Bacaterus / Tanaman / Inilah 5 Perbedaan Tumbuhan Lumut dan Tumbuhan Paku

Inilah 5 Perbedaan Tumbuhan Lumut dan Tumbuhan Paku

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Hijau, segar, oksigen, menurut kamu tiga kata ini bisa mewakilkan tumbuhan? Tumbuhan yang ada di muka bumi ini menunjukkan keanekaragaman yang sangat besar dalam jumlah yang besar pula. Karena alasan itulah diperlukan klasifikasi atau pengelompokkan dan pemberian nama yang tepat untuk setiap kelompok yang terbentuk.

Kelompok makhluk hidup tumbuhan, dapat membuat makanannya sendiri, dengan bantuan zat hijau daun (klorofil) yang tersusun dalam organel khusus yaitu kloroplas. Kloroplas inilah yang membuat tumbuhan mensintesis makanannya dari zat-zat organik dengan proses fotosintesis. Maka dari itulah, tumbuhan tergolong dalam makhluk autotrof.

Dunia tumbuhan dikenal dengan nama Kingdom Plantae, dikelompokkan menjadi Atracheophyta (tumbuhan tidak berpembuluh) seperti kelompok lumut dan Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh) seperti kelompok paku-pakuan dan tumbuhan berbiji.

Seperti bahasan artikel kali ini, apa saja perbedaan yang terdapat dalam tumbuhan lumut dan tumbuhan paku ya?

Apa yang dimaksud dengan tumbuhan lumut dan tumbuhan paku?

Tumbuhan lumut atau Bryophyta merupakan kelompok tumbuhan sederhana yang hidup di tempat-tempat basah atau lembap di darat. Salah satu pemanfaatan tumbuhan lumut adalah Sphagnum sebagai komponen dalam pembentukan tanah gambut yang bermanfaat untuk menggemburkan medium tanaman pot juga sebagai bahan bakar.

Tumbuhan paku atau Pteridophyta merupakan kelompok tumbuhan vaskular yang tidak berbunga, memiliki akar, batang, juga daun sejati dan bereproduksi dengan spora, serta beberapa bentuk dan struktur yang tidak biasa. Tumbuhan paku sebenarnya sudah cukup lama dikenal dan dimanfaatkan sebagai tanaman hias, bahan pangan, juga obat-obatan.

1. Berdasarkan habitat

Berdasarkan habitat

*

Jika kamu memperhatikan dinding, genteng, tanah, atau batu di tempat teduh dan lembap, biasanya akan terlihat adanya hamparan hijau seperti beludru, itulah salah satu jenis lumut. Sering juga dijumpai di tebing-tebing tanah, batuan, di tepi sungai, dan di hutan. Bahkan tak jarang terlihat di tepi selokan dan di cabang pepohonan sebagai epifit.

Tumbuhan lumut juga hidup berkelompok yang sangat berdekatan satu sama lain saling menunjang pada tanah, kayu, atau batuan tempat mereka tumbuh dan menahan air dalam kelompoknya.

Hampir serupa, tumbuhan paku banyak dijumpai dilereng-lereng tepian sungai, juga beberapa yang menempel di pepohonan. Berukuran relatif kecil, dapat dikenali dari daun mudanya yang menggulung dibagian ujung. Tumbuhan paku juga banyak ditemukan di daerah perkotaan karena sering ditanam sebagai tanaman hias.

2. Berdasarkan bentuk bagian

Berdasarkan bentuk bagian

*

Bagian akar tumbuhan lumut disebut rhizoid terdiri dari selapis sel bersekat serta tidak memiliki berkas pengangkut atau fasis sebagai alat untuk menempel dan menyerap air dan unsur hara lainnya.

Batangnya, tidak ditemukan dalam golongan lumut hati, namun ditemukan batang silindris pada lumut daun. Pada bagian daun, daun lumut kecil terdiri dari selapis sel kloroplas berbentuk jala, yang didalam daun tersebut terdapat sel besar dan mati, sebagai tempat menyimpan air.

Sedangkan pada bagian akar tumbuhan paku memiliki sistem perakaran serabut, akar primer pada tumbuhan paku tumbuh pada embrio, namun tidak berkembang (gugur) dan digantikan dengan akar dari batang, walau ada juga yang tumbuh dari pangkal daun.

Beberapa spesies terlihat tidak memiliki akar, seperti dari Hymephyllaceae, rhizoma tertutup rambut dengan fungsi yang sama layaknya rambut akar. Untuk batang tumbuhan paku, batang tumbuhan dapat berbentuk tiang, menjalar atau memanjat, pendek dan kompak, serta tumbuh lurus atau tegak.

Batang dengan cabang sederhana dan seringkali tertutupi sisik atau rambut ketika masih muda, sedang pada batang dewasa rambut dapat bertambah atupun berkurang. Ental/ frond adalah satuan daun dan batang tumbuhan paku, terdiri dari helaian daun dan tangkai.

3. Berdasarkan organ tumbuhan

Berdasarkan Organ Tumbuhan (Copy)

Tumbuhan lumut, organ tubuhnya sudah lengkap dengan akar yang berupa rhizoid, batang dan daun, namun bukanlah akar, batang, dan daun sejati. Pada tumbuhan vaskular organ seperti daun dan akar memiliki jaringan pembuluh, sedangkan pada lumut struktur yang menyerupai organ tersebut belum memiliki jaringan pembuluh.

Sehingga belum dapat disebut daun atau akar sejati, dan akibatnya lumut tumbuh lambat dipermukaan tanah karena penyerapan air yang terbatas. Tumbuhan lumut adalah bentuk peralihan dari thallopyta (tumbuhan thallus) dan kromophyta (tumbuhan kormus).

Tumbuhan paku umumnya berupa kormus, yang sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Sehingga pada tumbuhan paku, pembuluh vaskular berkembang dengan baik, dan memungkinkan transpor air dan hara ketempat yang lebih tinggi. Kandungan zat kayu, yakni ligmin diperoleh dengan baik dan dapat memperkokoh tumbuhan untuk berdiri tegak.

4. Berdasarkan siklus hidup

Berdasarkan Siklus Hidup (Copy)

*

Kedua tumbuhan ini pasti mengalami pergiliran keturunan atau biasa disebut metagenesis antara fase gametofit yang menghasilkan sel kelamin dan fase sporofit yang menghasilkan spora.

Perbedaan besar terletak pada ukuran sporofit tumbuhan lumut yang lebih kecil dibandingkan gametofit, dimana hidupnya juga bergantung menumpang pada gametofit. Ketika spora matang, mereka akan dilepaskan dari kotak spora dan diterbangkan angin.

Saat itulah, spora yang jatuh di tempat lembap akan tumbuh menjadi benang-benang halus berwarna hijau yang disebut protonema, yang kemudian akan tumbuh menjadi lumut. Pada tumbuhan lumut, tumbuhan lumut dewasa yang akan mengasilkan sel kelamin.

Lain halnya dengan tumbuhan paku yang memiliki ukuran sporofit lebih besar dibandingkan gametofitnya yang berukuran lebih kecil, berkisar 6-7 mm yang disebut protalium. Pada tumbuhan paku, sporofitnya adalah tumbuhan paku itu sendiri yang menghasilkan spora pada daunnya.

Sporofit adalah fase dominan dan spora yang dihasilkan akan tumbuh dengan sendirinya jika jatuh di tempat yang lembab dan teduh. Tiap spora yang tumbuh ini akan menghasilkan protalium dengan rhizoid terletak di tanah dan menghisap air juga zat makanan.

Selanjutnya kelamin betina yang disebut arkegonium dan kelamin jantan, anteridium, akan tumbuh pada permukaan bawah protalium lalu menghasilkan sel telur dan spermatozoid.

5. Berdasarkan klasifikasi

Berdasarkan Klasifikasi (Copy)

*

Pengelompokkan berbagai spesies lumut menghasilkan tiga kelas, yaitu kelas Hepaticopsida (Lumut hati) dengan bentuk lembaran yang hidup menempel diatas permukaan tanah lembap, contoh spesiesnya adalah Ricciocarpus dan Marchantia.

Kedua, kelas Anthoceratopsida (lumut tanduk) yang berhabitan di pinggir sungai, danau samapi di sepanjang selokan, contohnya Anthoceros.

Ketiga, kelas Bryopsida (lumut daun/ sejati) yang tumbuh di tanah, tembok, dan tempat terbuka lainnya. Dengan batang tegak, bercabang serta daun kecil-kecil, yang lainnya seperti beludru hijau. Contoh spesiesnya adalah Polytrichum dan Sphagnum.

Pada tumbuhan paku terdapat empat subdivisi klasifikasi berdasarkan ciri tubuhnya. Pertama, kelas Psilopsida (paku purba/ telanjang) dengan contoh Psilotum yang kini hampir punah, karena kebanyakan ditemukan dalam bentuk fosil. Karena tidak berdaun atau daunnya yang terlampau kecil, dan tidak berakar sejati maka disebut telanjang.

Kedua, kelas Lycopsida (paku kawat), berdaun kecil dan tersusun spiral dengan sporangium yang muncul di ketiak daun juga berkumpul membentuk kerucut dengan btang seperti kawat. Contohnya adalah Lycopodium, Selaginella, Isoetes.

Ketiga, kelas Sphenopsida (paku ekor kuda), memiliki daun kecil, tungga, dan tersusun melingkar dengan sporangium di bagian kerucut. Contoh spesiesnya adalah Equisetum dan Calamites.

Keempat, Pteropsida (paku sejati), yang sering dijumpai di sekitarmu dengan sebutan pakis. Memiliki ciri daun besar, daun muda menggulung dengan sporangium pada sporofil yakni daun penghasil spora. Contohnya Alsophilla glauca (paku tiang), Adiantum cuneatum (suplir), Marsilea crenata (semanggi).

Dengan jumlah spesies yang beranekaragam banyaknya, memang sedikit sulit dibedakan terlebih lagi untuk orang awam. Namun, itu semua bisa kamu pelajari lho, melakukan penyederhanaan obyek studi berupa tumbuhan melalui pengelompokkan juga memberikan nama yang tepat untuk setiap kelompok yang tebentuk.

Keduanya adalah tugas utama ilmu sistematik dan taksonomi tumbuhan. Bagaimana, tertarik mempelajari dunia tumbuhan atau kingdom plantae lebih dalam lagi? Semoga artikel ini dapat membantu rasa penasaran kamu akan perbedaan tumbuhan lumut dan tumbuhan paku.

Kamu punya pertanyaan atau info tambahan yang menarik lainnya untuk di share? Silahkan menuliskannya di kolom komentar ya! Baca juga artikel tentang tumbuhan menarik lainnya di Bacaterus.com untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Sampai jumpa lagi!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *