Bacaterus / Ikan Nila / Awas Keliru, Kenali 7 Perbedaan Ikan Nila dan Mujair

Awas Keliru, Kenali 7 Perbedaan Ikan Nila dan Mujair

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ikan nila dan ikan mujair adalah ikan yang cukup mudah ditemukan di pasaran Indonesia dan kedua ikan ini termasuk ikan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang tak kalah enak dari ikan laut. Selain harganya yang dibilang cukup terjangkau, rasa dari ikan nila dan ikan mujair juga memang enak dan cukup banyak juga cara pengolahannya.

Tapi, apakah ada yang pernah bingung dan bahkan salah membeli ikan di antara kedua ikan ini? Kalau dilihat sekilas kedua ikan ini memang mirip, tapi kalau diteliti lebih lanjut akan terlihat cukup jelas perbedaan diantara keduanya.

Nah, kali ini Bacaterus akan coba mengulas beberapa perbedaan antara ikan nila dan ikan mujair supaya kamu tidak salah pilih lagi ketika akan membeli diantara kedua ikan ini.

Seperti sudah disebutkan diatas, memang sekilas ikan ini terlihat mirip, apalagi bagi orang yang masih awam. Tapi kalau diteliti dan diperhatikan lebih lagi akan terlihat jelas perbedaannya. Nah, supaya kamu tidak salah membeli dan tidak terkecoh lagi, berikut ini perbedaan antara ikan nila dan ikan mujair.

1. Bentuk dan Ukuran Tubuh

Bentuk dan Ukuran Tubuh

* sumber: www.bibitikan.net

Untuk orang awam melihat bentuk dan ukuran tubuh dari kedua ikan ini mungkin terlihat serupa, tapi ternyata jelas berbeda sekali. Ikan nila memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, lebih lebar dan cenderung agak bulat. Perbandingan panjang dan tinggi ikan nila adalah 3:1, dengan ukuran ikan nila sedang panjangnya bisa mencapai sekitar 30 cm.

Sedangkan ikan mujair memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping, pipih dengan bentuk tubuh yang condong memanjang dibandingkan dengan ikan nila. Lalu perbandingan panjang dan tinggi ikan mujair adalah 2:1, dengan ukuran ikan mujair yang sedang panjangnya sedang bisa mencapai sekitar 40 cm.

2. Bentuk Kepala

Bentuk Kepala

* sumber: www.bagi-in.com

Selain bentuk tubuh tadi, bentuk kepala ikan merupakan bagian tubuh yang cukup mudah untuk dibedakan. Ikan nila memiliki bentuk kepala yang terbilang kecil meskipun memiliki tubuh yang cukup lebar. Dengan ukuran mulut yang kecil, tidak ada totol pada pipi atau wajahnya dan memiliki bentuk mata yang besar.

Sedangkan pada ikan mujair, bentuk kepalanya lebih besar dengan bentuk mulut yang lebih besar dan lebar, memiliki totol pada wajah atau pipinya dan memiliki bentuk mata yang lebih kecil.

3. Bentuk Sirip dan Ekor

Bentuk Sirip dan Ekor

* sumber: mitalom.com

Kemudian yang mudah dibedakan lagi adalah bentuk sirip dan juga ekor ikan. Ikan nila memiliki bentuk sirip punggung yang lebih panjang, tulang siripnya terlihat jelas dan juga tajam. Pada bagian sirip belakang terdapat gari-garis yang memotong tulang sirip. Kemudian pada sirip bawah, bentuknya pendek melebar. Kemudian pada bagian ekornya, ikan nila memiliki corak garis-garis yang memotong tulang ekor.

Sedangkan pada ikan mujair, sirip punggungnya lebih pendek dengan ujung sirip berwarna kemerahan. Pada sirip belakang tidak terdapat garis-garis dan pada sirip bawah lebih lonjong berwarna hitam. Kemudian pada bagian ekornya berwarna hitam dan tidak memiliki garis-garis.

4. Corak dan Warna Pada Tubuh

Corak dan Warna Pada Tubuh

* sumber: netralku66.blogspot.com

Setiap ikan tentunya memiliki corak yang berbeda, termasuk ikan nila dan ikan mujair. Di sepanjang tubuh ikan nila terdapat corak garis vertikal hingga mencapai ekornya. Dan jika ikan nila sudah dewasa warna corak garis vertikalnya akan terlihat semakin kabur. Ikan nila memiliki warna kehitaman atau keabuan dan cenderung transparan.

Sedangkan pada ikan mujair, di sepanjang tubuhnya terdapat corak bintik-bintik yang terlihat jelas. Ikan mujair berwarna hitam, hitam keabu-abuan, hitam kecoklatan atau hitam kekuning-kuningan.

5. Kebiasaan dan Penyebaran

Kebiasaan dan Penyebaran

* sumber: artikel.rumah123.com

Ikan nila dan ikan mujair sama-sama ikan yang tumbuh di air tawar. Ikan nila biasanya bisa mudah ditemukan di sungai, danau, rawa, waduk atau saluran irigasi. Bahkan ikan nila termasuk ikan yang bisa beradaptasi dalam berbagai jenis perairan, seperti air tawar, asin dan juga air payau.

Ikan nila adalah ikan yang mudah berkembang biak. Pada bulan ke 5-6 ikan nila sudah bisa mulai bereproduksi. Dan dapat bertelur sekitar 300 atau lebih setiap ekornya, tergantung dari bentuk ukuran dan kualitas induknya. Dan telur-telur yang sudah dibuahi akan dikulum di dalam rongga mulut induknya sampai menetas.

Ikan nila termasuk ikan pemakan segala atau omnivora, mulai dari plankton bahkan sampai bisa memakan berbagai tumbuhan sehingga jika tidak terkontrol, ikan ini bisa menjadi hama terutama jika ditebar ke dalam sungai atau danau.

Sedangkan ikan mujair adalah ikan air tawar yang dapat beradaptasi juga pada air yang kandungan garamnya tinggi seperti air payau. Sama halnya seperti ikan nila, ikan mujair juga termasuk ikan yang mudah berkembang biak. Ikan mujair bisa mulai bereproduksi pada usia 3 bulan dan dapat berkembang biak kembali 1,5 bulan berikutnya.

Induk ikan mujair dapat menghasilkan telur sebanyak 150 atau lebih tergantung dari kualitas indukannya. Sama seperti ikan nila, ikan mujair pun akan mengerami telur-telurnya didalam mulut hingga menetas sekitar satu minggu, namun ikan mujair akan tetap membiarkan ikan yang telah menetas itu tetap di dalam mulut induknya sampai ikan-ikan kecil disapih.

6. Harga

Harga

* sumber: www.maboormedia.web.id

Meskipun kedua ikan ini termasuk jenis ikan air tawar yang mudah ditemukan di pasaran dan termasuk ikan yang mudah untuk dibudidayakan, tentu kedua ikan ini memiliki harga yang berbeda juga.

Kedua ikan ini memiliki harga yang relatif murah dan terjangkau. Dan ternyata ikan nila yang lebih banyak disukai karena memiliki daging ikan yang lebih tebal dengan ukuran ikan yang lebih besar juga, memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan ikan mujair.

7. Kandungan Nutrisi

Kandungan Nutrisi

* sumber: www.klikdokter.com

Ikan nila dan ikan mujair termasuk sumber protein hewani yang mudah dijangkau, dan relatif murah ini sama-sama memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang tentunya dibutuhkan oleh tubuh.

Dalam ikan nila terdapat kandungan nutrisi seperti protein, kalori, karbohidrat, lemak, vitamin B12, vitamin B3, selenium, kalium, fosfor, kandungan asam lemak omega 6 yang tinggi dan asam lemak omega 3 yang lebih rendah yang tentunya baik untuk tubuh jika dikonsumsi namun dalam prosi yang cukup.

Sedangkan dalam ikan mujair terdapat kandungan nutrisi seperti kalori, protein, lemak, vitamin B3, vitamin B12, fosfor, selenium, potassium, dan asam lemak omega 3 yang baik untuk tubuh.

Itulah ulasan 7 perbedaan ikan nila dan mujair yang harus kamu ketahui supaya tidak salah memilih lagi dan semoga ulasan ini menambah wawasan kamu. Pastikan memilih ikan yang masih segar agar kandungan nutrisinya pun masih baik untuk dikonsumsi.

Kamu juga bisa membaca ulasan beberapa olahan ikan nila dan ikan mujair jika butuh inspirasi untuk mengolahnya. Dan kamu juga bisa mengetahui berbagai olahan ikan lainnya yang bisa kamu baca ulasannya di bacaterus ya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *