Bacaterus / Kepiting / 4 Perbedaan Kepiting dan Rajungan, Apa Sajakah Itu?

4 Perbedaan Kepiting dan Rajungan, Apa Sajakah Itu?

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Para penyuka makanan laut alias seafood, apakah kamu tahu perbedaan antara kepiting dan rajungan? Apakah selama ini kamu membeli kepiting atau rajungan? Apakah kamu suka memperhatikan kedua mahluk laut tersebut sebelum membelinya? Meski sekilas kepiting dan rajungan terlihat sama, yaitu sama-sama memiliki capit juga bentuknya hampir mirip, tetapi kedua mahluk ini ternyata berbeda.

Ada baiknya kamu ketahui dahulu perbedaan di antara keduanya supaya tidak salah memesan ketika makan seafood. Apa saja perbedaan antara kepiting dan rajungan? Baca terus artikel ini untuk tahu jawabannya.

Persamaan Kepiting dan Rajungan

Persamaan Kepiting dan Rajungan

* sumber: resepkoki.id

Sebelum membahas mengenai perbedaan kedua mahluk laut ini, baik kepiting maupun rajungan memiliki beberapa persamaan. Persamaan yang jelas adalah keduanya merupakan hewan laut yang bisa dimakan. Baik kepiting maupun rajungan sama-sama mempunyai capit di bagian depannya.

Selain itu kepiting dan rajungan termasuk dalam binatang berkulit keras dan berada dalam keluarga yang sama, yaitu crustasea. Jika dimasak, keduanya memiliki warna merah dan kepiting serta rajungan memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Perbedaan Antara Kepiting dan Rajungan

Seperti yang telah disebutkan tadi, bahwa meskipun keduanya sama-sama mahluk laut dan memiliki capit, tapi terdapat perbedaan yang jelas terlihat jika dilihat lebih seksama. Berikut ini adalah perbedaan antara kepiting dan rajungan:

1. Penampilan dan Bentuk

Penampilan dan Bentuk

* sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Untuk bisa membedakan kepiting dan rajungan, yang pertama bisa dilihat adalah penampilan dan bentuknya. Kedua hewan ini memiliki perbedaan yang terlihat jelas dari bentuk cangkang atau kerapasnya. Bentuk kepiting lebih bulat serta tebal sedangkan rajungan lebih melebar juga ramping.

Selain itu, kepiting dan rajungan juga mempunyai warna yang berbeda. Baik kepiting jantan maupun betina, keduanya hanya mempunyai satu warna, yaitu hijau kecokelatan. Sementara untuk rajungan jantan dan betina warnanya berbeda.

Kepiting jantan berwarna kebiruan disertai bercak putih terang sedangkan betina memiliki warna kehijauan disertai bercak putih. Selain warna, kamu juga bisa memperhatikan capit kepiting dan rajungan. Jika dilihat lebih teliti, keduanya memiliki perbedaan.

Kepiting meskipun mempunyai capit yang lebih kecil tapi lebih keras juga kuat. Berbeda dengan rajungan, capitnya tidak sekuat capit kepiting tetapi memiliki ukuran yang lebih panjang juga ramping dibandingkan dengan kepiting.

2. Habitat

Habitat

Jika ditelaah dari segi tempat tinggal atau habitatnya, kedua hewan ini sama-sama bisa hidup di dua alam. Namun, dibandingkan dengan rajungan kepiting lebih banyak hidup di perairan yang tidak terlalu dalam serta di dekat pantai. Akan tetapi, kepiting hanya sanggup bertahan di darat selama 4-5 hari.

Berbeda dengan rajungan, hewan ini  tidak bisa tahan hidup lama-lama di luar air. Rajungan bisa mati jika tak ditempatkan di wadah yang ada airnya. Hewan ini juga seringkali dijuluki sebagai “swimming crab“. Rajungan juga sulit untuk ditemukan karena biasanya hidup di perairan yang sangat dalam.

Rajungan ini hidup sepenuhnya di perairan laut, bisa pantai berdasar lumpur, di pantai berdasar pasir, atau di laut terbuka. Sementara kepiting umumnya hidup di tepi pantai dan terdapat dua jenis kepiting, yaitu kepiting air tawar dan kepiting air asin.

3. Tekstur dan Rasa

Tekstur dan Rasa

* sumber: food.detik.com

Ini nih yang tak kalah penting kamu ketahui tentang perbedaan kepiting dan rajungan, yaitu dari tekstur, cita rasa juga kandungan gizinya. Dari segi tekstur, cita rasa juga kandungan gizi  kepiting dan rajungan memiliki perbedaan.

Tekstur daging kepiting di dalamnya lebih padat dan lebih banyak. Selain itu, daging kepiting memiliki cita rasa yang lebih manis. Sementara daging rajungan lebih sedikit serta cita rasanya lebih mirip dengan daging ayam.

4. Kandungan Gizi

Kandungan Gizi

* sumber: www.sahabatufs.com

Baik daging kepiting maupun rajungan, kedunya memiliki nilai gizi tinggi. Kandungan kalsium, karbohidrat, zat besi, fosfor, vitamin A, serta vitamin B1, per 100 gram daging kepiting serta rajungan secara berturut-turut rata-rata sebesar 210 mg, 14,1 gram, 200 SI, 1,1 mg, dan 0,05 mg/100g.

Rajungan memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan kepiting. Kandungan protein rajungan cukup besar, yakni kira-kira 16-17 g/100 g daging setelah dibandingkan kandungan proteinnya dengan sumber-sumber pangan hewani yang lain, seperti daging sapi, daging ayam, dan telur.

Keunggulan lain dari nilai gizi rajungan, yaitu kandungan lemaknya yang sangat rendah. Ini merupakan berita bagus untuk mereka yang konsumsi makanan berlemak tingginya dibatasi. Memiliki kandungan lemak yang rendah artinya kandungan lemak jenuh dan kandungan kolesterol juga rendah.

Meskipun rajungan rendah lemak juga kolesterol dibandingkan kepiting  tapi daging kepiting kandungan lemaknya hanya sedikit, sekitar 1g/100g. Jika dibandingkan dengan daging ayam yang sekitar 6-10g/100g, atau dengan daging kambing yang sekitar 11-12g/100g, jumlah ini lebih sedikit.

Sama halnya dengan kandungan asam lemak jenuh kepiting yang juga relatif rendah, yaitu 0.1 g 100g jika dibandingkan dengan daging ayam yang sekitar 2.2-2.6g/100g serta daging kambing yang sekitar 4.3g/100g.

Meski demikian, kepiting merupakan sumber kalsium yang baik, yaitu 89mg/100g. Faktanya kalsium merupakan zat gizi penting untuk pembentukan tulang dan gigi.  Penting juga untuk diketahui bahwa kepiting juga memiliki kandungan EPA (eicosapentaenoic acid) serta DHA (docosahexaenoic acid).

Keduanya merupakan komponen asam lemak Omega-3 yang penting untuk pembentukan membran sel otak pada janin. Jadi kepiting baik untuk dikonsumsi oleh para ibu hamil karena bagus untuk optimalisasi pertumbuhan otak janin di dalam kandungannya.

Baca juga: Inilah 10 Jenis Kepiting yang Paling Populer di Dunia

Cara Pengolahan

Cara Pengolahan

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=0gZ7UVl8cmQ

Baik rajungan maupun kepiting segar pada dasarnya memiliki cara pengolahan yang sama. Sebelum diolah, keduanya harus dimatikan dahulu, contohnya dengan cara dibelah di bagian dada atau dibuka cangkangnya. Bisa juga dengan cara disiram dengan air panas agar keduanya tidak bisa bergerak lagi.

Sesudahnya, kepiting dan rajungan dibersihkan dari kotoran kemudian dicuci sampai bersih. Cara pengolahan kepiting dan rajungan juga sama, tapi sebaiknya keduanya direbus atau dikukus terlebih dahulu agar cangkangnya menjadi lunak. Retakkan sedikit cangkang agar bumbu meresap ke dalam.

Kalau keduanya sudah bersih dan cangkangnya sedikit melunak, barulah rajungan dan kepiting bisa diolah dengan beragam masakan berbumbu.  Keduanya bisa dimasak dengan bumbu saus padang, asam manis, saus tiram atau juga lada hitam. Bisa juga dibuat bakso, siomay, ditumis juga digoreng tepung.

Cara Memilih Rajungan dan Kepiting yang Segar

Cara Memilih Rajungan dan Kepiting yang Segar

* sumber: sumut.antaranews.com

Untuk tahu apakah rajungan masih segar, coba cek warna bercaknya apakah masih terlihat jelas serta cenderung terang dan mengkilap. Jika terlihat seperti itu berarti masih segar. Jika warna rajungan sudah berubah menjadi gelap dan pudar, itu tandanya rajungan sudah tak lagi segar.

Cara lain untuk tahu apakah rajungan masih segar, yaitu dengan mengangkat tubuh rajungan yang masih terikat. Jika rajungan terasa berat, berarti rajungan masih dalam keadaan segar serta dagingnya banyak. Jika berlendir dan ringan itu sudah tidak segar. Perhatikan juga capitnya apakah masih utuh.

Tak berbeda jauh dari rajungan,  kepiting yang masih segar memiliki warna kecokelatan yang cerah serta terlihat mengkilap. Lihat juga keadaan matanya. Jika mata kepiting masih bergerak dan utuh, artinya kepiting benar-benar masih segar. Jika sudah tak lengkap, itu berarti tak layak dikonsumsi.

Jangan lupa untuk memeriksa bagian siku kepiting. Jika bagian sikunya masih lembut serta selaput tipisnya masih dapat ditekan, itu berarti kepiting masih cukup segar. Ingat! jangan pilih kepiting yang sudah berlendir dan berbau menyengat.

Sekarang kamu sudah tahu bahwa kepiting dan rajungan meskipun mirip adalah dua hewan laut yang berbeda. Keduanya memiliki bentuk juga rasa yang berbeda. Meskipun ada perbedaan kandungan gizinya tapi keduanya tetap bagus untuk dikonsumsi selama kamu tahu cara memilihnya. Jadi, kamu mau pilih makan kepiting atau rajungan?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *