Bacaterus / Teh Hijau / 10 Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Perlu Kamu Ketahui

10 Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Perlu Kamu Ketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Desember 2019

Akhir-akhir ini matcha menjadi sangat populer di kalangan anak-anak muda terutama kaum hawa. Mereka sangat menggilai matcha dalam berbagai bentuk, baik itu makanan maupun minuman. Selama berabad-abad matcha telah populer di Jepang. Sementara di belahan di dunia lain, matcha baru mulai ditemukan potensi sebenarnya untuk kesehatan dan juga khasiat kulinernya yang lezat.

Bagi orang awam, matcha tampak sama dengan teh hijau. Keduanya telah lama dikenal sebagai salah satu minuman paling sehat. Meskipun kedua minuman ini berasal dari tanaman teh yang sama, yaitu Camellia Sinensis, ternyata keduanya memiliki perbedaan dalam cara menyiapkan minuman, rasanya, dan bahkan dalam profil nutrisinya. Penasaran, apa bedanya matcha dan teh hijau? Simak ulasannya, ya.

Apa itu matcha dan teh hijau?

Apa itu matcha dan teh hijau (Copy)

Sebelum membahas perbedaan antara matcha dan teh hijau, kenali dulu apa itu matcha dan apa itu teh hijau. Keduanya berasal dari tanaman yang sama. Teh hijau adalah istilah yang sangat luas yang menggambarkan daun teh yang diproses dengan cara yang sangat spesifik, dari daun tertentu. Jika daun itu mengalami proses yang lebih banyak lagi, maka akan didapat teh Oolong, baik teh hitam atau hijau.

Matcha merupakan jenis teh hijau yang sangat spesifik. Matcha adalah teh hijau juga tapi bukan Sencha. Teh ini adalah teh Jepang, dan matcha tidak diproduksi di tempat lain atau dengan metode lain selain metode Jepang. Ini artinya daun teh di-steam bukan di-pan sear atau di-bake di oven untuk dioksidasi sehingga warna hijau pada daun bisa dipertahankan dan menghasilkan teh hijau dengan rasa yang kuat.

Perbedaan antara matcha dan teh hijau

1. Kandungan nutrisi

Kandungan Nutrisi (Copy)

Berdasarkan penelitian yang terus dilakukan kedua teh menawarkan antioksidan dan nutrisi yang semuanya memiliki peranan penting untuk kesehatan kita. Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kedua teh ini tak hanya kaya akan antioksidan dan anti-inflamasi, daun teh juga memainkan peran penting dalam pencegahan penyakit Alzheimer dan beberapa jenis kanker.

Alih-alih hanya minum air yang di dalamnya dimasukan teh hijau, ketika menikmati minuman matcha kamu mengkonsumsi air teh beserta daunnya. Alhasil, kamu akan mendapatkan nutrisi yang banyak dari bubuk teh ini, bahkan jumlah nutrisinya hingga tiga kali lipat dari secangkir teh hijau.

Jika kamu menginginkan tambahan nutrisi yang banyak, juga sensasi kafein untuk membuat kamu tetap termotivasi, maka menambahkan beberapa sendok matcha dalam rutinitas pagi akan menjadi awal yang baik.

2. Rasa & warna

Rasa & Warna (Copy)

Dua teh hijau ini memiliki perbedaan yang jelas dalam hal rasa. Bubuk teh hijau matcha berwarna hijau cerah dan teh matcha biasanya digambarkan memiliki kualitas creamy. Tidak ada aftertaste yang menyengat setelah diminum. Sebaliknya, teh hijau Sencha Jepang menghasilkan bubuk hijau berwarna gelap dengan rasa “grassy”. Rasanya lebih tajam dari matcha tapi teh hijau lebih kuat dan menyegarkan.

3. Pengolahan

Pengolahan (Copy)

Keduanya berasal dari tanaman teh Camellia Sinensis yang sama Baik. Untuk membuat teh hijau, daunnya harus dijemur hingga kering. Sesudah kering, daun-daun ini dipotong menjadi lembaran-lembaran atau dimasukkan ke dalam kantong teh. Untuk menikmati teh hijau, kamu tinggal masukkan teh hijau ke dalam air panas.

Berbeda dari teh hijau, daun matcha adalah pembuat teh yang berasal dari tanaman yang dilindungi dari sinar matahari pada bulan terakhir pertumbuhan. Pelindung ini meningkatkan produksi klorofil dan theanine, yang memiliki khasiat yang merelaksasikan dan menenangkan sistem saraf. Hanya daun bagian dalam yang digunakan untuk matcha, menjadikan matcha lebih kaya rasa dan warna yang cerah.

4. Aroma

Aroma (Copy)

Matcha yang segar memiliki aroma tumbuhan, seperti yang diharapkan dari warna hijau yang cerah. Untuk matcha kelas bawah mereka umumya memiliki rasa pahit. Sedangkan matcha yang digunakan dalam upacara memiliki rasa umami yang memuaskan, yang dilengkapi dengan warna muted smoky.

Teh hijau memiliki aroma yang lembut dengan rasa yang agak pahit. Peminum yang belum terbiasa mungkin merasa perlu menambahkan gula atau madu untuk membuat teh lebih enak.

5. Harga dan penggunaan

Harga dan Penggunaan (Copy)

Teh hijau tersedia dalam banyak campuran, varian, dan harga. Jenis teh hijau termurah adalah yang diproduksi secara massal oleh perusahaan besar seharga beberapa belasan hingga puluhan ribu saja per cangkir. Bahkan jika teh hijau itu adalah teh langka yang berkualitas tinggi, harganya tetap puluhan ribu saja per cangkir. Teh hijau merek terbaik semuanya harganya jauh lebih murah daripada matcha biasa.

Jika kamu jalan-jalan ke kedai teh atau kafe, harga minuman matcha jauh lebih mahal dibanding teh hijau biasa. Harga lebih mahal tersebut karena matcha ditanam di lokasi tertentu di Jepang, dan karena metode yang digunakan untuk menanam tehnya mahal. Namun, kamu bisa mendapatkan matcha dengan harga jauh lebih rendah, yaitu yang diproduksi di China.

Matcha memiliki berbagai varian berdasarkan warna, tingkat, dan rasa. Jenis matcha kelas atas memiliki rasa yang lebih halus. Namun ada juga varian yang terjangkau harganya. Umumnya, jenis matcha ada dua, varietas seremonial dan food grade. Untuk yang digunakan dalam makanan dan minuman, harganya lebih murah. Teh hijau terbatas penggunaannya, hanya sebagai minuman saja.

6. Kafein dan L-Theanine

Kafein dan L-Theanine (Copy)

Karena matcha ditanam di tempat teduh, teh ini memiliki kandungan kafein yang lebih banyak. Selain itu, memiliki kandungan L-Theanine lebih banyak. L-Theanine merupakan penyebab suasana meditatif yang sangat santai yang dihasilkan dari minum matcha. Matcha memberi lebih banyak energi karena jumlah kafeinnya dan membantu orang menjadi merasa lebih santai karena kandungan L-Theanine-nya.

Adapun teh hijau, kandungan kafeinnya sekitar 32 mg. Saat memilih antara matcha vs teh hijau, matcha akan membuatmu terjaga di saat kerja atau belajar.

7. Antioksidan

Antioksidan (Copy)

Salah satu perbedaan penting  antara teh hijau dan matcha adalah jumlah antioksidan, yang dikenal sebagai katekin, yang ada di setiap cangkir teh hijau. Umumnya, teh hijau Sencha Jepang kandungan antioksidannya lebih banyak. Ini merupakan hasil dari metode penanamannya.

Teh hijau berada di bawah sinar matahari langsung lebih lama yang berarti terpapar sinar matahari lebih banyak. Oleh karenanya teh hijau lebih banyak kandungan antioksidan sehatnya.

8. Tekstur

Tekstur (Copy)

Bubuk matcha memiliki tekstur seperti bubuk halus dan lembut seperti bedak yang mudah disentuh. Matcha dengan kelas lebih tinggi biasanya berwarna lebih cerah, memiliki rasa manis alami, rasa yang enak dan menyenangkan. Teh hijau memiliki tekstur seperti daun yang dihancurkan.

Baik teh hijau maupun matcha, keduanya larut dalam air. Teh hijau hanyalah air panas yang memiliki rasa sedangkan matcha dapat memiliki lapisan atas yang berbusa dengan tekstur lebih tebal.

9. Varietas

Varietas (Copy)

Teh hijau memiliki banyak varian rasa yang dimasukkan ke dalamnya supaya rasanya sedikit lebih baik dan lebih kaya. Varietas teh hijau yang paling populer adalah jeruk, lemon, atau jenis lain dari teh hijau citrus, teh hijau lavender, teh hijau mint, dan teh hijau melati. Daun teh hijau juga dapat dicampur dengan daun herbal lain untuk mendapatkan manfaatnya.

Di sisi lain, matcha, dengan sendirinya sudah memiliki rasa yang enak dan jarang dicampur dengan bahan lain untuk menambah rasa. Umumnya, sangat sulit untuk menemukan varietas matcha karena rasanya yang segar dan kuat.

10. Budaya

Budaya (Copy)

Matcha adalah jenis teh hijau yang lebih umum dikonsumsi di Jepang, sedangkan teh hijau biasa lebih banyak dikonsumsi di Cina, tempat asalnya, juga negara lain. Dalam budaya Jepang dan Cina, minuman teh panas ini dikonsumsi sebelum atau setelah makan untuk membantu merangsang sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

Perkembangan teh hijau sangat berbeda menurut budaya, negara, dan kebiasaan lokal. Namun, tahapan utama pembuatan teh hijau selalu sama, yaitu  dipanggang, digulung, lalu dikeringkan.

Matcha juga digunakan untuk upacara teh tradisional di Jepang. Bubuk matcha kualitas seremonial adalah jenis matcha yang digunakan dalam ritual, yang digunakan khusus untuk diminum. Kualitas matcha seremonial secara khusus dibedakan dari warnanya dan sensasi yang diberikannya. Warnanya harus hijau cerah dengan bau ringan, segar, dan memiliki sedikit bau rempah.

Nah, itu tadi perbedaan antara teh hijau dan matcha. Meski sama-sama berasal dari daun teh, tapi proses bagaimana tumbuhan ini ditanam dan dipanen memiliki dampak yang sangat nyata pada rasa, kandungan kafein dan kandungan antioksidannya. Keduanya menjadi dua produk yang berbeda. Mana yang lebih kamu sukai, matcha atau teh hijau?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *