bacaterus web banner retina
Bacaterus / Dapur / Bahan Dapur / 6 Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah agar Tidak Tertukar

6 Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah agar Tidak Tertukar

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 24 November 2020

Gula merah dan gula aren sering kali dijadikan sebagai pemanis pengganti gula pasir. Baik gula merah maupun gula aren banyak digunakan sebagai tambahan untuk makanan dan minuman tradisional khas Indonesia. Jika dilihat sekilas, kedua gula ini tampak serupa. Biasanya gula merah dan gula aren dijual dalam bentuk silinder atau kepingan bundar berwarna cokelat gelap hingga terang.

Kebanyakan orang masih bingung membedakan gula aren dengan gula merah. Kerap kali keduanya dianggap sama. Sebenarnya, kedua gula ini memiliki karakteristik yang berbeda. Tekstur, bentuk juga rasa keduanya jika diperhatikan ternyata cukup berbeda. Kira-kira apa saja perbedaannya? Berikut adalah perbedaan gula aren dan gula merah yang dirangkum dari beragam sumber.

Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah

Secara fisik mungkin tidak terlalu terlihat perbedaan antara gula aren dan gula merah. Tapi, kalau lebih diteliti lagi, keduanya punya 6 perbedaan mendasar. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

1. Bahan Pembuat

Bahan Pembuat Gula Merah Gula Aren

* sumber: www.kompadansamandar.or.id

Umumnya orang menyebut gula merah dengan sebutan gula jawa dan berpikir kalau gula tersebut sama dengan gula aren. Sebenarnya, gula merah atau gula jawa ini merupakan gula kelapa. Jadi gula merah merupakan gula yang berasal dari getah palma atau sari pohon kelapa.

Selanjutnya getah palma atau sari pohon kelapa yang berbentuk cair tersebut dikumpulkan kemudian direbus untuk waktu yang lama sampai mengental sekali atau seperti karamel. Ketika sesudah berubah karamel kental, adonanan kemudian dimasukkan ke dalam cetakan.

Biasanya cetakan tersebut terbuat dari batok kelapa atau bisa juga dari bambu. Tunggu cairan yang berbentuk karamel tersebut sampai mengeras dan siap untuk dikonsumsi.

Seperti namanya,  gula aren itu berasal dari nira pohon enau atau aren. Biasanya orang Sunda menyebutnya dengan nama gula kawung. Tak berbeda dari gula merah, proses pembuatannya dilakukan dengan mengumpulkan nira kemudian direbus dalam waktu yang lama sampai jadi karamel yang kental.

Sesudah mengental, cairan nira tadi kemudian dicetak. Cetakan yang digunakan biasanya terbuat dari bambu, tetapi sekarang cetakannya banyak yang menggunakan cetakan besi.

2. Bentuk

Bentuk Gula Merah Gula Aren

* sumber: bisnisukm.com

Gula merah atau gula kelapa untuk bentuknya umumnya masih banyak yang mencetaknya memakai batok kelapa. Ada juga yang menggunakan cetakan yang mirip bentuk setengah batok kelapa yang ukurannya kecil. Biasanya bentuk inilah yang bisa langsung membedakan gula merah dengan gula aren.

Sementara untuk gula aren umumnya dicetak dengan bentuk seperti tabung atau berbentuk lonjong seperti bola rugby. Biasanya gula aren dijual dengan dibungkus memakai daun kelapa dan tidak susah untuk dihancurkan. Saat hancur, terdapat butiran-butiran mirip kristal dari bagian dalam gula aren.

3. Warna

Warna Gula Merah Gula Aren

* sumber: www.genpi.co

Warna merupakan hal lain yang bisa dilihat dengan jelas yang membedakan gula aren dari gula Jawa. Sekilas memang keduanya terlihat seperti sama saja, tetapi bila diperhatikan secara lebih seksama, warna kedua gula ini berbeda.  Warna gula aren cenderung lebih terang, yaitu kuning kemerahan.

Sementara gula merah memiliki warna cokelat yang agak gelap. Namun terkadang gula merah ini juga terlihat memiliki warna sedikit kemerahan. Karena warna cokelat gelapnya yang juga kemerah-merahan membuat gula ini sering disebut juga dengan gula merah selain gula jawa.

Umumnya di kehidupan sehari-hari orang-orang sering menyebut gula aren dengan sebutan gula merah atau gula jawa. Akan tetapi untuk orang yang sudah tahu mengenai jenis gula, ketika membeli gula, mereka akan terlebih dahulu menanyakan apakah gula tersebut gula merah atau gula aren.

Baca juga: Ini Dia 10 Macam Gula yang Banyak Digunakan Sehari-hari

4. Rasa

Rasa Gula Merah Gula Aren

* sumber: www.masakapahariini.com

Antara gula merah dan gula aren, untuk urusan rasa, hampir tidak ada bedanya. Kedua jenis gula ini sama-sama manis seperti halnya gula dan terasa pekat. Namun, bila lebih diperhatikan rasanya, dibandingkan gula merah, gula aren terasa lebih manis.

Selain itu, gula aren memiliki aroma yang terasa lebih kuat. Bisa dikatakan kalau gula aren rasa serta aroma terasa lebih spesial dibandingkan gula merah.

Dilihat dari konsistensinya pun, biasanya gula aren dibandingkan dengan gula merah lebih empuk juga lebih cepat lumer. Akan tetapi, kedua gula ini tetap sama-sama enak jika akan digunakan dalam masakan dan minuman apapun.

5. Kegunaan dalam Memasak

Kegunaan dalam Memasak

* sumber: www.dbdpowder.com

Dibandingkan dengan gula aren, gula merah lebih sering digunakan dalam memasak dan membuat makanan. Hal ini dikarenakan gula merah aromanya tidak terlalu kuat, maka aroma asli dari bahan makanan utama tidak akan kalah.

Rasa manis gula merah juga cenderung lebih banyak disukai. Selain itu, kekentalannya memudahkan gula ini menyatu dengan makanan. Contoh makanan yang memakai gula merah di antaranya bumbu rujak, klepon, semur, sampai bahan dasar pembuatan kecap manis.

Gula aren memiliki aroma yang lebih kuat sehingga membuat gula ini lebih sering dipakai dalam campuran minuman. Warna gula aren juga lebih pekat membuat minuman seperti es cincau, es kelapa muda, es cendol, wedang jahe, dan air kelapa, dan minuman segar lainnya jadi terlihat cantik.

6. Kandungan Nutrisi

Kandungan Nutrisi

* sumber: usemayjourney.wordpress.com

Menurut The Philippine Food and Nutrition Research Institute gula merah mempunyai indeks glikemik 35, yang berarti tergolong rendah, yaitu kurang dari 55. Indeks glikemik menggambarkan kecepatan terserapnya karbohidrat dalam gula oleh tubuh.

Bila makanan indeks glikemiknya semakin tinggi, maka karbohidrat dalam makanan yang dikonsumsi, akan semakin cepat diserap oleh tubuh yang mengakibatkan kadar gula dalam darah naik melesat. Jika ini terjadi terus-menerus, kamu berisiko terkena diabetes tipe 2.

Gula merah memiliki bebera kandungan di antaranya: zat besi, magnesium, kalium, mangan, fosfor dan vitamin C. Selain itu, gula merah memiliki kandungan fitonutrien, seperti polifenol, antosianidin dan flavonoid, dan antioksidan dalam jumlah yang kecil.

Karena Zat-zat fitonutrien tersebut gula merah bermanfaat bagi tubuh. Tubuh bisa mendapatkan beberapa manfaat, seperti tubuh jadi lebih bertenaga, meningkatkan kekebalan tubuh, dan melawan sel kanker.

Seperti gula merah, kadar indeks glikemik gula aren juga lebih rendah dibandingkan gula biasanya. Kadar indeks glikemiknya sebesar 54, lebih tinggi dibandingkan gula merah memang. Gula aren juga mengandung serat inulin yang turut berperan dalam perlambatan penyerapan glukosa oleh tubuh.

Jangan remehkan kandungan gula aren karena di dalam gula aren terkandung beragam nutrisi, seperti potasium, kalsium, antioksidan, zat besi dan zinc. Tidak hanya mengandung mineral dan senyawa nutrisi lainnya, gula aren juga mengandung serat yang dikenal sebagai inulin.

Inulin adalah serat yang memiliki fungsi untuk memperlambat penyerapan glukosa dalam tubuh serta membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Diyakini inulinlah yang membuat kadar indeks glikemik gula aren rendah sehingga gula aren bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Serat inulin hanya terdapat dalam gula aren dan tidak terdapat dalam gula biasa ini dipercayai bisa menjaga kesehatan pencernaan. Namun, kandungan kalori dan karbohidrat dalam gula aren jumlahnya hampir sama dengan gula biasanya sehingga tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi secara berlebihan.

Jenis Gula Lain yang Serupa

Mungkin kamu pernah mendengar gula lain yang penampilan luarnya mirip dengan gula merah dan gula aren. Jenis gula ini juga bisa digunakan sebagai pengganti untuk gula putih yang lebih sehat. Jenis-jenis gula tersebut antara lain:

  • Gula Palem
Gula Palem

* sumber: www.sehatq.com

Palm sugar atau gula palem adalah gula yang terbuat dari nira batang palem. Gula ini sering kali disebut dengan nama gula semut. Aromanya cukup wangi. Gula palem memiliki bentuk yang mirip dengan gula pasir, yaitu berupa butiran kecil dan warnanya kecokelatan.

Gula palem sering dipakai untuk campuran makanan manis contohnya kue tradisional ataupun kue modern. Contoh kue yang memakai gula palem adalah puding karang gula semut, bolu gula semut, donat kampung, dan masih banyak lagi.

  • Brown Sugar
Brown Sugar

* sumber: www.myrecipes.com

Tak berbeda dari palm sugar, brown sugar mirip dengan gula pasir, tetapi brown sugar dibuat dari batang tebu. Yang membedakan gula ini dari gula pasir, yaitu adanya sirup molase ketika proses pembuatannya yang menjadikan warnanya jadi lebih cokelat.

Rasa dan aroma karamel brown sugar juga sangat khas. Brown sugar juga bisa dipakai untuk pemanis minuman dan kue. Molase pada brown sugar bisa mempertahankan kelembaban sehingga jika digunakan dalam makanan yang dipanggang membuat makanan menjadi lebih lembut tapi tetap padat.

Untuk kamu yang mau masak, informasi di atas bisa membantu kamu membedakan antara gula aren dan gula merah. Meski keduanya sama-sama memiliki rasa manis, tapi gula aren dan gula merah terbuat dari bahan yang berbeda. Ayo tes kemampuanmu. Bisakah kamu mengetahui perbedaan gula aren dan gula merah?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram