Bacaterus / Binatang / 8 Perbedaan Antara Buaya dan Aligator yang Perlu Diketahui

8 Perbedaan Antara Buaya dan Aligator yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 September 2019

Buaya merupakan salah satu reptil yang paling populer di dunia. Hewan ini dapat ditemukan di banyak tempat di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Di negara kita, buaya bahkan menjadi ikon dari kota Surabaya yang disebut-sebut menjadi bagian sejarah lahirnya kota tersebut.

Hewan lain yang terlihat mirip seperti buaya adalah aligator. Buaya dan aligator merupakan hewan yang termasuk dalam sub kelompok Eusuchia, yang mencakup sekitar 22 spesies yang dibagi menjadi tiga keluarga, yaitu gavial pemakan ikan atau gharial, buaya sejati atau Crocodylidae, dan Alligatoridae atau aligator.

Aligator tidak hidup di perairan Indonesia, melainkan hanya ditemukan di Amerika Serikat dan Tiongkok. Banyak dari kita mungkin menganggap kalau buaya dan aligator itu sama, padahal keduanya memiliki sejumlah perbedaan seperti yang akan dibahas di bawah ini.

1. Bentuk Moncong

* sumber: critter.science

Salah satu perbedaan utama antara buaya dan aligator terletak pada bentuk moncongnya. Buaya memiliki moncong berbentuk V yang lebih panjang dan runcing, sementara moncong aligator lebih lebar dan berbentuk U.

Moncong aligator yang lebih lebar dirancang untuk menghasilkan kekuatan yang besar. Hal itu karena salah satu makanan utama mereka adalah kura-kura dan sejumlah invertebrata bercangkang keras lainnya.

Sebaliknya, moncong buaya yang runcing lebih cocok untuk berburu mangsa umum, termasuk ikan, reptil, dan mamalia.

2. Persebaran

Persebaran buaya di dunia
* sumber: so.wikipedia.org

Aligator hanya hidup di bagian tenggara Amerika Serikat dan timur Tiongkok. Sedangkan buaya dapat ditemukan di seluruh dunia, seperti di Afrika, Australia, Asia Tenggara termasuk Indonesia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah.

Populasi aligator di Amerika Serikat lebih banyak daripada buaya. Di sana aligator hidup di banyak negara bagian, sementara aligator hanya hidup di ujung paling selatan Florida. Florida Selatan adalah satu-satunya tempat di dunia di mana buaya dan aligator hidup berdampingan.

Beberapa jenis buaya yang ditemukan hidup di alam Indonesia adalah buaya Irian, buaya Kalimantan, buaya Siam, buaya muara, dan lain sebagainya. Sebagai informasi tambahan, buaya muara merupakan jenis buaya terbesar di dunia yang hidup di sungai-sungai dan di dekat laut.

3. Habitat

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/[email protected]/

Buaya adalah hewan yang memiliki kelenjar khusus di lidah mereka yang mampu mengeluarkan kelebihan garam dari dalam tubuhnya. Dengan demikian, mereka lebih toleran dengan kehidupan di laut (mampu menghabiskan waktu berhari-hari, atau bahkan berminggu-minggu, di laut).

Aligator juga sebenarnya diberkahi dengan kelenjar tersebut, tetapi tidak bekerja sebaik yang dimiliki oleh buaya. Jadi, perairan tawar merupakan habitat utama mereka, meskipun kadang-kadang mereka dapat ditemukan hidup di perairan payau.

4. Penempatan Gigi

* sumber: www.publicdomainpictures.net

Perbedaan lain antara buaya dan aligator dapat dilihat dari penempatan giginya. Aligator memiliki rahang atas yang lebih lebar dari rahang bawah. Oleh karena itu, gigi di rahang bawah hampir sepenuhnya tersembunyi ketika mulut mereka ditutup.

Pada buaya, rahang atas dan rahang bawah kira-kira memiliki lebar yang sama, sehingga mulut mereka terlihat pas ketika ditutup (gigi atas saling mengunci dengan gigi bawah). Buaya juga biasanya memiliki banyak gigi yang terlihat menonjol di bibir mereka.

5. Ukuran

* sumber: www.quora.com

Buaya dan aligator juga memiliki ukuran tubuh yang berbeda. Seekor buaya dewasa mampu tumbuh panjang hingga 5,8 meter (19 kaki). Rekor buaya terbesar yang pernah tercatat memiliki panjang hampir 6,2 meter (dari moncong ke ekor) dengan berat lebih dari 1 ton.

Buaya yang dinamai Lolong tersebut merupakan jenis buaya Indo-Pasifik atau air asin. Hewan ini ditangkap di sungai Bunawan di provinsi Agusan del Sur di Filipina pada tanggal 13 September 2011. Proses penangkapan Lolong dilakukan bersama-sama oleh satuan unit pemerintah setempat, penduduk, dan pemburu buaya Palawan.

Untuk aligator, mereka dapat tumbuh panjang maksimum hingga 4,3 meter (Alligator mississippiensis). Aligator Tiongkok (Alligator sinensis), yang merupakan satu-satunya spesies aligator lain di planet ini, umumnya bertubuh lebih kecil dengan panjang jarang melebihi angka 2,1 meter.

Aligator terbesar yang pernah tercatat ditemukan di Pulau Marsh, Louisiana, pada tahun 1890. Ketika diukur, hewan tersebut memiliki panjang sekitar 19,2 kaki (5,85 m) dengan berat sekitar 900 kg. Sayangnya klaim ini sulit untuk diverifikasi karena waktu penemuan yang terbilang cukup lampau.

6. Warna Kulit

* sumber: www.livescience.com

Buaya dan aligator juga dapat dibedakan dari warna kulitnya. Kulit buaya umumnya cenderung berwarna cokelat terang atau zaitun, sedangkan aligator biasanya berwarna abu-abu kehitaman.

Perlu diketahui juga bahwa warna kulit aligator dapat tergantung pada kualitas air tempat ia berenam dan hidup. Misal, jika perairan tempat tinggalnya mengandung asam tanam dari pohon yang menggantung, maka kulit aligator akan cenderung lebih gelap.

7. Kecepatan

* sumber: commons.wikimedia.org

Baik buaya maupun aligator sama-sama memiliki kaki yang berfungsi untuk berjalan di darat dan berenang di dalam air. Hanya saja kecepatan berjalan/berlari atau berenang mereka berbeda. Tubuh aligator yang lebih kecil dari buaya memungkinkannya untuk dapat melaju lebih cepat di darat dan di dalam air daripada buaya.

Buaya dan aligator dapat bergerak cepat di darat, tetapi hanya untuk jarak pendek. Mereka akan berlari dalam waktu yang tidak lama saat merasa terancam. Kecepatan berlari seekor buaya mungkin dapat mencapai 14 km per jam, sementara aligator mungkin dapat mencapai kecepatan maksimum sekitar 18 km per jam.

Dibanding di darat, buaya dan aligator mampu melaju lebih cepat di dalam air karena mereka dapat menggunakan ekornya yang panjang dan berotot untuk mendorong tubuh ke depan. Ketika buaya berenang, mereka mungkin mencapai kecepatan sekitar 15 km per jam, sementara aligator mungkin mencapai maksimum 32 km per jam.

8. Keagresifan

* sumber: www.moody.af.mil

Aligator disebutkan memiliki keagresifan yang tinggi, tapi mereka umumnya akan mencoba melarikan diri menuju perairan terdekat jika didekati oleh manusia. Aligator bisa menyerang manusia jika mereka tiba-tiba diganggu, diprovokasi, atau saat mereka berusaha membela anak mereka.

Aligator secara naluriah takut pada manusia tetapi bisa kehilangan sebagian dari rasa takut itu jika terjadi kontak yang teratur. Kecuali dalam kondisi yang terkendali, memberi makan aligator merupakan ide yang buruk karena mereka akan kehilangan sebagian dari rasa takut mereka dan melihat manusia sebagai sumber makanan. Mereka juga bisa mengira anak kecil dan anjing peliharaan sebagai mangsa.

Buaya disebutkan jauh lebih agresif dan kemungkinan untuk menyerang manusia jauh lebih besar, bahkan bisa mereka lakukan tanpa alasan. Jenis buaya dianggap paling berbahaya di dunia adalah buaya air asin Australia dan buaya Sungai Nil di benua Afrika.

Nah, itulah beberapa perbedaan buaya dan aligator yang perlu diketahui. Jika dilihat sekilas, kedua hewan ini memang terlihat sama persis. Namun, jika diteliti lebih lanjut, keduanya benar-benar berbeda alias tidak sama.

Apakah aligator bisa ditemukan di kebun binatang tanah air, penulis belum mengetahuinya. Yang jelas buaya biasanya menjadi salah satu hewan atraksi di sejumlah kebun binatang di Indonesia. Kalau punya fakta menarik lainnya mengenai dua hewan ini, bisa langsung tuliskan di kolom komentar, ya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar