Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis No Escape (2015), Perjuangan Seorang Ayah

Review & Sinopsis No Escape (2015), Perjuangan Seorang Ayah

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di jaman modern, bukan hal yang aneh kalau seseorang bisa bekerja di luar negeri. Begitu juga sebaliknya, orang asing bisa bekerja di negara kita. Sekat antar negara semakin menipis dari waktu ke waktu seiring dengan adanya globalisasi. Nggak mengherankan kalau sekarang di kota besar, banyak kita jumpai warga negara asing.

Bagaimana kalau kita berada di negara orang dan terjebak karena adanya sebuah permasalahan besar? Hal itu yang dialami oleh Owen Wilson yang membawa serta anak dan istrinya ke sebuah negara dan harus terjebak seperti nggak menemukan jalan keluar. Sebuah cerita yang nggak biasa ini tersaji dalam film No Escape.

Penasaran dengan film No Escape yang bikin degdegan? Sebelum nonton, simak dulu yuk ulasannya berikut ini.

Sinopsis

Sinopsis No Escape

  • Tahun rilis: 2015
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Bold Films, Brothers Dowdle
  • Sutradara: John Erick Dowdle
  • Pemain: Owen Wilson, lake Bell, Pierce Brosnan

Jack Dwyer baru saja mendapat pekerjaan di perusahaan perairan dari Amerika bernama Cardiff. Perusahaan tersebut baru saja menjalin hubungan kerja sama dengan Perdana Menteri sebuah negara di Asia Tenggara. Dwyer kebetulan mendapat tugas untuk bekerja di negara tersebut, maka dia membawa serta istrinya, Annie, bersama dua anak perempuan mereka, Lucy dan Beeze.

Setelah pesawat mendarat, Jack dan keluarganya bertemu dengan Hammond, seorang warga negara Inggris. Hammond menawari mereka untuk berangkat bersamanya dan seorang penduduk lokal bernama Kenny Rogers ke Lotus Hotel, tempat menginap warga negara asing. Sesampainya di hotel, Jack menemukan telepon, televisi, dan internet sedang mengalami masalah.

Masalah itu ternyata dialami seluruh kota. Keesokan harinya, Jack pergi untuk membeli koran lokal. Dia malah terjebak di tengah bentrokan antara polisi dan orang-orang yang berdemo. Bentrokan itu bukan bentrokan biasa, melainkan bentrokan fisik yang melibatkan kekerasan. Jack berhasil melarikan diri dan melihat bahwa para pendemo ternyata sangat banyak.

Merasa khawatir pada keluarganya, Jack langsung menuju hotel. Di depan hotel, dia melihat kumpulan para pendemo yang ternyata kelompok pemberontak mulai membunuh pegawai perusahaan Cardiff. Salah satu  dari mereka melihat Jack datang dan mengejarnya. Untungnya, Jack berhasil masuk ke hotel lewat jendela setelah masuk ke jalan darurat.

Para pemberontak mulai berhasil memasuki hotel dan membunuh para staf dan tamu. Sesampainya di kamar, Jack nggak menemukan Lucy yang ternyata sedang berenang di lantai bawah. Dia langsung bergegas ke lantai bawah dan berhasil membawa Lucy sebelum para pemberontak sampai di area kolam renang.

Ketika menuju kamar, Jack malah berpapasan dengan para pemberontak. Dia kabur dan bertemu Hammond yang mengajaknya ke atap hotel bersama para tamu lainnya. Lewat seorang penerjemah, mereka mendengar teriakan yang berarti bahwa mereka sedang diincar sebagai bentuk protes pada perusahaan perairan Cardiff.

Suara helikopter terdengar mendekat yang langsung disambut bahagia oleh orang-orang di atap hotel. Kegembiraan langsung lenyap ketika mereka tahu bahwa helikopter itu berisi para pemberontak yang secara brutal menembakkan senjata api dan membunuh banyak orang di atap. Jack dan keluarganya berhasil bersembunyi dan melompat ke bangunan sebelah hotel.

Para pemberontak bertindak semakin kejam dengan mengatakan mereka berhasil menguasai kota. Jumlah korban semakin banyak dan Jack bersama keluarganya harus bersembunyi di antara reruntuhan dan tubuh mayat supaya nggak kelihatan. Dia kemudian mengambil peta lalu menggunakan topi dan berpura-pura sebagai warga lokal.

Dari peta, Jack memperkirakan bahwa dia bisa membawa keluarganya ke Kedutaan Besar Amerika dengan menggunakan motor. Dia berhasil mencuri motor dan tiba di kedutaan, sayangnya kedutaan sudah dikuasai oleh para pemberontak. Ke manakah Jack harus meminta perlindungan? Berhasilkah dia menyelematkan diri dan keluarganya?

Teka-Teki Negara di Film No Escape

Teka-Teki Negara di Film No Escape

Film No Escape diawali dengan adegan saat seorang perwakilan perusahaan Cardiff menjalin kerja sama dengan Perdana Menteri sebuah negara lewat jabatan tangan. Sepanjang film, nggak disebutkan peristiwa Jack dan keluarganya terjebak itu berada di negara mana. Negara itu cuma disebut sebagai negara dunia ketiga atau negara di Asia Tenggara.

Kalau melihat dari tulisan dan aksen bahasa warga lokal, maka banyak yang menduga bahwa negara yang dimaksud adalah Thailand. Opini itu diperkuat dengan adegan di film saat Hammond memberi tahu Jack bahwa satu-satunya jalan bagi dia untuk keluar dari negara tersebut adalah dengan masuk ke Vietnam. Secara geografi, Thailand dan Vietnam bersebelahan.

Alasan lain nama negara itu nggak disebutkan adalah adanya kemiripan dengan kondisi di Thailand yang sering terjadi demo besar-besaran. Proses syuting yang dilaksanakan di Thailand ternyata membuat pihak pembuat film membuat perjanjian bahwa nggak akan ada satu pun adegan yang menyebut atau menyangkutpautkan dengan Thailand.

Dilarang Tayang di Kamboja

Dilarang Tayang di Kamboja

Adanya tulisan di tameng polisi yang merupakan tulisan dari bahasa Khmer membuat film ini memicru kontroversi. Ketika trailernya dirilis, pihak Kementerian Kebudayaan Kamboja langsung merespons hal tersebut dengan mengatakan kalau filmnya ingin dirilis di negara tersebut maka tulisan itu harus ditutup, diganti atau scene-nya dihilangkan.

Kekhawatiran pemerintah Kamboja pada gejolak warganya yang menonton film, ternyata nggak membuat produser, sutradara, produksi atau distribusi bergeming. Mereka malah nggak merespons usulan dari Kementrian Kebudayaan Kamboja. Alhasil, dari berbagai negara hanya Kamboja yang melarang penayangan film No Escape.

Penampilan Serius Owen Wilson

Penampilan Serius Owen Wilson

Aktor yang memerankan karakter Jack Dwyer adalah Owen Wilson. Bagi penggemar film bergenre komedi, pasti nggak asing dengan sosoknya. Dia bermain di film-film dengan unsur komedi terkenal seperti Meet the Parents, Shanghai Knights, Wedding Crashers, dan The Internship. Karakter sebagai orang yang konyol dan kikuk itu berbeda jauh dengan penampilannya di No Escape.

Di antara penampilan di film lainnya, No Escape menjadi penampilan paling serius Wilson. Nggak terlihat sama sekali tingkahnya yang biasa yang bisa memancing tawa. Yang ada adalah sosok ayah yang sangat menyayangi dan melindungi keluarganya sampai mencoba segala sesuatu untuk bisa keluar dari situasi yang menghimpit.

Ketegangan yang Sesuai Porsi

Ketegangan yang Sesuai Porsi

Agar lolos dari penglihatan para pemberontak, Jack membawa keluarganya melompati dinding tinggi hotel, bersembunyi di pipa, di antara reruntuhan, bahkan rumah bordil. Ketenangan hanya terjadi di awal film, selebihnya kita akan dibawa merasakan ketegangan yang dirasakan Jack dan keluarganya. Bahkan untuk dialog pun, terasa diminimalisir tanpa kehilangan inti dari ceritanya.

Penggunaan latar belakang konflik di film tentang keberatan warga lokal terhadap perusahaan asing terasa cukup faktual. Apalagi perusahaan tersebut milik Amerika yang dianggap sebagai negara adidaya sementara negara yang digambarkan menderita adalah negara dunia ketiga. Film ini menyajikan cerita lain dari kekuasaan sebuah negara.

No Escape yang segi ceritanya sederhana dan nggak membuat kita banyak mikir membuatnya menjadi hiburan ringan bagi yang menyukai film-film menegangkan. Adegan kekerasan yang ditampilkan pun masih di batas wajar. Bagaimana kesanmu setelah nonton film ini? Bagikan di kolom komentar, yuk!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *