Bacaterus / Makanan / Jangan Sampai Keliru! 5 Perbedaan Chia Seed dan Biji Selasih

Jangan Sampai Keliru! 5 Perbedaan Chia Seed dan Biji Selasih

Ditulis oleh - Diperbaharui 18 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kamu pasti pernah melihat penampakan chia seed atau biji chia dan selasih. Selasih dan biji chia adalah dua jenis makanan sehat yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serat dan kaya akan manfaat. Sekilas keduanya tampak sama bukan? Bahkan, keduanya sering kali dipadukan dalam hidangan. Tapi apakah kamu mengenali perbedaan di antara keduanya?

Biji chia dan selasih faktanya berasal dari tanaman yang berbeda. Selain itu juga keduanya memiliki cita rasa dan teksturnya yang juga berbeda. Lalu, apa sih, perbedaan yang dimiliki keduanya? Supaya tidak tertukar ketika membeli, ada baiknya kamu baca terus artikel berikut dan cari tahu perbedaan chia seed dan biji selasih  di sini.

Perbedaan Chia Seed dan Biji Selasih

Sekilas memang terlihat sama, punya bentuk mirip, bahkan manfaatnya juga hampir sama. Tapi sebenarnya keduanya punya perbedaan yang bisa kamu ketahui di penjelasan berikut ini:

1. Berasal dari Tanaman yang Berbeda

Berasal dari Tanaman yang Berbeda

* sumber: nabawiherbal.com

Walaupun biji selasih dan chia seed sama-sama termasuk dalam jenis biji-bijian, ternyata keduanya berasal dari tanaman yang berbeda. Tanaman asal biji chia adalah jenis tanaman mint bernama Salvia hispanica. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Meksiko dan Amerika Selatan.

Sementara Ocimum basilicum merupakan nama ilmiah tanaman selasih. Tumbuhan ini banyak dijumpai tumbuh di India juga sekitar Mediterania. Tanaman selasih ini sekilas mirip dengan tanaman kemangi.

2. Ukuran, Bentuk, dan Warna

Ukuran, Bentuk, dan Warna

* sumber: www.uncchu.com

Perbedaan chia seed dan biji selasih yang lainnya yaitu pada ukuran dan bentuknya. Walaupun keduanya terlihat mungil, sebenarnya chia seed dan selasih memiliki ukuran yang berbeda. Warna dari biji chia yang bentuknya oval ini bervariasi, ada yang  abu, hitam, putih, dan cokelat.

Biji selasih yang memiliki warna cokelat tua kehitaman ini didapatkan dari bagian bunganya. Dibanding biji chia, biji selasih mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil dan bentuknya seperti biji beras.

3. Kandungan dan Manfaat Kesehatan

Kandungan dan Manfaat Kesehatan

* sumber: rebornprojectmedia.com

Chia seed dikenal sebagai sebagai superfood yang memiliki kandungan zat gizi yang berlimpah, seperti omega-3, protein, dan serat. Karena kandungan gizinya lah, maka biji chia menjadi makanan yang baik untuk  kesehatan jantung dan kesehatan percernaan.

Biji chia jika direndam dalam air atau susu maka akan mengembang berkali-kali lipat jadi mampu memberikan efek kenyang. Karena itulah, biji chia menjadi makanan yang  cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang diet.

Selain itu biji chia juga bersifat gluten-free sehingga membuatnya sering  digunakan sebagai pengganti telur untuk pembuatan kue. Tak heran jiga biji chia jadi pilihan bagi para vegan atau vegetarian.

Biji selasih mempunyai kandungan zat besi yang bagus untuk darah. Karena itu biji selasih cocok dikonsumsi untuk mencegah anemia. Selain itu, biji selasih juga baik untuk kesehatan pencernaan.

4. Tekstur dan Rasa

Tekstur dan Rasa

Tekstur dan rasa merupakan perbedaan chia seed dan biji selasih lainnya. Jika dibandingkan dengan biji selasih, chia seed memiliki tekstur yang lebih renyah. Sementara biji selasih cenderung mirip jeli saat  sudah mengembang.

Untuk urusan rasa, biji chia memiliki rasa yang cenderung hambar sehingga dapat dipadukan dengan beragam hidangan apa pun. Sementara biji selasih memiliki sentuhan rasa basil yang tipis karena itu biji selasih lebih sering dipakai sebagai campuran minuman dan dessert.

5. Cara Konsumsi

Cara Konsumsi

* sumber: www.sehatq.com

Cara mengonsumsi keduanya pun merupakan perbedaan chia seed dan biji selasih. Chia seed dapat dimakan mentah sebagai campuran makanan. Bisa juga terlebih dulu direndam dalam cairan. Sementara, sebelum bisa dikonsumsi, biji selasih harus direndam dulu.

Sesudah direndam, baik biji chia atau biji selasih akan mengembang, dua kali lipat dari ukuran aslinya. Bahkan, biji selasih bisa lebih besar lagi. Ukurannya setelah direndam bisa jadi tiga kali lipat lebih besar.

Untuk mengkonsumsi biji chia mudah sekali. Cukup kamu tambahkan biji chia ke berbagai jenis makanan, seperti saus pasta, salad, dan hidangan yang dibuat dari nasi. Biji chia juga bisa digunakan untuk melengkapi donat, kue-kue manis, mufin, dan tidak akan mempengaruhi rasa dari makanan itu.

Baca juga: Inilah Cara Mengonsumsi Minyak Biji Rami yang Benar

Manfaat Biji Chia dan Biji Selasih untuk Kesehatan

Biji chia dan biji selasih memiliki beragam manfaat di antaranya untuk menambah energi dalam tubuh serta menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Detail manfaatnya dibahas di bawah ini.

  • Menurunkan Berat Badan
Menurunkan Berat Badan

* sumber: www.esc-asia.com

Biji chia dan biji selasih sudah terkenal kemampuannya dalam menurunkan berat badan. Hal ini karena dalam keduanya terdapat serat yang tinggi yang bisa membantu orang supaya cepat kenyang dengan demikian mereka akan lebih sedikit mengonsumi makanan.

Selain itu, chia seed dan biji selasih juga mengandung Omega-3 yang membantu untuk mengontrol kadar kolesterol serta membakar lemak. Omega-3 merupakan salah satu asam amino yang bermanfaat sekali untuk tubuh. Zat ini bekerja untuk melindungi beberapa jenis organ contohnya jantung dan otak.

Biji chia juga makanan rendah kalori jadi cocok untuk orang yang yang sedang berusaha menurunkan berat badan dengan berdiet. Ini merupakan berita baik bagi mereka yang hobi makan tapi tak mau gemuk.

  • Menjaga Kesehatan Tulang
Menjaga Kesehatan Tulang

* sumber: cara.dafunda.com

Kandungan nutrisi dalam biji chia dan biji selasih banyak dan baik untuk menjaga kesehatan tulang. Biji chia mengandung kalsium, magnesium, fosfor, dan protein sedangkan dalam biji selasih terdapat zat besi, tembaga, kalium, kalsium. Karena itu keduanya yang bisa memberi nutrisi baik untuk tulang.

Semua kandungan zat yang menutrisi tulang itu bisa menurunkan resiko osteoporosis. Dengan demikian bisa membuat seseorang merasa muda, serta kuat seiring usia yang bertambah.

Biji chia memiliki kandungan kalsium yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kandungan kalsium yang pada susu. Oleh karena itu, biji chia merupakan makanan yang paling banyak kandungan kalsiumnya dan tentu saja sangat baik untuk tulang.

  • Mengurangi Kadar Gula Darah
Mengurangi Kadar Gula Darah

* sumber: www.honestdocs.id

Penyakit berbahaya seperti diabetes diakibatkan oleh kadar gula tinggi. Kadar gula darah yang tinggi pun bisa memicu beragam jenis penyakit jantung.

Hasil sebuah penelitian memperlihatkan bahwa biji chia bisa menambah sensitivitas insulin. Selain itu biji chia juga bisa mengatur gula darah serta menstabilkan kadar gula dalam darah sesudah makan.

  • Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Jantung
Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Jantung

* sumber: jeda.id

Kedua biji-bijian ini yang sangat disukai sebagai makanan sehat karena mengandung protein, serat, dan omega-3 yang tinggi. Baik biji selasih maupun biji chia bisa meningkat dan menjaga kesehatan jantung sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.

Beberapa penelitian mengenai biji chia memperlihatkan bahwa biji chia secara signifikan dapat mengurangi tekanan darah pada orang yang menderita hipertensi. Hipertensi adalah satu di antara faktor kuat yang menyebabkan penyakit jantung.

  • Sumber Antioksidan
Sumber Antioksidan

* sumber: www.klikdokter.com

Siapa sangka kalau biji chia dan biji selasih merupakan sumber antioksidan. Kandungan antioksidan dalam kedua biji-bijian ini memiliki manfaat yang sudah terkenal, yaitu untuk  kulit menangkal radikal bebas sehingga  mampu menghambat penuaan pada kulit.

  • Pertumbuhan dan Perawatan Rambut
Pertumbuhan dan Perawatan Rambut

* sumber: meramuda.com

Kandungan vitamin E dalam biji chia sangat tinggi sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh kamu yang memiliki masalah rambut rontok. Vitamin E berfungsi sebagai stimulan yang bisa meningkatkan aliran darah dalam tubuh, termasuk ke kulit kepala. Jika sirkulasi darah meningkat, rambut pun cepat tumbuh.

Sementara biji selasih memiliki kadar zat besi yang signifikan dan antioksidan. Hal itu bisa merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah terjadinya kerontokan rambut prematur. Zat besi penting sekali untuk sirkulasi agar mengarahkan darah ke kulit kepala dan menghasilkan rambut yang kuat.

Sekarang sudah jelas bahwa terdapat perbedaan antara chia seed dan biji selasih. Pengetahuan tentang perbedaan chia seed dan biji selasih hanya supaya kamu tak salah membeli saja karena keduanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Kamu sekarang bisa bereksperimen dengan kedua biji-bijian tersebut untuk diolah menjadi bahan makanan atau minuman. Selamat bereksperimen!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *