Bacaterus / Binatang / 8 Perbedaan Katak dengan Kodok yang Penting untuk Diketahui

8 Perbedaan Katak dengan Kodok yang Penting untuk Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Januari 2020

Bagi sebagian orang katak dan kodok mungkin dianggap sebagai mahluk amfibi yang sama. Penampilan mereka yang tampak serupa membuat kita mengganggap bahwa keduanya adalah hewan yang sama. Hewan ini mungkin tidak menarik untuk kita perhatikan, tetapi sesungguhnya kedua hewan ini memiliki peran penting dalam ekosistem kita. Mari kita cari tahu apa perbedaan dan peran keduanya.

Katak dan Kodok dari Segi Budaya

Katak dan Kodok dari Segi Budaya

* sumber: www.aquablog.ca

Kodok  telah lama sering dianggap sebagai binatang yang membawa pertanda buruk atau memiliki  keterkaitan dengan dunia roh. Hal itu mungkin dikaitkan dengan kemampuan kodok yang dapat hidup di darat juga di air. Di abad pertengahan di Eropa kodok biasa dikaitkan dengan iblis, di beberapa daerah jika ditemukan kodok di dalam rumahnya,  itu menandakan keberadaan seorang penyihir.

Sedangkan figur katak lebih menonjol dalam cerita rakyat, dongeng dan budaya populer lainnya. Katak sering digambarkan sebagai mahluk yang jelek, jinak, dan canggung, tetapi memiliki bakat yang tersembunyi. Seperti dalam cerita pangeran katak yang berubah menjadi pangeran tampan, atau juga seperti tokoh Kermit the Frog yang digambarkan sebagai tokoh yang disiplin, teliti dan flamboyan.

Pada zaman kuno di Peru, orang-orang Moche mereka adalah penyembah binatang dan katak sering digambarkan dalam karya seni mereka. Sedangkan di Panama  di satu daerah ada legenda yang mengatakan bahwa nasib baik akan menghampiri siapapun yang dapat melihat katak emas Panama. Jika salah satu katak itu mati maka kan berubah menjadi jimat emas yang dikenal dengan nama huaca.

Peran Kodok Dan Katak untuk Lingkungan

Peran Kodok Dan Katak untuk Lingkungan

* sumber: australianmuseum.net.au

Walaupun rupanya membuat orang merasa jijik, katak dan kodok memiliki manfaat yang penting dalam kehidupan kita. Seperti kita ketahui bahwa katak atau pun kodok merupakan binatang pemakan serangga. Hal itu memberikan potensi bagi katak dan kodok untuk menjadi predator yang akan memangsa para serangga yang merugikan para petani.

Katak dan kodok memiliki fungsi yang penting dalam mengendalikan ekosistem sebagai pengendali hama, sehingga para petani tak perlu menggunakan pestisida. Selain itu ada juga jenis katak yang menandakan kalau alam kita itu bersih dan tidak tercemar, contohnya adalah bangkong tuli atau Limnonectes kuhlii yang bisa kita temukan di sela-sela batu atau sungai yang tidak tercemar.

Perbedaan Katak dan Kodok

Buat kamu yang masih bingung membedakan antara katak dan kodok, berikut adalah beberapa poin yang bisa dipakai untuk membandingkan keduanya:

1. Habitat Kodok dan Katak

Habitat Kodok dan Katak

* sumber: www.nps.gov

Kodok adalah binatang berdarah dingin atau disebut juga Exothermic yaitu hewan yang suhu tubuhnya tergantung pada suhu lingkungannya. Kodok akan berhibernasi selama musim dingin. Kodok dewasa pada umumnya hidup di darat, tetapi perlu juga hidup di air selama beberapa waktu. Biasanya kodok akan kita temukan  berada di kebun, hutan, atau di ladang.

Walaupun keduanya adalah hewan yang berdarah dingin, katak lebih senang tinggal dekat area yang memiliki banyak air. Mereka biasanya kita temukan di kolam, danau atau di sungai. Kenapa mereka senang tinggal di dekat sumber air? Hal itu dikarenakan mereka bertelur di dalam air.

2. Badan Kodok dan Katak

Badan Kodok dan Katak

* sumber: www.reference.com

Untuk ukuran badan kodok pada umumnya memiliki tubuh yang besar dan memiliki kulit yang kering, tebal dan tampak kasar karena pada tubuhnya tampak bintil-bintil. Berbeda dengan kodok, tubuh katak biasanya langsing, dan memiliki kulit yang basah atau lembab, bahkan berlendir, tapi katak memiliki permukaan kulit yang halus

Kepala kodok bentuknya agak bundar dan tumpul, sedangkan katak bentuk kepalanya lebih lancip dan agak segitiga. Kodok memiliki warna yang sama dengan bumi, biasanya punggungnya berwarna abu kehitaman sedangkan sisi perutnya berwarna abu-abu kekuningan. Kodok juga dapat mengubah warna tubuhnya untuk berkamuflase agar sesuai dengan warna lingkungan sekitarnya.

Beberapa katak memiliki kulit yang beracun. Katak dari Amerika selatan adalah katak yang sangat beracun, satu tetes dari dari lendirnya dapat membunuh manusia dewasa. Katak yang beracun biasanya memiliki warna yang terang untuk memberi peringatan kepada para predator kalau mereka beracun.

3. Kaki Kodok dan Katak

Kaki Kodok dan Katak

Kodok memiliki kaki yang relatif lebih pendek, mereka tidak dapat melompat dengan jauh. Sebaliknya dengan katak, mereka memiliki kaki yang lebih panjang, sehingga mereka dapat melompat lebih jauh. Beberapa jenis katak juga merupakan perenang yang ulung dikarenakan mereka memiliki selaput pada kaki belakangnya.

4. Mata Kodok dan Katak

Mata Kodok dan Katak

* sumber: www.mediastorehouse.com

Jika kita melihat lebih dekat kodok dan katak sesungguhnya memiliki bentuk mata yang berbeda. Mata kodok bentuknya terlihat seperti bola sepak dan mata mereka tidak menonjol keluar. Pada mata kodok terdapat kelenjar di belakang mata mereka yang memproduksi racun, yang akan di keluarkan saat terancam. Sedangkan mata katak bentuknya bulat dan menonjol keluar, tidak ada kelenjar racunnya.

5. Lidah Kodok dan Katak

Lidah Kodok dan Katak

* sumber: untamedscience.com

Lidah kodok dan katak, keduanya mempunyai lidah yang panjang dan lengket dalam menangkap mangsanya seperti serangga. Katak biasanya mempunyai lidah yang jauh lebih panjang dibandingkan kodok. Terkadang katak luput dalam menangkap mangsanya yang jauh. Lidah kodok yang pendek membuatnya harus memburu dari jarak dekat sehingga jarang luput saat menangkap mangsanya.

6. Telur Kodok dan Katak

Telur Kodok dan Katak

* sumber: www.flickr.com

Kodok maupun katak keduanya menelurkan telurnya di dalam air. Tetapi Katak menelurkan telurnya dalam bentuk cluster atau tampak seperti berkerumun dan biasanya terdapat di permukaan air. Sedangkan kodok menelurkan telurnya dalam bentuk rantai yang panjang, dan biasanya akan menempel pada rerumputan atau daun di dekat air.

Telur kodok ataupun katak biasanya memerlukan waktu 7 hingga 10 hari sebelum telurnya menetas. Tetapi telur katak biasanya menetas lebih dulu dibandingkan dengan kodok. Katak bisanya mencari tempat yang tidak terdapat ikan untuk telurnya, sedangkan kodok tidak. Telur kodok  jarang dimakan predator karena ada aroma racun yang disemprotkan kodok ke seluruh telurnya.

Aroma racun yang disemprotkan kodok ke telurnya membuatnya aman dari predator sehingga kodok tidak menjaga telurnya. Berbeda dengan katak, mereka harus berjibaku menjaga telurnya agar tidak dimakan predator. Tugas menjaga telur ini biasanya dilakukan oleh katak jantan.

7. Gigi Kodok dan Katak

Gigi Kodok dan Katak

Katak memiliki gigi yang terdapat di rahang atasnya, sedangkan kodok sama sekali tidak memiliki gigi. Katak menggunakan giginya untuk mencegah mangsa yang telah ditangkap tidak lepas dari mulutnya. Katak maupun kodok ketika makan, keduanya tidak pernah mengunyah makanannya. Mereka akan  memakan mangsanya secara utuh.

8. Kebiasaan Kodok dan Katak

Kebiasaan Kodok dan katak

* sumber: naturebackin.com

Kodok memiliki kebiasaan menghabiskan waktunya bersembunyi di sarangnya, di bawah dedaunan atau juga di bawah akar. Mereka akan keluar di saat hari mulai gelap untuk mulai berburu. Hewan ini dikenal sebagai mahluk nocturnal atau mahluk malam. Mereka aktif di cuaca basah dan kembali ke sarang di saat pagi. Sedangkan katak, mereka aktif di pagi hari.

Ancaman Bagi Katak Dan Kodok

Ancaman Bagi Katak Dan Kodok

* sumber: www.michiganradio.org

Kehidupan katak dan kodok di alam liar pun mengalami ancaman akan kepunahan. Satu diantaranya adalah berkurangnya lahan basah dikarenakan hutan yang semakin berkurang. Pencemaran lingkungan yang menyebabkan terjadinya hujan yang bersifat asam yang mematikan bagi embrio dan berudu dari katak dan kodok.

Binatang amfibi rentan terhadap logam berat yang banyak terkandung dalam sampah kita. Selain itu masuknya katak impor yang kemungkinan besar tidak bebas jamur, apabila dilepas ke alam liar akan berbahaya untuk katak dan kodok asli. Katak dan kodok dari negara lain akan menjadi predator bagi jenis-jenis amfibi asli kita.

Nah sekarang kita sudah tahu apa perbedaan dari katak dan kodok. Selain itu kita juga tahu pentingnya katak dan kodok untuk kelangsungan ekosistem kita. Mulai dari sekarang kita harus mulai menjaga alam kita tetap bersih agar katak dan kodok tetap dapat menjaga keseimbangan ekosistem kita. Kalau kamu terganggu dengan keberadaan kodok, cek artikel cara mengusir kodok tanpa membunuhnya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *