bacaterus web banner retina

6 Karakter Utama di Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014)

Dibintangi oleh sederet aktris dan aktor muda, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014) cukup menyenangkan untuk ditonton. Adaptasi bebas mengenai kisah hidup seorang pengusaha dan motivator bernama Merry Riana. Sayangnya adaptasi ini bukannya inspirasional, justru terasa seperti film romantis pada umumnya.

Meski begitu performa akting dari Chelsea Islan, Dion Wiyoko dan Kimberly Ryder di sini memang patut diapresiasi. Sebagai pemeran utama, ketiganya berhasil memberikan kerjasama yang baik, sehingga setiap karakter terlihat bersinar. Selain mereka, beberapa aktor senior yang membuat film ini terasa lebih hidup.  

Kali ini Bacaterus akan membahas mengenai karakter-karakter penting dalam film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014). Mau tahu ada siapa saja? Biar nggak ketinggalan informasi lengkapnya, kamu bisa membacanya di bawah ini.

1. Chelsea Islan (Merry Riana)

Chelsea Islan (Merry Riana)

Harus berpisah dari keluarganya, Merry Riana mengadu nasib di negara yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Merry Riana dan seluruh keluarganya menjadi korban kerusuhan etnis Tionghoa, yang menimbulkan banyak korban.

Demi menyelamatkan diri, sang ayah mengirim Merry ke Singapura untuk bertemu dan tinggal bersama kenalannya di sana.

Namun sesampainya di Singapura, Merry tidak bisa bertemu dengan siapapun dan kini hidup sendiri. Berusaha mencari tempat tinggal, Merry beruntung karena salah satu temannya bersekolah di Singapura.

Merry menumpang di kamar asrama Irene, tapi hal ini malah membuat studi temannya terancam. Demi bisa tinggal di sana, Merry memutuskan untuk berkuliah di universitas yang sama dengan Irene.

Hal ini menimbulkan masalah penting dalam hidupnya, biaya hidup dan sekolah yang tidak murah. Merry berusaha keras untuk mencari pekerjaan, agar ia bisa bertahan hidup dan membayar biaya studinya.

Untungnya ada Alva yang selalu membantunya, pria itu menjadi penjamin beasiswanya, membantu mencari pekerjaan hingga menjadi rekan kerja.

Namun masalahnya kini tidak hanya soal uang, Merry, Alva dan Irene terlibat dalam cinta segitiga. Bahkan Merry mengalami kegagalan dalam bisnis, sehingga gadis ini kembali terpuruk.

Tapi Merry tidak pernah menyerah, gadis ini terus berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. Hingga usahanya tidak hanya membawa kesuksesan dalam karirnya, tetapi sukses soal percintaan.

2. Dion Wiyoko (Alva Tjenderasa)

Dion Wiyoko (Alva Tjenderasa)

Sebenarnya sosok Alva Tjenderasa memang sangat misterius, karena pria ini tidak mudah terbuka kepada banyak orang. Namun ada satu hal yang pasti dari sosok Alva, pria ini memiliki pemikiran yang matang dan mengetahui setiap konsekuensi dari aksinya.

Makanya Alva mau sembarangan untuk membantu Merry Riana, saat gadis itu membutuhkan penjamin untuk beasiswanya.

Tapi setelah melihat perjuangan Merry, Alva akhirnya mau membantu gadis itu bahkan sampai jatuh cinta padanya.

Bagi Alva, Merry menjadi sosok wanita yang sangat tangguh dan tidak mudah menyerah, sangat menyenangkan untuk berada disekitarnya. Alva memahami potensi yang dimiliki oleh Merry Riana, makanya ia selalu mau membantu gadis ini.

Sayangnya cintanya kepada Merry harus berakhir sebagai cinta sebelah pihak saja, pasalnya Merry menolaknya mentah-mentah.

Alasannya karena Merry tidak pernah mau untuk mengkhianati sahabatnya, sedangkan Alva tidak tahu kalau Irene jatuh cinta padanya. Bahkan ketika keadaan ekonomi mereka membaik, Merry tetap tidak bisa menerima cintanya.

Alva Thendera memutuskan untuk meninggalkan cintanya kepada Merry, tapi tidak untuk menghapusnya. Hingga penantiannya untuk Marry terbayarkan, ketika gadis itu mendapatkan cincin yang seharusnya ia berikan padanya di hari Valentine.

3. Niniek L. Karim (Miss Noor)

Niniek L. Karim (Miss Noor)

Miss Noor adalah wanita keturunan melayu yang sudah lama menetap di Singapura. Perempuan ini adalah orang pertama yang memberikan bantuan kepada Merry.

Miss Noor meminjamkan password internet miliknya kepada Merry, sehingga gadis ini bisa bertemu dengan Irene. Tidak hanya sekali Miss Noor membantu Merry, perempuan ini selalu ada di momen-momen penting untuknya.

Ketika Merry mencoba untuk mendapatkan pekerjaan pertamanya hingga ketika gadis ini bekerja di perusahaan asuransi. Miss Noor terpesona dengan kegigihan dan pola pikir Merry, makanya ia mau membeli asuransi seharga 100.000 dolar Singapura.

Padahal perempuan ini sudah memiliki tiga polis asuransi lainnya, tapi ia tetap mau membeli asuransi serupa dari Merry.

4. Kimberly Ryder (Irene Lee)

Kimberly Ryder (Irene Lee)

Menjadi satu-satunya sahabat yang dimiliki Merry selama tinggal di Singapura, Irene Lee bisa dikatakan sebagai sosok penyelamat.

Irene sampai rela membawa Marry menyelinap ke kamar asramanya, hanya untuk memberikan tumpangan tempat tinggal. Bahkan saat Merry hampir diusir dari asrama, Irene menyarankan agar gadis itu ikut berkuliah di universitas yang sama dengannya.

Sejak awal Irene selalu berusaha untuk mencari jalan keluar mengenai berbagai masalah yang ada di hidup Merry Riana.

Irene tidak pernah meminta balasan untuk bantuan tersebut, gadis ini sangat tulus untuk membantu sahabat baiknya bisa hidup di Singapura. Namun hubungan persahabatan ini berakhir begitu saja karena sebuah kesalahpahaman.

Ketika Alva menyatakan cintanya kepada Merry, ternyata Irene melihat hal tersebut. Irene merasa sangat marah, karena ia berpikir Merry telah mengkhianati dirinya dengan merebut pria yang dicintainya.

Irene memang sudah lama menyimpan rasa untuk Alva dan orang yang hal ini hanya Merry. Tapi rasa cemburu dan kecewa dalam dirinya membuat Irene menolak mendengarkan penjelasan Merry.

Sebenarnya Irene menyadari bahwa perbuatannya kepada Merry salah, tapi ia tidak pernah berani untuk mengakui hal tersebut. Ketika Irene sudah berani untuk mengakui kesalahannya, ia selalu gagal untuk bertemu dengan Merry.

Hingga suatu hari mereka kembali dipertemukan, Irene meminta maaf kepada Merry dan keduanya kembali bersahabat.

5. Cynthia Lamusu (Ibu Merry Riana)

Cynthia Lamusu (Ibu Merry Riana)

Sebagai seorang istri dan ibu, ibu Merry Riana tidak kuasa melihat keluarganya menjadi korban kerusuhan etnis. Ia berusaha menyelamatkan keluarganya bersama sang suami, hingga ia harus merelakan putrinya pergi pergi seorang diri ke negara lain.

Bersama sang suami, ia berusaha mencari uang untuk memenuhi kebutuhan putrinya dan membeli tiket ke Singapura.

Tapi sesampainya ia disana, Merry sedang dalam keadaan yang tidak baik dan begitu terpuruk. Tak ingin melihat putrinya terus saja bersedih, ia sempat memberikan beberapa petuah agar putrinya tidak menyerah dengan keadaan.

Ia memberikan uang 200 dolar agar Merry bisa memulai hidup barunya dan kembali berusaha menggapai cita-citanya.

6. Ferry Salim (Ayah Merry Riana)

Ferry Salim (Ayah Merry Riana)

Tak ingin membiarkan putrinya menjadi korban kerusuhan, sebagai ayah ia bertanggung jawab memberikan kehidupan yang baik bagi anak-anaknya. Makanya ia mengirim sang putri ke Singapura, dengan tujuan untuk memberikan kehidupan lebih layak untuk Merry.

Meski sang putri selalu memberikan update kehidupannya yang baik di Singapura, tetap ada rasa khawatir di harinya.

Bagaimanapun ia hanya bisa berusaha untuk bangkit kembali, sehingga ia bisa mengirimkan uang untuk putrinya di Singapura. Selain itu ia berharap bisa membantu meringankan beban Merry, untuk membayar biaya kuliah putrinya di sana.

Dilihat dari pemaparan karakternya, setiap orang memiliki nilai inspirasional sendiri-sendiri. Tapi entah kenapa filmnya tidak bisa menaikkan “inspiratif” kepada para penontonnya. Mungkin komposisi antara sosok Merry Riana dengan plot percintaan dalam film ini kurang balance.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram