Bacaterus / Kehamilan / Moms, Mari Kenali 10 Pantangan Setelah Melahirkan Ini

Moms, Mari Kenali 10 Pantangan Setelah Melahirkan Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Juni 2019

Pasca melahirkan, tubuh wanita akan kembali normal secara bertahap. Setelah bersalin wanita juga akan mengalami masa nifas, kondisi di mana menstruasi akan terjadi selama 6-8 minggu. Nah, pada masa nifas ini ada sejumlah pantangan yang harus dihindari. Bahkan, ada juga pantangan yang tetap harus dilakukan setelah masa nifas selesai.

Agar tidak gegabah dalam mengambil tindakan, Bacaterus akan mengajak Anda mengenal pantangan-pantangan yang harus dihindari setelah melahirkan. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para wanita hamil maupun yang baru saja melahirkan, ya!

1. Diet Terlalu Ketat

* sumber: www.babycentre.co.uk

Salah satu momok bagi wanita yang baru saja melahirkan adalah kekhawatiran bahwa bentuk tubuhnya tidak akan kembali seperti semula saat belum hamil. Alhasil, banyak wanita yang gencar melakukan diet setelah melahirkan.

Ketahuilah bahwa diet yang terlalu ketat sangat tidak dianjurkan bagi wanita pasca bersalin. Pasalnya, wanita yang menyusui membutuhkan gizi dan nutrisi yang seimbang untuk menjaga kualitas ASI. Diet yang terlalu ketat bahkan sampai melewatkan makan sehari-hari bisa membahayakan si ibu sendiri dan membuat bayi tidak menerima nutrisi yang baik.

2. Konsumsi Kafein

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Sebagian orang mungkin terbiasa mengkonsumsi kopi atau teh. Namun, kebiasaan ini harus dihentikan sementara pada masa menyusui. Konsumsi kafein dalam jumlah banyak bisa membuat si ibu sulit tidur dan mengalami dehidrasi. Padahal, ibu membutuhkan tidur yang cukup mengingat tenaganya akan terkuras karena harus mengurus bayi.

Tak hanya itu saja, kafein yang dikonsumsi akan mencemari ASI. Bayi yang mengkonsumsi ASI dengan kandungan kafein berpotensi mengalami gelisah, sulit tidur, dan merasa tidak tenang. Jika tetap ingin mengkonsumsi kafein, konsumsilah dengan porsi sesedikit mungkin.

3. Mengejan Saat BAB

* sumber: www.ultrawellnesscenter.com

Tahukah Anda bahwa wanita hamil atau yang baru saja melahirkan sangat rentan mengalami wasir (ambeien)? Hal ini disebabkan karena mengejan, terutama saat melahirkan secara normal. Oleh karena itu, setelah melahirkan sebaiknya ibu juga menghindari kebiasaan mengejan pada saat BAB.

Otot yang dipakai untuk mengejan saat BAB ternyata sama dengan otot yang dipakai mengejan saat bersalin. Ketika BAB terasa keras, tentu saja Anda akan mengejan lebih kuat lagi. Kondisi ini sangat menyiksa otot dan berpotensi menimbulkan wasir.

Jika BAB terasa keras, si ibu sebaiknya memperbanyak konsumsi makanan yang berserat tinggi. Lebih baik Anda mencari cara untuk melunakkan BAB dibanding terus menerus mengejan untuk membuang feses.

4. Mengangkat Benda Berat

* sumber: www.verywellfit.com

Secara fisik Anda mungkin sanggup mengangkat benda berat. Namun, mengingat kondisi Anda yang baru saja melahirkan sebaiknya Anda tidak mengangkat benda-benda yang terlalu berat terlebih dahulu.

Tak peduli Anda melahirkan secara normal atau caesar, pasca bersalin Anda tidak diperkenankan untuk mengangkat bedan dengan bobot yang berat. Pada ibu yang melahirkan secara normal, mengangkat beban berat bisa merobek jahitan di vagina. Sementara untuk ibu yang melahirkan caesar, kegiatan ini juga berpotensi merobek jahitan operasi.

Robeknya jahitan di vagina maupun bekas caesar bisa mengakibatkan pendarahan. Jika kondisi sudah seperti ini, maka Anda harus melakukan jahitan ulang yang rasanya pasti lebih menyakitkan.

5. Berenang

* sumber: neptunedivingbali.com

Suka dengan olahraga berenang? Nampaknya Anda harus berhenti berenang saat masa nifas. Pantangan ini tidak disebabkan karena olahraga berenang dirasa terlalu berat, tetapi berendam dalam air untuk waktu yang lama bisa menghentikan pendarahan saat nifas.

Belum lagi air kolam renang yang mengandung bahan kimia dan bakteri sangat tidak friendly pada tubuh Anda yang memiliki bekas jahitan (baik di organ intim kewanitaan maupun C-section). Dari pada tubuh terinfeksi bakteri, lebih baik ‘puasa’ berenang saja sampai masa nifas berhenti dan jahitan mengering.

6. Memakai Pakaian Ketat

Sebagian wanita bisa mendapatkan bentuk tubuhnya kembali langsung setelah melahirkan. Kebanggaan para wanita ini biasanya ditunjukkan dengan memakai pakaian ketat yang memamerkan bentuk tubuhnya. Sayangnya, memakai pakaian ketat adalah salah satu pantangan yang harus dihindari pasca melahirkan.

Pakaian ketat dalam bentuk legging, hotpans, atau gaun maxi hanya akan memberi tekanan pada bekas jahitan. Baju atasan yang terlalu ketat bisa memberi tekanan atau gesekan di bekas jahitan caesar. Sementara celana yang terlalu ketat akan menekan organ intim kewanitaan.

Intinya, penggunaan pakaian ketat hanya akan memperlambat kesembuhan bekas jahitan. Alih-alih bisa mengering dengan cepat, bekas luka justru bisa terbuka jika terus menerus tergesek pakaian ketat.

7. Konsumsi Makanan Pedas

* sumber: www.romper.com

Cita rasa makanan pedas memang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Namun, bagi ibu yang menyusui, jenis makanan pedas memang harus dihindari. Pertama, makanan pedas dapat membuat Anda diare atau mulas berlebihan. Kondisi ini tentu saja bakal menimbulkan rasa tidak nyaman yang luar biasa bagi sang ibu.

Di samping itu, konsumsi makanan pedas juga mempengaruhi kualitas ASI. Bukan tidak mungkin jika rasa pedas dari makanan yang Anda konsumsi tadi juga masuk ke ASI dan dikonsumsi oleh bayi. Makanan pedas dapat membuat kolik pada bayi.

8. Olahraga Terlalu Berat

* sumber: www.maxvelocityfitness.com

Wanita yang baru melahirkan tidak dilarang untuk berolahraga, lho. Hanya saja, mereka harus lebih selektif dalam memilih jenis olahraga yang akan dilakukan. Olahraga yang dianjurkan bagi ibu pasca melahirkan adalah senam atau jogging.

Pantangan untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu berat ini bukan tanpa alasan. Sama seperti ketika mengangkat beban yang terlalu berat, olahraga yang sangat berat juga berisiko merobek vagina atau jahitan bekas operasi caesar.

9. Hubungan Intim

* sumber: www.dreams.co.uk

Hasrat untuk melakukan hubungan intim memang bisa dimiliki siapapun, tak terkecuali oleh wanita yang baru saja melahirkan, apalagi mereka harus ‘puasa’ hubungan intim ketika menjelang persalinannya. Akan tetapi, para wanita pasca melahirkan harus rela menunggu lebih lama lagi. Pasalnya, berhubungan intim setelah melahirkan adalah suatu pantangan.

Waktu yang ideal untuk berhenti melakukan hubungan intim adalah selama masa nifas. Saat mengalami masa nifas, wanita sangat rentan terhadap infeksi, apalagi jika wanita tersebut melakukan persalinan normal dan jahitan di vaginanya belum kering. Selain menimbulkan rasa sakit, tentu saja risiko infeksi tergolong semakin besar.

10. Terlalu Sering Begadang atau Tidak Tidur

* sumber: www.todaysparent.com

Bagi ibu yang mengurus buah hatinya sendiri tanpa bantuan babysitter atau keluarga, tentu saja waktu akan terasa semakin berharga. Bahkan, kesibukan pasca persalinan ini kadang-kadang bisa membuat orang stres karena tidak bisa beradaptasi pada kehidupan sebagai sang ibu.

Meskipun anak sering terjaga dan menangis di tengah malam, Anda tidak boleh terlalu sering begadang atau tidak tidur. Segera manfaatkan waktu yang tersedia untuk istirahat, misalnya ketika si buah hati tidur siang.

Kurang tidur akan membuat Anda sulit fokus pada berbagai hal. Kondisi ini juga akan membahayakan ibu dan bayinya.

10 pantangan setelah melahirkan ini sangat wajib untuk dihindari. Kalau kamu mengetahui pantangan-pantangan lain yang sebaiknya tidak dilakukan selama masa nifas atau menyusui, tuliskan saja di kolom komentar yang tersedia.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar