Bacaterus / Novel / Rekomendasi 10 Novel Psikologi Terbaik yang Mesti Kamu Baca

Rekomendasi 10 Novel Psikologi Terbaik yang Mesti Kamu Baca

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Maret 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pernahkan kamu merasa penasaran dengan apa yang ada di benak orang-orang yang kamu lihat saat berada dalam keramaian atau di dalam angkutan umum? Kira-kira apa yang sedang mereka pikirkan atau rasakan? Saat melihat orang yang tertawa atau muram, rasanya penasaran ingin mencoba membaca pikiran mereka. Ini biasanya yang ditawarkan oleh novel-novel psikologi, menggali pirkiran orang.

Novel-novel psikologi terbaik adalah kisah-kisah fiksi tentang peristiwa-peristiwa yang akan mengaduk-aduk pikiranmu dan membuatmu tak beranjak dari tempat dudukmu. Banyak dari novel ini mendapat ulasan bagus dari pembaca dan pengulas profesional dan beberapa novel tersebut ada yang sukses difilmkan. Novel psikologi terbaik apa saja yang direkomendasikan untuk dibaca? Simak ulasannya berikut ini ya.

1. A Strangeness in My Mind (Orhan Pamuk)

A Strangeness in My Mind

Tokoh utama dalam novel ini adalah Mevlut. Dia mencari nafkah dengan berjualan minuman tradisional Turki di jalan-jalan Istanbul. Orhan Pamuk menggambarkan Mevlut sebagai ‘orang yang sedikit aneh, tapi memiliki hati emas.’

Selama bertahun-tahun, Mevlut melihat beragam transformasi kota, orang-orang juga Turki secara keseluruhan. Setiap saat, dia bertanya-tanya apa yang menjadi sumber ‘keanehannya’ dan apa yang membuat dia berbeda dari orang lain. Novel ini merupakan salah satu novel yang keren yang paling banyak dibaca dari Orhan Pamuk yang merupakan pemenang hadiah Nobel Sastra di tahun 2006.

2. The Portrait of a Lady (Henry James)

The Portrait of a Lady

The Portrait of a Lady yang ditulis oleh Henry James adalah salah satu novel psikologi paling terkenal sepanjang masa. Ini karena buku karya Henry James tersebut menggali psikologi kepribadian juga psikologi sosial. Awalnya novel ini diterbitkan sebagai serangkaian kutipan majalah pada tahun 1880-an, ceritanya begitu populer sehingga James akhirnya menyusun cerita-cerita itu menjadi buku lengkap.

Novel ini berfokus pada Isabel, seorang perempuan muda yang tidak yakin tentang masa depannya. Saat dia mewarisi kekayaan, Isabel bepergian ke Eropa dan berinteraksi dengan orang-orang kaya lainnya dan menemukan bahwa orang-orang ternyata tidak selalu seperti apa yang tampak.

3. Prozac Nation (Elizabeth Wurtzel)

Prozac Nation

Novel karya Elizabeth Wurtzel ini merupakan sebuah memoar novel yang menceritakan pengalaman hidup sang penulis dan diterbitkan pada tahun 1994. Novel ini menggambarkan pengalaman penulis yang mengalami depresi berat, kegagalan karakternya sendiri juga bagaimana dia berhasil melalui masa-masa sulit saat menyelesaikan kuliah dan bekerja sebagai penulis.

Hal yang paling aneh tentang novel ini adalah bagaimana Wurtzel mengisahkan dengan jujur ​​tentang depresinya yang begitu terkait dengan bagian-bagian kecil dalam hidupnya. Ternyata masalah-masalah yang dia hadapi juga dihadapi orang kebanyakan.

Kamu akan merasa dipengaruhi secara pribadi oleh cara penulis dalam membuat pembaca merasa terlibat. Selain itu, kamu juga akan merasa hidupmu mungkin dipenuhi dengan peluang di mana depresi bisa menyerangmu pada saat tertentu. Novel ini mungkin membuatmu merasa rapuh dan terguncang.

4. The Girl on the Train (Paula Hawkins)

The Girl on the Train

The Girl on the Train yang ditulis oleh Paula Hawkins merupakan novel keren yang membahas tentang kecanduan. Diceritakan Rachel yang seorang pecandu alkohol selalu naik kereta yang sama untuk pergi bekerja setiap hari dan akhirnya mengarang cerita tentang orang-orang yang ditemuinya dalam perjalanan.

Saat dia mengetahui bahwa seorang perempuan hilang, dia menjadi terlibat dalam kisahnya dan dengan orang-orang yang mengenalnya. Ketika buku berlanjut, pembaca akan bertanya-tanya apakah Rachel menderita gangguan kepribadian dan apakah dia mungkin ada hubungannya dengan hilangnya perempuan itu.

5. The Ground Beneath Her Feet (Salman Rushdie)

The Ground Beneath Her Feet

Buku karya Salman Rushdie ini menggambarkan cinta dua orang muda, yaitu Ormus dan Vina. Mereka lahir di Bombay dan keduanya memiliki bakat dan keterampilan musik yang luar biasa. Mereka, akhirnya, pindah dari India ke Amerika Serikat dan di sana mereka menjadi bintang rock terkenal.

Suatu hari, Earth menelan Vina, dan pemuda itu berubah menjadi Orpheus, tokoh dalam mitologi Yunani, yang berusaha menemukan Eurydice-nya di setiap wanita. Novel ini adalah karya yang luar biasa yang berisi sejumlah besar kiasan budaya dan agama dan beberapa elemen mistisisme.

6. A Million Little Pieces (James Frey)

A Million Little Pieces

Awalnya, novel ini dijual dipasaran sebagai memoar dan kemudian dipasarkan sebagai novel semi-fiksi menyusul tuduhan pemalsuan karya sastra. Novel ini mengisahkan kehidupan seorang pecandu alkohol dan narkoba yang berusia 23 tahun dan bagaimana dia menghadapi rehabilitasi di pusat perawatan yang dengan orientasi dua belas langkah.

Walaupun di awal dipromosikan sebagai memoar, belakangan diketahui bahwa banyak peristiwa yang diceritakan dalam buku itu tidak pernah terjadi. Mulai dari deskripsi keadaan narator di awal sampai berbagai perawatan yang dia jalani saat berada di pusat rehabilitasi. Dijamin saat pembaca akan merasa tercekat di satu halaman dan hampir menangis dengan simpati di halaman berikutnya.

Novel ini harus dibaca kalau kamu menikmati atau setidaknya terpesona oleh rasa sakit yang dapat dilalui manusia untuk memulihkan keteraturan dalam kehidupan yang hampir hancur. Buku ini juga bagus untuk membaca pola pikir seorang pecandu narkoba.

7. I’m Not Scared (Niccolò Ammaniti)

I’m Not Scared

Novel ini berkisah tentang ketakutan dan kesepian Michele Amitrano yang berusia sembilan tahun. Bagi dia dunia menyusut menjadi seukuran satu sen tipis. Dia tidak sepenuhnya memahami tingkat keparahan situasi yang tidak pasti dan berbahaya. Tetapi, Michele percaya bahwa pasti ada orang dewasa yang kuat di luar sana yang akan memberikan pertolongan padanya.

Buku ini memberikan pengetahuan tentang cara mengatasi ketakutan dan kecemasan. Selain itu, novel ini juga memberikan cara bagaimana kita semua harus melakukan tindakan kebaikan kecil tanpa memandang usia.

8. The Innocent (Ian McEwan)

The Innocent

Novel ini berlatar belakang Berlin saat Perang Dingin, dekat perbatasan sektor Barat dan Timur. The Innocent mengisahkan seorang pemuda Inggris, Leonard Marham, yang dikirim ke Berlin untuk melaksanakan rencana penggalian di bawah Tembok Berlin untuk mengakses saluran telepon Rusia.

Ian McEwan menggambarkan kehidupan, kesulitan juga keadaan emosi orang-orang di Berlin pascaperang dengan kelihaian menulis dan kecerdasannya. Novel ini adalah kisah detektif, thriller psikologis dan sekaligus juga drama sejarah, tapi di atas semua itu, the Innocent merupakan kisah tentang cinta sejati.

9. Lunar Park (Brett Easton Ellis)

Lunar Park

Buku ini akan mengaduk-aduk pikiranmu dengan pertanyaan utama yang akan kamu tanyakan pada dirimu, yaitu apakah semuanya nyata, atau apakah semuanya dibuat untuk membuat novel ini menjadi novel terlaris? Lunar Park telah digambarkan sebagai memoar tiruan dengan beberapa cerita di dalamnya tercermin di seluruh buku.

Batas yang tidak jelas antara fiksi dan non-fiksi merupakan hal yang membuat novel ini sangat aneh. Lunar Park terlihat seperti mengikuti genre alur cerita horor yang khas seperti James Herbert atau Stephen King. Penggambaran tentang boneka ‘Terby’ milik putri dari tokoh utama cerita ini bisa jadi membuatmu ingin membiarkan lampu menyala saat malam hari.

Kemudian penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan di sepanjang kehidupan tokoh utama akan membuatmu bertanya apakah seluruh pengalaman menyeramkan yang mengerikan ini hanyalah halusinasi. Tema-tema lain yang agak mengganggu cerita novel termasuk hubungan anak dan ayah yang retak, dosen yang mencoba berselingkuh dengan muridnya, dan suami yang tidak percaya istrinya.

10. Villette (Charlotte Brontë)

Villette

Karya terakhir Charlotte Brontë memberikan gambaran kuat seorang wanita yang berjuang untuk mendamaikan cinta, kecemburuan, dan keinginan kuat untuk kebebasan. Dikisahkan setelah melarikan diri dari masa lalu yang mengerikan di Inggris, tokoh utama yang bernama Lucy Snowe memulai kehidupan baru dengan mengajar di sekolah asrama di ibu kota negara asing.

Di tempat barunya, saat dia mencoba untuk mencapai kebebasan dari kebutuhan lahir dan kesedihan batin, dia menemukan bahwa perasaannya terhadap seorang dokter yang sangat berpengalaman dan seorang profesor yang bersifat diktator mengancam kebebasan yang dia perjuangkan.

Diterbitkan tahun 1853, novel terakhir Charlotte Brontë ini ditulis setelah kesedihannya atas kematian saudara-saudaranya. Novel ini memiliki kekuatan dramatis yang sebanding dengan karya besar yang lain, Jane Eyre, serta modernitas wawasan psikologis yang luar biasa dan pemahaman revolusioner tentang kesepian manusia.

Itulah kesepuluh judul novel psikologi terbaik yang dirangkum oleh Bacaterus. Apakah kamu penggemar novel-novel bertema psikologi? Kalau iya, apa judul novel bertema psikologi yang menjadi favoritmu?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *