Bacaterus / Novel / 10 Rekomendasi Novel Sejarah yang Menarik untuk Dibaca

10 Rekomendasi Novel Sejarah yang Menarik untuk Dibaca

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Saat memilih novel yang ingin kamu baca, kamu mungkin akan memilih novel yang memiliki kisah atau jalan cerita yang seru dan bisa menghibur untuk kamu. Namun selain bisa membuat para pembacanya terhibur, ada genre novel yang juga bisa membuat wawasanmu bertambah, misalnya novel-novel dengan genre sejarah.

Novel-novel seperti ini menyajikan kisah berupa gabungan fakta sejarah masa lalu dengan kreativitas dan imajinasi pengarangnya melalui penciptaan tokoh-tokoh dan jalan cerita novel tersebut. Bagi kamu pecinta novel yang ingin menambah wawasanmu mengenai ilmu sejarah, berikut beberapa novel sejarah terbaik yang harus kamu baca.

1. Tetralogi Buru

Tetralogi Buru

* sumber: www.kompasiana.com

Tetralogi Buru tampaknya menjadi novel sejarah yang paling terkenal di Indonesia. Tetralogi Buru ini terdiri dari empat buku, yaitu Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Keempat buku tersebut adalah karya dari sastrawan Indonesia yang disebut-sebut sebagai penulis novel sejarah terbaik di Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

Keempat buku ini dikenal dengan Tetralogi Buru karena karya ini lahir ketika Pramoedya ditahan di penjara Pulau Buru. Tokoh utama dari keempat buku ini ialah Minke, seorang pribumi Jawa yang ingin menghapuskan budaya feodalisme di Indonesia. Keempat buku Tetralogi Buru terbit pada kurun waktu tahun 1980 hingga 1988.

2. A Tale of Two Cities

A Tale of Two Cities

* sumber: www.academia.edu

A Tale of Two Cities merupakan novel klasik karya Charles Dickens yang terbit tahun 1859 dan menjadi salah satu buku terlaris di dunia sepanjang masa. Novel ini telah tersebar ke seluruh dunia dan telah dikopi hingga lebih dari 200 juta eksemplar. Novel A Tale of Two Cities menyajikan kisah dengan latar sejarah Revolusi Prancis yang dibalut kisah romantis.

Novel ini mengambil setting di dua kota, yaitu Paris dan London pada abad ke 17. Tokoh utama dalam film ini merupakan Lucy dan Charles, pasangan kekasih yang akhirnya menikah. Namun kebahagiaan mereka mulai mendapat banyak ujian ketika meletusnya Revolusi Prancis hingga Charles yang merupakan bangsawan Prancis duduk menjadi terdakwa.

3. The Dream of Red Chamber

The Dream of Red Chamber

* sumber: liveswellread.wordpress.com

Novel yang memiliki judul asli Hong Lou Meng ini merupakan novel yang menjadi salah satu karya sastra China terbaik. Bahkan ada yang menyebut bahwa novel ini merupakan salah satu dari tiga puncak budaya Tiongkok. Di Indonesia, novel yang memiliki jumlah halaman hingga 2500 lembar ini juga dikenal dengan judul Impian Menara Merah.

A Dream of Red Chamber ditulis oleh Cao Xueqin pada masa Dinasti Qing tahun 1754. Kisah dalam novel ini bercerita mengenai kisah cinta Jia Baoyu dan Lin Daiyu. Selain mengikuti kisah cinta mereka, pembaca juga akan disuguhkan dengan kisah mengenai kondisi sosial ekonomi kala itu di mana perempuan menjadi kaum marginal dalam sejarah Tiongkok.

4. Laut Bercerita

Laut Bercerita

* sumber: locita.co

Laut Bercerita merupakan novel karya sastrawan Indonesia Leila S Chudori yang terbit tahun 2017. Novel ini mengambil latar waktu dari tahun 1991 hingga tahun 2007. Kisah dalam novel diceritakan dalam dua sudut pandang kakak beradik, yaitu Biru Laut dan Asmara Jati. Meskipun menyajikan kisah fiktif, namun pembaca juga akan melihat berbagai fakta sejarah di dalamnya.

Laut Bercerita akan membuat pembaca merasakan apa yang terjadi pada kurun waktu tersebut, terutama era reformasi. Dalam novel ini pembaca bisa melihat bagaimana perjuangan para aktivis dan mahasiswa di era tersebut. Kamu juga akan merasakan bagaimana mencekamnya kondisi Indonesia ketika terjadi peristiwa krisis moneter di tahun 1998.

5. The Book Thief

The Book Thief

* sumber: www.royalacademyofdance.org

The Book Thief merupakan salah satu buku terlaris dunia yang ditulis oleh Markus Zusak dan terbit pada tahun 2005. Dari novel ini, kamu bisa mempelajari sejarah tentang peristiwa Perang Dunia ke-2 dari kisah seorang gadis Jerman bernama Liessel. Liessel dan adiknya diadopsi oleh pasangan Hubermann karena kedua orang tuanya ditangkap oleh Nazi.

Kisah mengenai kehidupan Liessel ini diceritakan dari sudut pandang sang malaikat maut atau yang disebut “Death”. Malaikat maut menceritakan kisah mulai dari saat ia bertemu Liessel, bagaimana ia mencabut nyawa adiknya, hingga kisah saat Liessel dan keluarganya menyelamatkan seorang anak Yahudi di tengah genosida yang dilakukan Hitler.

6. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

* sumber: sekolahnesia.com

Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah novel sejarah karya Buya Hamka yang mengisahkan tentang kisah cinta pasangan muda-mudi yang berbeda suku, yaitu Hayati dan Azis. Novel ini berlatar waktu pada zaman kolonial, di mana kisah mengenai kapal Van Der Wijck yang tenggelam memang benar-benar terjadi pada tahun 1936.

Hayati dan Azis merupakan sepasang kekasih yang tidak bisa menikah karena budaya Minang yang tidak memperbolehkan gadisnya menikah dengan pria yang tidak bersuku. Dari kisah cinta Hayati dan Azis, pembaca juga dapat melihat bagaimana tradisi dan budaya asli Indonesia yang mulai tergerus oleh nilai-nilai modernitas Eropa.

7. Cantik itu Luka

Cantik itu Luka

* sumber: kukuhgiaji.com

Cantik itu Luka merupakan novel karya Eka Kurniawan yang terbit pada tahun 2002 dan masuk longlist Khatulistiwa Literary Award tahun 2003. Novel ini juga telah diterjemahkan ke banyak bahasa. Kisah Cantik itu Luka mengambil setting yang bermula pada akhir masa kolonial melalui tokoh Dewi Ayu dan keempat anak perempuannya.

Dewi Ayu dan ketiga anaknya dikenal sebagai wanita-wanita paling cantik di kota fiktif Halimunda, hingga pada kehamilan keempat ia meminta agar memiliki anak yang buruk rupa. Selain mengikuti kehidupan mereka, pembaca juga disuguhkan berbagai peristiwa sejarah, mulai dari tradisi pergundikan Belanda hingga peristiwa pembantaian orang-orang komunis di 1965.

8. All The Light We Cannot See

All The Light We Cannot See

* sumber: onceuponanallegory.com

Novel yang kerap menjadi best seller ini merupakan karya penulis Amerika Anthony Doerr yang terbit tahun 2014. Novel dengan tebal 544 halaman ini juga pernah meraih penghargaan Pulitzer untuk Fiksi 2014 dan Andrew Carnegie Medals for Excellence in Fiction tahun 2015. All The Light We Cannot See mengambil setting pada masa Perang Dunia ke-2.

Pembaca akan diajak mengikuti kisah Marie-Laure, seorang gadis buta dari Prancis dan seorang insinyur asal Jerman bernama Werner Pfennig. Dua anak muda yang berasal dari dua negara yang berseberangan kubu pada Perang Dunia ke-2 tersebut pada akhirnya justru saling bantu membantu dalam pertemuan mereka yang cukup singkat.

9. Pasar

Pasar

* sumber: ainunnovaldisite.wordpress.com

Pasar merupakan novel karya Kuntowijoyo yang terbit pertama kali tahun 1994 dan sudah dicetak ulang hingga beberapa kali. Novel ini mengambil setting di sebuah pasar tradisional di daerah Jawa pada tahun 1970 melalui kisah seorang mantri pasar tua sebatang kara yang menunggu waktu pensiunnya.

Sosok mantri mewakili sosok kelas priyayi kala itu. Sepanjang cerita, pembaca akan melihat bagaimana kehidupan sosial mantri tersebut dengan berbagai kelas sosial masyarakat seperti kaum birokrat, rakyat jelata, dan para pemodal. Dari kisah mantri ini, pembaca diajak melihat bagaimana keadaan sosial masyarakat Indonesia pada tahun tersebut.

10. Max Havelaar

Max Havelaar

* sumber: kumparan.com

Max Havelaar adalah novel legendaris yang ditulis oleh Multatuli, nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Novel yang terbit tahun 1860 dan menjadi salah satu karya sastra yang sangat berpengaruh di dunia ini banyak mengisahkan mengenai feodalisme yang terjadi di Hindia Belanda. Dalam The New York Times, novel ini disebut sebagai “buku yang membunuh kolonialisme”.

Kisah dalam novel ini diceritakan dari sudut pandang seorang makelar kopi, Batavus Droogstoppel yang mendapat sebuah naskah dari teman lamanya. Naskah tersebut menceritakan mengenai kisah Max Havelaar, seorang asisten residen yang melihat bagaimana pemerasan dan kesewenang-wenangan dilakukan oleh pemerintah dan kolonial Belanda pada rakyat Indonesia.

Sepuluh buku di atas bisa menjadi rekomendasi buku bacaan yang membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menyenangkan. Untuk mendapatkan buku-buku di atas, silahkan membelinya secara resmi di toko buku kesayangan kamu atau di toko online penerbit.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *