bacaterus web banner retina

8 Pemeran A Beautiful Mind, Film Biopik dari Matematikawan

Sebuah film biopik dari seorang matematikawan John Nash diangkat ke layar lebar oleh sutradara Ron Howard. Matematikawan bernama lengkap John Forbes Nash Jr adalah orang yang menemukan teori dasar geometri diferensial, persamaan diferensial parsial, dan teori permainan.

Kontribusinya yang besar terhadap ilmu pengetahuan membawa Nash meraih penghargaan Nobel. Namun, perjalanannya yang gemilang mendapat cobaan yang berat.

Memasuki usia 31 tahun, Nash diketahui menderita skizofrenia paranoid yang membuatnya harus mendapat perawatan di rumah sakit jiwa.

Perjuangan panjang sang tokoh besar di dunia pendidikan itu dikisahkan kembali ke dalam film berjudul A Beautiful Mind. Simak deretan pemeran filmnya berikut ini!

Baca juga: Sinopsis & Review Film Biografi Malcolm X (1992)

1. John Nash (Russell Crowe)

John Nash (Russell Crowe)

Ron Howard memilih Russell Crowe untuk memerankan tokoh John Nash, matematikawan yang terkenal eksentrik. Sang aktor dinilai cocok memerankan Nash, dan terbukti pilihannya tidak salah. Crowe dapat membawakan peran Nash yang emosional sekaligus mengharukan.

John Nash digambarkan sebagai sosok cendekiawan di bidang matematika yang jenius. Ia menggunakan matematika sebagai dasar pengambilan keputusan. Kepribadiannya dan perilakunya yang berbeda membuatnya terkenal di kalangan cendekiawan lainnya.

Nash berjiwa kompetitif, ia juga penyendiri dan kurang bersimpati terhadap lingkungan sekitar. Ia menekan hasratnya demi menjaga tujuannya.

Nash semakin tidak terkontrol saat ia merasa kalah. Kondisi mentalnya semakin memburuk saat ia berada di Princeton sampai akhirnya didiagnosis menderita skizofrenia paranoid.

Nash sering mengalami delusi sehingga sulit membedakan kenyataan. Ia lalu mundur dari dunia matematika dan kehilangan jabatannya. Ia terputus dari keluarga dan teman-temannya sebab Nash harus menjalani perawatan untuk menyembuhkan paranoidnya.

Proses Nash untuk menyembuhkan paranoidnya sangat panjang. Setelah beberapa saat dinyatakan mampu bekerja kembali, Nash meminta kesempatan untuk kembali ke kampus Princeton.

Sulit baginya beradaptasi dengan kondisi mentalnya lantaran delusinya kadang kambuh di saat yang tidak tepat. Karena itulah ia menjadi bahan olok-olok mahasiswa di sana.

Berkat dorongan Alicia, sanga istri, Nash mau bertahan dan mencurahkan perhatiannya pada pekerjaannya.

Ia sering berada di perpustakaan Princeton selama seharian penuh sehingga orang-orang menjulukinya “Phantom of The Fine Hall”.Orang-orang di kampus sudah mafhum dengan keberadaannya di sana.

Sejak ia diperbolehkan untuk kembali aktif di kelas, delusinya jauh berkurang. Meski belum sembuh total, tapi Nash berhasil menghadapi paranoid dan mempertahankan rasionalitasnya.

Hingga di masa tuanya, Nash diganjar penghargaan Nobel berkat sumbangsihnya terhadap ilmu pengetahuan. Selain itu, ia juga mampu memperbaiki hubungannya dengan istri dan teman-temannya.

2. Alicia Larde (Jennifer Connelly)

Alicia Larde (Jennifer Connelly)

Jennifer Connelly beradu peran dengan Russell Crowe sebagai Alicia, istri John Nash. Ia adalah wanita yang terpikat dengan cara Nash mengungkapkan perasaannya. Alicia bukanlah wanita pertama yang didekati oleh Nash.

Sebelumnya matematikawan itu pernah mencoba mendekati seorang wanita yang disebutnya Si Pirang. Namun, usahanya berakhir menyedihkan. Nash ditampar dan ditolak.

Alicia bertemu dengan Nash di Princeton dimana Nash menjadi dosennya. Gadis itu cukup agresif menunjukkan ketertarikannya sampai akhirnya mereka menikah dan dikaruniai satu putra. Alicia terkejut saat ia mendapati suaminya berperilaku menyimpang dan dinyatakan mengidap skizofrenia.

Tidak sanggup menerima kenyataan itu, Alicia pergi ke kantornya dan mendapati tanda-tanda ‘kegilaan’ sang suami.

Ia pun menelusuri ke mana Nash biasa pergi dan menemukan surat-surat yang dikirimkannya ke pihak yang sebenarnya adalah hanya merupakan delusinya saja. Melihat suaminya harus dirawat di rumah sakit jiwa membuat hatinya hancur.

Namun, ia tetap berada di samping Nash di masa-masa sulitnya. Alicia juga mendorong Nash untuk menjalani terapi dan kembali ke lingkungan akademiknya di Princeton.

Nash dan Alicia sempat berpisah sebab ia khawatir Nash akan melukai dirinya dan putranya. Meski begitu, ia tetap merawat Nash sampai ia bisa berdamai dengan delusinya.

Usaha Alicia tidak sia-sia sebab Nash akhirnya bisa mendapatkan kembali rasionalitasnya dan fokus pada pekerjaannya.

3. William Parcher (Ed Harris)

William Parcher (Ed Harris)

Ed Harris muncul di film A Beautiful Mind sebagai William Parcher. Ia bukan karakter nyata, melainkan karakter yang muncul dalam delusi John Nash. Parcher pertama kali dilihat Nash saat ia diundang ke Pentagon untuk memecahkan kode rahasia dari Soviet.

Pada ‘Perjumpaan’ pertama Nash, Parcher memperkenalkan diri sebagai agen dari Departemen Pertahanan Amerika. Ia menawarkan pekerjaan pada Nash untuk memecahkan enkripsi kode yang rumit dari telekomunikasi musuh.

Parcher meminta Nash untuk memindai koran demi menemukan sandi rahasia pihak musuh yang disematkan dalam teks di dalamnya.

Kerja samanya yang hanya dilihat dalam delusinya itu membawa Nash pada kondisi mental yang buruk. Nash sering merasa dikejar musuh yang ingin membunuhnya.

Selain itu, Parcher sering muncul di waktu yang tidak terduga dan itu membuat Nash sering merasa ketakutan.

Ada momen di mana Nash histeris dan lepas kendali karena Parcher terus mengonfrontasinya untuk melanjutkan misi yang sebelumnya tidak pernah ada di dunia nyata.

4. Charles Herman (Paul Bettany)

Charles Herman (Paul Bettany)

Tidak hanya William Parcher yang menjadi karakter dalam delusi John Nash, aktor Paul Bettany juga muncul sebagai salah satunya. Bettany berperan sebagai Charles Herman yang mengaku sebagai teman sekamar Nash di Princeton.

Awalnya Nash kaget sebab ia dijanjikan akan mendapat kamar sendiri. Namun, tanpa diduga, Charles masuk dan mengaku akan tinggal sekamar dengannya.

Bagi Nash, Charles adalah orang yang pertama yang mau berteman dengannya. Bersamanya, Nash bisa mengungkapkan keresahan dan kerumitan pikirannya.

Namun, keberadaan Charles bukan sesuatu yang baik bagi Nash sebab pria itu adalah delusinya. Ketika Nash mendapat perawatan di rumah sakit jiwa, dokter menyarankan untuk menyadari bahwa Charles tidaklah nyata.

Ia juga disarankan untuk tidak mendengar suara-suara Charles yang didengarnya. Tapi itu tidak mudah sebab Nash sudah terikat dengan Charles secara emosi.

5. Dr. Rosen (Christopher Plummer)

Dr Rosen (Christopher Plummer)

Aktor kawakan Christopher Plummer mendapatkan peran yang singkat dalam film ini. Ia berperan sebagai Dr. Rosen, psikiater yang menangani John Nash. Dr. Rosen dimunculkan di pertengahan film kala delusi yang dialami Nash sudah begitu parah.

Dalam film ini, peran Dr. Rosen mungkin tidak banyak ditampilkan. Meski demikian, ia adalah karakter yang berperan penting dalam proses penyembuhan Nash. Psikiater satu ini tidak berhenti memantau Nash meskipun Nash tidak lagi dirawat di rumah sakit jiwa.

Dr Rosen memberikan perawatan dan terapi pada Nash. Ia juga mendorong Nash untuk mengandalkan kekuatan pikirannya alih-alih bergantung pada pengobatannya.

Terapi yang diberikan oleh Dr Rosen mungkin berproses dengan lambat, tapi itu banyak membantu Nash memulihkan kesadarannya.

6. Marcee Herman (Vivien Cardone)

Marcee Herman (Vivien Cardone)

Dalam A Beautiful Mind, John Nash setidaknya punya tiga teman khayalan, yakni Charles Herman, William Parcher, dan yang terakhir Marcee (Vivien Cardone).

Tokoh teman khayalan ini digambarkan sebagai gadis cilik manis yang menggemaskan. Dalam pikiran Nash, Marcee adalah keponakan Charles yang datang untuk mengunjungi Nash.

Saat Charles muncul, biasanya ia disertai Marcee di sampingnya. Kehadiran Marcee membuat Nash lebih bersemangat.

Nash yang biasanya kaku bisa menjadi lebih hangat ketika bersama gadis kecil itu. Namun, ia sama seperti Charles dan Parcher, tidak nyata. Maka dari itu, Nash sekuat tenaga mengabaikan Marcee.

7. Martin Hansen (Josh Lucas)

Martin Hansen (Josh Lucas)

Bagi John Nash, karakter yang diperankan oleh Josh Lucas ini adalah pria yang menyebalkan. Martin Hansen adalah rival Nash yang sama-sama kandidat penerima Carnegie, sebuah penghargaan yang bergengsi di bidang matematika.

Hubungan Nash dengan Hansen tidak bisa disebut baik sebab di awal perjumpaan, Hansen sudah mengonfrontasinya.

Nash yang berjiwa kompetitif tentu tidak mau kalah. Bahkan dalam permainan GO pun, Nash tidak rela menerima kekalahannya.

Namun, hubungan mereka membaik saat Hansen menerima kekalahannya dari Nash atas perebutan penghargaan Carnegie. Sejak saat itu, Hansen menjadi teman Nash kendati mereka tidak pernah menunjukkan kedekatannya.

Hansen mendengar kabar tentang kondisi Nash dan penyakit yang dideritanya. Namun, ia tidak merasa harus menjauhi kolega sekaligus temannya itu. Ketika Nash meminta kesempatan untuk kembali ke Princeton, Hansen membantu mendapatkannya.

Hansen sedikit ditekan saat Nash menunjukkan ketidaklayakan dirinya berada di lingkungan kampus. Dengan kondisi mentalnya yang masih tidak stabil, banyak pihak yang menyalahkan Hansen karena memberikan tempat untuk Nash di kampus elite itu.

Namun, Hansen berhasil membuktikan bahwa Nash bisa menjadi lebih baik. Semua itu terbukti saat ia menyaksikan sendiri Nash bertahan dari delusinya dan fokus pada pekerjaan sebagai dosen. Kebahagiaan Hansen bertambah saat ia menyaksikan Nash mendapat penghargaan Nobel.

8. Richard Sol (Adam Goldberg)

Richard Sol (Adam Goldberg)

Richard Sol di film ini termasuk karakter kecil di film ini. Ia adalah salah satu kolega Nash yang dibawa ke Laboratorium Wheeler, laboratorium yang berbasis di Oxford. Lab ini merupakan sebuah tempat penting di dunia ilmu pengetahuan.

Saat Nash berhasil memenangkan penghargaan Carnegie, Sol direkomendasikan oleh Nash bersama Bender (Anthony Rapp) untuk bekerja bersamanya di Wheeler. Mereka bertiga berkecimpung di bidang yang sama, yakni matematika.

Sol adalah orang yang melihat kejanggalan pada perilaku Nash. Meski ia membiarkan Nash mengerjakan banyak hal, tapi ia ikut memperhatikannya.

Sol mengikuti Nash ke rumah di mana Nash biasa mengirimkan surat yang diyakini sebagai tempat rahasia Parcher. Ia juga mengumpulkan surat-surat yang dikirimkan oleh Nash lalu memberitahukan Alicia tentang kondisi Nash yang makin buruk.

Nah, itulah 8 pemeran yang muncul dalam film A Beautiful Mind. Film garapan sutradara Ron Howard ini adalah sebuah film biopik yang berhasil memvisualisasikan kisah nyata seorang tokoh penting di dunia pendidikan.

Kepiawaiannya meramu cerita membuat sang sutradara diganjar piala penghargaan Oscar pada tahun 2002. Tidak hanya itu, Jennifer Connelly, aktris yang memerankan Alicia Larde, mendapat penghargaan untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik di ajang yang sama.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram