Bacaterus / Review Film Indonesia / Pemeran Film Netflix Teman Tapi Menikah 2 yang Hits Banget!

Pemeran Film Netflix Teman Tapi Menikah 2 yang Hits Banget!

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film Teman tapi Menikah 2 (#FriendButMarried 2) telah menjadi salah satu film Indonesia terpopuler di tahun 2020 ini. Kesuksesan ini bisa jadi karena melanjutkan popularitas film pertamanya, tetapi juga karena ada beberapa elemen baru yang ikut mengatrol kualitas film ini, salah satunya adalah kekuatan akting dari kedua pemeran utamanya.

Mungkin banyak dari kita yang sudah mengenal Adipati Dolken dan Mawar Eva de Jongh yang memerankan Dito dan Ayu, tapi tidak ada salahnya kita lihat kembali profil mereka dan karakter yang mereka perankan di film arahan Rako Prijanto ini. Baiklah, mari kita simak bersama profil mereka berdua.

Adipati Dolken (Dito)

Beberapa dari kita mungkin mengenal sosok Dito ketika dia mengisi perkusi di sebuah acara Talk Show di salah satu televisi swasta yang sedang populer kala itu. Talk show yang digawangi oleh Sarah Sechan ini bahkan ikut muncul dalam salah satu adegan di film Teman tapi Menikah 2 ini, tentunya tidak berupa dokumentasi aslinya ya, tapi direka ulang kembali khusus untuk kepentingan film.

Meski tidak ada kemiripan secara fisik, kita tidak perlu memikirkan itu, yang penting akting yang dibawakan oleh Adipati Dolken bisa memunculkan karakter yang dibutuhkan oleh sebuah film berjenis drama romantis seperti ini. Apalagi dia hanya harus melanjutkan karakternya dari film pertamanya, mungkin dengan sedikit perbedaan masalah yang akhirnya memunculkan sisi lain dari emosi Dito.

Masalah besar yang diceritakan di film ini adalah proses kehamilan yang membuat hubungan suami istri bisa menegang, termasuk di antara Dito dan Ayu. Sebagai pengantin baru yang pastinya perihal semacam ini adalah pengalaman pertama bagi mereka, kekikukan dalam menanggapi masalah inilah yang banyak ditampilkan dalam beberapa adegan disini.

Termasuk Dito yang harus menyeimbangkan hubungan istrinya dengan karir bermusiknya, dimana dari sinilah dia mencari nafkah untuk keluarga. Ketidakstabilan emosi Ayu terkadang mempengaruhi pekerjaan Dito, dimana dia harus bisa mengatur jadwal show, latihan, dan hal-hal lainnya terkait pekerjaannya sebagai musisi yang sedang naik daun.

Adipati Dolken dilahirkan di Jakarta pada 19 Agustus 1991 dan sudah banyak membintangi film dengan berbagai genre dan karakter. Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets [2009] adalah film pertamanya yang dibintanginya bersama Arumi Bachsin. Namanya mulai terangkat ketika memerankan Keenan dalam dwilogi Perahu Kertas [2012] bersama Maudy Ayunda.

Film yang merupakan adaptasi dari novel populer karya Dewi Lestari ini mampu menguras emosi penonton dan juga para pemerannya. Selain di film ini, dia juga berpasangan kembali dengan Maudy Ayunda di Malaikat Tanpa Sayap [2012], dan berperan sebagai Bimbim, drummer Slank, di Slank Gak Ada Matinya [2013].

Lewat film Sang Kiai [2013], Adipati Dolken berhasil meraih Piala Citra di kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik lewat perannya sebagai Harun di film yang mengisahkan tentang pendiri Nahdhatul Ulama, K.H. Hasyim Asy’ari. Masih di genre film biografi, dia pernah berperan sebagai Jenderal Soedirman [2015] dalam kisah perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Adipati Dolken berhasil masuk sebagai nominasi di Festival Film Indonesia di kategori Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film drama romantis remaja Posesif [2017]. Lalu karirnya semakin mapan dengan suksesnya film Teman tapi Menikah [2018] bersama Vanesha Prescilla, dan menjadi Kasino dalam Warkop DKI Reborn [2019] bersama Aliando dan Randy Nidji.

Berbagai karakter yang pernah diperankannya membuat aktingnya semakin terasah dan menjadi salah satu aktor papan atas di perfilman Indonesia. Sudah berbagai genre film dia bintangi, mulai dari komedi, drama remaja, biografi, sejarah, hingga drama berkelas festival.

Mawar Eva de Jongh (Ayu)

Mawar Eva de Jongh (Ayu)

Karakter Ayudia Bing Slamet yang diperankan oleh Mawar Eva de Jongh adalah aktris film dan sinetron cucu dari pelawak legendaris Bing Slamet. Memerankan karakter yang berasal dari tokoh nyata merupakan beban tersendiri bagi pemerannya, begitu pun juga bagi Mawar Eva de Jongh yang kali ini dipercaya melanjutkan karakter ini setelah di film pertama diperankan oleh Vanesha Prescilla.

Mawar Eva de Jongh sendiri adalah aktris baru yang sedang naik daun lewat kesuksesan film-filmnya. Bahkan dia juga menjadi penyanyi dan telah menghasilkan empat buah single non-album. Salah satu yang populer adalah single “Lebih dari Egoku” yang berhasil bertengger di top 10 lagu-lagu terbaik di radio-radio di seluruh Indonesia.

Sedangkan di dunia akting, Mawar Eva mengawali karirnya lewat beberapa judul FTV dan sinetron seri, diantaranya adalah Pesantren & Rock n’ Roll: Reborn di tahun 2017. Sementara itu untuk film layar lebar, meski filmography-nya masih terbilang sedikit, tetapi mayoritas film-film yang dibintanginya meraih kesuksesan.

Tumbal: The Ritual [2018] menjadi film pertamanya dimana dia berperan sebagai tokoh utama. Di tahun yang sama, dia juga membintangi Serendipity [2018] bersama Maxime Bouttier dan Kenny Austin yang diangkat dari novel karya Erisca Febriani yang novel sebelumnya juga sukses diadaptasi ke film layar lebar, yaitu Dear Nathan [2017].

Bumi Manusia [2019] adalah film berikutnya yang dibintangi oleh Mawar Eva yang merupakan adaptasi dari novel klasik karya Pramoedya Ananta Toer yang juga dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan. Film drama ini sukses masuk nominasi di berbagai kategori di Festival Film Indonesia, sayangnya tidak ada satu pun yang berhasil dimenangkan.

Di tahun 2019 juga, Mawar Eva berperan sebagai Metta di film Sin [2019] bersama Bryan Domani yang diangkat dari novel berjudul Sin: God Hates the Sin, Not the Sinner karya Faradita. Setelah membintangi Teman tapi Menikah 2 ini, masih ada beberapa proyek film yang akan dibintangi olehnya, antara lain Miracle in Cell No.7 karya Hanung Bramantyo yang merupakan remake dari film populer Korea.

Dan yang paling harus ditunggu adalah penampilannya sebagai Carmine dalam film Patriot Taruna: Virgo and the Sparkling dari Jagat Sinema Bumilangit bersama Zara Adhisty, Ashira Zamita, dan Satine Zaneta. Melihat kecemerlangan aktingnya dan beberapa proyek film berskala besar berikutnya, masa depan Mawar Eva di dunia perfilman sepertinya akan cerah.

Kesuksesan film ini tentu saja terkatrol karena akting menawan dari kedua pemeran utamanya, yaitu Adipati Dolken dan Mawar Eva de Jongh. Meski secara usia mereka berbeda 10 tahun dan Adipati sudah lebih berpengalaman, tetapi akting mereka sangat bersinergi di film karya Rako Prijanto ini. Tidak hanya penonton saja yang memuji, tetapi juga dari tokoh aslinya, yaitu Dito dan Ayudia.

Selain keakuratan ceritanya yang 90 persen mendekati novel aslinya, tidak seperti film pertamanya yang infonya hanya sekitar 60 persen saja, film ini didukung oleh lantunan lagu karya Dito dan Ayu, yaitu “Teman Sampai Surga” yang bisa didengar saat credit title di akhir film. Inilah profil singkat Adipati Dolken dan Mawar Eva. Jika ada film ketiganya, semoga saja pasangan ini kembali memerankannya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *