Bacaterus / Daya Tahan Tubuh / Ini Dia 10 Faktor dan Penyebab Daya Tahan Tubuh Menurun

Ini Dia 10 Faktor dan Penyebab Daya Tahan Tubuh Menurun

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebagai manusia tentu sangat wajar jika sesekali kita terserang penyakit. Namun, jika Anda terlalu sering sakit, maka Anda memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Normalnya, ciri-ciri sistem kekebalan tubuh menurun adalah seseorang akan rentan jatuh sakit. Nah, proses penurunan daya tahan tubuh ini bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kekebalan tubuh.

Jika Anda termasuk seseorang yang mudah sakit, coba kenali 10 penyebab daya tahan tubuh menurun yang sudah dirangkum oleh Bacaterus. Apabila Anda sudah mengetahui penyebabnya, cobalah untuk mengubah beberapa kebiasaan yang mungkin menyebabkan sistem kekebalan tubuh Anda melemah.

Bila perlu baca artikel vitamin untuk daya tahan tubuh dewasa dan vitamin untuk daya tahan tubuh anak berikut ini untuk membantu memperkuat sistem imun Anda dan si kecil.

10 Penyebab Daya Tahan Tubuh Menurun

1. Sering Begadang

Sering Begadang Penyebab Daya Tahan Tubuh Menurun

Begadang jangan begadang.. Bila tiada artinya..”

Sepenggal lirik dari raja dangdut Rhoma Irama tersebut mengingatkan kita untuk tidak terlalu sering begadang. Pasalnya, begadang merupakan salah satu penyebab daya tahan tubuh menurun. Orang yang jam tidurnya kurang dari 6 jam, tubuhnya akan kekurangan sel-sel yang berfungsi melawan virus dan bakteri.

Seseorang yang hanya tidur selama 4 jam sehari akan menghasilkan zat antibodi sebanyak 50 persen saja. Tentu saja kekurangan zat antibodi dapat membuat tubuh mudah sakit apabila ada infeksi bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh.

2. Malas Berolahraga

Malas Berolahraga

Sudah menjadi rahasia umum jika olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga tubuh agar tetap bugar. Sayangnya, tidak semua orang mengindahkan manfaat berolahraga dan lebih memilih bermalas-malasan saja. Padahal, malas berolahraga adalah penyebab kondisi fisik menurun.

Dampak dari kurang berolahraga adalah sistem kekebalan tubuh menurun dan membuat tubuh jadi mudah terserang infeksi bakteri dan virus penyakit. Penelitan para ahli menyatakan bahwa aktivitas fisik dapat memperkuat daya tahan tubuh dengan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan infeksi virus maupun bakteri.

3. Tekanan dan Stres

Tekanan dan Stres

Percaya atau tidak, tekanan batin dan stres merupakan salah satu penyebab daya tahan tubuh menurun. Seseorang yang merasa stres akan merasa tidak nyaman saat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain itu, mereka akan mengalami penurunan sistem imun tubuh.

Itulah sebabnya mengapa seseorang yang stres lebih mudah jatuh sakit. Bukan hanya karena infeksi virus dan bakteri saja, suasana hati dan pikiran yang kurang baik akan melemahkan daya tahan tubuh manusia. Oleh karena itu, usahakan untuk mengelola stres dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan dan tidak memforsir tubuh untuk melakukan pekerjaan yang terlalu berat.

4. Kekurangan Cairan Tubuh

Kekurangan Cairan Tubuh

Siapa bilang kekurangan cairan tubuh hanya menyebabkan dehidrasi? Jika Anda mengonsumsi air putih kurang dari 2 liter atau 8 gelas sehari, maka daya tahan tubuh pun jadi melemah. Bagaimana bisa seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh hanya karena kurang minum?

Faktanya, air memiliki kemampuan mengeluarkan racun dari dalam tubuh (detoksifikasi). Jadi, ketika Anda kekurangan cairan tubuh, racun dari dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan secara optimal dan membuat sistem imun melemah.

Untuk mendeteksi apakah kebutuhan cairan harian Anda sudah tercukupi atau tidak, Anda dapat melihat warna urin Anda. Urin yang berwarna jernih dan tidak keruh menandakan bahwa kebutuhan cairan harian Anda telah terpenuhi.

Penyebab daya tahan tubuh menurun saat haid juga disebabkan karena tubuh kekurangan cairan dan terus mengeluarkan cairan. Jadi, saat haid sebaiknya perbanyak asupan air putih sehari-hari, ya!

5. Menjadi Perokok Aktif Maupun Pasif

Menjadi Perokok Aktif Maupun Pasif

Bukan hanya perokok aktif saja yang memiliki sejumlah risiko penyakit berbahaya, perokok pasif pun juga. Di dalam asap rokok terdapat beberapa jenis racun yang jika terhirup oleh manusia dapat memengaruhi kinerja sel-sel tubuh yang berfungsi untuk memerangi penyakit.

Baik perokok aktif maupun pasif sama-sama memiliki daya tahan tubuh yang buruk. Jika ingin memperkuat sistem kekebalan tubuh, perokok aktif harus berhenti merokok dan perokok pasif harus berada di lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari asap rokok.

6. Sering Bertukar Barang dengan Orang Lain

Sering Bertukar Barang dengan Orang Lain

Kebiasaan sepele dapat menjadi penyebab daya tahan tubuh menurun, contohnya saling pinjam meminjam barang dengan orang lain. Meminjamkan handuk, pakaian, atau bahkan pulpen kepada orang lain dapat membuat sistem kekebalan tubuh Anda jadi melemah.

Kuman, virus, dan bakteri sangat mudah berpindah melalui pertukaran barang. Ketika Anda meminjam pulpen dari teman Anda, bisa jadi pulpen tersebut dipenuhi bakteri penyebab flu. Alhasil, potensi Anda tertular flu jadi semakin besar. Kalau sudah terkena flu, maka dapat dipastikan bahwa daya tahan tubuh Anda jadi menurun.

7. Kekurangan Nutrisi Tertentu

Kekurangan Nutrisi Tertentu

Anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia selalu membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi sehari-hari. Di mana pun Anda berada, Anda harus memenuhi kebutuhan nutrisi harian agar tubuh tetap sehat dan mampu beraktivitas seperti biasanya. Sayangnya, kekurangan nutrisi tertentu dapat membuat daya tahan tubuh menurun.

Kombinasi Vitamin A, C, dan E dengan zat besi, zinc, tembaga, dan selenium ternyata dapat menunjang produksi sel antibodi untuk mencegah penyakit. Jika nutrisi harian tidak terpenuhi, tentu saja kekuatan daya tahan tubuh pun jadi melemah dan memudahkan Anda terinfeksi virus serta bakteri penyebab penyakit.

8. Berada di Lingkungan yang Kotor

Berada di Lingkungan yang Kotor

Tak dapat dipungkiri bahwa kebersihan lingkungan di mana kita berada menjadi salah satu faktor yang menentukan kekuatan daya tahan tubuh manusia. Secara tidak langsung, jika kita berada di lingkungan yang kotor maka infeksi virus dan bakteri akan mudah menyerang kita.

Infeksi virus dan bakteri yang terus terjadi karena kita berada di lingkungan yang kotor akan memperberat tugas sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh jadi mudah sakit karena tidak ada pertahanan yang kuat untuk menangkal virus dan bakteri di kemudian hari.

9. Obesitas

Mencegah obesitas

Anda pasti tak menyangka bahwa di antara sekian banyak penyebab daya tahan tubuh menurun ternyata obesitas juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Obesitas adalah kondisi di mana berat badan seseorang melebihi batas normal.

Kegemukan membuat metabolisme di dalam tubuh bergerak semakin lambat. Bahkan, siapa pun dapat terkena obesitas. Akibatnya dari obesitas adalah kinerja sistem kekebalan tubuh pun tidak menjadi sekuat biasanya. Cobalah untuk mengatasi masalah ini dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan rutin berolahraga setiap hari.

10. Konsumsi Obat Antibiotik

Konsumsi Obat Antibiotik

Ketika sakit tenggorokan atau flu, kita akan mengonsumsi obat antibiotik untuk melawan infeksi virus penyebab penyakit tersebut. Sayangnya, konsumsi obat-obatan antibiotik secara terus menerus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Antibiotik mengurangi kadar sitokin, hormon yang berperan dalam sistem imunitas. Akibatnya, tubuh menjadi lemah terhadap serangan bakteri resisten. Usahakan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai resep dokter saja dan habiskan antibiotik tersebut sesuai dosis yang dianjurkan.

Dengan mengetahui 10 penyebab daya tahan tubuh menurun ini kita jadi bisa menghindari kebiasaan-kebiasaan yang mungkin menjadi pemicu lemahnya sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ingin sakit, bacalah artikel cara meningkatkan daya tahan tubuh.

Jangan lupa untuk turut mengonsumsi suplemen yang dapat membantu Anda menjaga daya tahan tubuh. Rekomendasi suplemen terbaik untuk lansia dapat dibaca di artikel vitamin untuk orang tua dan lansia.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *