Ditulis oleh - Diperbaharui 6 April 2019

Beberapa tahun terakhir, nama “kefir” memang jadi sangat populer, terutama di pasar produk kosmetik dan perawatan kulit. Sayangnya, masih belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang kefir tersebut. Bahkan, sejumlah orang belum bisa membedakan antara kefir dan yoghurt. Yang mereka ketahui, keduanya adalah produk fermentasi yang mengandung bakteri baik saja.

Apakah Anda juga termasuk salah seorang yang belum bisa membedakan antara kefir dan yoghurt? Jika ya, Bacaterus akan mengajak Anda mengenal perbedaan antara kefir dan yoghurt, dua produk fermentasi susu yang sering dikira sama tapi ternyata berbeda.

Apa Itu Kefir dan Yoghurt?

Apa Itu Kefir dan Yoghurt

* sumber: www.festfoods.com

Baik kefir dan yoghurt sama-sama merupakan produk fermentasi susu. Hanya saja, jika yoghurt biasa diolah dari susu sapi, kefir justru lebih sering terbuat dari susu kambing meskipun ada juga kefir yang terbuat dari susu sapi. Di samping itu, terkadang pembuatan kefir tidak murni menggunakan air, tapi ada sedikit campuran santan di dalamnya.

Kefir sudah dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat di Pegunungan Kaukasus Utara, Rusia, sejak 1.400 tahun yang lalu. Usut punya usut, biji kefir pertama di Rusia berasal dari pemberian Nabi Muhammad dan sampai saat ini tetap diwariskan secara turun temurun.

Sementara yoghurt usianya lebih tua dibanding kefir. Yoghurt sudah diproduksi sejak abad ke-3 SM. Asal usulnya pun cukup unik, diduga makanan ini berasal dari susu yang tidak sengaja terfermentasi oleh bakteri yang hidup di tas kulit kambing.

Nah, setelah mengetahui penjelasan singkat mengenai perbedaan kefir dan yoghurt, kini mari kenali keduanya secara lebih dalam.

Rasa dan Tekstur

Kefir

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Saat ini, Anda bisa dengan mudah menemukan minuman yoghurt cair yang dijual di pasaran. Namun, tekstur asli dari yoghurt yang sebenarnya cukup kental. Sebaliknya, kefir justru memiliki tekstur yang lebih cair ketimbang yoghurt. Namun, ada juga kefir yang bentuknya nampak seperti gumpalan kecil, yakni kefir yang belum diolah menjadi cair. Baik kefir maupun yoghurt sama-sama bisa dikonsumsi, lho.

Berbicara soal tekstur rasanya kurang lengkap jika kita tidak membicarakan rasanya. Yoghurt menawarkan rasa yang asam. Akan tetapi, sudah banyak yoghurt yang dijual dengan tambahan rasa-rasa buah. Bahkan, ada juga yoghurt kemasan yang ditambahkan topping buah dan madu.

Kefir juga memiliki rasa yang asam. Hanya saja rasa asam pada kefir cenderung lebih kuat dibanding yoghurt. Keasaman dari kefir ini disebabkan karena kandungan probiotik di dalam kefir lebih banyak dari yoghurt.

Tak hanya itu saja, jika Anda mencermati lebih dalam rasa kefir, Anda akan menemukan ada sedikit rasa alkohol di dalamnya. Tapi Anda tak perlu khawatir karena kefir sama sekali tidak mengandung alkohol. Rasa alkohol yang dihasilkan oleh kefir ini berasal dari campuran ragi saat membuat kefir.

Kandungan Gizi dan Probiotik

Kandungan Gizi dan Probiotik

* sumber: www.yogurtinnutrition.com

Sebagai produk fermentasi susu, baik kefir maupun yoghurt sama-sama mengandung bakteri baik alias probiotik. Namun, kandungan probiotik dan protein di dalam kefir jauh lebih banyak daripada yoghurt. Tak tanggung-tanggung, kandungan probiotik di dalam kefir diklaim berjumlah tiga kali lebih banyak dibanding yoghurt. Semakin banyak kandung probiotiknya, tentu akan semakin baik untuk pencernaan.

Yoghurt juga memiliki kandungan probiotik. Hanya jumlahnya tidak sebanyak yoghurt. Meskipun demikian, Anda tetap diperkenankan untuk mengkonsumsi yoghurt jika kurang cocok dengan rasa yang ditawarkan kefir.

Cara Pembuatan

Cara Pembuatan

* sumber: www.mountainfeed.com

Yoghurt bisa dibuat dari berbagai jenis susu, mulai dari susu kedelai, susu sapi, sampai dengan susu kambing. Namun, jenis susu yang paling umum digunakan untuk membuat yoghurt adalah susu sapi. Sementara bakteri yang terdapat di dalam yoghurt adalah streptococcus salivarius subsp. thermophilus dan lactobacillus delbrueckii subsp. Bulgaricus. Pembuatan yoghurt dimulai dari fermentasi pada suhu panas.

Sementara kefir bisa dibuat dari susu sapi atau susu kambing. Akan tetapi, jenis susu yang lebih sering dipakai dalam pembuatan kefir adalah susu kambing. Kandungan bakteri baik di dalam kefir juga lebih banyak. Pasalnya, proses fermentasi kefir mengandalkan suhu kamar sehingga jumlah bakteri yang hidup juga lebih banyak.

Adapun bakteri yang terkandung di dalam kefir antara lain adalah actobacillus acidophillus, l bulgaricus, l lactis, bifidobacterium longum, acetobacter aceti, leuconostoc mesenteroides dan s cerevisiae. Selain itu, kefir juga mengandung ragi yang terbukti dapat menghasilkan cita rasa yang sedikit beralkohol.

Manfaat

Apple Nutty Kefir Shake

* sumber: www.culturedfoodlife.com

Ketika kita membicarakan soal manfaat kefir dan yoghurt, keduanya sama-sama memiliki manfaat tersendiri untuk kesehatan dan kecantikan. Persamaan dari kedua produk fermentasi tersebut ialah sama-sama baik untuk sistem pencernaan.

Nah, berikut adalah manfaat yang ditawarkan oleh kefir:

  • Mencegah Kanker

Konsumsi kefir sangat baik untuk menurunkan risiko penyakit kanker. Journal of Dairy Science menjelaskan bahwa minuman fermentasi seperti kefir dapat membasmi tumor atau kanker. Proses ini juga sudah diuji coba pada tikus. Tak tanggung-tanggung, konsumsi kefir digadang-gadang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Detoksifikasi Racun

Pernahkah Anda memiliki alergi setelah makan kacang? Perlu Anda ketahui bahwa kacang mengandung zat aflatoksin yang memicu alergi. Sementara kefir justru memiliki kemampuan untuk melawan zat aflatoksin tersebut.

  • Mengatasi Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah alergi susu. Orang-orang yang memiliki inteloransi laktosa ini akan mendapatkan gejala alergi setelah mengkonsumsi produk susu. Meskipun kefir berasal dari susu, tapi kefir mampu mengurangi gejala-gejala yang kerap kali dialami oleh orang yang alergi susu, seperti sakit perut, diare, dan perut kembung.

Bagi Anda yang lebih sering mengkonsumsi yoghurt dibanding kefir, ketahuilah jika yoghurt juga menawarkan sejumlah manfaat, seperti:

  • Menurunkan Hipertensi

Hipertensi alias tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Jika tidak segera mencari cara untuk menurunkan tekanan darah, hipertensi dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Konsumsi yoghurt setiap hari dapat menurunkan tekanan darah hingga 50% dibanding orang-orang yang tidak mengkonsumsi yoghurt. Perlu Anda ketahui bahwa yoghurt mengandung kalium, zat yang dapat menurunkan kadar natrium dalam darah.

  • Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Mengingat yoghurt adalah makanan yang terbuat dari susu, tentu saja kandungan Vitamin D di dalam yoghurt sangat tinggi. Oleh karena itu, yoghurt termasuk salah satu makanan yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan tulang. Kefir juga menawarkan manfaat yang sama, lho.

  • Mengganti Energi Setelah Berolahraga

Setelah berolahraga biasanya perut akan terasa lapar. Kondisi tersebut adalah hal yang wajar karena energi Anda terpakai ketika berolahraga. Untuk menggantikan energi yang hilang setelah berolahraga, konsumsi saja yoghurt. Kombinasi antara protein dan karbohidrat pada yoghurt bisa membuat Anda merasa lebih kenyang dan bersemangat.

Sudah tahu perbedaan antara kefir dan yoghurt, bukan? Keduanya sama-sama bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Selain itu, baik yoghurt maupun kefir sama-sama bisa dijadikan menu diet yang sehat. Jika Anda ingin membeli yoghurt dengan rasa tawar, silakan kunjungi artikel yogurt plain yang enak ini.