Bacaterus / Belajar Yuk! / 10 Novel Sejarah Indonesia yang Wajib Dibaca Para Milenial

10 Novel Sejarah Indonesia yang Wajib Dibaca Para Milenial

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 November 2018

Suka baca novel? Yuk, cobain deh baca salah satu aliran novel yang bisa kita nikmati sekaligus belajar tentang sejarah bangsa kita sendiri. Jenis novel ini disebut novel sejarah karena mengangkat peristiwa-peristiwa bersejarah untuk menjadi latar dalam alur ceritanya. Novel semacam ini bisa banget jadi pilihan buat kita yang tertarik belajar sejarah bangsa Indonesia dengan cara yang menyenangkan.

Beberapa novel terinspirasi atau dibuat berdasarkan pada pengalaman pribadi sang penulis lho. Jadi kita juga nggak akan cuma tahu soal peristiwa bersejarah di suatu waktu, tetapi juga tahu soal kehidupan sang pengarang. Eh, jangan salah, meski novel jenis ini menggunakan latar sejarah, masih ada nuansa romantisnya.

Buat kamu yang lagi cari alternatif bacaan, ada  10 novel yang bisa kamu pilih sebagai bahan bacaan di waktu senggang atau kapanpun kamu mau. Novel-novel ini ditulis oleh para sastrawan yang secara langsung maupun tidak mengalami berbagai perubahan dan peristiwa bersejarah.

10 Novel Sejarah Indonesia

1. Pasar

Pasar

Novel karya Kuntowijoyo ini kali pertama diterbitkan tahun 1990-an, dan diterbitkan kembali tahun 2017. Pencetakan ulang novel Pasar ini tentunya disebabkan kekayaan khazanah dan pemikiran Kuntowijoyo terhadap kondisi sosial masyarakat Jawa saat itu. Latar pada cerita ini adalah sebuah pasar tradisional di suatu daerah di Jawa tahun 1970-an.

Di masa ini, masyarakat terbagi-bagi menjadi beberapa kelas sosial dan sangat jelas digambarkan dalam novel ini. Tokoh utama dalam cerita adalah seorang Mantri yang mewakili kalangan priyayi. Tokoh ini berinteraksi dengan tiga kalangan lainnya yaitu kalangan birokrat, rakyat jelata, dan para pemodal. Silakan beli bukunya di Bukalapak lewat link ini.

2. Tetralogi Buru

* sumber: www.merdeka.com

Pernah dengar nama Minke? Nah, ternyata dia adalah nama seorang tokoh dari karya Pramoedya Ananta Toer. Tetralogi buah karya Pram ada empat buah novel yang ditulis selama ia diasingkan sebagai tahanan politik di Pulau Buru. Empat judul novel yang termasuk dalam tetralogi ini adalah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Bumi Manusia menceritakan sosok Minke sebagai seorang lelaki muda berdarah priyayi yang berusaha untuk keluar dari segala kekangan kepriyayian dan ke-Jawa-an yang dimilikinya. Dia mengangkat sisi intelektualitas dan kebebasan ala Eropa tanpa melepaskan nilai-nilai kesopanan terhadap keluarga dan kedua orang tuanya.

Anak Semua Bangsa memaparkan kisah hidup Minke yang menyadari kesalahannya dalam mengambil sudut pandang. Perubahan sudut pandang dan pendiriannya berubah sejak kematian Annelies Mellema, istri Minke yang merupakan seorang perempuan keturunan Indonesia-Belanda. Di akhir cerita, Minke tidak lagi mengagungkan Belanda dan kebesaran Eropa.

Jejak Langkah melanjutkan cerita Minke yang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Minke memilih berjuang melalui tulisannya di koran “Medan Prijaji” untuk menggalang dukungan dari masyarakat pribumi. Selain itu, Minke mendorong mereka untuk terlibat aktif dalam organisasi dan menghapus budaya feudal dari kehidupan kaum pribumi.

Novel terakhir berjudul Rumah Kaca adalah novel penutup Tetralogi Buru. Dalam novel ini, cerita bukan dituturkan lewat sosok Minke tetapi seorang polisi yang ditugaskan mengamankan bahkan membungkam Minke. Polisi ini seorang pribumi asal Manada bernama Jacques Pangemanan.

Sebenarnya Jacques adalah seorang yang mengagumi sosok Minke dan baginya Minke bukanlah seorang kriminal. Kekaguman Jacques ini membuatnya mengalami dilema dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi Hindia-Belanda.

Berbagai pengalaman hidup Jacques mendorongnya untuk kemudian menyerahkan semua berkas milik Minke pada seorang perempuan yang tinggal di Konsulat Perancis di Betawi. Siapakah perempuan ini? Silakan cari tahu dengan membaca buku novelnya dan beli di Bukalapak lewat link ini.

3. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

* sumber: www.kompasiana.com

Siapa yang tidak kenal nama Buya Hamka di Indonesia? Salah satu karya fenomenalnya adalah novel berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang menggunakan latar masyarakat Sumatera di masa kolonial Belanda. Meski cenderung memaparkan kisah cinta segitiga antara Zainuddin, Hayati, dan Aziz, novel ini menggambarkan tergerusnya nilai-nilai dan tradisi oleh modernitas Eropa.

Zainuddin sebagai pemuda Bugis perantauan di tanah Minang tidak dapat menikahi seorang gadis Minang yang dicintainya. Hayati yang semula berjanji akan selalu Bersama dengan Zainuddin terpaksa harus meninggalkannya dan menikah dengan Aziz karena perjodohan. Meski pada akhirnya, Aziz menyerahkan Hayati kembali pada Zainuddin, kisah cinta keduanya berakhir.

Hayati dan sejumlah besar warga Hindia-Belanda meninggal dalam tragedi tenggelamnya kapal buatan Belanda ini. Kapal ini pada nyatanya benar-benar ada dan berakhir tragis karena tenggelam di daerah Lamongan, Jawa Timur, di tahun 1936. Buat kamu yang hobi traveling tidak ada salahnya singgah ke monumen Van der Wijck di daerah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lamongan. Novel ini tersedia di Bukalapak lewat link ini.

4. Moemi

Moemi

Novel setebal 628 halaman karya Marion Bloem ini adalah sebuah novel terjemahan dari Bahasa Belanda, Een meisje van honderd. Novel ini menarik untuk dibaca selain karena memberikan gambaran tentang sejarah Indonesia secara kronologis, tapi juga memiliki persepsi lain terhadap sejarah Indonesia-Belanda karena dituturkan oleh seorang tokoh berketurunan Indonesia-Belanda.

Novel ini memang cukup tebal dan sarat informasi, tapi pastinya tetap ada romansa yang dialami sang tokoh utama. Terlebih lagi, cerita dalam novel ini melibatkan tiga generasi keluarga yang masing-masing memiliki pandangan sendiri terhadap peristiwa-peristiwa yang dialami. Beberapa peristiwa yang terekam adalah masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, G 30 S PKI, Tragedi 1998, dan Bom Bali.

Peristiwa lainnya yang disinggung dalam novel ini di antaranya juga terdapat Perang Dunia II dan Aksi Teror 9/11 di Amerika Serikat. Dapat dikatakan bahwa novel ini cukup akurat dalam memberikan pemaparan historis Indonesia dan kondisi keluarga berbeda latar belakang berujung pada disfungsi keluarga. Untuk membelinya, silakan kunjungi Bukalapak di link ini.

5. Laut Bercerita

Laut Bercerita

Karya Leila Chudori ini menarik untuk dibaca selain memaparkan tentang kehidupan seorang mahasiswa bernama Laut, juga menggambarkan perjuangan mahasiswa di era orde baru. Laut digambarkan sebagai seorang mahasiswa yang kritis akan isu sosial dan berakhir tragis. Sebelum itu terjadi, ada juga kisah roman antara Laut dan sesama teman aktivisnya, Anjani.

Demi memertahankan prinsipnya, Laut dan banyak dari teman dekatnya yang mengalami penyiksaan fisik dan mental. Beberapa orang dari teman Laut malah menjadi sakit jiwa karena tekanan mental yang luar biasa. Bahkan, di akhir cerita kita disadarkan bahwa ternyata Laut yang bercerita kisah hidupnya sedang menjemput maut di sebuah laut antah berantah. Beli novelnya secara online di Bukalapak lewat  link ini.

6. Jugun Ianfu

Jugun lanfu

Dengan latar cerita di masa perjuangan melawan pendudukan Jepang, novel Jugun Ianfu menggambarkan kehidupan Lasmirah, seorang anak perempuan berusia sebelas tahun yang dipaksa menjadi seorang budak seks bagi para tentara Jepang. Para gadis yang dibujuk oleh para germo seringkali berasal dari daerah pelosok di tanah Jawa.

Lasmirah tergoda bujukan bahwa dirinya bisa menjadi seorang penyanyi terkenal di Telawang, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama di Telawang, Lasmirah ditempatkan di sebuah asrama bersama beberapa perempuan dari Jawa lainnya. Ia pun dipaksa untuk mengubah namanya menjadi Miyako dan harus melayani para tamu Jepang setiap saat. Buku ini dapat Anda beli di Bukalapak lewat link ini.

7. Amba

Amba

* sumber: laksmipamuntjak.com

Novel Amba karya Laksmi Pamuntjak ini merupakan salah satu novel yang menggunakan peristiwa pembantaian 1965 sebagai latar belakangnya. Sebagai tokoh utama, Amba digambarkan terlibat dalam kisah percintaan antara dirinya, Salwa dan Bhisma. Dalam kisah hidup Amba, ia tanpa sengaja terlibat dalam peristiwa 30 September 1965 dan memilih untuk meninggalkan kekasihnya, Salwa, demi cintanya, Bhisma.

Akhir perjalanan Amba adalah mencari Bhisma ke Pulau Buru dan menemukan banyak hal yang tidak diketahuinya. Novel setebal 467 halaman ini mudah untuk dibaca karena bahasa dan alur ceritanya yang mudah untuk dipahami. Buat kita yang masih agak malas untuk membaca sejarah, novel ini bisa jadi alternatif dan tetap bergizi. Tertarik? Yuk, beli novelnya di Bukalapak lewat link ini.

8. Halaman Terakhir

Halaman Terakhir

Pernah dengar nama Polisi Hoegeng yang dijuluki polisi jujur? Yudhi Herwibowo mengabadikan sosok Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso dalam buku berjudul Halaman terakhir. Bisa dibilang kalau buku ini adalah satu dari sekian banyak buku biografi yang ditulis dengan gaya fiksi, mengalir dan menarik.

Buku ini berkisah tentang perjalanan Hoegeng dalam menyelidiki dan mengungkap dua kasus besar di era 1970-an. Kasus perkosaan Sumaryah dan kasus penyelundupan mobil oleh Soni Cahya ini seharusnya dapat menjadi dua kasus besar di penghujung karirnya. Sayangnya, Hoegeng harus dikalahkan oleh kuasa yang jauh lebih besar dari dirinya sehingga kedua kasus itu harus ditutup. Klik di sini untuk beli novelnya.

9. Saksi Mata

* sumber: id.wikipedia.org

Tahukah kamu kalau dulu Dili pernah menjadi bagian dari Indonesia? Karya Seno Gumira Ajidarma ini merupakan kumpulan cerita pendek yang menggunakan Timor Leste, dulu Timor Timur, sebagai latar belakang ceritanya sebelum berlepas dari Indonesia. Cerita dalam buku Saksi Mata ini menarik sekaligus menegangkan karena adanya pemaparan konflik yang terjadi.

Salah satu konflik berdarah yang terjadi di Timor Timur merupakan konflik pelanggaran HAM dan disebut sebagai konflik Dili. Wilayah ini semula diduduki oleh Portugis, itu sebabnya masyarakat Timor Timur bersikukuh untuk menyatakan diri untuk lepas dari negara Indonesia. Nah dengan latar seperti itu, wajar kalau tokoh yang dimunculkan dalam cerita ini bernama asing. Langsung dapatkan novelnya di Bukalapak lewat link ini.

10. Tiga Sandera Terakhir

Tiga Sandera Terakhir

Salah satu gerakan radikal yang muncul di Indonesia adalah Operasi Papua Merdeka (OPM). Gerakan ini sampai saat ini masih bisa diketahui keberadaannya, bahkan seringkali bentrok secara fisik dengan militer Indonesia. Nah, novel karya Brahmanto Anindito ini menggunakan tanah Papua sebagai latar ceritanya.

Buat kamu yang suka novel thriller, bacaan ini pas banget karena kamu bisa mengetahui soal sejarah yang terjadi di Timur Indonesia dan sedikit banyak tentang militer Indonesia. Cerita dalam novel ini dimulai dengan penyanderaan  dua orang warga Indonesia dan tiga orang asing berasal dari Australia dan Perancis.

Untuk mengatasi ini, militer menurunkan Satuan AntiTeror Kopassus di bawah komando Kolonel Larung Nusa. Beli bukunya di Bukalapak lewat link ini.

Dari 10 novel sejarah di atas, mana yang sudah kamu baca? Kalau belum baca, kira-kira buku mana yang bikin kamu penasaran? Jangan lupa tulis jawabannya kamu di kolom komentar, ya. Seru kan baca novel sekaligus belajar sejarah? Tapi, kalau kamu suka novel fantasi, coba baca 10 Rekomendasi Novel Fantasi yang Asyik Dibaca ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

A nefelibata coffee addict who loves smelling coffee, books and cuddling.

Leave A Comment