Bacaterus / Ikan Tuna / Cermati 6 Perbedaan Ikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang

Cermati 6 Perbedaan Ikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Serupa tapi tak sama, itulah kalimat yang menggambarkan perbedaan antara ikan tuna, tongkol, dan cakalang. Ketiga jenis ikan ini tentu sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Apalagi tongkol dan cakalang memang bisa diolah menjadi beragam hidangan khas nusantara.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan antara ikan tuna, tongkol, dan cakalang. Kalau kamu termasuk salah satu orang yang belum memahami perbedaan ketiga jenis ikan tersebut, Bacaterus akan mengajakmu mengenal perbedaan dari ketiganya. Yuk, kenali perbedaan tuna, tongkol, dan cakalang lewat tulisan ini.

1. Tampilan

Tongkol, Tuna, Cakalang

Ikan Tongkol, Ikan Tuna, dan Ikan Cakalang

Perbedaan pertama yang terlihat dari ikan tuna, tongkol, dan cakalang sudah pasti tampilannya. Walaupun jika dilihat sekilas tampilan ketiganya memang sama persis, tetapi jika kamu amati lebih dalam lagi ternyata tampilannya memang benar-benar berbeda.

Tuna memiliki warna perak di sekujur tubuhnya di garis hitam di bagian atas tubuhnya. Walaupun bagian luarnya berwarna perak, tapi daging ikan tuna ini berwarna pink, lho.

Cakalang juga memiliki penampilan yang cukup berbeda dari tuna. Walaupun bentuk tubuhnya sama, kulit ikan cakalang cenderung berwarna perak yang lebih gelap. Di bagian tubuhnya juga terdapat garis-garis hitam yang membentang. Sementara untuk ikan tongkol warnanya biru gelap metalik. Ada garis-garis hitam seperti ikan cakalang tapi tampilannya tidak terlalu terlihat jelas.

Intinya, wajar jika orang awam tidak bisa membedakan tongkol, tuna, dan cakalang hanya dari tampilan warnanya saja. Pasalnya, ketiga jenis ikan ini memiliki tampilan yang nyaris sama.

2. Ukuran

Ikan Tuna

Ikan Tuna

Baik ikan tuna, cakalang, dan tongkol adalah sama-sama jenis ikan dari familia scombridae. Ketiganya termasuk jenis ikan tanpa sisik dengan warna yang mengilat. Namun, perbedaan juga terdapat pada segi ukuran, di mana tuna lah yang memiliki ukuran terbesar di antara ketiganya.

Ikan tuna dewasa bobotnya berkisar antara 35 – 350 kilogram. Bahkan, bayi ikan tuna saja beratnya mencapai 5 kilogram, lho. Bobot bayi ikan tuna hampir sama dengan bobot ikan tongkol dan cakalang dewasa.

Ikan tongkol memiliki ukuran paling kecil. Panjang ikan tongkol dewasa hanya sekitar 60 sentimeter saja. Nah, cakalang sendiri merupakan ikan dengan ukuran menengah karena bobotnya lebih besar sedikit dibanding ikan tongkol. Karena bobot yang hampir sama inilah, masyarakat sering menjuluki cakalang sebagai ikan tongkol putih.

3. Tekstur Daging dan Rasa

Tuna Sashimi

* sumber: daikoku.gofoodpng.biz

Ada harga, ada rasa. Mungkin itulah yang bisa mendeskripsikan salah satu perbedaan ikan tuna, tongkol, dan cakalang. Sebagian orang mengatakan bahwa ketiga jenis ikan ini memiliki tekstur daging dan rasa yang mirip. Namun, jika sudah terbiasa menyantap ketiganya, Anda pasti akan menemukan perbedaan pada daging dan rasanya.

Dari ketiga jenis ikan, tuna lah yang memiliki daging paling halus, lembut, dan enak. Sementara di urutan kedua ada cakalang yang dagingnya tidak bisa dibilang halus, tapi juga tidak dapat dikatakan kasar. Tongkol sendiri diklaim sebagai ikan dengan daging yang paling kasar. Bahkan, terkadang daging ikan tongkol ini akan terasa sedikit gatal jika dimakan oleh orang dengan tenggorokan yang sensitif.

4. Harga

Ikan Tongkol

* sumber: vibizmedia.com

Perbedaan bukan hanya terfokus pada penampilan dan cita rasa saja. Kamu juga bisa membedakan ikan tuna, tongkol, dan cakalang dari harganya, lho. Mengingat tuna adalah jenis ikan yang sangat populer di berbagai negara, sudah pasti ikan tuna dihargai dengan nilai yang lebih tinggi dibanding dua ikan lainnya.

Tuna blue fin adalah jenis yang paling disukai. Bahkan, masyarakat Jepang sangat menyukai jenis ikan tuna yang satu ini. Harga tuna blue fin berkisar 350 ribu rupiah per kilogram. Untuk ikan tuna biasa per kilogramnya dijual seharga 55 ribu rupiah. Sedangkan fillet yang dijual supermarket harganya bervariasi, sekitar 20 – 80 ribu rupiah per potong.

Untuk ikan cakalang harga per kilogramnya lebih murah sedikit dari ikan tuna biasa, yakni 40 ribu rupiah per kilogram. Cakalang fufu atau ikan cakalang yang diasap harganya lebih mahal, yakni bisa 75 ribu rupiah per kilogram.

Seperti yang bisa kamu tebak, tongkol dibanderol dengan harga yang paling murah, yaitu 24 ribu rupiah saja per kilogram. Oleh karena itu, dari ketiga jenis ikan ini, ikan tongkol lah yang harganya paling terjangkau.

Harga ini bisa berubah-ubah sesuai harga pasar dan daerah tempatmu membeli ikan. Namun, perkiraan harga ini sudah cukup memberi kita gambaran bahwa ikan tuna lah yang harganya paling mahal dan ikan tongkol yang harganya paling murah.

5. Pengolahan

Cakalang Fufu

* sumber: www.kulineraslimanado.com

Baik ikan tuna, cakalang, maupun, tongkol bisa diolah menjadi berbagai hidangan, lho. Namun, tongkol dan cakalang lah yang paling sering diolah menjadi makanan khas nusantara. Pasalnya, ikan ini memang lebih mudah diperoleh di Indonesia dan harganya pun marah.

Sebagai contoh, tongkol bisa diolah menjadi pepes, semur, gulai, dan pampis. Tongkol yang biasa dipepes adalah tongkol berukuran kecil yang tampilannya menyerupai ikan pindang. Sementara untuk cakalang, hidangan olahan cakalang yang paling terkenal adalah cakalang fufu, ikan yang diasapi sampai matang. Kemudian, ada juga hidangan mie cakalang dari Manado yang sangat terkenal.

Nah, berbicara soal tuna, kamu yang  gemar menyantap sashimi pasti tahu jika ikan tuna adalah ikan yang paling sering diolah menjadi sashimi bersama ikan salmon. Tuna blue fin lah yang biasa dijadikan sashimi di Jepang.

Ikan tuna juga sangat fleksibel untuk dijadikan topping pasta dan pizza. Bahkan, kamu juga bisa membuat hidangan khas nusantara dari ikan tuna, contohnya adalah nasi bakar.

6. Kandungan Nutrisi

Tuna Fillet

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Apakah hanya ikan tuna yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3? Tentu saja tidak. Cakalang dan tongkol juga mengandung asam lemak omega-3, lho. Jadi, meskipun kamu tidak menyantap ikan tuna, kamu bisa menggantinya dengan ikan tongkol atau cakalang.

Tak hanya asam lemak omega-3 saja, ketiga ikan ini turut mengandung Vitamin B6, B12, selenium, magnesium, kalium, tiamin, tembaga, zat besi, Vitamin A, dan sejumlah nutrisi lainnya. Jadi, konsumsi ikan-ikan ini sangat baik untuk kesehatanmu.

Tidak ada perbedaan signifikan dari kandungan nutrisi tuna, cakalang, dan tongkol. Kamu bisa menyantap makanan olahan ikan-ikan ini sebanyak apapun. Kamu akan memperoleh nutrisi yang sama ketika menyantap salah satu dari tiga jenis ikan ini.

Itulah beragam perbedaan antara ikan tuna, cakalang, dan tongkol yang wajib kamu ketahui. Kalau kamu suka jenis ikan yang mana nih? Kunjungi juga artikel perbedaan sarden dan mackerel ini untuk menambah wawasanmu, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *