Bacaterus / Kesehatan / Ladies, Ini 10 Penyebab Keputihan yang Wajib Kamu Ketahui

Ladies, Ini 10 Penyebab Keputihan yang Wajib Kamu Ketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 Desember 2018

Setiap wanita pasti mengalami keputihan, hanya saja jika keputihan tersebut menunjukkan tanda-tanda abnormal maka kamu memang harus mewaspadainya. Keputihan adalah cairan yang keluar dari organ intim kewanitaan. Keputihan yang normal tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal. Kalau kamu mendapatkan keputihan yang berbau dan menyebabkan gatal, itu tandanya keputihan yang kamu alami abnormal.

Sebagai wanita kita harus lebih aware terhadap masalah keputihan. Jangan anggap sepele keputihan abnormal yang kamu alami karena itu bisa menjadi tanda adanya penyakit di organ intim kewanitaan. Biar tidak menerka-nerka sendiri, Bacaterus akan membahas seputar penyebab keputihan abnormal yang dialami kaum hawa.

10 Penyebab Keputihan

1. Bakteri Vaginosis

Penyebab Keputihan

Penyebab keputihan adalah infeksi bakteri atau virus. Salah satu bakteri yang bertanggung jawab terhadap keputihan abnormal adalah bakteri vaginosis. Infeksi bakteri ini biasa terjadi karena sering melakukan aktivitas seksual dengan berganti-ganti pasangan.

Keputihan yang disebabkan oleh bakteri vaginosis menyebabkan debit cairan yang keluar dari Miss V menjadi lebih banyak. Selain itu, cairan keputihan yang keluar juga berbau busuk sehingga mengganggu kenyamanan diri sendiri maupun pasangan.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Parasit ini menginfeksi organ intim kewanitaan melalui kontak seksual. Keputihan adalah salah satu gejala yang dialami oleh wanita yang terkena trikomoniasis.

Ciri-ciri keputihan yang disebabkan oleh trikomoniasis antara lain adalah cairan keputihan berubah menjadi lebih kental dan berwarna kuning atau kehijauan. Selain itu, cairan keputihan yang keluar akan menimbulkan rasa gatal dan berbau tak sedap. Gejala lain yang dirasakan oleh wanita yang mengalami keputihan akibat trikomoniasis adalah rasa nyeri ketika buang air kecil dan berhubungan intim.

Keputihan karena trikomoniasis ini bisa ditangani oleh dokter. Bahkan, keputihan ini bisa sembuh dalam hitungan hari atau minggu jika sudah mendapatkan pengobatan yang tepat.

3. Infeksi Jamur

Infeksi Jamur

Adalah suatu hal yang normal jika pada organ intim kewanitaan terdapat jamur ragi. Akan tetapi, pertumbuhan jamur yang tak terkendali bisa menjadi penyebab keputihan abnormal. Infeksi jamur pada Miss V ini bisa disebabkan karena penggunaan antibiotik tertentu, penggunaan kontrasepsi, sistem imun lemah, kehamilan, hubungan seks yang tidak sehat, sampai dengan penggunaan celana dalam yang terlalu ketat.

Keputihan yang disebabkan karena infeksi jamur ini dapat dikenali dari warna cairannya yang berubah menjadi putih dan kental seperti keju. Selain itu, keputihan karena infeksi jamur juga menimbulkan sensasi panas dan gatal pada Miss V.

4. Human Papillomavirus

Human Papillomavirus

Jangan pernah menyepelekan keputihan karena kondisi tersebut bisa disebabkan karena infeksi virus yang serius. Human Papillomavirus (HPV) adalah virus yang menyebabkan kanker serviks. Infeksi virus ini dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal pada wanita.

Adapun wanita yang terinfeksi HPV akan mengalami keputihan yang disertai dengan darah sehingga warna cairannya agak kemerahan atau kecoklatan. Cairan keputihan pada wanita yang terinfeksi HPV juga berbau tak sedap.

HPV memang tak selalu berujung pada kanker serviks. Bisa saja wanita yang terinfeksi HPV hanya akan mengalami penyakit kutil kelamin. Akan tetapi, alangkah lebih baik jika kamu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami keputihan dengan tanda-tanda yang sudah disebutkan.

5. Gonore dan Klamidia

Gonore dan Klamidia

Gonore dan klamidia adalah penyakit menular seksual yang berpotensi menjadi penyebab keputihan. Wanita yang berisiko mengalami kedua penyakit ini adalah wanita yang aktif berhubungan seksual, kerap kali berganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual, dan tidak menggunakan alat kontrasepsi (kondom) ketika berhubungan intim. Wanita yang memiliki riwayat penyakit menular seksual juga lebih rentan terkena klamidia.

Keputihan yang disebabkan oleh penyakit menular seksual biasanya dapat dikenali dengan cairannya yang berwarna hijau atau kekuningan. Cairan keputihan tersebut juga berbau meskipun tidak selalu menyebabkan gatal pada organ intim kewanitaan.

6. Penggunaan Pantyliner

Penggunaan Pantyliner

Penyebab keputihan tidak selamanya harus berhubungan dengan aktivitas seksual. Terkadang penyebab keputihan bisa berasal dari kebiasaan sehari-hari yang cukup sederhana, seperti misalnya kebiasaan menggunakan pantyliner.

Usut punya usut, pantyliner memblokir jalan masuk udara ke organ intim kewanitaan. Akibatnya, Miss V jadi lembab dan mudah berkeringat. Kurangnya sirkulasi udara pada organ intim kewanitaan inilah yang menyebabkan keputihan.

Untuk mencegah keputihan abnormal, sebaiknya kurangi penggunaan pantyliner dalam kehidupan sehari-hari. Gunakan pembalut hanya ketika menstruasi saja. Asalkan kamu rutin mengganti pakaian dalam, maka kebersihan dan kenyamanan Miss V tetap terjaga kok.

7. Berendam di Air Panas Terlalu Lama

Berendam di Air Panas Terlalu Lama

Siapa yang suka berendam di air panas setelah bekerja seharian penuh? Berendam dalam air panas memang “obat” mujarab untuk menghilangkan letih dan pegal di sekujur tubuh. Sayangnya, kebiasaan ini bisa menjadi penyebab keputihan, lho.

Suhu air yang panas menyebabkan pertumbuhan jamur di sekitar Miss V semakin pesat. Pertumbuhan jamur yang banyak berpotensi menimbulkan keputihan. Kalau ingin berendam di air panas sebaiknya jangan lebih dari satu jam, ya!

8. Celana Dalam Terlalu Ketat

Celana Dalam Terlalu Ketat

Penggunaan celana dalam yang bersih dan nyaman akan menentukan kesehatan Miss V, lho. Sebaliknya, jika celana dalam terlalu ketat justru berisiko menimbulkan keputihan yang tidak normal. Bagi kaum hawa sebaiknya pilih celana dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat, serta hindari jenis celana dalam model thong atau g-string yang sangat ketat.

Celana dalam yang terlalu ketat membuat organ intim kewanitaan menjadi berkeringat dan lembab. Alhasil, kondisi tersebut tentu akan menyebabkan pertumbuhan jamur semakin pesat dan berujung pada keputihan yang tidak normal.

9. Stres

Mengatasi stres

Apa hubungan antara stres dan keputihan? Sekilas kedua hal ini memang tampak tidak ada hubungannya. Kamu pasti bertanya-tanya bagaimana stres bisa menjadi penyebab keputihan yang abnormal, bukan?

Keputihan berhubungan dengan hormon. Sementara jika kamu mengalami stres, maka hormon-hormon di dalam tubuh akan terganggu. Nah, gangguan hormonal yang kamu alami ini berpotensi mengganggu keseimbangan pH Miss V. pH yang tidak seimbang dapat menyebabkan keputihan.

10. Kehamilan

Kehamilan

Keputihan saat hamil, normalkah? Sebagian wanita hamil pasti khawatir ketika mengalami keputihan. Perlu kamu ketahui bahwa keputihan saat hamil adalah hal yang wajar terjadi. Ketika hamil, hormon di dalam tubuh akan mengalami perubahan yang pesat.

Keputihan saat hamil ini disebabkan karena tubuh memproduksi lebih banyak estrogen yang melunakkan leher rahim (serviks) dan dinding vagina. Tak hanya itu saja, aliran darah di sekitar Miss V menjadi lebih lancar ketika masa kehamilan. Hal-hal inilah yang menyebabkan wanita hamil mengalami keputihan. Bahkan, keputihan bisa terjadi ketika wanita hamil memasuki usia kehamilan trimester ketiga.

Hindari 10 penyebab keputihan yang kami sebutkan ini. Jika sudah terlanjur mengalami keputihan, segera hindari faktor penyebabnya dan carilah pengobatan medis yang tepat. Keputihan dapat meninggalkan noda kuning di celana dalam. Anda bisa membersihkan noda keputihan ini dengan membaca artikel cara menghilangkan noda kuning di celana dalam.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment