Bacaterus / Penyakit Kucing / Berbagai Penyebab Kucing Mencret serta Cara Mengatasinya

Berbagai Penyebab Kucing Mencret serta Cara Mengatasinya

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sama seperti manusia, poop atau kotoran kucing normalnya berbentuk padat. Kalau mereka sedang mengalami gangguan kesehatan, poop-nya bisa jadi encer atau yang sering kita sebut sebagai mencret. Biasanya kalau kotoran kucing sedang lebih cair dari biasanya, intensitas buang air besar pun lebih sering. Ya, kurang lebih sama seperti kita, kan?

Jadi, semua sudah paham, ya, bagaimana ciri-ciri kucing mencret. Yang perlu Anda pikirkan selanjutnya adalah, kira-kira kenapa kucing Anda bisa mencret serta bagaimana cara mengobatinya. Masalah kucing mencret bisa dibagi menjadi dua kategori, yaitu mencret ringan dan mencret berat. Inilah penyebab kucing mencret dan cara mengobatinya dari Bacaterus.

Penyebab Kucing Diare Ringan

Jika Anda punya masalah pada kucing peliharaan yang mengidap diare ringan, mungkin Anda harus mengetahui beberapa penyebab berikut ini.

1. Makanan Tidak Berkualitas

* sumber: cheezburger.com

Kalau Anda benar-benar peduli pada kucing peliharaan, pasti Anda akan memberikannya makanan terbaik bahkan mungkin termahal di toko hewan. Tapi, kalau Anda “memelihara” kucing liar yang sering datang ke rumah, sangat mungkin kalau Anda hanya memberikan mereka makanan sisa.

Perlu Anda ketahui, kalau makanan hewan komersial yang dijual di pasaran tidak dibuat dari bahan-bahan yang merupakan rantai makanan manusia. Jadi, bisa disimpulkan kalau Anda memberi makanan sisa Anda pada kucing, itu tidak baik untuk mereka, ya.

Makanan kucing komersil dapat mengandung hewan, contohnya burung. Bagian-bagian dari hewan tersebut, seperti bulu, paruh, kuku, kepala dan mata merupakan sumber protein yang baik untuk kucing. Tapi, jika itu di dalam makanan kemasan, maka sudah pasti bahan-bahannya diproses dan disterilkan dari bakteri berbahaya terlebih dahulu.

Ini akan berbeda jika Anda memberikan hewan mati atau membiarkan kucing menangkap hewan sendiri dan memakannya langsung. Karena hewan yang kucing Anda buru sangat mungkin berpenyakit, apalagi kalau itu tikus got.

Jadi, berikan kucing Anda makanan kucing yang memiliki label AAFCO (Association of American Feed Control Officials) yang menunjukkan bahwa makanan tersebut memenuhi persyaratan gizi minimal untuk kucing.

2. Perubahan Makanan

*Sumber: https://id.pinterest.com/pin/350506783471951729/?lp=true

Seperti manusia yang kadang tak cocok dengan makanan tertentu atau makanan baru, kucing juga bisa bereaksi sama. Jika mereka terbiasa makan makanan A, lalu Anda memberi B, mungkin saja perut mereka mengalami penyesuaian dulu dan akhirnya mencret.

Hal ini bisa berlaku juga jika Anda memberikan kualitas makanan yang menurun, misalnya kucing biasa makan makanan seharga 300 ribu, lalu tiba-tiba Anda menggantinya dengan yang harganya 50.000.

3. Makanan Busuk

* sumber: www.theatlantic.com

Makanan busuk atau basi juga merupakan salah satu faktor penyebab kucing mencret ringan. Walaupun Anda pikir Anda selalu mengawasi apa yang dimakan si meong, kadang Anda bisa kelepasan juga, karena kucing akan memakan apa saja yang mereka temukan.

Kucing hobi sekali mengorek-orek tempat sampah dan makan apa saja yang terlihat oleh mereka. Anda bisa mencegahnya dengan memisahkan sampah kering dan basah, lalu menjauhkan tong sampah ke tempat yang sekiranya tidak terjamah oleh kucing Anda,

4. Alergi Makanan

* sumber: www.boredpanda.com

Seperti hooman, kucing juga bisa alergi, atau bahasa kerennya intoleransi makanan. Ini merupakan kasus yang jarang diperhatikan oleh pemilik kucing, karena pasti tidak terpikir kalau kucing bisa punya alergi juga. Padahal, jika alergi dibiarkan, bisa menyebabkan diare kronis yang berakhir fatal.

Penyebab alergi kucing bisa jadi bawaan sejak lahir atau pun dari makanan. Uniknya, jika kucing Anda diberi makanan yang sama dalam waktu yang lama, itu bisa memicu alergi, loh. Jadi, kalau mau memberi makan kucing sebaiknya bervariasi.

5. Asal Minum

* sumber: www.rd.com

Bukan cuma makanan saja, jika kucing minum sembarangan pun bisa jadi masalah. Sebaiknya kucing diberi minum air mineral, bukan air keran. Dan, hindari kucing meminum air kubangan di luar rumah juga, kalau bisa.

6. Salah Minum Susu

* sumber: pupsunite.org

Pasti ada banyak sekali orang yang beranggapan kalau memberi susu sapi pada kucing itu sah-sah saja. Padahal, logikanya, anak gajah menyusu ke ibu gajah, anak harimau menyusu ke ibu harimau, lalu bagaimana mungkin anak kucing menyusu ke ibu sapi?

Memang, kalau ditawarkan pasti kucing mau-mau saja minum susu sapi. Ah, mereka ditawarkan air kobokan juga pasti diminum, kok. Tapi, apakah itu baik untuk mereka? Tentu tidak. Susu hewan harus didapatkan dari spesies yang sama.

Untuk kasus yang sering terjadi, kucing diberi susu sapi, sangat tidak disarankan karena kucing tidak memiliki enzim untuk memecah kandungan gula yang mungkin ada pada susu sapi. Pemberian produk susu kucing komersil juga harus pilih-pilih karena kucing susah mencerna laktosa. Pastikan susu kucing tidak mengandung gula di dalamnya.

7. Stres

* sumber: www.softpaws.com

Stres, semua hewan bisa mengalaminya, tak ayal kucing rumahan juga. Kucing menunjukkan stres dalam banyak cara. Berikut beberapa tanda umum stres pada kucing:

  • Kondisi fisiknya menurun dan mudah terserang penyakit.
  • Iklim, pergantian lingkungan, atau berganti pemilik.
  • Menggaruk secara berlebihan.
  • Sering bersembunyi atau sebaliknya, extra clingy.
  • Nafsu makan menurun.
  • Ada pitak atau titik-titik botak pada bulu kucing (seringnya di daerah kaki dan perut).

Jika Anda melihat adanya perubahan perilaku pada kucing Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi juga dengan dokter hewan alih-alih mendiagnosisnya sendiri.

8. Cuaca

* sumber: www.bloginfo.info

Seperti telah disinggung di atas, iklim alias cuaca dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kucing, yang memicu diare. Ketika cuaca berganti atau sedang buruk, kucing bisa turun kondisi fisiknya, sehingga lebih cepat terserang penyakit. Kucing juga suka stres kalau cuaca jelek, jadi diare bisa lebih buruk lagi.

Penyebab Kucing Diare Berat

Selain diare ringan, ada juga yang dinamakan dengan diare berat. Biasanya, penyebab diare berat ini lebih serius dibandingkan diare ringan.

1. Virus dan Bakteri

* sumber: www.royalcanin.com

Diare kucing tidak bisa dikategorikan ringan lagi dicirikan dengan diare mereka tidak berhenti-berhenti. Mungkin saja mereka terkena virus atau bakteri seperti Escherichia coli.

2. Infeksi

* sumber: wagwalking.com

Infeksi adalah salah satu faktor penyebab mencret parah pada kucing. Infeksi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Infeksi saluran pencernaan pada kucing dapat menyebabkan diare serta muntah parah.

Apabila keduanya dialami kucing Anda, maka mereka akan mengalami penurunan berat badan dan dehidrasi ekstrim. Dalam beberapa kasus, infeksi pencernaan dapat sembuh sendiri dalam waktu 7 hari, tapi ada juga yang memerlukan obat seperti antibiotik.

3. Parasit

* sumber: www.thecatvet.co.uk

Parasit adalah organisme yang hidup pada (atau bahkan di dalam) makhluk hidup lain. Dengan kasus ini, makhluk hidup disebut inang, karena parasit akan menyerap nutrisi dari makhluk hidup tersebut. Parasit bisa menyerang manusia dan hewan. Tak ayal kucing Anda.

Parasit yang bersarang di usus kucing dapat membuat mereka diare. Parasit ini bisa masuk dari air dan makanan yang terkontaminasi. Walaupun diare akibat parasit biasanya singkat, jika tidak diobati dengan cara yang tepat bisa menyebabkan penyakit yang berkepanjangan.

4. Radang Usus

* sumber: www.petcoach.co

Ternyata bukan hanya manusia saja yang bisa kena radang pada usus, ya. Penyakit radang usus adalah suatu kondisi di mana usus kronis diinfiltrasi oleh sel-sel inflamasi. Tanda-tanda yang paling umum adalah diare, muntah dan penurunan berat badan.

Tapi, tanda-tandanya dapat bervariasi tergantung pada bagian saluran pencernaan yang terlibat, yaitu, muntah lebih sering terjadi ketika lambung atau bagian atas usus kecil yang terserang. Diare lebih sering terjadi ketika usus besar terlibat.

Ada peningkatan frekuensi buang air besar, tetapi lebih sedikit tinja yang dihasilkan setiap kali, merupakan tanda peningkatan lendir atau darah di tinja. Jadi, diare di sini bukan “penyakitnya” tapi merupakan tanda kalau kucing Anda kena radang usus.

Penyakit ini disebabkan oleh virus panleukopenia kucing adalah spesies parvovirus yang dapat menginfeksi semua anggota keluarga felid liar (kucing liar) dan domestik (kucing rumahan) di seluruh dunia. Ini adalah infeksi parah yang sangat menular yang menyebabkan penyakit pencernaan, sistem kekebalan tubuh dan penyakit sistem saraf.

5. FIV

* sumber: zuki.co.za

Feline Immunodeficiency Virus (FIV) adalah HIV & AIDS-nya kucing. Sekitar 1-5% kucing terinfeksi penyakit ini. Begitu seekor kucing terinfeksi FIV, mereka tetap bertahan selama sisa hidup mereka. Tapi, penyakit ini bisa ditularkan dari luka gigitan. Jadi, selain berbahaya untuk kucing lainnya, bisa berbahaya untuk manusia juga.

Apa yang terjadi jika kucing terinfeksi FIV? Penyakit ini berkembang sangat lambat selama beberapa tahun, menghancurkan sel darah putih kucing, yang membuat mereka kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit.

Pengurangan sistem kekebalan ini menghasilkan kerentanan terhadap infeksi sekunder, sementara mereka akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengatasi penyakit dan penyakit sehari-hari. Inilah yang menyebabkan kucing rentan terkena diare dan kalau sudah kena lama sembuhnya.

Cara Mengatasi Kucing Mencret

Lalu, bagaimana cara mengatasi kucing mencret? Ada banyak caranya, kok! Anda bisa coba beberapa cara mengatasi kucing mencret berikut ini.

1. Tempe

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=JScPEzQp6pY

Tempe, selain enak dan murah, ternyata bisa mengobati kucing mencret juga, loh. Belilah tempe yang masih bagus lalu rebus sebentar. Berikan pada kucing Anda 1x sehari.

2. Yogurt

* sumber: askopinion.com

Yogurt ternyata baik juga diberikan pada kucing, hanya saat mencret tapi, ya. Yogurt mengandung bakteri baik, yaitu Lactobacillus. Bakteri ini termasuk kategori non-patagon, sehingga baik untuk usus dan membantu pencernaan dalam tubuh. Perhatikan untuk memilih yogurt non-laktosa atau yang kadar laktosanya rendah, ya! Dosisnya, beri 1-2 sdt pada kucing dalam sehari.

3. Oralit Hewan

* sumber: webdifa.blogspot.com

Yup, hewan juga ada oralitnya. Ini bisa Anda beli di pet shop atau di online shop juga ada. Selain membantu kucing mempercepat berhentinya diare, oralit akan mengembalikan hidrasi kucing Anda yang hilang.

Perlu diperhatikan, kalau cara-cara di atas dilakukan untuk mengobati kucing mencret yang ringan saja. Untuk diare parah, seperti diare dan muntah, mencret lendir, apalagi mencret darah, Anda harus segera membawa kucing ke dokter hewan.

Pemilik kucing harus memahami bahwa diare bisa jadi bukanlah penyakitnya, melainkan gejala dari berbagai penyakit. Ini adalah gejala non-spesifik yang berarti bahwa mencret adalah umum dan biasanya disertai dengan tanda-tanda klinis lain.

Ya, selesai sudah pembahasan kami soal penyebab kucing mencret. Jika Anda punya pengalaman lain mengenai kucing mencret, bisa bagikan di kolom komentar, ya.

Tapi, kalau Anda ingin kucing Anda gemuk dan sehat, sebaiknya baca dulu artikel Cara Membuat Kucing Gemuk yang Aman dan Tetap Sehat berikut ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *