bacaterus web banner retina

Yuk Ketahui 7 Perbedaan antara Jintan dan Adas Ini

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 12 Agustus 2021

Saat menyiapkan hidangan kuliner, ada berbagai macam bumbu yang bisa dipilih. Beberapa bumbu hampir sama satu sama lain atau hanya mirip. Misalnya, jintan dan adas, banyak orang yang sering salah mengenai kedua bumbu ini. Jangan sampai kamu salah memberi bumbu karena kamu tidak bisa membedakan keduanya. Mari kita lihat apa perbedaan jintan dan adas!

1. Deskripsi

Deskripsi

* sumber: www.idntimes.com

Jintan merupakan tanaman tahunan yang termasuk dalam keluarga wortel dan merupakan tanaman berbunga. Tanaman ini mempunyai daun yang berbulu dan bunga kecil yang indah. Biasanya warna bunganya kuning dan memiliki panjang sekitar 40 cm.

Tumbuhan ini termasuk dalam tumbuhan perdu tahunan, dengan batang ramping yang mempunyai diameter sekitar 8 sampai 12 cm tebalnya. Di tiap satu cabang terdapat dua sampai tiga anak cabang sehingga menyisakan tanaman dengan tampilan yang seragam.

Biasanya batangnya berwarna abu-abu atau hijau tua dengan daun panjang dan bentuk helai daunnya seperti benang. Bunga jintan berukuran kecil dan bisa berwarna putih atau merah muda. Bunga ini tumbuh berkelompok. Bijinya memiliki delapan tonjolan dengan saluran minyak.

Biji jintan mirip dengan biji jemuju karena bentuknya yang panjang dan lonjong serta berwarna kuning kecokelatan. Lalu bagaimana dengan adas?

Adas merupakan tumbuhan berbunga dari famili Apiaceae dengan aroma yang memikat. Pertama kali tumbuhan ini ditemukan di pantai negara-negara Mediterania. Biji tanaman ini memiliki warna kehijauan. Batangnya berbentuk seperti umbi dan juga bisa dimakan seperti bijinya.

Panjang daun tanaman sekitar 40 cm. Tanaman ini sangat halus dan tumbuh hingga dua setengah meter. Biji tanaman saat dikeringkan sangat aromatik dan rasanya enak juga. Jika digambarkan rasanya manis, ringan dan segar serta memiliki aroma yang bersahaja.

Ketika sudah tua, benih akan berubah warna menjadi abu-abu. Tinggi rata-rata tanaman sekitar 250 cm, membuatnya lebih tinggi dari tanaman jintan. Daunnya juga panjang dan seperti benang serta berbiji kering dengan lebar sekitar 4-10 ml.

2. Klasifikasi

Klasifikasi

* sumber: www.sehatq.com

Jintan dan adas juga memiliki klasifikasi ilmiah yang sangat berbeda. Kedua tumbuhan ini merupakan anggota kerajaan Planta dan ordo Apiales. Mereka juga termasuk keluarga yang sama, Apiaceae, meskipun adas termasuk dalam subfamili Umbelliferae.

Di sinilah keduanya berbeda. Jintan ada dalam Genus Cuminum dan spesiesnya adalah cyminum. Adas termasuk dalam genus Foeniculum dan genus vulcare.

3. Rasa

Rasa

* sumber: www.newmalaysiankitchen.com

Ketika berbicara tentang rasa bijinya, jintan memiliki kombinasi yang sangat baik dari rasa tanah, musky dan sedikit pahit dan pedas yang akan langsung terasa di lidah kita setelah beberapa saat mengonsumsinya.

Rasa biji adas bisa digambarkan sebagai hangat dan manis, mirip dengan adas manis. Rasa keduanya mengingatkan pada kayu manis. Kemiripan rasa terutama karena keduanya mengandung bahan kimia yang disebut anethole.

4. Nutrisi

Nutrisi

* sumber: juicing-for-health.com

Kedua tumbuhan tersebut juga memiliki nutrisi yang berbeda. Jintan merupakan sumber zat besi yang sangat baik dan metabolit sekunder yang ada di dalamnya adalah cuminaldehyde, cymene, dan terpenoid.

Sementara itu biji adas biasanya memberikan lebih sedikit kandungan vitamin, tetapi sangat tinggi serat makanan dan mineral. Foeniculoside I adalah metabolit sekunder yang terkandung dalam adas.

5. Manfaat untuk Kesehatan

Manfaat untuk Kesehatan

* sumber: doktersehat.com

Tahukah kamu kalau jintan bisa dipakai untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit? Selain itu, jintan juga bisa digunakan untuk membantu penyembuhan rambut rontok dan anemia. Karenanya, jintan digunakan untuk beberapa alasan termasuk pengobatan dan keperluan memasak.

Masih ada lagi manfaat dari jintan, di antaranya untuk membantu mencegah pembentukan lendir di saluran pernapasan dan masalah ketombe. Jintan juga bisa membantu meningkatkan pencernaan dan digunakan dalam banyak pengobatan oleh sebagian besar wanita Asia, seperti masker wajah.

Di negara barat dan Asia, biji jintan dikeringkan dan digunakan sebagai bahan penting dalam masakan. Selain itu juga digunakan untuk menghias hidangan. Tak hanya untuk keperluan dapur, jintan juga digunakan untuk produksi minyak dan alkohol.

Jintan digunakan dalam bentuk butiran maupun bubuk. Jintan adalah sumber zat besi yang baik dan juga mengandung banyak metabolit lain seperti cuminaldehyde, terpenoid, dan cymene di dalamnya yang juga sehat untuk dikonsumsi.

Adas merupakan bumbu rumah tangga yang sangat banyak dipakai dan digunakan untuk memasak. Selain sebagai bumbu, adas juga banyak memiliki kegunaan medis. Adas bisa membantu menyembuhkan mulas, kembung dan diare.

Manfaat lain dari adas yaitu untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu meningkatkan pencernaan dan nafsu makan. Adas juga sangat berguna untuk pasien sembelit dan menghilangkan perut kembung. Sudah sejak lama adas digunakan untuk mengobati batuk dan bronkitis.

6. Kegunaan dalam Masakan

Kegunaan dalam Masakan

Biji jintan digiling dan digunakan sebagai bumbu. Paling sering digunakan dalam makanan dari Asia Selatan, Afrika Utara, Brasil, dan Amerika Latin. Biji jintan bisa ditambahkan pada jenis keju atau roti tertentu.

Selain itu, biji jintan juga merupakan bahan dalam berbagai campuran rempah-rempah, termasuk bubuk cabai, adobos, sofrito, garam masala, bubuk kari, bahaarat dan dhana jeera. Hanya biji yang digunakan sebagai bahan yang dapat dimakan dari tanaman jintan.

Penggunaan adas dalam masakan yang jauh lebih luas. Umbi, daun, dan bijinya digunakan dalam berbagai hidangan di seluruh dunia. Bahan paling ampuh adalah bunga kecil yang ditemukan di adas liar yang bisa sangat mahal.

Setelah dipetik, bijinya bisa berubah dari cokelat atau hijau menjadi abu-abu kusam. Saat memasak, jika memungkinkan sebaiknya gunakan biji adas segar. Selain jinten, biji adas bisa disamakan dengan adas manis, meski biji adas berukuran lebih kecil.

Biasanya biji adas digunakan dalam masakan India, Afghanistan, Iran, serta Timur Tengah lainnya. Paling banyak digunakan dalam masakan Kashmiri Pandit dan Gujarati, tapi juga digunakan sebagai bahan dalam beberapa campuran, termasuk panch phoron dan lima bumbu Cina.

Biji adas juga merupakan bahan utama dalam pembuatan sosis Italia. Untuk biji adas kering bisa digunakan sebagai penyegar nafas, sering kali dijadikan bahan dalam pasta gigi, atau alat bantu pencernaan setelah makan. Biji adas juga bisa diubah menjadi permen yang disebut comfit.

Selain bijinya, bagian adas lainnya juga digunakan dalam berbagai masakan. Di India, daunnya digunakan sebagai sayuran berdaun hijau yang disajikan sendiri atau bersama sayuran lainnya. Di Syria dan Lebanon, daun-daun ini ditambahkan ke dalam telur dadar yang disebut ijjeh.

Di negara lain, daun adas merupakan bahan dalam risotto. Daun kering sering digunakan untuk meningkatkan rasa banyak telur, ikan atau hidangan lainnya, dan daun adas Florence digunakan dalam salad Italia dan Jerman.

Umbi adas merupakan sayuran renyah yang bisa dimakan mentah, direbus, ditumis, dan dipanggang. Selain itu, umbinya juga biasa digunakan sebagai bahan salad.

7. Asal, Budidaya dan Produksi

Asal, Budidaya dan Produksi

Jintan ditemukan terutama di Mediterania Timur dan India, namun berkat kemajuan teknologi di bidang pertanian sekarang ini, jintan kini dibudidayakan di banyak bagian dunia. Ilmu pengetahuan sudah membuktikan rempah ini memiliki banyak kegunaan medis jintan.

Jintan terutama ditanam dan diproduksi di India. Negara ini menghasilkan 70% pasokan dunia. Di dalam negeri, mereka juga mengkonsumsi 63% pasokan dunia, sisanya diekspor. Negara lain yang memproduksi jintan termasuk Suriah, Iran dan Turki.

Jintan merupakan tanaman tropis atau sub-tropis yang biasanya tumbuh paling baik di iklim Mediterania, atau ketika suhu berkisar antara 25 dan 30 derajat celcius. Tanaman ini sangat rentan terhadap kerusakan akibat embun beku.

Tempat yang baik untuk tumbuh kembang jintan adalah di tanah lempung dengan kadar oksigen tinggi. Selain itu, jintan juga sensitif terhadap salinitas. Jintan merupakan adalah tanaman tahan kekeringan yang hanya memerlukan sedikit air jika dibandingkan dengan tanaman lain.

Adas berasal dari negara-negara Mediterania dan sebagian besar dibudidayakan di Rumania, Rusia, Jerman, Prancis, India, dan Jepang. Adas masih tumbuh dengan baik dalam tipe iklim ini. Saat ini, adas ditanam secara luas di seluruh dunia, dengan India sebagai penghasil utama.

Produsen besar lainnya adalah Meksiko, Iran, China, dan Suriah. Adas dapat tumbuh dengan baik di daerah tertentu di Amerika Utara dan Amerika Serikat dan Kanada termasuk dalam sepuluh produsen teratas. Di Australia dan Amerika Serikat, ada jadi spesies invasif.

Dengan penjelasan di atas, kamu tak akan keliru lagi membedakan antara jintan dan adas. Meskipun keduanya mirip, ternyata kedua rempah ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup jelas. Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan mana jintan dan mana adas?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram