bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / Agar Tak Salah Beli, Kenali 5 Perbedaan Cumi dan Sotong Ini

Agar Tak Salah Beli, Kenali 5 Perbedaan Cumi dan Sotong Ini

Ditulis oleh Anggie Warsito - Diperbaharui 23 Desember 2020

Karena tampilan luarnya yang sama, orang jadi sering keliru mana cumi dan sotong. Padahal, keduanya memiliki sejumlah perbedaan, kendati punya bentuk yang terlihat sama, serta sama-sama bertinta.

Di artikel ini, akan kami sebutkan apa saja yang membedakan keduanya. Dengan mengenali perbedaan keduanya, diharapkan kita bisa terhindar dari salah membeli cumi atau sotong. Sejumlah perbedaan itu bisa disimak sebagai berikut!

Perbedaan Sotong dan Cumi

Sotong dan cumi terlihat sangat mirip. Namun keduanya itu sangat berbeda. Setidaknya ada 5 perbedaan menonjol antara cumi dan sotong, bisa dilihat dari bentuknya, kandungan gizi, hingga tintanya. Ingin tahu selengkapnya? Simak di sini.

1. Bentuknya

* sumber: www.idntimes.com

Kalau dilihat dari kejauhan, bentuk cumi atau sotong memanglah terlihat sama. Namun, bila dilihat lebih dekat, cumi dan sotong punya beberapa perbedaan yang mencolok.

Cumi punya bentuk tubuh yang kecil dan juga meruncing. Pada bagian belakang ekornya, terdapat sepasang sirip yang bentuknya kecil. Sementara itu, sotong memiliki badan yang cenderung melebar dan pipih. Tubuh tersebut dilengkapi sirip yang memanjang dari bagian leher hingga ke bagian ekor.

2. Kandungan Gizi

* sumber: id.tastemade.com

Cumi dan sotong memiliki kandungan gizi yang berbeda. Letak perbedaannya ada pada kandungan protein dan mineralnya. Dari segi protein, cumi memiliki protein yang lebih banyak dibanding sotong.

Cumi memiliki kandungan protein hingga 48 gram, sedangkan sotong punya protein sebanyak 28 gram. Dari segi mineral, sotong lebih unggul dibandingkan dengan cumi.

Sotong memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi, serta lebih bervariasi dibanding cumi. Dalam 85 gram sotong, terkandung beragam macam kandungan mineral. Mulai dari kalsium, zinc, magnesium, hingga fosfor dan zat besi.

3. Aroma dan Jumlah Tintanya

* sumber: berita.baca.co.id

Cumi dan sotong sama-sama memiliki tinta. Adapun yang menjadi pembeda adalah pada aroma dan jumlah tinta yang mereka kandung. Dari segi jumlah, cumi memiliki tinta yang lebih banyak dibanding sotong.

Tinta cumi pun aromanya jauh lebih amis bila dibandingkan dengan sotong. Kalau mau memasak cumi, kamu harus menghilangkan bau amisnya yang menyengat, agar bisa menghasilkan cumi yang lezat.

Ada beberapa cara menghilangkan bau amis pada cumi. Salah satunya adalah melumuri cumi dengan ramuan khusus. Ramuan tersebut dibuat dari air jeruk nipis, jahe, dan asam jawa.

Diamkan cumi selama beberapa waktu, lalu cucilah cumi hingga bersih. Pastikan untuk tidak terlalu lama mendiamkan cumi. Mendiamkan cumi terlalu lama justru bakal menghilangkan cita rasanya yang khas. Tips lengkap membersihkan cumi bisa dibaca di sini.

4. Tempat Hidup

Tempat Hidup

* sumber: www.brilio.net

Tempat hidup adalah perbedaan lainnya yang dimiliki cumi dan sotong. Cumi-cumi lazimnya hidup di dalam air laut. Hal ini wajar lantaran cumi merupakan salah satu jenis moluska yang ada di lautan.

Berbeda dengan cumi, sotong bisa hidup di berbagai jenis perairan. Entah itu air tawar, air payau, maupun lautan. Walau demikian, sotong mayoritas bisa ditemukan di dalam laut, seperti halnya cumi.

5. Harga

* sumber: twitter.com

Harga menjadi faktor lain yang membedakan cumi dan sotong. Dari segi ini, cumi tergolong unggul karena harganya terjangkau untuk kantong orang Indonesia.

Hal ini wajar karena cumi bisa kita temukan di mana pun. Entah di tukang sayur, pasar, maupun supermarket. Sebaliknya, sotong memiliki harga yang sedikit lebih mahal, lantaran memang agak sulit ditemukan.

Manfaat Cumi dan Sotong

* sumber: grocerhelper.com

Walaupun punya banyak perbedaan, cumi dan sotong sama-sama memiliki manfaat bagi tubuh kita. Tak heran, bila keduanya kerap digolongkan sebagai beberapa seafood yang layak disantap. Adapun beberapa manfaat dari keduanya adalah sebagai berikut.

1. Cocok Dikonsumsi Pelaku Diet

Bagi kamu yang tengah menjalani diet, cumi dan sotong layak buat kamu konsumsi. Hal itu disebabkan keduanya memiliki kalori yang rendah, sehingga tidak bikin berat badanmu naik.

Cumi dan sotong juga kaya akan sejumlah nutrisi. Mulai dari vitamin hingga mineral. Agar kamu bisa memperoleh manfaatnya, kamu harus mengolah cumi dan sotongnya dengan cara ditumis ataupun dikukus.

2. Rendah Merkuri dan Tinggi Protein

Seperti halnya hewan laut lainnya, cumi dan sotong juga punya kandungan merkuri. Namun, kedua hewan laut itu punya kandungan merkuri yang rendah. Jadi, kamu jangan takut untuk mengkonsumsinya.

Kalau mau mencari sumber protein yang tinggi, cumi dan sotong bisa menjadi pilihan. Keduanya memiliki kadar protein yang cukup tinggi, terutama untuk cumi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cumi memiliki kandungan protein hingga 48 gram.

Tips Memilih Cumi dan Sotong yang Segar dan Layak Dikonsumsi

* sumber: twitter.com

Selain tahu perbedaan cumi dan sotong, kamu juga harus tahu bagaimana cara memilih keduanya. Apalagi, jika kamu hendak memiliki cumi dan sotong yang segar, serta layak dikonsumsi.

Ada beberapa tips yang bisa kamu pakai untuk memilih cumi dan sotong. Terutama, cumi dan sotong yang segar lagi cocok dikonsumsi. Tips-tips tersebut adalah sebagai berikut.

Tips untuk Memilih Cumi

  • Pilihlah cumi yang memiliki kulit yang masih putih, serta memiliki bercak agak cokelat kemerahan. Cumi dengan warna kulit seperti itu merupakan cumi yang segar lagi layak dikonsumsi.
  • Kalau tidak mau ribet, pilihlah cumi yang ukurannya kecil. Cumi berukuran kecil relatif bisa diolah dalam waktu yang cenderung cepat. Tidak seperti cumi yang berukuran besar.

Tips Memilih Sotong

  • Pilihlah sotong yang masih berlendir, serta tidak berbau anyir. Pilihlah pula sotong yang struktur badannya masih kenyal. Adapun cara mengecek kekenyalan badannya itu bisa dilakukan dengan menekan badannya dengan tangan atau jari kita.
  • Pilihlah pula sotong yang kulitnya berwarna putih, serta memiliki bintik hitam di permukaannya. Kami sarankan untuk langsung mengolah sotongnya sesaat setelah dibeli.

Contoh Olahan Cumi dan Sotong

* sumber: www.metro24jam.co.id

Menutup artikel ini, kami akan berikan beberapa contoh olahan cumi dan sotong. Siapa tahu bisa menjadi referensi saat hendak mengolah dua hewan laut itu. Beberapa contoh tersebut adalah sebagai berikut.

1. Cumi Saus Telur Asin

Selain udang, cumi pun bisa dimasak bersama telur asin. Cara membuatnya sendiri tak jauh beda dengan membuat udang telur asin. Cumi yang sudah digoreng tepung lantas dimasukkan ke dalam bumbu saus telur asin.

Bumbu saus telur asin sendiri dibuat dari tumisan bawang putih, saus tiram, cabai, daun bawang, air, dan kuning telur asin. Perpaduan cumi goreng tepung yang crunchy, serta saus telur asin yang gurih adalah cita rasa utama olahan cumi ini.

2. Tumis Sotong Pedas

Dari namanya saja sudah sangat jelas kalau olahan sotong ini tergolong pedas. Untuk membuatnya, kamu harus memasukkan sotong ke dalam bumbu tumis yang pedas.

Masak selama sejam hingga sotong mengempuk, serta bumbu tumisannya meresap di sotong. Tambahkan sedikit air bila sotongnya tak kunjung empuk. Bila sudah matang, kamu bisa langsung menyajikannya selagi hangat.

Orang seringkali keliru dalam membedakan cumi dan sotong. Hal ini wajar karena keduanya terlihat sama apabila dilihat dari kejauhan. Cumi dan sotong sendiri nyatanya punya beberapa perbedaan di antara keduanya. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, kamu bakal lebih tahu hewan apa yang kamu beli itu, apakah sotong atau cumi.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram