan membutuhkan kedua rempah ini. Merica misalnya, masakan yang umum membutuhkan merica sebagai penguat rasa dan aroma adalah masakan berkuah seperti sayur sop, capcay, soto bandung, dan lain-lain. Sedangkan ketumbar biasanya dibutuhkan bagi masakan-masakan tanpa kuah seperti ayam goreng, ikan goreng, tempe goreng, sate, dendeng, dan masih banyak lagi.

Bagaimana jika ingin mengolah merica dan ketumbar sendiri? Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam mengolah sendiri kedua rempah ini secara langsung. Hanya saja khusus untuk ketumbar, untuk mendapatkan aroma yang khas dan sempurna sebaiknya sangrai terlebih dahulu biji ketumbarnya hingga mengeluarkan aroma wangi dan berwarna lebih kecokelatan sebelum digerus atau ditumbuk.

5. Dari Segi Ketahanan

Merica dalam toples

* sumber: www.pexels.com

Saat ini sudah tersedia merica dan ketumbar dalam kemasan (baik yang masih berbentuk biji atau yang sudah menjadi bubuk) yang mampu bertahan lama. Aroma merica dan ketumbar bubuk dalam kemasan juga tetap terjaga walaupun disimpan dalam jangka waktu yang lama (dalam keadaan tertutup, ya).

Jika dinilai dari segi ketahanan, merica bisa lebih tahan lama karena sebelumnya sudah melewati proses penjemuran. Nah, agar ketumbar juga demikian, sebaiknya biji ketumbar disangrai dulu sebelum siap disimpan dalam toples-toples yang kedap udara.

Selain perlu disimpan pada wadah-wadah yang kedap udara, sebaiknya keduanya juga ditempatkan di ruangan dengan suhu ruang dan terhindar dari sorotan sinar matahari secara langsung.

Nah, itulah sedikit bahasan tentang merica dan ketumbar dan perbedaan di antara keduanya. Mereka sama-sama berguna bagi penguat rasa masakan dan kesehatan tubuh kita. Walaupun demikian, dalam beberapa hal mereka memiliki sedikit saja perbedaan.

Kini kamu sudah mengetahui perbedaan antara merica dan ketumbar. Jadi, jangan sampai tertukar lagi dalam memilihnya ya. Dan yang paling penting adalah jangan sampai salah dalam menggunakannya dalam masakan. Jika ingin membeli merica atau ketumbar secara online, kamu bisa mendapatkannya melalui Bukalapak ya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar