bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Ocean’s Twelve (2004), Misi Pencurian!

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 16 Juni 2021

Danny Ocean dan rekan-rekannya harus membayar kembali uang Benedict dalam jangka waktu 2 minggu yang membuat mereka harus terbang ke Eropa untuk melakukan aksi pencurian besar disana bersama satu anggota baru. Ocean’s Twelve melanjutkan kesuksesan Ocean’s Eleven (2001) yang mengumpulkan kembali semua bintangnya, ditambah dengan satu aktris untuk meramaikan suasana.

Menampilkan beberapa cameo dari tokoh ternama, film ini sukses secara komersial dengan mengumpulkan $125 juta di Amerika saja, tapi mendapat respon beragam dari berbagai kritikus film dan penonton pada umumnya. Beban berat berada di pundak George Nolfi sebagai penulis naskah untuk membuat cerita yang lebih menarik dari film pertamanya yang sepertinya nyaris gagal dia lakukan.

Memangnya seperti apa seharusnya cerita yang lebih menarik itu? Simak review kami tentang film yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 10 Desember 2004 ini yang sudah bisa ditonton ulang di layar Netflix bersama dengan film lainnya dari franchise ini secara lengkap.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2004
  • Genre: Crime, Thriller
  • Produksi: Warner Bros. Pictures, Village Roadshow Pictures, Jerry Weintraub Productions
  • Sutradara: Steven Soderbergh
  • Pemeran: George Clooney, Brad Pitt, Matt Damon

Seluruh kru Ocean’s Eleven berhasil ditemukan oleh Terry Benedict dan dia meminta seluruh uang yang pernah mereka curi dikembalikan beserta bunganya. Karena mereka khawatir untuk beraksi di Amerika, mereka pun terbang ke Amsterdam untuk melakukan beberapa pencurian demi mendapatkan uang sebesar yang diminta Benedict.

Misi pertama mereka ternyata gagal, meski sudah melakukan riset yang dalam dan menggunakan teknik yang dipakai oleh LeMarc, seorang pencuri ulung legendaris. Hal ini diketahui oleh Isabel Lahiri, seorang detektif Europol, dan dia langsung bisa mengetahui siapa pelaku pencurian yang gagal dan siapa yang berhasil dengan objek yang sama tersebut. Saingan Danny dan rekan-rekannya berjuluk Night Fox.

Mereka menelusuri informasi tentang Night Fox yang ternyata adalah seorang baron bernama Francois Toulour yang juga merupakan murid dari LeMarc. Toulour membuka rahasia jika dialah yang menginformasikan Benedict tentang keberadaan mereka dan memberikan tantangan untuk membuktikan siapa pencuri terbaik di antara mereka.

Toulour akan membayar secara penuh permintaan Benedict jika Ocean’s Eleven berhasil mencuri Imperial Coronation Egg, sebuah perhiasan mahamahal dari Rusia yang rencananya akan dipamerkan di museum. Danny dan timnya mulai membuat sebuah rencana dengan menggunakan rekayasa hologram untuk menggantikan perhiasan itu, tapi info ini telah bocor ke Isabel berkat ponsel milik Rusty di tangannya.

Akibatnya, sebagian besar dari mereka ditahan sebelum aksi yang direncanakan berhasil dilakukan. Hanya menyisakan tiga dari mereka yang membuat rencana dadakan dengan mendatangkan Tess dari Amerika untuk menyamar sebagai Julia Roberts. Ketika berada di museum, mereka bertemu dengan Bruce Willis yang menyapa Tess yang dikiranya Julia dan mereka ditangkap oleh Isabel.

Mereka tidak berdaya di dalam penjara. Kemudian datang seorang agen Europol bersama timnya untuk melakukan interogasi dan membuka aksi ilegal yang dilakukan oleh Isabel. Ternyata agen itu adalah ibu dari Linus yang kemudian membebaskan mereka semua. Rusty terpisah dari rombongan bersama Isabel dan memberitahu kepadanya tentang keberadaan ayahnya, yang ternyata adalah LeMarc.

Danny dan Tess berada di rumah Toulour untuk menagih hasil kemenangan mereka yang tidak disadari oleh Toulour. Ternyata Toulour selama ini telah mencuri perhiasan yang palsu, sedangkan Danny berhasil membawa perhiasan yang asli atas informasi dari LeMarc beberapa hari sebelum mereka melakukan aksinya. Hutang pun dibayarkan kepada Benedict, tapi Toulour justru mengintai Benedict.

Sebuah Alasan untuk Kembali

Sebuah Alasan untuk Kembali

Biasanya, dalam setiap film tentang pencuri yang harus beraksi kembali, mereka memiliki alasan yang sangat kuat untuk melakukan “the one last job”. Tapi apakah ini alasan Danny dan rekan-rekannya kembali beraksi? Sebenarnya bukan, tapi lebih karena terpaksa. Mereka sebenarnya sudah memiliki kehidupan masing-masing setelah aksi mereka di Las Vegas tiga tahun silam.

Meski beberapa diantara mereka merasa tidak puas dengan pencapaian dalam usaha barunya, mereka sebenarnya tidak ingin kembali beraksi jika bukan karena ketahuan oleh Benedict, kecuali Danny yang selalu berusaha mencari celah untuk melakukan aksi lagi meski tidak pernah dia lakukan. Akhirnya mereka berkumpul kembali untuk merancang beberapa aksi pencurian demi membayar hutang.

Kerjasama Tim yang Kompak

Kerjasama Tim yang Kompak

Saat pertemuan pertama, hanya Saul saja yang menyatakan diri tidak ikut. Lalu apakah dia keluar dari tim? Nyatanya tidak! Dia muncul di saat yang tepat kala rekan-rekannya tidak bisa beraksi secara maksimal, hanya saja kali ini porsinya lebih sedikit. Lucunya, Tess yang diperankan oleh Julia Roberts dipaksa untuk tampil sebagai Julia Roberts palsu demi menyukseskan aksi dadakan mereka.

Lucunya lagi, aksi mereka disibukkan dengan kehadiran Bruce Willis yang mencurigai Julia Roberts palsu ini. Bruce Willis sukses tampil cameo dengan performa yang baik meski sangat singkat. Steven Soderbergh pun berusaha membagi porsi yang cukup untuk semua bintangnya, meski hal ini terkesan dipaksakan, seperti keharusan untuk menampilkan satu persatu wajah mereka.

Masalahnya, setiap adegan “menampilkan wajah” para pemerannya ini, durasi film menjadi lebih panjang untuk hal yang bisa diminimalisir. Walhasil, durasi film akhirnya lebih dari 2 jam. Tapi secara keseluruhan, performa seluruh pemerannya tidak ada yang gagal, terutama George Clooney, Brad Pitt, Julia Roberts dan Catherine Zeta-Jones.

Cerita Misterius yang Kurang Berkesan

Cerita Misterius yang Kurang Berkesan

Seperti sudah menjadi keharusan jika film pencurian sejenis ini akan memunculkan twist pada cerita, seperti pada film pertamanya. Tapi twist kali ini terkesan dipaksakan atau terlalu mudah, entah Nolfi malas berpikir atau menghindari formula yang sama, tapi yang pasti meminta saran langsung dari “Guru Pencuri” LeMarc adalah twist yang sangat lemah.

Dengan begitu, keahlian mereka dalam meriset dan merencanakan aksi terasa tidak berguna karena rencana besar itu semua sudah diberikan olah sang guru, mereka tinggal mempraktikkannya saja. Memang tidak mudah ditebak, kita pun tidak menduganya sama dengan Toulour, tapi ketika dipaparkan malah berakhir mengecewakan.

Ocean’s Twelve memang berada di bawah kualitas Ocean’s Eleven, tapi film ini masih enak untuk dinikmati terutama karena performa akting para pemerannya. IMDb memberikan rating 6,5 dengan Metascore sebesar 58 yang mengindikasikan bahwa meski film ini berada di bawah rata-rata, tapi masih layak untuk ditonton, apalagi bagi yang sudah terikat dengan film pertamanya.

Tentunya, dengan kesuksesan film ini, rencana film selanjutnya sudah terbentang lebar untuk menjadikannya sebuah trilogi bahkan kelak menjadi franchise. Ocean’s Thirteen hadir di tahun 2007 dengan menampilkan aktor watak senior Al Pacino dan spin-off Ocean’s 8 di tahun 2018 dengan menampilkan deretan aktris wanita terkenal, seperti Sandra Bullock dan Cate Blanchett.

Pondasi formula yang ditancapkan Ocean’s Eleven cukup dalam, sehingga bangunan cerita untuk film-film berikutnya bisa dibuat secara luas. Bisa jadi masih akan muncul film-film lainnya dalam franchise ini. Kita tunggu saja. Sementara itu, saksikan kembali aksi mereka di layar Netflix, ya!

Ocean’s Twelve
6 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram