Bacaterus / Penyakit Kucing / 10 Kondisi yang Mungkin Menjadi Penyebab Bulu Kucing Rontok

10 Kondisi yang Mungkin Menjadi Penyebab Bulu Kucing Rontok

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bagi kamu yang memiliki kucing dan senang menghabiskan banyak waktu dengannya, mungkin kamu sering memperhatikan bahwa ada beberapa bulu kucing yang menempel di pakaianmu. Kamu pasti akan langsung membersihkan bagian bulu kucing dari pakaianmu atau sering membersihkan bulu kucing di tempat lain. Tapi bagaimana jika bulu kucing rontok berlebih?

Bulu rontok pada kucing atau alopecia adalah suatu kondisi di mana bulu kucing rontok atau tidak tumbuh, dan itu dapat terjadi pada kucing dari segala usia. Bulu rontok pada kucing bisa terjadi sebagian atau secara keseluruhan. Alopecia adalah tanda dari berbagai kondisi pada kerontokan bulu kucing, dan mungkin merupakan gejala dari masalah serius.

Setiap pemilik kucing pasti menginginkan bulu kucingnya terlihat lebat, sehat, dan lembut. Namun bagaimana jika kucingmu menderita kerontokan rambut? Sebelum pergi memeriksanya ke dokter hewan, sebaiknya kamu ketahui terlebih dahulu beberapa penyebab bulu kucing rontok di bawah ini.

1. Infeksi Jamur

Infeksi Jamur

* sumber: www.vetbabble.com

Infeksi jamur atau kurap adalah salah satu penyebab umum dari kerontokan bulu kucing. Infeksi jamur ini bersifat sangat menular dan sering terjadi pada anak kucing atau kucing yang hidup berkelompok. Penyebab jamur utamanya adalah spora jamur yang dapat menular dari hewan atau lingkungan yang terkontaminasi.

Spora bisa masuk ke kulit kucing melalui gigitan, goresan atau apa pun, sehingga infeksi mulai berkembang di lapisan kulit terluar dan folikel bulu kucing. Jika kucing kamu mengalami kerusakan kulit di daerah yang sulit dijangkau untuk perawatan, maka kucingmu berisiko lebih besar terkena infeksi jamur atau kurap.

Gejala kurap bisa sangat berbeda pada setiap kucing. Ada kucing yang cenderung mengalami rambut rontok tidak teratur dan menimbulkan bercak. Sedangkan ada juga kucing yang mengalami kulit kemerahan yang mungkin bersisik.

Kurap dapat diobati dan dihilangkan, meskipun hal itu harus melibatkan beberapa tahap perawatan infeksi yang harus menghancurkan spora yang tersisa. Jika sudah begitu, kamu juga harus membersihkan lingkungan kucing secara menyeluruh.

2. Alergi Kulit

Alergi Kulit

* sumber: www.royalcanin.com

Salah satu penyebab kerontokan rambut yang juga banyak dialami kucing adalah alergi kulit. Jika ada bercak rambut rontok dengan kulit meradang yang gatal, itu adalah salah satu tanda kucingmu terserang alergi kulit.

Rambut rontok dan gatal-gatal adalah gejala umum ketika kucing memiliki reaksi alergi terhadap sesuatu yang dimakannya atau bersentuhan dengan lingkungan. Sebaiknya kamu mengunjungi dokter hewan untuk melakukan tes alergi supaya dapat dipastikan apakah kucing kamu mengalami reaksi alergi. Dengan begitu rencana perawatan dapat dilakukan.

Setelah alergi diidentifikasi, dokter hewan biasanya akan meresepkan obat untuk mengurangi rasa gatal pada kucing. Tapi kamu jangan khawatir, karena setelah kembali normal, sebagian besar bulu kucing akan tumbuh kembali.

3. Stres / Anxiety

Stres atau Anxiety

* sumber: icatcare.org

Tidak hanya manusia yang bisa mengalami stres, kucing pun bisa mengalaminya. Ketika kucing stres, kucing akan secara obsesif sering menjilat dan mencakar. Jika demikian, maka kucing tersebut bisa mengalami kerontokan bulu. Kondisi ini disebut alopecia psikogenik.

Kucing yang merasa stres cenderung menjilati bagian perut, samping tubuhnya, dan kaki. Hal ini paling umum dialami kucing betina. Sebaiknya kamu konsultasikan kepada dokter hewan, apakah kucingmu membutuhkan antidepresan atau perubahan di lingkungannya.

4. Terluka

Terluka

* sumber: www.holidogtimes.com

Terkadang, kucing yang menjilati area tubuhnya terlalu sering bukan karena gatal, tetapi karena jaringan di bawah kulitnya ada yang sakit. Misalnya, kucing yang mengalami artritis juga dapat menjilati sendinya terus-menerus karena terasa sakit.

Hal itu dilakukannya supaya meringankan ketidaknyamanan. Itulah sebabnya penting untuk menyembuhkan masalah kesehatan kucingmu terlebih dahulu.

5. Perawatan Berlebihan

Perawatan Berlebihan

* sumber: www.catster.com

Perawatan adalah hal penting untuk menjaga kebersihan kucing dan membuat kulitnya sehat. Namun, perawatan berlebihan dapat menyebabkan rambut rontok dan efek samping lainnya. Selain dirawat oleh majikannya, kucing juga senang merawatnya dirinya sendiri menggunakan lidah untuk membersihkan bulunya.

Tapi lidah kucing bisa membuat bulunya rontok. Nah, jika kucing kamu melakukan perawatan berlebihan pada dirinya, nantinya akan menimbulkan kerontokan bahkan bisa membuat kucingmu botak. Perawatan yang berlebihan dapat menjadi gejala dari masalah perilaku, lho!

Jika kucing kamu mengalami stres, mungkin akan menjilat bulu sebagai caranya untuk menenangkan dirinya sendiri. Jika kamu melihat tanda-tanda tersebut pada kucingmu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.

6. Gangguan Tiroid

Gangguan Tiroid

Sama seperti pada manusia, gangguan tiroid juga dapat menyerang kucingmu yang menyebabkan kerontokan bulunya. Meskipun hal ini jarang terjadi, tapi kucing juga bisa menderita kekurangan tiroid atau hipotiroidisme. Dalam hal ini, bulu kucingmu bisa menjadi kusam, rapuh dan tipis. Bahkan tiroid pada kucing bisa menyebabkan penurunan berat badan.

Oleh karena itu, tes darah diperlukan untuk membantu memastikan apakah kucing kamu memiliki penyakit tiroid atau tidak. Memberikan obat-obatan juga dapat membantu mengatasi tiroidnya. Kucing kamu akan memerlukan pemeriksaan hewan lengkap dan tes laboratorium yang mencakup tes darah, biokimia, urinalisis.

7. Kutu Kucing

Kutu Kucing

* sumber: pets.webmd.com

Kutu adalah salah satu jenis parasit yang paling umum dialami hampir semu hewan, termasuk kucing. Ketika kutu sudah hinggap di tubuh kucing, kutu akan menggigit dan mengiritasinya. Kucing yang alergi dengan kutu akan merasa sangat gatal, sehingga kutu tersebut dapat menyebabkan rambut kucing menjadi rontok.

Dengan begitu, kucing akan menggaruk kulitnya untuk menghilangkan rasa gatalnya. Bahkan kucingmu bisa saja akan menggigit bulu yang terasa gatal karena kutu. Rasa gatal tersebut timbul dari air liur kutu yang mengiritasi kucing dan sering menyebabkan benjolan merah berkerak hingga rambut rontok.

Kucing yang terserang kutu harus segera dirawat untuk menghindari komplikasi yang lebih serius bagi kesehatannya secara menyeluruh.

8. Pemberian Makanan yang Tidak Tepat

Makanan yang Tidak Tepat

* sumber: pets.webmd.com

Pemberian makanan kucing yang kurang tepat juga bisa menjadi penyebab bulu kucingmu rontok. Jika kamu tidak memberikan makanan kucing sesuai kebutuhan gizinya, maka kucingmu kemungkinan akan menderita kerontokan rambut atau memiliki kualitas bulu yang buruk.

Kulit dan bulu kucing membutuhkan sejumlah besar protein agar berfungsi dan tumbuh secara efektif. Kurangnya protein berkualitas tinggi dalam makanan kucing dapat menyebabkan bulu kucing menjadi lebih rapuh, tipis, dan bahkan rambut rontok.

Sebaiknya kamu berikan makanan yang mengandung vitamin A dan vitamin E. Karena kedua vitamin tersebut penting untuk menjaga bulu kucing tetap sehat dan mencegah kerontokan bulunya. Vitamin-vitamin tersebut juga dapat mengatur pertumbuhan sel dan bertindak sebagai antioksidan alami untuk kucing.

9. Hormon Kucing

Hormon Kucing

* sumber: wagwalking.com

Ketidakseimbangan hormon pada kucing akan menimbulkan bercak botak dan membuat bulunya rontok. Itu karena hormon bertanggung jawab untuk pertumbuhan rambut kucing. Maka ketika ada kelebihan atau kekurangan hormon-hormon ini, kerontokan bulu kucing bisa terjadi.

Kamu mungkin juga menyadari bahwa kucing yang sedang hamil atau menyusui akan mengalami kerontokan bulu karena perubahan hormon selama periode tersebut. Tetapi jangan terlalu khawatir karena bulu kucing akan tumbuh kembali dari waktu ke waktu.

10. Folikulitis

Folikulitis

* sumber: cats.lovetoknow.com

Mungkin kamu masih asing dengan jenis penyakit ini. Follikulitis adalah infeksi bakteri akibat folikel bulu yang rusak dan dapat menyebabkan gatal serta peradangan pada kucing. Gejalanya meliputi benjolan, kemerahan, kulit berkerak, hingga berisi nanah. Kerontokan bulu kucing sering terjadi ketika kucing menggaruk tubuhnya.

Biasanya, folikulitis berkembang sebagai gejala sekunder selama kucingmu sakit ketika sistem kekebalan kucing terganggu. Selain itu, obat-obatan tertentu, seperti steroid, dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit yang mengarah ke folikulitis.

Bulu rontok atau alopecia pada kucing bisa jadi hanya masalah kulit biasa atau bahkan bisa menjadi indikasi eksternal dari gangguan psikologis yang lebih serius. Sebaiknya kamu konsultasikan dengan dokter hewan segera setelah kamu melihat ada perubahan pada bulu kucing.

Perawatan sepenuhnya tergantung pada apa yang menyebabkan bulu kucing rontok. Setelah dokter hewan memeriksanya, ia akan dapat memberi tahu kamu perawatan mana yang akan dilakukan.

Setelah penyebab alopecia pada kucing ditemukan, semoga kamu memiliki kucing yang bahagia dan sehat kembali! Bagi kamu yang ingin berbagi tentang pengalaman memiliki kucing dengan bulu yang rontok, silahkan ceritakan di kolom komentar.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *