Bacaterus / Logam / 8 Perbedaan Besi dan Baja yang Penting untuk Diketahui

8 Perbedaan Besi dan Baja yang Penting untuk Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jika dilihat sekilas baik besi dan baja terlihat sama, apalagi jika kita bukan ahli yang bekerja dengan kedua bahan tersebut. Kerap kali besi dan baja bisa diangap sama. Ternyata terdapat perbedaan mendasar di antara kedua material tersebut.

Perbedaan utama antara keduanya terdapat pada faktor-faktor seperti kekuatan, daya tahan, korosi, kegunaan, biaya, dan kesinambungan dan alasan mengapa baja disukai sebagai bahan pilihan untuk konstruksi. Sebelumnya, mari cari tahu apa itu besi dan apa itu baja.

Apakah Besi Itu?

Apakah Besi Itu

* sumber: artikel.rumah123.com

Besi merupakan salah satu unsur kimia yang dapat ditemukan di alam. Ada banyak zat besi di dalam kerak bumi. Logam berkilau ini memiliki nomor atom 26. Tampilan besi berwarna krom yang memantulkan sejumlah besar cahaya.

Selain itu, besi juga merupakan logam feromagnetik, artinya bersifat magnetis dan menarik logam feromagnetik lainnya. Biasanya besi jauh lebih sederhana untuk mesin dibandingkan baja. Struktur grafit dalam besi tuang terpisah lebih efektif, dan dengan cara yang semakin seragam.

Besi yang lebih keras contohnya besi putih, secara substansial lebih sulit untuk dikerjakan karena sifatnya yang rapuh. Manusia telah menggunakan zat besi selama ribuan tahun, semenjak 1.200 SM. Penemuan dan produksi baja secara luas datang jauh kemudian.

Apa Itu Baja?

Apa Itu Baja

* sumber: thefinancialexpress.com.bd

Di sisi lain, baja adalah paduan besi yang utamanya terdiri dari besi dan karbon. Banyak orang beranggapan bahwa baja merupakan logam, tapi ini belum tentu benar. Walaupun menunjukkan sifat yang mirip dengan logam, secara teknis baja dikategorikan sebagai logam campuran.

Baja merupakan bahan teknik dan konstruksi terpenting di dunia. Bahan ini digunakan dalam setiap aspek kehidupan kita; dalam mobil dan produk konstruksi, lemari es dan mesin cuci, kapal kargo sampai pisau bedah. Baja dapat didaur ulang berulang kali tanpa kehilangan karakteristiknya.

Baja mempertahankan karakteristik logam besi dalam bentuknya yang paling murni, tetapi penambahan karbon dan unsur-unsur lain baik logam maupun non-logam meningkatkan sifat fisik-kimianya, utamanya ketahanannya.

Ada banyak jenis baja sesuai dengan kandungan elemen paduannya. Setiap jenis baja akan memungkinkan penggunaan dan aplikasi yang berbeda, menjadikannya bahan yang serbaguna dan banyak digunakan dalam kehidupan modern.

Apa Perbedaan Antara Besi dan Baja?

Apa Perbedaan Antara Besi dan Baja

* sumber: medium.com

Apa sajakah perbedaan antara besi dan baja? Supaya tidak tertukar antara besi dan baja, berikut ini informasi mengenai perbedaan di antara keduanya.

1. Elemen Vs Paduan

Elemen Vs Paduan

* sumber: bisakimia.com

Besi bisa ditemukan secara alami sebagai elemen. Faktanya, besi merupakan elemen paling melimpah di Bumi. Berbeda dengan besi, baja tidak akan ditemukan di mana pun di inti luar atau dalam bumi karena bahan ini merupakan bahan campuran buatan manusia yang terdiri dari besi dan karbon.

Besi merupakan elemen sedangkan baja adalah komposit. Dibandingkan baja, besi sudah dikenal oleh orang-orang sejak awal peradaban. Akan tetapi baja ditemukan kemudian dimana baja adalah bahan yang berasal dari besi.

2. Presentasi Karbon

Presentasi Karbon

* sumber: isibangunan.com

Perbedaan lainnya dapat dilihat dengan melihat persentase karbon. Besi yang kandungan karbonnya kurang dari 2% karbon disebut baja sementara yang kandungan karbonnya lebih dari 2% disebut sebagai  besi kasar. Ketika biji besi diproses dengan kokas dalam tanur sembur, diperolehlah besi kasar.

Ketika besi kasar ini diproses lebih lanjut untuk mengurangi persentase karbon, diperolehlah baja. Kini, baja bisa diolah lebih lanjut untuk mendapatkan berbagai jenis logam campuran. Unsur-unsur seperti mangan, silikon, dan kromium ditambahkan untuk membuat logam campuran.

3. Kekuatan dan Berat

Kekuatan dan Berat

* sumber: redshift.autodesk.com

Kekuatan baja tak tertandingi. Dibanding besi, baja lebih kuat dan mempunyai tingkat kepadatan yang lebih tinggi. Baja sangat populer dalam proyek konstruksi karena kekuatan dan ketika baja diproduksi secara massal selama pertengahan abad 19, posisi besi dalam konstruksi digantikan oleh baja.

Baja sangat berguna dalam proyek-proyek seperti jalur kereta api, gedung, dan rumah karena sangat kuat. Baja memiliki kelenturan yang diperlukan untuk jenis proyek ini.  Baja juga lebih ringan dibandingkan besi dan mempunyai kemampuan yang lebih tinggi untuk menahan tegangan tarik.

Kekuatan dan berat baja berarti baja tidak mungkin berubah bentuk melengkung, atau bengkok. Besi tuang dikenal karena kekuatannya tetapi bukan keelastisannya. Ini berarti besi cor bisa lebih rapuh dan tidak berguna dalam konstruksi. Untuk itulah, besi lebih banyak digunakan untuk pembuatan perkakas.

4. Korosi

Korosi

* sumber: www.thoughtco.com

Korosi merupakan proses alami yang mengubah komposisi logam melalui oksidasi kimiawi. Oksidasi akan mengakibatkan logam berkarat dan berubah menjadi oranye. Baja dianggap jauh lebih tahan terhadap korosi dibandingkan besi.

Besi rentan terhadap oksidasi dan karena itu menjadi berkarat. Walaupun air dapat memengaruhi integritas baja, ada tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko ini dan meningkatkan resistansi. Baja dapat menjalani perawatan permukaan contohnya semprotan dan cat pelindung.

Baja juga bisa dilapisi dengan bahan tahan api yang dapat melindungi dari korosi. Baja juga merupakan paduan non-porous, artinya mempunyai ketahanan alami terhadap korosi.

Baca juga: 10 Tips Menghilangkan Karat pada Besi yang Mudah dan Cepat

5. Daya Tahan

Daya Tahan

* sumber: jayawan.com

Baja merupakan pilihan terbaik ketika ingin membangun struktur yang tahan terhadap waktu dan elemen. Baja struktural dapat mentolerir gaya dan panas yang ekstrim yang artinya mampu menahan api dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap elemen lain seperti hujan dan angin.

Material ini juga memiliki risiko lebih rendah terkena jamur atau lumut dibandingkan besi. Hal ini pada akhirnya berdampak pada integritas sebuah bangunan atau proyek konstruksi.

Baja dianggap sebagai salah satu bahan paling tahan lama yang digunakan dalam konstruksi karena sifatnya yang serba guna. Baja tidak akan retak, terpuntir, bengkok, terbelah ataupun membusuk. Kualitas ini tidak bisa ditandingi oleh besi.

Salah satu alasan utama baja disukai dalam proyek konstruksi dibandingkan besi adalah daya tahan baja. Baja juga cocok untuk membuat penampang seperti I-Beams dan penampang melintang sederhana.

6. Fleksibilitas

Fleksibilitas

Baja ketika digunakan dalam konstruksi, memungkinkan adanya fleksibilitas dan kreativitas. Selain itu, baja bisa dibentuk agar sesuai dengan kebutuhan proyek apa pun. Ini merupakan alasan mengapa baja digunakan untuk bentuk yang kompleks seperti penampang berongga.

Karena keunggulannya yang berdiri sendiri dalam desain dan ekspresi, arsitek semakin mengandalkan baja. Yang terbaik dari semuanya, semua ini bisa dicapai tanpa mengorbankan fungsionalitas.

Sering kali besi terlalu lunak untuk digunakan dalam bentuk murni. Ketika dicampur dengan paduan atau karbon, keserbagunaan besi meningkat. Karena mampu mengisi cetakan yang rumit, besi merupakan pilihan populer bagi arsitek selama zaman Victoria.

Karenanya kita masih bisa lihat banyak detail hiasan klasik sampai sekarang. Besi tidak serba guna dalam hal konstruksi walaupun besi membuat detail hiasan yang bagus dalam arsitektur.

7. Biaya

Biaya

* sumber: www.themanufacturer.com

Baja struktural dalam kebanyakan kasus, lebih hemat biaya daripada besi untuk digunakan dalam konstruksi. Produksi massal baja semenjak Revolusi Industri telah membuat baja bahan secara ekonomi menguntungkan.

Selama 30 tahun terakhir, peningkatan produksi yang terlihat pada industri baja juga berkontribusi pada keterjangkauannya. Baja secara struktural lebih ringan dari besi sehingga berdampak besar pada biaya bangunan secara keseluruhan selama konstruksi.

Dibandingkan memproduksi besi, memproduksi baja juga dianggap sebagai proses yang lebih murah. Nilai baja akan mempengaruhi harganya. Begitu juga kualitas yang lebih tinggi akan berdampak pada harga besi. Besi yang lebih kuat butuh peningkatan tingkat produksi, yang artinya biaya lebih besar.

8. Kesinambungan

Kesinambungan

* sumber: www.voestalpine.com

Besi dan baja sama-sama dianggap berkesinambungan. Sebenarnya baja struktural dapat didaur ulang secara 100% dan salah satu bahan paling berkesinambungan yang digunakan dalam industri konstruksi. Baja dapat didaur ulang berulang kali tanpa kehilangan daya tahannya.

Baja dianggap sebagai alternatif besi yang ramah lingkungan karena daya tahannya yang terkenal. Walaupun dapat didaur ulang sepenuhnya, besi bergantung pada proses produksi yang boros energi. Di sisi lain, konsumsi energi dalam produksi baja telah menurun secara signifikan dalam 30 tahun terakhir.

Mungkin sebagian dari kita tidak begitu paham mengenai perbedaan besi dan baja karena keduanya terlihat sama. Penjelasan mengenai perbedaan di antara keduanya bisa membuat kita jadi tahu apa itu besi dan apa itu baja. Masih bingung mengenai perbedaan di antara keduanya?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *