bacaterus web banner retina

6 Pemain Utama Film Happy Old Year yang Perlu Kamu Ketahui

Happy Old Year (2019) menjadi salah satu film yang akan memberikan rasa sentimental tinggi sebelum membuang barang sembarangan. Pasalnya film ini mengajarkan untuk menghargai kenangan lewat barang-barang yang kita sangka sudah usang.

Padahal premis dan plotnya sederhana, tapi akting Chutimon Chuengcharoensukying bikin merinding dan emosional banget. Alasannya karena ia berhasil memberikan gambaran karakter Jean yang lekat dengan tipe orang di zaman sekarang.

Pola pikirnya praktis, gigih untuk mendapatkan keinginannya, tapi hal ini membuatnya terlihat kurang berperasaan. Ditambah lagi kemistrinya dengan Sunny Suwanmethanont, kisah cinta tragis ini terasa sangat menusuk di bagian akhir filmnya.

Tapi tidak lengkap rasanya jika hanya membicarakan dua pemeran utamanya saja, Makanya Bacaterus akan membagikan list pemain film Happy Old Year (2019) yang perlu kamu ketahui. Informasi lebih lengkapnya bisa kamu baca di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis & Review Film Thailand The Gifted: Graduation

1. Chutimon Chuengcharoensukying (Jean)

1. Chutimon Chuengcharoensukying (Jean)

Baik kepribadian maupun sosok Jean, kata minimalis memang hal yang sangat cocok untuk menggambarkan perempuan ini. Tidak berbeda dengan kebanyakan perempuan modern, Jean memiliki pemikiran yang terbuka dan praktis.

Bahkan bagi keluarga dan temannya, sosok Jean sebenarnya cenderung pada pribadi yang tidak berperasaan. Pada awalnya Jean tidak memperdulikan hal ini, namun semua berubah ketika ia dihadapkan dengan tumpukan barang rongsokan di rumahnya.

Jean yang awalnya merasa ia adalah wanita yang bertanggung jawab akan hidupnya, semua ini dipatahkan oleh masa lalunya. Barang-barang yang dibuang ke plastik sampah, ternyata malah membuka luka lama yang akhirnya harus dihadapinya.

Satu persatu barang yang memiliki memori dalam hidupnya ia kembalikan kepada pemiliknya. Hingga satu barang milik mantan kekasihnya, menjadi barang paling sulit untuk dikembalikan.

Tapi Jean tidak ingin terus berlari dari masa lalunya, akhirnya ia nekat bertemu dengan Aim. Jean berpikir hal ini bisa memudahkan langkahnya untuk merancang masa depan barunya.

Sayangnya hal ini malah membuat segalanya jadi tidak terkontrol dan menimbulkan penyesalan mendalam. Belum lagi soal barang peninggalan ayahnya, hal ini menjadi sengketa yang sangat serius dengan ibu.

Jean berhadapan dengan konflik batin paling menyakitkan, ketika ia memilih membuang masa lalu agar seluruh keluarganya bisa kembali hidup.

2. Sunny Suwanmethanont (Aim)

Sunny Suwanmethanont (Aim)

Tidak banyak yang bisa diceritakan dari sosok pria manis satu ini, Aim adalah mantan kekasih Jean. Sebenarnya Aim sedang menikmati hidupnya bersama kekasih barunya Mi, tapi kehadiran Jean dalam hidupnya membuat semuanya berubah.

Pada awalnya Aim berpikir ia hanya perlu berdamai dengan keadaan, agar hidupnya bisa tetap stabil seperti semula. Namun melihat bagaimana cara Jean berpikir dan bertindak, tidak bisa dipungkiri ada rasa sakit hati dalam dirinya.

Aim mengakui bahwa ia bukannya tidak peduli atau begitu saja memaafkan Jean, justru hari itu adalah momen paling menyesakkan baginya.

Pria ini merasa sangat marah, ia berharap Jean tidak pernah meminta maaf sehingga perempuan itu akan selalu hidup dalam penyesalan.

Tapi kedatangan malah membuat keadaan berbalik, Jean mendapatkan ketenangan tapi tidak dengan dirinya. Belum lagi kepergian Jean menjadi salah satu faktor yang membuat pria ini merasa menyesal atas kematian ibunya.

Makanya kini Aim melakukan hal yang sama seperti Jean, pria ini membuang hal yang tidak lagi penting dalam hidupnya.

3. Sarika Sartsilpsupa (Mi)

Sarika Sartsilpsupa (Mi)

Saat Jean bertemu dengan Aim, di waktu dan tempat yang sama juga Mi muncul di hadapan mereka. Menggantikan posisi Jean di hati Aim, kini Mi menjadi salah satu orang yang mengisi hidup pria tersebut.

Melihat kedatangan mantan paling berarti bagi kekasihnya di rumah mereka, tentu hal ini membuatnya tidak nyaman. Namun Mi cukup memahami, bahwa ini adalah ruang pribadi Jean dengan Aim yang tidak bisa diganggu.

Makanya Mi dengan tabah dan sabar, membiarkan kekasihnya tetap berhubungan dengan Jean. Kalau ditanya apakah ia merasa cemburu, tentu saja Mi sangat cemburu melihat kedekatan keduanya.

Tetapi sebagai pasangan yang baik, ia mencoba untuk mengerti keadaan ini, meski akhirnya menjadi buruk. Mi dan Aim harus berpisah, pasalnya pria itu sepertinya ingin mencoba hidup yang baru.

Mi mengungkapkan rasa sedihnya pada Jean, sambil mengembalikan baju milik Jean yang tidak pernah ia ketahui.

Mi mengatakan apapun yang terjadi padanya dan Aim, semua ini berawal dari kesalahannya yang menolak paket kiriman Jean. Ia tidak menyesali hal ini, pasalnya ini memang konsekuensi yang harus diterima dari keputusan yang telah diambilnya.

4. Apasiri Chantrasmi (Ibu Jean dan Jay)

Apasiri Chantrasmi (Ibu Jean dan Jay)

Satu-satunya orang yang tidak pernah menyetujui usulan Jean untuk melakukan renovasi, ibu dan anak ini memang sama-sama keras.

Tapi dibalik semua itu, barang-barang yang disebut rongsokan ini memiliki arti mendalam baginya. Pasalnya semua ini adalah memori indahnya saat keluarga mereka masih baik-baik saja dan bahagia.

Ibu Jean tidak mau membuang semua kenangan ini, bahkan ia sampai rela harus tidur di sofa setiap hari. Hingga amarahnya meledak ketika Jean mengatakan akan menjual piano milik suaminya, wanita ini menolak habis-habisan.

Hingga suatu hari apa yang dikatakan Jean terjadi, ia ditipu putrinya sendiri untuk menghilangkan memori paling penting dalam hidupnya. 

5. Thirawat Ngosawang (Jay)

Thirawat Ngosawang (Jay)

Tidak berbeda dengan sang adik, Jay juga bukanlah tipe orang yang suka banyak berbicara. Pria ini hanya sibuk dengan dirinya dan toko online miliknya, tapi bukan berarti ia tidak memperdulikan keluarganya.

Sepertinya Jay tipe orang yang suka menimbang segala sesuatunya, tapi dengan caranya sendiri. Ia menyetujui usulan Jean untuk merenovasi rumah, dengan bayaran gudang untuk menyimpan jualannya.

Kalau ditanya seberapa tulusnya Jay, pria ini jelas sangat tulus dan tidak pernah setengah-setengah dalam melakukan apapun. Tapi Jay lebih berperasaan dibanding Jean, makanya pria ini sampai menonton acara milik Marie Kondo.

Tujuannya awalnya mungkin untuk mempermudah proses pembuangan barang, tapi dari tontonan ini Jay menemukan manfaat lain.

Seperti yang dikatakan oleh Marie Kondo, Jay melakukan trik “Terimakasih” lalu membuangnya. Ia memilih barang yang bermanfaat dan membuang barang yang tidak membuatnya bahagia.

Lucunya Jay ini pria yang sangat terus terang, ia bahkan jujur telah membuang kado dari Jean. Pria ini mengatakan ia berterima kasih karena Jean sudah menjahitnya, tapi ia tidak merasa bahagia dengan kado tersebut.

6. Patcha Kitchaicharoen (Pink)

Patcha Kitchaicharoen (Pink)

Pink adalah karakter terakhir yang tidak boleh sampai terlewatkan, pasalnya sahabat dari Jean ini memang penting lho.

Jika tanpa kehadiran Pink, mungkin Jean akan terus berlari dari kenyataan dan tidak bisa membangun masa depannya. Semua ini bisa dikatakan berawal dari Pink, ketika ia menemukan kado pemberiannya dibuang oleh Jean.

Pink merasa sakit hati, pasalnya kado tersebut ia berikan sepenuh hati pada sang sahabat. Makanya Pink berkata, dari pada membuangnya lebih baik mengembalikan barang tersebut pada pemberinya.

Bahkan Pink juga yang membantu menyadarkan Jean, bahwa pribadinya tidak pernah berubah dan selalu saja tanpa perasaan pada siapapun.

Mengambil sudut pandang Jean, Happy Old Year (2019) pasti akan membuat setiap orang yang menontonnya ingat dengan masa lalu.

Mengingat kenangan manis dan buruk dari setiap barang yang ada di rumah, karena film berhasil menyampaikan penyesalan Jean dengan sangat baik. Jika kamu tertarik untuk menonton filmnya, jangan lupa untuk mencari review-nya hanya di Bacaterus.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram