Bacaterus / Butter / Sudahkah Anda Ketahui Perbedaan Margarin dan Mentega?

Sudahkah Anda Ketahui Perbedaan Margarin dan Mentega?

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ketika Anda sedang berada di aisle supermarket yang menjajarkan susu atau keju, biasanya di dekatnya akan ada margarin dan mentega. Anda akan disuguhkan margarin dan mentega dalam berbagai merk, bentuk, ukuran, dan harga. Anda mungkin berpikir kalau kedua benda ini sama saja, lalu Anda pun asal memilih sesuai dengan kata hati Anda. Tapi, tidak begitu.

Biasanya orang-orang menggunakan margarin dan mentega untuk membuat aneka kue dan pastry, pancake, hingga dijadikan pengganti minyak goreng untuk menggoreng dan menumis masakan. Walaupun memang kedua benda ini sering digunakan untuk tujuan yang sama, tapi margarin dan mentega merupakan dua benda yang berbeda.

Perbedaan margarin dan mentega yang paling utama adalah bahan pembuatnya. Lalu, perbedaan lainnya terletak pada jenis lemak yang dikandung. Lalu, dari katanya pun berbeda. Jika Bahasa Inggris untuk margarin adalah margarine, Bahasa Inggris untuk mentega adalah butter

Mentega

mentega perbedaan margarin dan mentega

* sumber: www.thekitchn.com

Mentega merupakan produk susu (dairy) yang dibuat dari susu atau krim (lemak hewani) yang terus diaduk (churning). Proses churning ini berguna untuk memisahkan butterfat (padatan) dari buttermilk (cairan). Mentega yang paling umum kita beli dibuat dari susu sapi, walaupun ada juga yang dibuat dari susu domba, kambing, atau kerbau.

Lalu, Anda mungkin sudah tahu kalau ada mentega yang warnanya putih, kuning pucat, hingga kuning pekat. Warna-warna ini ternyata tergantung pada jenis makanan yang dimakan si hewan. Setelah mengetahui penjelasan singkat mengenai mentega, mari kita ketahui jenis-jenis mentega. Berikut adalah penjelasannya:

Jenis Mentega

Ya, mentega itu ada banyak jenisnya. Berbagai jenis mentega ini memiliki rasa, bentuk, dan kegunaan yang berbeda-beda. Sebelum membahas perbedaan margarin dan mentega, mari ketahui jenis-jenis mentega terlebih dahulu. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

  • Salted, Unsalted, Sweet Butter
Rasa

* sumber: www.goodhousekeeping.com

Anda mungkin pernah melihat ada tulisan “salted butter”, “unsalted butter”, atau “sweet cream butter”. Semua ini menandakan rasa dari mentega tersebut. Kalau Anda sedang diet garam, gunakan lah unsalted butter. Lalu, kalau Anda ingin mencoba mentega yang manis, belilah sweet cream butter. Sedangkan salted butter merupakan mentega yang paling sering dibeli orang. Rasanya? Ya ada asin-asinnya.

  • Cultured Butter
Cultured Butter

* sumber: relishingit.com

Cultured butter adalah mentega tradisional dan sudah ada sejak dulu sekali. Cara membuat mentega ini adalah dengan memfermentasi krim susu yang ditambah bakteri. Jenis bakteri yang digunakan untuk mentega ini hampir sama dengan yang biasa digunakan untuk membuat yoghurt.

Biasanya cultured butter ini digunakan untuk membuat roti tawar. Yang disukai lagi dari cultured butter adalah, Anda bisa menyimpannya dalam jangka waktu yang lama.

Mentega cultured ini mengandung 80% lemak susu, ya. Jadi, mungkin kurang suitable untuk orang yang sedang diet. Walaupun kadar lemaknya cukup tinggi, cultured butter ini terbagi lagi dalam berbagai rasa, seperti tawar, agak asin, dan asin. Ada juga yang menambah cultured butter dengan zat tambahan atau rempah-rempah yang membuat rasanya menjadi unik.

  • Churned Butter
Churned Butter

* sumber: www.sfgate.com

Churned butter merupakan mentega tradisional juga. Kenapa disebut tradisional? Karena mentega ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dan cara membuatnya adalah dengan mengaduknya secara terus menerus.

Dulu orang-orang menggunakan kendi dan mengaduknya menggunakan adukan besar. Tapi, sekarang sudah banyak alat yang lebih modern untuk membuat churned butter. Bahkan Anda bisa membuatnya sendiri di rumah menggunakan mixer.

  • Light Butter

Light Butter

Mentega ini masih satu jenis dengan churned butter. Bedanya, kandungan air dalam light butter lebih banyak, yaitu mencapai 25%. Lalu, kandungan lemak di dalam mentega ini biasanya kurang dari 50%, jadi bisa dibilang kalau light butter merupakan salah satu mentega yang kandungan lemaknya rendah.

Karena kandungan airnya yang sangat banyak, light butter tidak cocok untuk digunakan dalam membuat saus, memasak, dan membuat cake. Kenapa? Alasannya adalah karena light butter sangat cepat meleleh dan menguap. Mentega ini cocoknya untuk olesan roti atau untuk membuat kue kering.

  • Whipped Butter
Whipped Butter

* sumber: thinktankproducts.org

Jika yang selama ini kita ketahui adalah whipped creamternyata ada juga mentega yang bentuknya seperti krim kocok, yaitu whipped butter. Mentega modern ini dibuat sangat ringan, yaitu teksturnya lembut dan mudah mencair. Biasanya mentega ini digunakan untuk membuat lapisan kue, roti, dan pancake. Ingat, untuk lapisannya saja, ya, bukan untuk membuat kuenya!

  • Whey Butter
Whey Butter

* sumber: www.slowfood.org.uk

Whey adalah air dadih, alias cairan semi-transparan yang terbentuk selama proses pengendapan dalam pembuatan keju. Whey memiliki warna kuning-kehijauan, rasa yang sedikit asam, tapi aromanya yang agak harum.

Mentega yang dibuat dari whey memiliki aroma yang harum dan terasa mirip seperti keju. Warna mentega ini juga cenderung kuning seperti keju. Biasanya whey butter digunakan untuk membuat cupcake atau krim untuk kue.

  • Ghee Butter

Ghee Butter

Tidak cuma di Indonesia, tapi mentega ghee ini memang sulit ditemukan di mana-mana. Mentega ini nyaris berbentuk liquid, sehingga bentuk kemasannya biasanya berupa jar atau toples.

Ghee butter banyak digunakan untuk hidangan India, salah satunya adalah nasi biryani, karena mentega ini memiliki lemak yang sangat tinggi. Dalam penyimpanannya, ghee butter harus dimasukkan ke dalam lemari es yang sangat dingin.

  • Flavored Butter
Flavored Butter

* sumber: www.yourhomebasedmom.com

Kalau mentega yang satu ini bukan bagian dari traditional butter, tapi sudah termasuk modern butter. Padahal bahan dasarnya dibuat dari mentega tradisional, loh! Kira-kira kenapa flavored butter jadi terkesan modern? Tentu saja dari zat tambahannya, yaitu rasa. Bukan cuma asin dan manis, kini Anda bisa mencicipi mentega rasa bawang putih, rasa lada, hingga rasa buah-buahan seperti cranberry dan strawberry.

Karena sudah ada rasanya, mentega ini jarang dijadikan bahan tambahan dalam membuat kue atau masakan. Tapi, biasanya mentega ini dijadikan penyedap rasa instan, yaitu sebagai olesan atau cocolan. Anda bisa menikmati mentega berasa ini dengan roti, biskuit, cupcake, risoles, hingga jagung bakar.

  • Blended Butter
Blended Butter

* sumber: balancingtoday.com

Yang terakhir ada blended butter, yaitu jenis mentega modern yang biasanya digunakan untuk dicampur dengan minyak, seperti canola. Minyak canola adalah salah satu jenis minyak nabati yang dihasilkan dari biji buah canola. Tekstur blended butter cenderung lembek hingga cair, karena adanya campuran minyak tersebut.

Nah, itulah penjelasan mengenai mentega dan juga jenis-jenisnya. Sekarang, mari kenali lebih dekat apa itu margarin sebelum kita membahas perbedaan margarin dan mentega. Yuk!

Margarin

margarin

* sumber: www.thekitchn.com

Margarin adalah produk non-dairy (bukan dibuat dari susu) yang dibuat sebagai pengganti mentega. Pada tahun 1800-an, margarin hanya dibuat dari lemak hewani, jadinya tidak ada bedanya dengan mentega. Namun, setelah itu margarin hanya dibuat dari minyak nabati seperti dari sayuran, air, garam, pengemulsi, dan susu.

Yang perlu Anda ketahui, kandungan margarin selalu berbeda-beda setiap merk. Dan, margarin juga bukan seperti mentega yang bisa dibuat sendiri di rumah.

Jenis Margarin

Karena komponen utama margarin adalah minyak nabati, berbeda dengan mentega, margarin memiliki kandungan kolesterol yang sangat rendah. Justru kandungan lemak tak jenuh pada margarin lah yang tinggi. Sama seperti mentega, margarin juga ada jenis-jenisnya. Ini dia diantaranya:

  • Traditional Stick Margarine
Traditional Stick Margarine

* sumber: www.cookinglight.com

Traditional stick margarine adalah jenis margarin yang paling “tidak sehat” daripada margarin lainnya, karena margarin ini mengandung lemak trans yang paling tinggi. Semakin padat bentuk margarin, semakin tinggi pula lemak jahat yang dikandungnya.

Cara terbaik untuk menggunakan margarin padat ini adalah dengan membuatnya jadi olesan roti, dilelehkan, untuk membuat kue atau makanan panggang, dan untuk menumis dan sauté.

  • Regular Tub Margarines (Spreads)
Regular Tub Margarines (Spreads)

* sumber: www.cookyourdream.com

Margarin oles merupakan jenis margarin yang paling sering kita gunakan. Kebanyakan margarin oles mengandung 61-79% minyak nabati. Beberapa margarin oles ada yang ditambahkan bahan lain seperti yoghurt, minyak zaitun, hingga sweet cream buttermilk. Bahkan ada juga yang menambahkan zat lain seperti kalsium dan DHA.

Cara terbaik menggunakan margarin oles tentu saja dengan mengoleskannya pada roti atau pastry. Tapi, jenis margarin ini bisa juga digunakan untuk sauté dan untuk dilelehkan.

Tapi, jangan sekali-kali Anda menggunakan margarin oles untuk masakan atau kue yang dipanggang, karena dapat mereduksi ukuran dan bentuk dari masakan Anda (kasus pada kue, kalau menggunakan margarin ini kue Anda akan melempem).

  • Light Margarine
Light Margarine

* sumber: www.huffingtonpost.com

Light margarine sering disebut juga sebagai non fat margarine atau 100% fat free margarine, yang sebenarnya merupakan kebohongan publik. Karena, serendah-rendahnya kandungan lemak dalam margarin, pasti tetap ada kandungan lemak jahatnya. Tapi, itu semua kembali lagi pada Anda, apakah Anda ingin memercayai produk yang mengatakan 100% bebas lemak atau tidak.

Yang jelas, light margarine memang memiliki kandungan lemak trans yang paling rendah dibandingkan margarin lainnya. Biasanya indikasi margarin rendah lemak ini dimulai dari 0% kandungan lemak hingga 40% kandungan lemak minyak nabati. Margarin jenis ini merupakan yang paling banyak mengandung air. Penggunaan terbaik? Untuk olesan. Penggunaan terburuk? Untuk memanggang dan membuat kue (apalagi kue kering).

  • Plant stanol & Sterol Ester Margarine
Plant stanol & Sterol Ester Margarine

* sumber: medcommz.blogspot.co.id

Margarin ini merupakan yang paling “ramah” untuk tubuh semua orang, karena margarin ini dibuat khusus untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Cukup gunakan 2-3 sendok margarin ini sebagai tambahan makanan diet Anda, dan makanan Anda pun telah memenuhi syarat karbohidrat harian Anda. Sayangnya belum banyak brand yang mengeluarkan margarin jenis ini, sejauh ini baru ada dari merk Benecol, Promise, Flora, dan Smart Balance saja.

  • Spray Margarine
Spray Margarine

* sumber: www.parkay.com

Ada-ada saja ya, jenis kemasan makanan saat ini? Sekarang Anda bisa menikmati margarin yang disemprot juga, loh! Biasanya margarin ini sangat rendah lemak, karena bentuknya liquid. Selain spray, ada juga yang bentuk kemasannya di-pump. 

Perbedaan Mentega dan Margarin

Tadi kita sudah mengenal lebih dekat dengan mentega dan margarin. Mungkin Anda sudah bisa mengambil sendiri perbedaan diantara keduanya. Tapi, untuk merangkum, inilah perbedaan mentega dan margarin:

perbedaan margarin dan mentega

Semuanya kembali lagi ke pada Anda, ingin menggunakan mentega atau margarin. Bacaterus hanya memberikan informasi mengenai perbedaan margarin dan mentega.

Kalau Anda, lebih prefer margarin atau mentega? Lalu, Anda lebih suka jenis margarin atau mentega yang mana? Silakan ceritakan kepada kami melalui kolom komentar di bawah ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *