Bacaterus / Kesehatan / Olahraga / Inilah 5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Harus Diketahui

Inilah 5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Harus Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 September 2018

Kata “jalan” dan “lari” adalah bentuk kata kerja yang sudah pasti tidak asing bagi semua orang. Apalagi bagi mereka yang gemar atau secara rutin melakukan aktivitas kebugaran, seperti berolahraga. Berjalan dan berlari juga sudah pasti merupakan aktivitas yang hampir semua orang bisa lakukan.

Berjalan dan berlari pada dasarnya merupakan kegiatan yang memiliki gerakan sama yakni gerakan melangkahkan kaki secara bergantian untuk berpindah dari satu titik ke titik yang lain. Selain itu, jalan dan lari juga sama-sama masuk dalam olahraga cabang atletik. Meskipun memiliki kesamaan, terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya.

Dilihat dari aktivitas fisiknya, sudah bisa dibedakan antara mana orang yang sedang berjalan dan mana orang yang sedang berlari. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang perbedaan antara berjalan dan berlari. Berikut ini adalah beberapa perbedaan anatara berjalan dan berlari.

5 Perbedaan Jalan dan Lari

1. Posisi Kaki

Posisi Kaki Bersentuhan dengan Tanah

* sumber: healthfacts.ng

Mengindentifikasi perbedaan jalan dan lari yang pertama adalah posisi di mana kaki melakukan kontak dengan tanah. Banyak yang tidak menyadari akan perbedaan ini. Namun sadar atau tidak, pasti hal ini terjadi ketika sedang melakukan aktivitas berjalan atau berlari.

Ketika berjalan, kaki akan selalu kontak dengan tanah, pasti ada saat di mana salah satu kaki bertumpu pada tanah dan yang lainnya tidak bertumpu, atau saat di mana kedua kaki menyentuh dan menapak pada tanah secara bersamaan.

Sedangkan ketika berlari, ada saat di mana salah satu kaki menapak pada tanah dan ada saat di mana kedua kaki tidak melakukan kontak dengan tanah, tidak menyentuh tanah sama sekali—melayang. Selain itu, saat berlari sangat jarang terjadi kedua kaki secara bersaman menapak pada tanah.

2. Tumpuan Kekuatan

Tumpuan Kekuatan

* sumber: www.hipwee.com

Ketika berjalan dan berlari ada beberapa anggota tubuh yang membantu pergerakan sehingga membuat aktivitas keduannya menjadi lebih maksimal. Pada saat berjalan, gerak tangan dan gerak anggota tubuh lainnya juga membantu memaksimalkan proses berjalan, namun tumpuan kekutan pada saat berjalan terletak pada langkah kaki sebagai gerak utama.

Berbeda dengan berjalan, berlari memiliki beberapa titik tumpuan, yakni pada gerak tangan yang membantu mendorong badan dan tekukan lutut melalui otot quadriceps yang memberikan kekuatan pada saat berlari ketika kaki bersentuhan dengan tanah. Jadi, tumpuan utama pada saat berlari tidak hanya bersumber dari kaki melainkan juga dari anggota tubuh yang lain.

3. Berdasarkan Jenisnya

Jenis-jenis

* sumber: www.viva.co.id

Berjalan dan berlari memiliki jenis-jenis yang berbeda, ada yang diperlombakan dan ada juga yang tidak diperlombakan. Berikut ini adalah jenis-jenis dari berjalan dan berlari.

Jenis-Jenis Lari

  • Sprint (Lari Jarak Pendek)

Sprint adalah jenis lari cepat yang diperlombakan dengan jarak pendek, yakni 100 meter, 200 meter, hingga 400 meter. Karena Sprint merupakan lari jarak pendek, jadi pelari dituntut untuk lari secepat mungkin untuk bisa lebih dulu sampai di garis finish.

  • Lari Jarak Menengah

Lari jarak menengah adalah jenis lari cepat yang diperlombakan, ditempuh dengan jarak yang tidak dekat dan juga tidak terlalu jauh, jarak tempuhnya antara 800 meter hingga 1500 meter.

  • Marathon (Lari Jarak Jauh)

Marathon adalah jenis lari yang bisa cepat dan bisa tidak dengan jarak tempuh yang jauh, jarak yang paling dekat adalah 3 kilometer dan yang paling jauh bisa mencapai lebih dari 10 kilometer.

  • Estafet (Lari Sambung)

Estafet adalah lari cepat yang diperlombakan, dilakukan oleh beberapa orang dalam sebuah regu secara bergantian. Pergantian pelari ditandai dengan penyerahan sebuah tongkat dari pelari satu ke pelari yang lainnya, hingga tongkat tersebut melewati garis finish. Penyerahan tongkat hanya boleh dilakukan di dalam zona lari yang sudah ditentukan.

  • Jogging (Lari Santai)

Jogging adalah bentuk berlari dengan cara yang santai. Jogging lebih lambat dari berlari biasa namun lebih cepat dari berjalan. Jogging bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

Jenis-Jenis Jalan

  • Jalan Cepat

Jalan cepat adalah jenis jalan yang diperlombakan. Sesuai dengan namanya, jalan cepat adalah proses berjalan yang dilakukan dengan capat namun tidak boleh lari. Jadi, kedua kaki tidak diperbolehkan melayang, salah satu kaki harus tetap menapak pada tanah ketika berjalan cepat.

  • Jalan Santai

Jalan santai adalah jalan yang biasa dilakukan ketika berjalan, tidak tergesa-gesa, santai, semua tumpuan kekuatan dan titik utama gerakan berpusat pada bagian kaki.

4. Berdasarkan Manfaatnya

Berdasarkan Manfaat untuk Tubuh

* sumber: www.merdeka.com

Berjalan dan berlari memiliki maanfaat, fungsi, dan kegunaan bagi tubuh. Namun, ada beberapa perbedaan maanfaat yang didapatkan ketika berlari dan berjalan. Berikut akan kami paparkan perbedaan manfaat dari keduanya:

  • Manfaat Berjalan

Berjalan memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Jika dilakukan secara rutin, berjalan dapat membantu memperbaiki suasana hati, melancarkan peredaran darah, membantu mengatasi depresi atau stress karena otot, otak, dan tubuh diajak untuk bergerak dan bekerja.

Sering berjalan juga dapat mencegah terjadinya obesitas. Jadi, berjalan dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat, membuat suasana hati menjadi baik, dan membuat bahagia.

  • Manfaat Berlari

Berlari adalah sebuah kegiatan yang memberikan banyak sekali maanfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan baik, benar, dan rutin. Berlari dapat menyehatkan jantung, pembuluh darah, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, dan meningkatkan kapasitas paru-paru.

Berlari juga dapat menguatkan tulang dan persendian. Selain itu, berlari merupakan salah satu olahraga yang dapat membantu menurunkan berat badan karena dapat membakar kalori secara cepat. Sering melakukan kegiatan berlari dapat memaksimalkan kualitas tidur menjadi lebih baik—tidur menjadi nyenyak—dan dapat melatih kecepatan berpikir.

5. Cedera

Cedera

* sumber: www.runsociety.id

 

Cedera adalah suatu kondisi terjadinya kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang diakibatkan oleh suatu paksaan atau tekanan fisik maupun akibat zat kimiawi. Aktivitas berjalan merupakan kegiatan yang tergolong aman, dan sangat kecil kemungkinan akan terjadinya cedera.

Lain ceritanya dengan berjalan, berlari adalah kegiatan yang dapat menyebabkan cedera. Ada beberapa cedera yang bisa diakibatkan dari berlari, di antaranya:

  • Cedera lutut (Runner’s Knee)

Pada berlari, cedera lutut terjadi karena adanya pergeseran tulang akibat Cartilage—jaringan tulang muda pada bagian lutut—yang tidak kuat menahan beban atau kehilangan kekuatannya. Pergeseran ini dapat menyebabkan nyeri pada bagian lutut.

  • Nyeri Telapak Kaki (Plantar Fasciitis)

Seringnya berlari pada permukaan tanah yang tidak rata menyebabkan permukaan kaki mengalami tekanan secara tidak merata, hal inilah yang menyebabkan telapak kaki mengalami nyeri.

  • Cedera Tendon (Achilles Tendinitis)

Cedera tendon—otot penghubung pada kaki bagian belakang—terjadi karena adanya kegiatan penarikan secara berulang yang biasanya dilakukan pada saat lari jarak jauh. Kegiatan berulang ini mengakibatkan tendon mengalami luka/cedera.

  • Cedera Tulang Kering (Shin Splint)

Cedera tulang kering terjadi karena adanya tekanan pada tulang kering (Tibia) secara berlebihan. Shin Splint ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada bagian bawah lutut, baik depan maupun belakang. Cedera ini terjadi akibat kegiatan lari terlalu lama atau berlari dengan jarak jauh.

  • Cedera Blister

Blister adalah cedera yang terjadi pada bagian permukaan kulit. Cedera ini diakibatkan oleh pergesekan permukaan kulit sepatu dengan kulit kaki sehingga menyebabkan kulit kaki melepuh atau menggelembung berisi cairan.

Untuk menghindari terjadinya cedera, atau hal-hal lain yang tidak diinginkan, ada baiknya sebelum melakukan aktivitas berlari hendaknya melakukan pemanasan. Sedangkan untuk berjalan, hendaknya tetap fokus agar tidak tersandung oleh batu, lubang dan yang lainnya. Gunakan sepatu dan outfit yang nyaman ketika berlari ataupun berjalan.

Demikianlah perbedaan dari kegiatan berjalan dan berlari dari Bacaterus. Oh iya, jika Anda ingin melakukan olahraga lari tapi nafas tidak beraturan, cari tahu caranya di artikel Cara Mengatur Nafas ini. punya saran mengenai perbedaan berjalan dan berlari lainnya? Ayo bagikan di kolom komentar. Selamat berolahraga!

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Nona manis dari tanah Maluku, berdarah Jawa yang saat ini bernaung dan berlindung di tanah Sunda.

Leave A Comment