bacaterus web banner retina

10 Pandemi Paling Mematikan di Dunia Sebelum COVID-19

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 11 Februari 2021

Sebelum virus COVID-19, dunia ini sudah mengalami banyak epidemi dan pandemi yang merubah sejarah peradaban manusia. Meskipun jika dibandingkan dengan pandemi sebelumnya COVID-19 mungkin terlihat tak terlalu mematikan, tingkat penyebarannya sangat cepat sehingga mengakibatkan banyak kematian.

Apa sajakah pandemi mengerikan yang pernah terjadi di dunia? Jawabannya ada di daftar 10 pandemi di dunia sebelum virus COVID-19 yang sangat mematikan.

1. Wabah Justinian (541-750)

Wabah Justinian (541-750)

* sumber: listverse.com

Pandemi ini merupakan salah satu pandemi yang sangat menghancurkan. Di daerah Konstantinopel saja wabah ini menewaskan hampir 10.000 orang tiap hari. Sebuah penyakit, yang saat ini diyakini sebagai wabah pes, merenggut separuh populasi Eropa pada tahun 541AD.

Diperkirakan jumlah korban sekitar 25 juta sehingga mengakibatkan kekurangan tenaga kerja dan militer yang serius. Ini berakibat pada kemunduran Kekaisaran Bizantium. Pandemi ini dimulai saat sebuah kapal dengan biji-bijian yang dipenuhi tikus tiba ibu kota Kekaisaran Bizantium, Konstantinopel.

Kapal ini kemudian pergi ke Mesir. Tentu saja, tikus yang berada di kapal tersebut sudah terinfeksi kutu yang membawa bakteri Yersinia Pestis, yaitu penyebab penyakit pes.

2. Black Death (1347-1351)

Black Death (1347-1351)

* sumber: www.nationalgeographic.com

Dikenal juga sebagai Pestilence atau Great Plague, Black Death merupakan wabah pes yang menghancurkan yang melanda Eropa dan Asia pada abad ke-14. Penyakit ini diperkirakan telah membunuh antara 30% - 60% populasi Eropa, dan diperkirakan 75 sampai 200 juta orang di Eurasia.

Wabah ini diperkirakan asalnya datang dari dataran kering di Asia Tengah atau Asia Timur, lalu melakukan perjalanan di sepanjang Jalur Sutra untuk mencapai Krimea. Dari sana, kemungkinan besar dibawa oleh kutu yang hidup dari tikus hitam.

Tikus-tikus ini terbawa dalam kapal dagang melintasi Mediterania dan Eropa. 12 kapal berlabuh di pelabuhan Messina di Sisilia pada bulan Oktober 1347 dan sebagian besar penumpangnya tewas atau dipenuhi bisul hitam yang mengeluarkan darah dan nanah.

Selain bisul hitam, gejala lainnya yaitu menggigil, demam, diare, muntah, nyeri, nyeri, dan meninggal. 6 sampai 10 hari sesudah terinfeksi dan sakit, 80% orang yang terinfeksi meninggal. Wabah mengubah jalannya sejarah di Eropa.

Percaya bahwa wabah tersebut merupakan hukuman Tuhan, beberapa menargetkan berbagai kelompok seperti biarawan, Yahudi, pengemis, orang asing, dan peziarah. Penderita kusta serta penderita penyakit kulit seperti psoriasis atau jerawat dibunuh.

2.000 orang Yahudi dibunuh pada tahun 1349. Selain itu, 60 komunitas besar Yahudi dan 150 komunitas kecil Yahudi pada tahun 1351 telah dibantai.

3. Pandemi Kolera Ketiga (1852-1860)

Pandemi Kolera Ketiga (1852-1860)

* sumber: www.thrillist.com

Dari tujuh pandemi kolera wabah kolera besar ketiga yang terjadi pada abad ke-19 dianggap sebagai yang paling mematikan. Pandemi ini berlangsung selama delapan tahun dari tahun 1852 - 1860.

Pandemi Kolera Ketiga asalnya dari India, menyebar dari Delta Sungai Gangga. Kemudian akhirnya menghancurkan Asia, Eropa, Amerika Utara juga Afrika dan merenggut nyawa lebih dari 1 juta orang.

John Snow, seorang dokter asal Inggris melacak kasus kolera dan akhirnya mengidentifikasi air yang terkontaminasi itu sebagai cara penularan penyakit tersebut. Sayangnya, bersamaan dengan penemuannya, 1854, jadi tahun terburuk pandemi. Sekitar 23.000 orang meninggal di Inggris Raya.

4. Flu Spanyol (1918-1920)

Flu Spanyol (1918-1920)

* sumber: www.theguardian.com

Virus H1N1 merupakan penyebab flu atau influenza Spanyol. Virus ini merupakan subtipe mematikan dari pada tahun 1918-1920. Dalam sejarah modern, influenza Spanyol dianggap yang terburuk dan hanya dalam 18 bulan menewaskan sekitar 50 juta sampai 100 juta orang.

Diperkirakan sekitar 500 juta terinfeksi oleh virus tersebut, dan perang yang sedang berlangsung memperburuk penyebarannya. Selama bulan-bulan terakhir Perang Dunia I, penyakit ini juga menyebar dan diperkirakan terlibat dalam berakhirnya konflik empat tahun tersebut.

Berbeda dari virus flu lain yang umumnya menyerang orang tua dan anak-anak, yang mengalami sakit selama pandemi flu Spanyol adalah orang dewasa muda dan orang-orang yang tidak memiliki masalah sistem kekebalan.

Gejala flu Spanyol di antaranya menggigil, mual, kelelahan, mengi, bersin, dan batuk. Sesudah  mengalami demam yang parah dan diare, orang-orang yang terinfeksi, paru-parunya dipenuhi cairan, sehingga membuat kulit mereka membiru.

5. Flu Asia (1957-1958)

Flu Asia (1957-1958)

* sumber: www.the-scientist.com

Pandemi Flu Asia pada tahun 1956 merupakan wabah flu burung yang asalnya dari China dan menyebar ke seluruh dunia. Wabah ini merupakan pandemi influenza besar kedua di abad ke-20.Influenza A subtipe H2N2 merupakan penyebab wabah ini.

Virus ini diyakini berasal dari strain flu burung dari itik liar dan strain manusia yang sudah ada sebelumnya. Flu Asia dalam kurun waktu dua tahun, menyebar dari provinsi Guizhou di Cina hingga ke Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Jumlah perkiraan angka kematian akibat wabah pandemi flu Asia ini sekitar 1 - 2 juta. Di Inggris, sekitar 14.000 orang meninggal dalam 6 bulan.

Baca juga: Inilah 10 Film Terbaik tentang Wabah Virus Mematikan

6. Flu Hong Kong: Cina (1968-1970)

Flu Hong Kong Cina (1968-1970)

* sumber: www.scmp.com

Sepanjang sejarah pandemi influenza A telah terjadi beberapa kali ketika strain baru virus influenza A yang mematikan itu terus berevolusi. Kemampuan beradaptasi flu adalah alasan mengapa vaksin flu berubah setiap tahun.

Flu Hong Kong (H3N2) asalnya dari China dan merupakan pandemi flu terburuk kedua di abad ke-20 setelah flu Spanyol tahun 1918 yang terkenal. Dibandingkan dengan yang terjadi pada tahun 1918, pandemi ini tidak begitu mematikan. Jumlah korban meninggal 1 sampai 4 juta orang.

Meskipun demikian virus ini sangat mudah menular, berkontribusi pada penyebarannya ke seluruh dunia. Dalam dua minggu, virus telah menyebar ke seluruh Asia Tenggara, dan dalam dua bulan telah menyebar ke lautan ke Amerika, kemudian menyebar ke Eropa, Afrika, dan Australia.

Walaupun kita tidak lagi berada di tengah-tengah pandemi flu, H3N2 sudah bertahan sebagai salah satu jenis flu musiman yang kita lihat setiap tahun. Seperti yang terjadi sekarang ini dengan virus corona.

7. Pandemi dan Epidemi AIDS (1981-sekarang)

Pandemi dan Epidemi AIDS (1981-sekarang)

* sumber: www.pbs.org

Pada 1980-an AIDS menjadi pandemi global dan berlanjut sebagai epidemi hingga sekarang di beberapa bagian dunia. Sekitar 35 juta nyawa melayang karena AIDS sejak pertama kali virus ini diidentifikasi. Virus penyebab AIDS, HIV, kemungkinan besar berkembang dari virus simpanse yang ditularkan ke manusia.

Peristiwa ini terjadi di Afrika Barat pada 1920-an. Virus akhirnya menyebar ke seluruh dunia, dan pada akhir abad ke-20 AIDS menjadi pandemi. Saat ini, sekitar 64% dari perkiraan 40 juta orang yang tinggal di sub-Sahara Afrika,  hidup dengan virus HIV. Penyakit ini selama beberapa dekade, tak bisa disembuhkan.

Namun, dengan pengobatan yang dikembangkan pada tahun 1990-an sekarang memungkinkan orang dengan penyakit tersebut untuk bisa masa hidup yang normal dengan pengobatan yang teratur. Pada awal tahun 2020 dikabarkan dua orang telah disembuhkan dari HIV.

8. SARS (2002-2003)

SARS (2002-2003)

* sumber: www.scmp.com

Severe Acute Respiratory Syndrome atau dikenal juga dengan SARS merupakan kasus pneumonia yang serius. Wabah ini pertama kali dilaporkan tahun 2003 saat wabah menyebar ke berbagai negara di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, dan Asia.

Awalnya dari China, virus ini menyebar dari mamalia kecil ke orang-orang dan menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan merenggut nyawa 774 orang dalam hitungan minggu. Walaupun SARS tidak merenggut banyak nyawa, penyakit ini masuk dalam daftar pandemi yang mematikan.

Hal ini karena wabah ini memperlihatkan menunjukkan mutasi virus dari hewan ke infeksi manusia dan mengubah cara kita menghadapi penyebaran global penyakit menular dengan kemajuan alat transportasi di dunia saat ini.

Virus corona merupakan penyebab SARS, dan menyebar seperti flu biasa, melalui kontak dekat antar orang dengan orang, juga batuk dan bersin. Untungnya, wabah SARS ini tidak berlanjut, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkannya sebagai ancaman global.

9. Flu Babi (2009)

Flu Babi (2009)

* sumber: www.businessinsider.com

Swine Flu atau flu babi terjadi antara tahun 1957 dan 1958 dan menewaskan sekitar 2 juta orang. Sementara itu akibat wabah flu ini masing-masing 1 juta orang meninggal di Hong Kong dan Rusia pada tahun 1889-1890 dan 1968-1969. Sekitar 284.500 orang tewas karena pandemi flu babi tahun 2009.

Flu babi disebabkan oleh virus influenza H1N1. Virus ini menginfeksi korban pertamanya yang diketahui pada Maret 2009di Meksiko tengah. Pada April, flu ini sudah mencapai California dan menginfeksi anak berusia 10 tahun. Setelah itu kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan cepat.

Pandemi flu babi ini memicu ketakutan dan kepanikan massal. Ketakutan diakibatkan oleh sifat virus yang tidak biasa, yaitu ada virus flu babi, burung, dan manusia, kombinasi yang sebelumnya belum pernah terdeteksi.

Penyakit ini sama seperti jenis flu lainnya, yaitu muncul dengan sendirinya dalam bentuk demam tetapi tidak selalu, badan pegal-pegal, menggigil, radang tenggorokan, batuk, mata merah, dan hidung berair atau tersumbat dan berair.

10. MERS (2012)

MERS (2012)

* sumber: www.emergency-live.com

MERS atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah meruakan penyakit pernapasan akibat virus. Strain virus corona MERS-CoV adalah penyebab penyakit ini yang menyerang sistem pernafasan. MERS pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada tahun 2012.

Semenjak itu, penyakit ini sudah menyebar ke 27 negara di dunia, termasuk Amerika Serikat. Menurut WHO, pada akhir November 2019 jumlah total 2.494 kasus sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS) telah dikonfirmasi di laboratorium.

Kasus-kasus ini sudah termasuk 858 kematian terkait yang dilaporkan secara global. Mayoritas kasus ini dilaporkan di Arab Saudi. Wabah terbesar terjadi di Korea Selatan tahun 2015 dan Arab Saudi tahun 2018.

Ternyata sebelum pandemi Covid-19, sudah ada deretan pandemi lainnya yang tak kalah mematikan. Mengenal bagaimana bawah ini terjadi membuat kita menjadi lebih waspada dan berhati-hati. Jangan lupa jaga kesehatan, ya.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram