Bacaterus / Beras / 5 Perbedaan Beras Merah dan Beras Putih yang Perlu Diketahui

5 Perbedaan Beras Merah dan Beras Putih yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Salah satu padi-padian terpenting di dunia adalah beras, beras merupakan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi manusia. Terutama bagi masyarakat di negara-negara Asia yang menjadikan beras sebagai penganan pokok dengan menyumbang sebanyak 75% masukan kalori harian.

Memiliki nama latin Oryza sativa L., padi disebut sebagai tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Padi menempati urutan ketiga dalam hasil produksi dari semua serelia, dibawah gandum dan jagung. Hasil panen dari padi di sawah dinamakan gabah, sedangkan hasil dari pengolahan padilah yang dinamakan beras.

Di Indonesia sendiri beras-beras ini dikenal dengan beberapa jenis berdasarkan warna, seperti beras putih, beras merah, beras hitam, dan beras ketan. Dari keempat jenis beras itu, beras putih dan beras merah adalah yang paling banyak dikonsumsi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia.

Sebenarnya apa saja perbedaan dari kedua beras primadona tersebut ya? Nah, kamu bisa simak ulasan di bawah ini lho!

1. Berdasarkan Deskripsi

Berdasarkan Deskripsi

Seperti yang telah disinggung diatas bahwa gabah adalah hasil dari panen padi, gabah ini tersusun dari kulit luar atau sekam(15%-30%), kulit ari (4%-5%), bekatul (12%-14%), endosperm (65%-67%), dan lembaga (2%-3%) dimana endosperm adalah bagian utama dari beras.

Beras putih yang memiliki nama latin Oryza sativa L., adalah jenis beras berwarna putih yang menjadi bahan makanan pokok paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Pada beras putih, seluruh lapisan luar dibuang, kulit luarnya digiling dan dikelupas. Sehingga kadar seratnya pun berkurang.

Sedangkan beras merah dengan nama latin Oryza nivara, adalah jenis beras berwarna merah yang tidak mengalami penggilingan dan pengelupasan kulit luar. Tak mau kalah populer dengan beras putih, beras merah semakin banya disediakan di pasar karena dianggap memiliki kandungan serat dan gizi yang lebih banyak.

2. Berdasarkan Kandungan Zat Gizi

Berdasarkan Kandungan Zat Gizi

Beras putih memiliki kandungan serat, protein, mineral dan jenis vitamin lainnya serta kandungan antioksidan. Namun, semua itu didapatkan dengan jumlah atau kadar yang lebih kecil. Hal ini dikarenakan penggilingan dan pengelupasan kulit luar beras putih yang berlebihan.

Kandungan pati pada kedua beras ini tersusun dari dua polimer karbohidrat, yakni amilosa dan amilopektin. Dimana perbandingan komposisinya sangat menentukan warna dan tekstur nasi.

Dalam 100 gram beras putih terkandung kalori sebesar 130 kkal, 35 mg kalium, 2,7 gram protein, dengan jumlah karbohidrat sebesar 28 gram serta vitamin dan mineral seperti zat besi, fosfor, selenium, mangan. Sedangkan dalam 100 gram beras merah, terkandung kalori sebesar 179,5 kkal, 38,8 gram karbohidrat, dan 3,75 gram protein.

Serat yang terkadung dalam beras merah juga lebih banyak, karena hanya lapisan sekam yang dihilangkan pada beras merah, sehingga masih menyisahkan dedak dengan endosperm berpati dengan tetap mempertahankan kandungan seratnya.

Kandungan serat yang tinggi didapatkan juga dari pigmen antosianin, yakni zat warna merah pada dedaknya. Selain itu, protein, zat besi, magnesium, polifenol, asam lemak esensial serta berbagai vitamin juga termasuk zat gizi yang dikandung beras merah.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam beras merah adalah senyawa yang dapat kamu temukan dalam sayur, buah, serta kacang-kacangan dan makan yang berasal dari tumbuhan. Karena itulah, kandungan antioksidan dalam beras merah juga cukup tinggi.

3. Berdasarkan Manfaat

Berdasarkan Manfaat

Memang tidak bisa dipungkiri jika keduanya sama-sama bermanfaat banyak dalam peran penganan pokok terbanyak di dunia, terutama di Asia. Keduanya sama-sama mengandung serat yang baik untuk mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan dengan poin plus mengenyangkan.

Kandungan karbohidrat dalam nasi putih berperan baik dalam memberikan energi untuk tubuh. Karbohidrat dalam nasi putih akan dipecah menjadi glukosa saat dikonsumsi, dan diserap tubuh masuk ke aliran darah. Glukosa inilah yang diedarkan sebagai bahan bakar ke seluruh tubuh dan otak.

Selain itu vitamin, mangan dan magnesium dalam bera putih ini akan membantu metabolisme karbohidrat, fungsi otak juga tulang dan otot. Nasi tidak mengandung lemak berbahaya seperti kolesterol sehingga baik dikonsumsi terlebih untuk penderita hipertensi, karena tidak banyak mengandung sodium.

Beras merah mengandung rice bran oil pada dedaknya dengan kemampuan antioksidan yang bisa menguatkan kesehatan jantung dengan mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Komponen antioksidan juga dapat berperan menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Antioksidan lainnya pada beras merah didapat dari polifenol dengan senyawa-senyawa dari golongan flavonoid. Seperti flavon, flavonon, flavan, dan antosianidin. Selain sebagai antioksidan, pigmen antosianin dari antosianidin ini juga baik sebagai antimikroba, anti-inflamasi sekaligus antialergi.

Antioksidan lainnya adalah senyawa fenol, karotenoid, tokoferol (vitamin E), dan tokotrienol. Kandungan magnesium pada kulit ari (aleuron) mampu meningkatkan metabolisme glukosa dalam darah dengan meningkatkan sekresi hormon insulin, yang membuat beras ini baik dikonsumsi penderita diabetes.

4. Berdasarkan Pengolahan

Berdasarkan Pengolahan

“Belum makan nasi, berarti bukan makan namanya” pernah dengar kalimat semacam itu? Beras dan olahannya memang tak bisa lepas menjadi santapan pokok masyarakat Indonesia. Tidak hanya nasi, olahan berbahan dasar beras dapat dengan mudah kita jumpai.

Beras juga dapat diolah menjadi tepung, tepung beras ini dibuat dari beras yang ditumbuk atau digiling. Tepung beras tidak mengandung gluten seperti tepung terugu, karena itulah dapat dijadikan pengganti bagi penderita intoleransi tepung gandum (terigu).

Ada berbagai macam produk olahan beras putih, seperti ketupat yang sudah menjadi makanan tradisi terutama saat perayaan hari lebaran. Lalu ada buras, olahan nasi tradisional dari Makassar. Kemudian lontong, lepet, lemang, bakcang, hingga pali-pali yang berasal dari Ternate, Maluku Utara.

Olahan dari beras merah memang tak sebanyak olahan dari beras putih, namun tetap wajib kamu coba lho. Seperti bubur beras merah, the beras merah, cookies beras merah hingga pudding beras merah.

5. Berdasarkan Ketersediaan

Berdasarkan Ketersediaan

Sekitar 92% jumlah produksi padi dari total produksi dunia menjadikan Asia sebagai produsen utama. Sebagai Negara agrikultur Indonesia memiliki wilayah agraris yang luas, dimana lahan tersebut cukup mendukung ketersedian pangan.

Bahan makanan sumber karbohidrat seperti beras, jagung dan umbi-umbian adalah yang paling banyak ditanam di lahan Indonesia. Produksi beras putih dalam negeri memang lebih tinggi dibandingkan dengan produksi beras merah. Petani lebih fokus menanam padi penghasil beras putih.

Masalah utama para petani, yakni kehilangan hasil pan, muru rendah dan harga yang relative mahal. Selain itu, kehilangan hasil pasca panen masih tinggi, karena masa simpan beras merah yang lebih pendek. Namun ada juga petani yang turun-temurun tetap menanam beras merah dengan beberapa varietas unggul.

Karenanya ketersediaan beras putih dalam negeri memang lebih banyak dan unggul. Namun, sekarang ini beras merah sudah banyak kita jumpai di pasaran, walaupun budidaya beras merah belum begitu semarak.

Pada dasarnya konsumsi beras putih maupun beras merah sama-sama memberikan banyak keuntungan. Konsumsi beras merah memang dianjukan terlebih lagi untuk kamu yang mempunyai resiko diabetes, beras merah juga cocok dikonsumsi oleh orang yang makan lebih sedikit serat.

Namun, bagi orang dengan kebutuhan serat tercukupi, bisa menyebabkan masalah pencernaan. Perlu diingat bahwa gizi bukan hanya didapat dari beras, tetapi juga lauk yang dimakan bersama dan tetap menjaga gizi seimbang.

Semoga artikel kali ini bermanfaat dan menjawab keingitahuan kamu tentang dua jenis beras ini ya. Kamu juga boleh lho tinggalkan pendapat hingga pertanyaan yang kamu miliki di kolom komentar. Dan jangan lupa untuk selalu rajin membacadi Bacaterus.com, untuk update wawasan lainnya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *