Ditulis oleh - Diperbaharui 18 Desember 2018

Muntah darah selalu dikaitkan sebagai indikasi penyakit kronis dan berbahaya. Muntah darah atau yang juga dikenal dengan hematemesis ini adalah kondisi dimana seseorang mengeluarkan isi perutnya disertai dengan darah atau hanya bercak darah. Sangat benar adanya jika muntah darah merupakan gejala dari suatu penyakit serius yang terjadi di dalam tubuh.

Penyebab muntah darah sendiri ada bermacam-macam. Namun, muntah darah yang paling sering terjadi dikarenakan oleh luka pada bagian lambung. Warna darah yang dikeluarkan pada saat muntah berbeda-beda. Setiap warna darah pada muntah memiliki indikasi penyakit masing-masing, seperti:

  • Darah Berwarna Merah Segar

Jika pada saat muntah darah yang dikeluarkan berwarna merah segar, maka dapat dipastikan bahwa seseorang tersebut sedang menderita penyakit lambung yang serius. Pada umumnya, muntah darah yang dialami oleh penderita penyakit lambung ini cukup banyak.

  • Darah Berwarna Merah Kehitaman

Ini juga salah satu tanda dari penderita penyakit lambung kronis. Warna hitam pada darah ini terjadi karena darah tercampur dengan asam lambung. Selain itu, darah ini juga sudah lama mengendap dalam tubuh penderitanya. Jika penyakit ini dibiarkan begitu saja, maka kondisi penderitanya akan semakin bertambah parah.

Di samping itu, jika seseorang mengalami muntah darah disertai dengan buang air besar berdarah, itu artinya seseorang tersebut mengalami permasalahan pada lambung dan usus. Kondisi ini dikenal dengan nama hematemesis dan melena. Pasien yang mengalami kondisi ini harus segera memperoleh penanganan medis yang serius.

Penyebab Muntah Darah

penyebab muntah darah

Akan tetapi, tidak selamanya muntah darah itu disebabkan oleh adanya luka atau infeksi pada lambung karena banyak faktor lain yang juga bisa menyebabkannya. Nah, berikut adalah penyebab muntah darah yang perlu Anda ketahui:

1. Luka Di Lambung

Luka di lambung sering kali dikenal dengan nama tukak lambung. Istilah medis untuk penyakit ini adalah ulkus gaster. Kondisi ini disebabkan karena lambung terinfeksi oleh bakteri H. Pylori, konsumsi obat-obatan anti nyeri yang terlalu sering, dan konsumsi makanan atau minuman yang memicu tingginya asam lambung.

Muntah darah pada penderita tukak lambung tidak terjadi secara tiba-tiba, karena awalnya luka di lambung ini dibiarkan begitu saja sehingga lama kelamaan menjadi semakin kronis dan menyebabkan muntah darah.

2. Mimisan

mimisan

Bagi sebagian besar orang mimisan mungkin adalah hal yang sepele. Meskipun mimisan keluar dari hidung, namun mimisan yang tertelan dapat mempengaruhi warna muntah dan feses penderitanya menjadi seperti berdarah.

3. Varises Kerongkongan

Pembuluh darah vena di sekitar kerongkongan yang mengalami pembesaran juga dapat menjadi penyebab muntah darah. Kondisi ini dipicu karena masalah yang terjadi pada organ hati. Muntah darah karena varises kerongkongan ini lebih sering dialami oleh pencandu minuman beralkohol. Penderita varises kerongkongan harus segera memperoleh pengobatan yang serius.

4. Gastroesophageal Reflux Disease

Penyakit ini terjadi karena asam lambung naik sampai ke kerongkongan. Otomatis penderitanya akan merasakan mual dan ingin muntah. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan di bagian kerongkongan, sehingga saat muntah maka darah akan turut mencemari muntahan penderitanya.

5. Konsumsi Obat yang Berlebihan

Konsumsi beberapa jenis obat tertentu secara berlebihan merupakan salah satu penyebab muntah darah. Misalnya, obat anti nyeri yang dikonsumsi secara berlebihan akan membuat seseorang mengalami muntah darah. Pada umumnya, muntah darah karena konsumsi obat secara berlebihan ini lebih sering dialami oleh orang tua.

6. Kelainan Darah

Kondisi kelainan darah, seperti leukimia, hemofilia, anemia, dan kekurangan trombosit dalam darah (trombositopenia) dapat membuat seseorang jadi rentan mengalami muntah darah.

7. Hepatitis

Tidak semua penderita hepatitis mengalami muntah darah, karena muntah darah hanya akan dialami oleh penderita hepatitis akut. Biasanya, muntah darah yang terjadi pada pasien hepatitis ini mengindikasikan bahwa organ hati mengalami permasalahan yang serius, seperti gagal hati.

8. Gejala TBC

cara menghilangkan batuk berdahak

Sering kali penyakit TBC alias Tuberkulosis ditandai dengan gejala muntah darah. Tak hanya pada saat muntah, darah juga keluar saat pasien sedang batuk. Ketika batuk, pasien akan mengeluarkan dahak berupa darah segar.

Jika Anda mengalami penyakit dan gejala seperti ini, maka Anda harus segera berobat ke dokter atau instalasi gawat darurat. Pasalnya, ini merupakan indikasi bahwa sistem pernapasan, khususnya paru-paru Anda, mengalami kerusakan.

9. Kanker Perut atau Kanker Kerongkongan

Seseorang yang mengalami kanker perut atau kanker kerongkongan juga dapat mengalami muntah darah. Gejala ini umumnya terjadi oleh penderita kanker perut atau kerongkongan yang berusia 35 tahun ke atas. Di samping itu, muntah darah pada pasien kanker ini bersamaan dengan penurunan berat badan secara drastis.

10. Intussusception

Ini mungkin terdengar asing bagi Anda, pasalnya kondisi ini sangat jarang terjadi. Intussusception adalah masuknya satu bagian lipatan usus ke dalam bagian yang lain. Kasus ini memang jarang terjadi, tetapi bila seseorang mengalami kasus ini maka ia harus mendapatkan penanganan secara darurat.

Muntah darah juga terjadi saat hamil. Wanita hamil akan mengalami morning sickness, yakni mual dan muntah pada pagi hari. Apabila seorang wanita hamil terlalu sering mendapatkan morning sickness, maka lapisan kerongkongannya akan luka dan mengakibatkan pendarahan.

Selain morning sicknes, wanita hamil juga dapat mengidap preeklamsia, di mana tekanan darah ibu hamil menjadi sangat tinggi dan terdapat kadar protein di dalam urinnya. Jika morning sickness terjadi pada awal kehamilan, preeklamsia terjadi saat kehamilan memasuki usia 20 minggu.

Apa pun penyebab muntah darah, jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami muntah darah, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter. Pasalnya, muntah darah umumnya merupakan gejala dari penyakit serius yang harus segera ditangani secepat mungkin.